Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Berbuat Nekat


__ADS_3

Setibanya dicafe Frans lalu menurunkan barang-barang yang dibelinya dipasar malam tadi kedalam cafe miliknya dibantu oleh pengaja malam lingkungan ruko tempat cafenya berada, setelah selesai menurukan barang dari mobilnya Frans lalu mengucapkan terima kasih kepada kedua orang yang membantunya dan memberikan beberapa makanan yang ditunjuk oleh Neng saat dipasar malam tadi namun tidak jadi dimakan olehnya karena tidak menyukai rasanya dan hanya ingin mengerjai Frans saja.


Malam menjelang dini hari ketika Frans sudah tertidup lelap Neng yang masih merasa kesal terhadap Frans karena memilih wanita yang lebih dewasa dibandingkan dengannya lalu diam-diam berbaring disebelah tubuh Frans, lalu dengan hati-hati menurunkan celana pendek yang dikenakan olehnya hingga tongkat ajaib milik Frans yang mulai dipenuhi rerumputan hitam nampak langsung terlihat jelas dimata Neng, kebiasaan laki-laki yang dipanggilnya om endut ini yang terbiasa tidur tanpa mengunakan ****** ***** memudahkannya melakukan aksinya. Kemudian dengan lembut dan perlahan-lahan Neng mengusap tongkat ajaib milik Frans yang sedang lalu hingga perlahan menjadi keras dan tegak berdiri, pemandang ini bukan yang pertama kali untuknya sehingga tidak merasa heran atau terkejut, pertama kali Neng melihat tongkat ajaib milik Frans ketika dirinya dengan sengaja mengintip Mei dan Frans yang sedang bercinta disampingnya dulu meski akhir ketahuan oleh Frans, itulah pertama kali dirinya melihat dengan jelas seperti apa tongkat ajaib milik lelaki dewasa itu dan hingga saat ini selalu ingin mencicip seperti apa rasanya sehingga membuat ibunya sering menghisap tongkat ajaib ini dengan mulutnya, Frans yang sudah kelelahan dan tertidur pulas tidak menyadari perbuatan tidak pantas gadis nakal ini yang pelan-pelan memasukan benda tumpul yang dipegang olehnya kedalam mulutnya lalu dengan percaya diri mempraktekan apa yang pernah dilakukan oleh ibunya serta para pemeran wanita di film dewasa yang pernah ditontonnya.


Neng yang menikmati apa yang dilakukannya saat ini dengan serius namun tetap berhati-hati agar Frans tidak terbangun menaikan tempo kecepatan tangan dan mulutnya, hingga sampai cairan putih kental memenuhi mulutnya. Frans yang merasa sesuatu sedang menghisap tongkat ajaib miliknya dengan kuat hingga memuntahkan jutaan sel-sel prajutit yang telah berbulan-bulan tersimpan didalam kantong barak miliknya, kemudian terbangun dan lalu segera memarahi Neng yang baru selesai mengeluarkan tongkat ajaib miliknya tanpa merasa jijik seakan-akan sudah terbiasa melakukan hal ini, Neng yang merasa puas kemudian tersenyum kearah Frans sambil mengeluarkan cairan putih kental dari mulutnya keselembar tissu yang diambilnya dari disamping tempat tidur Frans, lalu berjalan menuju kamar tanpa merasa bersalah sambil mengengam erat tissu bekas cairan dari mulutnya.

__ADS_1


Frans yang merasa lega karena sel-sel prajurit yang lama tersimpan dalam kantong barak mikinya bisa keluar untuk digantikan dengan yang baru, sekaligus menyesali mengapa dirinya bisa tidak menyadari perbuatan Neng sedari awal dan tidak mengerti mengapa gadis yang dititipkan oleh Mei kepadanya bisa berbuat senekat ini, karena masih sangat mengantuk dan tidak ingin marah-marah sendiri Frans kemudian melanjutkan tidurnya dan baru akan menegur dan menasehati Neng keesokan harinya.


Pagi hari setelah membersihkan badannya Frans lalu membangunkan Neng agar segera bersiap jika memang ingin ikut dengannya kepasar, sedangkan dirinya menyiapkan sarapan terlebih dahulu untuk Neng dan Frans sendiri memilih menghangatkan roti bakar yang semalam yang dibelinya dipasar malam, dimeja makan saat sedang sarapan bersama dirinya lalu menegur Neng agar tidak mengulangi perbuatannya tadi malam sebab sangat tidak pantas dilakukan untuk gadis seusianya, dan Frans meminta Neng agar bersikap layaknya gadis yang sudah dewasa dirinya bukan anak kecil lagi yang bisa berbuat sesukanya. Tidak ingin terus-terusan diceramahi oleh Frans, Neng malah menantang balik jika semalam Frans justru menikmati perbuatannya dan meminta Frans menjawab dengan jujur siapa diantara Mei dan Neng siapa yang lebih baik dalam memberikan servis untuk Frans, dirinya yang semalam dalam keadaan sadar dan tidak tentu saja tidak bisa menjawab hal itu namun itu bukan menjadi pokok pembahasan pagi ini namun mengenai agar Neng tidak mengulangi perbuatannya agar tidak terjadi apa-apa diantara keduanya yang lebih bagaikan kakak dan adik dibandingkan sebagai pasangan.


Neng yang tidak menangapi permintaan Frans dengan sering malah meminta Frans untuk tidak mendekati Bella sebab jika Frans memang membutuhkan tempat menyalurkan hasrat seksualnya bukankah sudah ada dirinya yang bersedia memberikan pengalaman pertamanya untuk Frans, tak ingin berdebat dengan Neng sebab hari sudah mulai siang dirinya lalu meminta Neng menyelesaikan sarapannya lalu menyusul Frans ke mobil yang akan dipanaskannya terlebih dahulu sebelum berangkat. Setelah keduanya berada dalam mobil Frans lalu segera tancap gas menuju pasar agar tidak kesiangan sampai disana meski tidak harus takut kehabisan sayur segar yang bagus karena Frans sudah meminta penjual sayur langganannya untuk selalu memisahkan kualitas terbaik untuknya setiap hari meski dengan harga sedikit lebih mahal dari harga pasaran, memang untuk bahan baku cafenya Frans berusaha menjaga kualitas dengan memilih bahan baku yang masih segar dan terbaik.

__ADS_1


Frans yang telah selesai mengakut semua bahan baku segar kebutuhan cafenya lalu menghampiri Neng yang sedari awal tiba langsung meminta diantarkan menuju kios milik tante Frans untuk memakan kue disana tanpa ingin membantu dirinya, setelah membayar kue yang dimakan oleh Neng dan kue basah yang akan dikirimkannya untuk Jessi mantan mertuanya mengunakan jasa ojek online Frans lalu pamit kepada tante Nita dan om Roby paman dari Rissa yang kiosnya bersebelahan dengan kios tantenya lalu menuju ke mobil sambil menunggu ojek online yang akan mengantarkan kue untuk Jessi ke kediaman keluarga wie, tak lama setelah driver ojek yang ditunggu telah mengambil barang yang akan dikirimkannya Frans kemudian segera kembali menuju cafe miliknya sebab ada beberapa bahan baku segar yang harus segera dimasukan kedalam lemari pendingin dicafe agar tidak busuk atau berkurang kesegarannya.


Didalam mobil Neng masih masih sibuk mengunyah kue yang dibelikan oleh Frans tiba meminta ijin agar hari ini dirinya diperbolehkan membawa motor matic milik Frans karena ingin berkumpul bersama teman-temannya, Neng yang sudah dibuatkan SIM motor oleh Frans kemudian diijinkan untuk membawa motor miliknya dengan catatan Neng harus hati-hati mengendarainya selama dijalan dan wajib mengunakan helm serta mematuhi peraturan lalu-lintas agar tidak kembali ditilang oleh polisi seperti waktu dirinya belum memiliki SIM dan tidak mengunakan helm meski mengunakan motor milik temannya tetap saja Frans yang harus membayar denda tilang setelah orang tua pemilik motor meminta Neng bertanggung jawab menebus STNK motornya yang ditahan oleh polisi lalu-lintas, Frans juga mewanti-wanti Neng agar tidak membawa motor secara ugal-ugalan dan tidak memperbolehkan siapapun selain dirinya mengendarai motor milik Frans guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan


-----------+Bersambung+------------

__ADS_1


Happy Fun Reading


XoXo


__ADS_2