Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Perkenalan


__ADS_3

Libur tahun baru telah usai Frans yang sempat menutup sementara operasional cafe miliknya selama 3 hari karena mengajak seluruh kru cafe beserta pasangan atau keluarga untuk menikmati malam pergantian tahun dipulau untung banyak tak jauh dari hotel pantai ujung pasir tempat mereka menginap, hal ini dilakukannya sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh kru cafe yang telah bekerja keras dalam membantunya memajukan usaha miliknya satu tahun ini, meski harus mengeluarkan biaya hingga belasan juta untuk menyewa 12 kamar yang dimana hampir seluruh hotel disewanya untuk menikmati liburan tahun baru. Selain membawa hampir seluruh kru cafenya berikut Neng Frans juga mengajak Happy dan Kevin beserta suami/istri dan anak-anak mereka untuk berlibur bersama, sedangkan untuk salah satu kru cafe yang tidak bisa ikut sebab harus menghadiri acara keluarga yang sangat penting Frans memberikan kompensasi berupa sejumlah uang yang bernilai sewa kamar hotel selama 3 hari 2 malam, sedangkan bagi yang ikut meski tidak memberikan uang saku Frans yang menanggung seluruh akomodasi dan pengeluaran mereka selama liburan termasuk untuk membeli oleh-oleh atau jajan anak-anak mereka semua.


Memang jumlah yang dikeluarkannya cukup besar namun sebanding rasanya dengan kerja keras mereka selama satu tahun ini sehingga Frans tidak sayang untuk mengeluarkan biaya ini, jika dihitung pendapatan bersih cafe miliknya hampir mencapai puluhan juta setiap bulannya semenjak kapasitas cafenya bertambah hingga dapat menampung lebih dari 100 pengunjung saat diakhir pekan belum termasuk ruangan VIP dilantai atas yang dapat menampung hingga 30 orang, lebih dari setahun Frans membuka cafe kemajuan usahanya memang terhitung pesat dari awal yang hanya meraih omset ratusan ribu perhari kini rata-rata pendapatan kotor cafe miliknya mencapai hingga jutaan perhari belum termasuk pendapatan dari sewa ruangan dimana Frans mematok harga sewa mulai dari 2,5 juta sampai 10 juta tergantung berapa lama dan fasilitas yang digunakan sudah termasuk jamuan makan dan snack.


Kemajuan usaha cafe miliknya bukan berarti tanpa hambatan atau kendala selalu ada saja oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi terhadap Frans termasuk oknum yang mengatas-namakan ormas atau pemuda setempat yang meminta uang keamanan atau jatah bulanan mulai dari ratusan ribu hingga jutaan, yang tentunya ditolak oleh Frans yang tidak takut dengan ancaman kekerasan terhadapnya terlebih para kru cafe selalu kompak membela bos mereka seperti saat Frans didatangi sejumlah pemuda yang mengaku sebagai akamsi atau anak kampung sini yang hendak mengeroyok Frans setelah menolak memberikan uang jatah preman kepada mereka dengan alasan untuk kegiatan acara kepemudaan, dirinya memang engan memberikan uang untuk kegiatan yang tidak jelas pengadaannya kecuali yang dilengkapi dengan stampel resmi dari rt/rw atau kelurahan bahkan dirinya juga bekerja-sama dengan pemuda karang taruna setempat untuk menjaga keamaan lingkungan cafe serta menjadi petugas parkir yang dibayar oleh Frans melalui pemilik ruko setiap bulan tanpa harus meminta uang parkir kepada pengunjung yang datang membawa kendaraan, sedangkan jika ada pengunjung yang memberikan uang parkir kepada mereka tetap dipersilahkan diterima sebagai tambahan untuk tukang parkir yang bertugas dengan catatan mereka dilarang meminta atau memaksa pemilik kendaraan memberikan uang parkir.


Setelah menyegarkan diri berlibur bersama selain untuk menambah kekompakan para kru dan Frans sebagai pemilik agar mereka merasa bagian dari cafe itu sehingga melayani pengunjung sepenuh hati juga agar mereka kembali bersemangat untuk bekerja, meski berupaya memberikan penghasilan yang layak untuk krunya Frans tidak menampik jika saat ini rata-rata pendapatan kru nya setidaknya masih diatas gaji kru cafe pada umumnya meski masih jauh dari upah minimum kota yang tentu saja Frans belum sanggup untuk memenuhinya kecuali jika nanti omset harian cafenya mencapai puluhan juta yang kelihatan mustahil dicapai tapi bukan berarti tidak mungkin meski hanya 0,01% kemungkinannya.

__ADS_1


Dirinya juga selalu memberi kesempatan kepada para kru cafenya untuk memenuhi panggilan interview ditempat lain jika dirasa kesempatan atau penghasilan yang akan mereka peroleh lebih besar dari yang didapat mereka dicafenya saat ini, terutama untuk kru yang masih kuliah atau sudah lulus kuliah dengan syarat setidaknya mereka harus memberitahukan terlebih dahulu kepada Frans minimal sehari sebelumnya agar bisa segera dicari pengantinya walau tetap saja ada yang keluar tanpa pemberitahuan sama sekali mungkin karena merasa tidak enak hati dengan Frans atau malu dengan kru cafe yang lain namun demikian Frans selalu memberikan hak mereka berupa gaji dan uang pesangon meski tak seberapa nominalnya namun tetap menjadi hak mereka dan Frans merasa tidak ingin mengambil apa yang menjadi hak mereka.


Sedangkan kepada kru yang berlaku tidak jujur atau mencari keuntungan pribadi disamping gaji yang mereka terima Frans tidak segan-segan memberikan teguran ringan atau keras hingga pemecatan baik secara 4 mata atau dihadapan kru yang lain sebagai peringatan kepada yang lain agar jangan berani mencari keuntungan sendiri dengan cara melebihkan harga barang atau mengantongi sendiri tips yang diberikan oleh pengunjung, sebab Frans meminta mereka agar tips dari pengunjung dibagikan secara adil dan merata setelah dikumpulkan terlebih dahulu, jika memang mereka memiliki kebutuhan mendadak Frans bersedia memberikan mereka kasbon atau pinjaman yang besarnya tergantung lama mereka bekerja yang dapat dicicil dengan cara memotong gaji mereka setiap bulan.


Ditengah kesibukannya bukan berarti Frans lupa akan kehidupan percintaannya dirinya masih berusaha mencari calon pacar atau calon penganti mantan istrinya, Frans yang sedang jatuh hati dengan Bella karyawan toko ponsel diseberang cafenya berusaha menarik perhatian lawan jenisnya itu dengan sering mengirimkan makanan atau mengajak Bella jalan berdua dengannya saat sedang libur bekerja, meski tawaran itu belum diterima olehnya sebab dirinya yang belum lama bekerja disana belum mempunyai waktu libur namun tetap merespon ketertarikan dari Frans dengan mengembalikan sendiri piring atau wadah makanan kecafe milik Frans selepas dirinya pulang bekerja, gadis keturunan yang mukanya mirip dengan bibi lung salah satu karakter dalam serial lawas negeri tirai bambu yang sangat terkenal saat Frans masih smp dulu, kulit putih dan rambut sebahu ditambah kacamata yang dikenakan olehnya membuat Frans langsung jatuh hati saat pertama kali melihatnya ketika sedang membeli pulsa.


Dipasar malam Neng melampiaskan kekesalannya dan rasa cemburunya dengan sengaja menunjuk banyak barang dan makanan yang dilihatnya dan meminta Frans membelikannya, termasuk boneka beruang besar yang ukurannya sebesar tubuhnya yang akan dijadikannya sebagai teman tidur sedangkan aneka jajanan makanan dan minuman yang ditunjuknya hanya beberapa yang dicicipinya jika tidak cocok dengan lidahnya akan diberikan kepada Frans untuk dihabiskan, Frans yang merasa kenyang hanya menenteng makanan dan minuman yang dibayarkannya untuk disimpan didalam lemari es sepulangnya nanti untuk dibagi-bagikan kepada kru cafe esok harinya.

__ADS_1


Setelah lelah menemani Neng berkeliling dan mencoba berbagai aneka permainan dipasar malam Frans lalu mengajak Neng untuk segera pulang sebab hari sudah larut malam dan keesokan paginya Frans harus belanja bahan baku segar untuk memenuhi kebutuhan cafenya dipasar modern kota SBD, Neng yang sebenarnya masih ingin mencoba beberapa permainan lagi terpaksa menuruti ajakan Frans untuk pulang dengan syarat dirinya harus diijinkan untuk ikut pergi kepasar karena ingin membeli kue basah dikios milik Nita tante dari Frans yang menjual beraneka jenis kue basah dan jenis kue lainnya terlebih besok dirinya tidak masuk sekolah karena libur akhir pekan.


-----------+Bersambung+------------


Happy Fun Reading


XoXo

__ADS_1


__ADS_2