
Kehilangan wanita yang paling berharga dalam hidupnya membuat Frans jatuh terpurukan, rasa cinta yang begitu dalam kepada Rissa mantan istrinya berganti rasa kecewa yang begitu besar karena dirinya merasa semua perjuangan dan pengorbanannga menjadi sia-sia. Bahka,n kata-kata terakhir dari Rissa yang meminta Frans tak usah menghubunginya lagi jika tidak ada hal yang penting, meninggalkan bekas luka yang teramat menyakitkan dihatinya.
Semua angan dan mimpinya benar-benar kandas, tak ada lagi yang bisa diperjuangankan. Bahkan kenaikan jabatan dan gajinya tak terlalu berarti baginya lagi karena tidak bisa membuat Rissa kembali berada disisinya lagi. Frans yang terlalu larut dalam kesedihan sering terlihat melamun bahkan perkerjaan dikantornya sering kali tertunda, untung saja Kevin yang sudah mulai bekerja sebagai penganti Frans sebagai kepala gudang yang baru di PT National Mandiri mampu melakukan tugas dengan baik. Satu bulan ini memang Frans masih ditugaskan untuk mendampingi Kevin digudang untuk mengajari dan mengawasi apa saja tugas dan kewajiban sebagai seorang kepala gudang.
"Bos Kevin, itu Bos Frans knapa jadi sering ngelamun sendiri, takutnya ntar kesambet penunggu gudang lagi" tanya Edi yang memperhatikan Frans sering melamun sendiri
"Maklum pak Edi, dia habis cerai sama istrinya jadi masih shock mungkin" jawab Kevin menjelaskan keadaan teman baiknya
"Owh pantes udah beberapa hari ini, diajak ngobrol suka diem aja, biar gak ngelamun terus diajak ke bar aja bos nanti pas gajian. Cewenya cakep-cakep lagi, ya gak To" ucap Edi sambil melirik kearah Yanto
"Klo cewe mah gampang dikampung saya banyak janda dari yang masih abg sampe yang udah berumur tinggal pilih aja mau yang model gimana" jawab Yanto sambil tertawa.
Memang duo laknat ini sedari awal bergabung menjadi anak buah Frans digudang selalu tidak bisa serius dalam berbicara ada saja bahan bencandaan mereka.
Frans yang mendengar ucapan dari kedua anak buahnya hanya tersenyum lalu menyalakan rokok black menthol miliknya, lalu beranjak keruangan untuk mengambil kopi yang sedari tadi diseduh namun belum sedikitpun diseruputnya, kini sudah menjadi dingin karena suhu ruangan yang dingin terkena AC.
__ADS_1
Sudah beberapa hari ini pula Frans tidak pernah pulang kekontrakan miliknya, sebagian barang-barang pribadinya juga telah dibawa ke mess kantor. Dirinya merasa engan pulang karena tak kuat terus-terusan teringat kenangan manis bersama Rissa mantan istrinya. Frans juga sudah berencana untuk pindah saja dari rumah dan daerah yang bisa membuatnya terbayang akan Rissa.
Wahid salah satu anak buah senior digudang memberikan nasihat kepada Frans beberapa hari yang lalu agar dirinya jangan terlalu larut dalam kesedihan, menurut wahid Frans masih sangat muda perjalanan hidupnya masih sangat panjang untuk apa memikirkan wanita yang sudah tak ingin bersamanya lagi, lebih baik bangkit dan tunjukan kepada mantan istrinya dan keluarga dari Rissa bahwa Frans bisa menjadi orang yang sukses. Dia juga yang menyarankan agar Frans segera pindah dari rumah kontrakannya supaya tidak terus terbayang kenangan bersama mantan istrinya itu.
Frans yang hanya mengiyakan nasihat orang-orang kepada dirinya, bukankah bicara itu mudah mempraktekannya yang sulit. Semua butuh proses butuh waktu, baginya yang memang sangat mencintai Rissa sulit untuk melupakan mantan istrinya begitu saja, tak semudah seperti membalikan telapak tangan.
Jika memang harus pindah, pindah kemanapun dirinya tidak tahu. Sulit baginya mencari tempat yang baru dan beradaptasi lagi dengan lingkungan baru, mungkin sementara ini dirinya meminta ijin agar bisa tinggal sementara di mess kantor.
Sebulan telah berlalu Frans yang masih belum bisa terlalu melupakan mantan istrinya Rissa, saat ini memilih tinggal dimess kantor sebagian barang-barang miliknya dititipkan didalam gudang kantor sebagian lagi yang tidak bisa dibawanya dengan motor diberikannya kepada tetangga sekitar dengan cuma-cuma sebagai hadiah kenang-kenangan termasuk ranjang yang menjadi saksi bisu pergulatan dirinya dengan Rissa hampir setiap malam dahulu.
Keadaan mess yang serba seadaanya terkadang membuat Frans kesulitan untuk tidur dengan nyaman, namun dirinya yang tidak tahu ingin pindah kemana harus bersabar dengan keadaan ini, Frans sudah mencoba mencari kosan maupun kontrakan yang tak jauh dari kantornya belum menemukan tempat yang cocok untuknya.
Lingkungan yang terlalu padat penduduk memang tidak cocok bagi dirinya yang menginginkan ketenangan saat ini, untuk memulihkan luka batinnya. Kota JB tempat kantornya berada memang terkenal akan salah satu wilayah dengan penduduknya yang padat bahkan beberapa wilayah dikota JB terkenal akan gangnya yang sempit sehingga menyulitkan akses keluar masuk bagi kendaraan bermotor belum lagi jika musim hujan tiba, tak jarang wilayahnya kebanjiran termasuk kantor Frans yang tak luput terkena banjir.
Seperti beberapa waktu yang lalu hujan deras selama hampir 2 malam membuat kantornya tergenang air hingga 60 centimeter, untung saja mess tempatnya tidur berada dilantai 2 bangunan gudang. dan barang-barang mudah rusak yang berada digudang sudah dipindahkan oleh anak buahnya karena air yang mengenang mulai masuk ke gudang sejak siang hari.
__ADS_1
Kevin berserta karyawan lain yang sudah diperbolehkan pulang sejak sore hari agar tidak terjebak banjir karena air sudah mengenangi kantor sampai semata kaki orang dewasa. Hanya Frans dan beberapa karyawan yang memang tinggal dikantor bergegas menyelamatkan inventaris kantor ketempat yang aman karena curah hujan yang masih terus turun tanpa henti, termasuk fransa motor blade kesayangan miliknya sudah diungsikan ketempat yang lebih tinggi. Hal ini juga yang mengurungkan niatnya untuk mencari tempat tinggal didekat kantornya berada
Hampir 3 hari aktivitas disekitar kantornya lumpuh terkena banjir, Frans yang berada dikantor juga tidak bisa banyak bergerak untung saja, untuk masalah air bersih tidak ada ganguan, dan keperluan makan juga disediakan oleh pihak kantor seperti beras dan mie instan. Frans yang tidak ada kegiatan sama sekali hanya berada ditempat tidurnya memikirkan langkah apa yang harus diambil kedepannya jika harus mencari penganti mantan istrinya, rasanya hatinya belum siap sama sekali. Rasa luka yang dialaminya seakan menjadi trauma yang menyakitkan dalam hidupnya, dirinya tak ingin kembali terluka dan semua perjuangannya nanti akan kembali sia-sia.
Pesan dari Rissa dihari gajiannya tidak ditanggapi sama sekali oleh Frans karena seperti biasanya mantan istrinya itu meminta Frans untuk menalangi dulu cicilan kartu kredit milik Rissa bulan ini, namun Frans memilih mengabaikan saja pesan tersebut karena merasa jika ada butuhnya saja baru Rissa menghubunginya sedangkan pesan dari Frans beberapa waktu yang lalu tak satupun dibalas oleh mantan istrinya.
Memang sebenarnya Frans sendiri tidak keberatan untuk membayarkan cicilan kartu kredit Rissa terlebih dahulu, hanya saja sikap Rissa yang tak membalas satupun pesan yang dikirimnya membuatnya kecewa dan engan menolong mantan istrinya tersebut. Panggilan masuk dari Rissa pun beberapa kali ditolaknya, sehingga membuat Rissa marah-marah kepada dirinya karena sudah tidak ingin menolong Rissa lagi. Bagi Frans memang Rissa akan menganti uang yang dipakainya untuk menalangi cicilannya tersebut namun bukan seperti ini yang diingin kan oleh dirinya.
Bukankah mereka telah saling berjanji untuk tetap saling berkomunikasi meski sudah tidak menjadi suami istri, namun sekedar pesan untuk menanyakan kabar Rissa tak satupun yang dibalasnya. Perceraian ini bukan Frans yang memutuskan atau bukan karena kesalahannya menyakiti perasaan Rissa namun karena desakan dari Donna kakak perempuan Rissa, apakah Rissa tidak memiliki waktu sama sekali untuk sekedar membalas pesan yang dikirimnya, apakah secepat itu memutuskan komunikasi diantara mereka. Ibarat jika Frans matipun tanah kuburannga belumlah terlalu kering mungkinkah Rissa bisa melupakannya secepat itu.
Memikirkan hal ini membuat kepalanya terlalu sakit sampai Frans langsung berbaring memejamkan matanya untuk segera tidur agar rasa sakit dikepala dan hatinya menghilang.
---------------+Bersambung+----------------
Dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya
__ADS_1
Happy Fun Reading