Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Lempar Batu Sembunyi Tangan


__ADS_3

Perkenalan antara Frans dan Fatur serta Rey membuat Frans sekarang lebih banyak waktunya diwarnet bahkan tak jarang meski saat hari biasa dirinya keasikan bermain game online hingga larut malam hingga menganggu waktu tidurnya tak jarang dalam seminggu hari kerja Frans mulai sering terlambat datang kekantor, hal ini membuat dirinya mendapat teguran lisan dari bagian personalia kantornya dan sepertinya gaji bulan ini dipastikan tidak utuh karena sering datang terlambat sehingga uang kerajinannya pasti dipotong yang besarnya cukup lumayan.


Teguran dari bagian personalia akhirnya sampai juga ditelinga pak suryajaya atasannya di divisi logistik, Frans diminta untuk memperhatikan dan memperbaiki absensinya.


"Kamu sekarang kenapa jadi sering terlambat lim, lagi ada masalah atau bagaimana" Tanya pak surya


"Maaf pak, saya sekarang sering bangun kesiangan karena malam harinya tidak bisa tidur, terkena insomia sepertinya pak" jawab Frans mencari alasan


"Harusnya kamu segera cek kedokter bukannya kamu sudah dibuatkan kartu berobat gratis oleh kantor, dan biaya dokter dan obat-obatan juga bisa kamu rembes kekantorkan" ucap pak surya memberi saran kepada Frans


"Jaga juga pola makan kamu dan sering olahraga, kalau saya perhatikan berat badan kamu sepertinya semakin bertambah" lanjutnya

__ADS_1


"Baik pak terima kasih untuk masukannya, saya udah coba minum obat tidur pak tapi tidak terlalu membantu" jawab Frans


"Jangan terlalu sering minum obat tidur tanpa anjuran dokter, yang ada nanti kamu malah kecanduan obat yang ada"


"Sering berolah raga, yang ringan saja gak harus olahraga berat yang penting berkeringan, makan kamu juga kalau saya lihat sering yang berlemak dan banyak minyak mulai kurangi itu semua, kamu masih muda jangan sampai terkena darah tinggi dan kolestrol. Kamu cek nanti hasil medical check up kamu kemarin dulu hasilnya sudah ada ditangan saya nanti baru dibagikan setelah saya periksa semua" jelas pak surya kepada Frans mengenai hasil cek darah tahunan yang diadakan gratis oleh kantornya setiap setahun sekali untuk mengetahui kesehatan setiap karyawan


Frans yang memang semenjak hidup sendiri juga sekarang yang tinggal dirumah kevin sudah tidak memperhatikan pola makannya bahkan tak jarang saat diwarnet dirinya terlalu sering makan gorengan dan mie instan saja karena terlalu malas untuk beranjak dari depan monitor. Memang sejak bercerai dengan Rissa, Frans sering melampiaskan stressnya dengan makanan sehingga berat badannya semakin bertambah terlebih sejak tinggal dirumah kevin Frans juga semakin boros dirinya yang tidak memikirkan uang sewa rumah lagi sehingga rajin mentraktir baik anak-anak tetangga maupun teman-teman barunya diwarnet, meski setiap minggu mendapatkan uang rokok dan makan dari rey tetap saja Frans harus merogoh kantongnya. Sementara tambang bitcoinnya belum menunjukan progres yang membahagiakan tapi sudah memperoleh sedikit hasil setidaknya walau sedikit lama-lama akan menjadi bukit begitulah pikirnya.


Hal ini membuat erwin menjadi lebih tidak suka kepadanya karena menganggap Frans selalu mengagalkan rencananya untuk membuat divisi gudang dibawah kendalinya, semenjak awal Frans menjadi kepala gudang dirinya erwin berusaha mendekatinya untuk mengajak Frans mengelapkan data barang-barang sisa material proyek yang disimpan baik diluar dan dalam gudang, Frans yang takut bahwa dirinya saat ini sedang dijebak oleh erwin kemudian menolak tawaran erwin dan melaporkan perihal banyak barang sisa proyek yang belum terdata digudang kepada atasannya dan lalu memerintahkannya untuk melakukan stock opname, dari sini lah awal mula ketidak sukaan erwin berasal. Frans tidak perduli atau takut dengan erwin sering menegur anak buahnya untuk tidak keluar dari kantor atau melakukan pekerjaan dari erwin tanpa ijin darinya. Meski dengan alasan atas permintaan pemilik perusahaan namun Frans tidak perduli, selama tidak ada perintah dari atasannya langsung atau ijin darinya seluruh anak buahnya harus standby digudang sebab takut ada barang yang datang tiba-tiba, jika memang harus melakukan pekerjaan diluar atas permintaan atasannya harus ada 2 anak buahnya yang standby digudang.


Senin pagi saat Frans baru saja selesai sarapan dimeja kerja tiba-tiba mendapat perintah dari atasan untuk tetap berada dikantor karena diminta menghadap jajaran direksi kantor. Frans yang bertanya-tanya ada apa gerangan dirinya diminta menghadap jajaran direksi kantor pagi ini, lalu menuju kegudang untuk menangkan pikirannya dengan segelas kopi dan beberapa batang rokok sebelum dipanggil menghadap. Baru saja ingin menyalakan rokok ketiganya Frans lalu mendapat panggilan dari dewi resepsionis kantor untuk segera menuju ruangan rapat karena para direksi sudah tiba diruangan masing-masing, setelah mencuci muka dan berkumur untuk mengilangkan bau rokok dimulut, dan menyemprotkan parfum keseluruh badannya.

__ADS_1


Diruangan rapat sudah hadir pak Suryajaya serta Mr. Paul direktur divisi proyek menyusul Direktur divisi lainnya serta Kepala HRD ibu Tanti, rupanya kehadiran mereka pagi itu untuk melakukan sidang kode etik karyawan terhadap Frans karena hari sabtu kemarin telah terjadi pengeluaran material sisa proyek yang berada diluar gudang, yang menurut laporan satpam yang berjaga disabtu pagi barang-barang diangkut oleh salah satu anak buah dari erwin dan karyawan divisi proyek yang tinggal dimess kanto atas perintah darinya, Frans yang merasa tidak pernah mengeluarkan perintah apapun mengenai hal ini lalu membantahnya, bahkan setelah mengecek surat jalan yang diterima satpam memang terdapat tanda tangannya namun itu bukanlah hasil goresan tangannya. Frans yang terbiasa menulis tanggal dan jam diatas tanda tangannya rupanya tidak diperhatikan oleh oknum yang mencoba meniru tanda tangannya.


Bantahan dari Frans dan penjelasan bukti dari Frans membuat manajemen mengambil keputusan untuk melakukan penyeledikan secara internal guna menemukan siapa yang harus bertanggung jawab akan hal ini, sementara itu Frans diminta menunjukan bukti kepada ibu Tanti agar bisa memastikan bahwa kejadian ini memang benar bukan atas perintahnya dan bukan dirinya yang menandatanganinya, Frans lalu menyerahkan salinan tanda terima dan surat jalan barang yang berada difolder ruangannya dan berhasil membuktikan bahwa surat jalan yang diterima satpam adalah palsu, karena goresan mau pun tulisan disurat jalan tidak mirip dengan tulisan dari Frans.


Lagi pula jika harus membuat surat jalan keluar barang bukankah kevin yang seharusnya berhak untuk menandatangani surat jalan itu dan Frans hanya memparaf sebagai tanda persetujuan disamping tanda tangan kevin seperti yang sudah berjalan selama ini, Frans yang sudah difitnah akhirnya dibebaskan dari tuduhan karena telah menunjukan bukti bahwa dirinya terlibat sama sekali. Adapun hadil penyelidikan dari manajemen kantor bahwa otak pelaku dari kejadian ini adalah erwin dibantu dengan 2 orang anak buah erwin dan satu orang satpam yang bertugas, sedangkan karyawan bagian proyek tidak terlibat secara langsung karena hanya dimintakan bantuan untuk membawa truck yang membawa keluar barang dan diberikan uang rokok.


Sayangnya otak dan pelaku kejadian ini yang berjumlah 4 orang hanya diberikan peringatan berupa SP kedua dan harus menganti kerugian kantor yang berjumlah 13 juta, sedangkan Frans yang sempat menjadi tertuduh tidak mendapatkan kompensasi apapun baik uang ataupun permintaan maaf dari manajemen. Bahkan dirinya berserta bagian malah diberikan tugas untuk memindahkan material sisa proyek yang berada diluar kedalam gudang.


Erwin yang ibaratkan melempar batu sembunyi tangan namun akhirnya gagal, semakin tidak menyukai keberadaan Frans dikantor, sementara itu keempat kru gudang hanya bisa mengerutu mendapatkan tugas tambahan dari atasan mereka atas perintah direksi kantor. Orang lain yang makan nangka mereka yang terkena getahnya begitulah kira-kira nasib mereka saat ini, yang mendapat keuntungan siapa yang disuruh bertanggung jawab merapihkan barang malah mereka.


------------+Bersambung+-----------

__ADS_1


Happy Fun Reading


__ADS_2