
Kelelahan menghabiskan waktu hingga larut malam Frans dan Kevin yang sedari sore hari yang awalnya berniat untuk bersantai saja menikmati waktu libur kerja mereka, akhirnya dilanjutkan dengan memesan beberapa botol bir dan minuman beralkohol lainnya. Kegalauan hati temannya Frans membuat Kevin yang tak terbiasa minum alkohol terlalu banyak terpaksa menemani minum hingga keduannya hampir mabuk.
Jika bukan keesokan harinya mereka harus berkerja Kevin mungkin tak tega menghentikan keinginan temannya untuk terus memesan minuman, Frans yang tidak perduli uang gajiannya bulan ini harus habis malam ini demi sekedar untuk mengurangi kesedihan dihatinya. Namun Kevin akhirnya menghentikan niat Frans tersebut karena jika keduanya sampai mabuk bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dijalan nanti.
Setelah memberikan segelas air es untuk sedikit mengurangi kadar alkohol dalam darah mereka, akhirnya keduanya pun segera pulang kerumah Kevin, Frans tidak diijinkan untuk kembali ke mess kantor selain kondisi jalanan sudah sepi karena sudah larut malam juga jarak menuju kantor yang sangat jauh memakan waktu 1 jam untuk tiba. Keadaan Frans yang masih dipengaruhi alkohol juga membuat Kevin memintanya untuk menginap dirumahnya barulah esok hari berangkat kerja bersama.
Frans yang sangat terpukul malam itu seakan tidak percaya bahwa wanita yang sangat dicintainya dan belum lama menjadi mantan istrinya itu begitu cepat menjalin hubungan dengan lelaki lain, yang lebih membuatnya tak percaya mengapa laki-laki itu harus orang yang sama dengan orang yang dulu mencoba menganggu rumah tangga Frans dan Rissa.
Frans yang merasa sakit kepala begitu hebat pagi itu, setelah dibangunkan oleh Kevin kerena waktu sudah menunjukan pukul setengah delapan pagi akhirnya langsung bergegas bersiap untuk berangkat menuju kekantor, dirinya yang tak membawa pakaian ganti hanya mencuci mukanya saja, nanti saja mandi dan menganti pakaian saat tiba dikantor pikirnya saat itu.
Keadaan jalanan yang sangat ramai disenin pagi itu membuat perjalanan keduanya terhambat oleh jalanan yang macet, keduanya pun akhirnya terlambat tiba dikantor. Setelah buru untuk absen Frans lalu memuju kekamar mandi untuk sekedar melepaskan hajat yang sudah ditahannya sepanjang perjalanan tadi lalu mengosok gigi menghilangkan bau mulutnya dan menganti pakaian dengan kemeja kerja miliknya. Setelah menyetorkan muka keruangan kerjanya yang Frans lalu mencari alasan untuk berada digudang untuk mengilangkan rasa kantuknya dengan meminum segelas kopi dan menghisap beberapa batang rokok.
"Tumben bos berangkat bareng sama pak Kevin, kesiangan lagi. Habis senang-senang kayanya nih, orang mah kalo senang-senang ajak anak buah bos jangan ngajaknya kalo ada kerjaan doang" canda Edy kepada Frans sambil meletakan segelas kopi yang diminta untuk dibuatkan olehnya
"Bos lu lagi galau Ed, semalem habis berapa botol, mau ngajak lu berdua sama yanto kejauhan" jawab Kevin sambil meledek Edi dan Yanto
"Tuh bos mah gak kalo minum gak inget-inget anak buah, bener gak To" lanjut Edi sambil mengedipkan mata kepada Yanto
"Payahlah bos Frans mah gak sayang anak buah" timpal Yanto sambil tertawa meledek bosnga
__ADS_1
"Najis gw sayang sama lu berdua, gw masih normal kali jadi cowo" jawab Frans lalu menghembuskan asap rokok yang dihisapnya
"Ya bos kalo minum mah nyari cewe dong yang nemenin masa ngajaknya pak Kevin, gak bisa enak-enak dong bos habis minum" ucap Edi sambil tertawa
"Ngaco aja lu, cewe mana yang mau gw ajak minum sampe mabok" ucap Frans
"Banyaklah bos, makanya maen bareng sama kita-kita, ntar kita aja ke tempat langganan si kang maman. Ceweknya seksi-seksi bos siapa tau ada yang nyantol sama bos Frans, masa iya ganteng gini gak ada yang mau" sambut Edi yang terus mengejek bosnya itu
"Gak lah ntar kalo kecantol gw yang repot nanti bisa-bisa tiap hari gw kesana mana cukup gaji gw sebulan buat makan ntar" jawab Frans sambil mengelengkan kepala mendengar ajakan kedua anak buahnya yang mengajaknya tersesat.
Frans yang seharian hanya ingin berada digudang karena engan berada diruangannya beralasan kepada atasannya ingin mengecek dan mempersiapkan alat-alat untuk proyek yang akan dimulai sebentar lagi. Selama berada didalam gudah Frans hanya duduk diam sambil sesekali mengarahkan duo laknat yang masih terus merayunya untuk mentraktir mereka minum-minum diklub bar yang biasa kunjungi, Frans yang merasa sedikit kesal akhirnya menjanjikan mentraktir mereka saat bonus tahunan kantor yang akan turun bulan depan. Setelah dijanjikan akan ditraktir minum bir olehnya barulah kedua anak buahnya tak lagi menganggunya.
Frans masih mengingat dengan jelas pertemuan mereka saat itu, setelah hanya bertukar pesan lewat situs pertemanan yang mulai populer masa itu, situs mukabuku yang membuat dirinya bisa berbalas pesan dengan Happy sahabat Rissa sebelum akhirnya bertukar pesan pribadi dengan Rissa yang akun miliknya didapatkan dari list teman milik Happy. Happy jugalah yang mengajak mereka untuk bertemu bertiga dimall matahari kota TL. Frans yang saat itu sedang bekerja di Cafe warnet mencari waktu yang tepat untuk bertemu karena hari liburnya hanya bisa saat tengah minggu, sementara Rissa dan Happy yang saat itu memang belum berkerja tak keberatan jika hari pertemuan mereka diadakan saat hari dimana Frans libur bekerja.
Sore hari saat pertemuan itu Rissa yang datang ditemani oleh Happy tampak begitu sempurna dimata Frans, kemeja ungu dengan motif gambar sapi dipadukan dengan celana jeans sedikit ketat menampilkan bentuk tubuh Rissa yang padat berisi, membuat setiap mata lelaki yang melihatnya menjadi liar, rambut halusnya yang hitam sepundak dipadukan dengan bando warna senada dengan kacamata miliknya yang berwarna ungu muda. Membuat Rissa tampak sangat cantik dimata Frans saat itu, hampir saja dirinya menelan ludah karena tertuju kearah buah dada milik Rissa yang terlihat bulat sempurna karena tali tas yang diselempangkan didadanya.
Untung saja Frans yang langsung tersadar membatalkan niatnya menelan ludahnya karena tak ingin Rissa salah paham dan menganggap dirinya lelaki mesum dipertemuan mereka, Happy yang sepertinya sadar dengan apa yang Frans ingin lakukan hanya tertawa kecil kecil melihat kelakuan teman SMKnya dulu, karena kehadirannya saat ini memang bermaksud menjodohkan kembali sahabatnya Rissa dengan Frans mantan pacar Rissa saat sekolah dulu.
Setelah mengobrol membicarakan kisah kehidupan ketiganya selepas lulus sekolah dulu, Frans mengajak keduanya untuk makan bersama sambil melanjutkan obrolan mereka. Rissa yang memang sejak jaman sekolah dulu adalah seorang pemalu tak terlalu banyak berbicara saat itu, hanya Happy dan Frans lebih banyak bercerita termasuk soal Happy yang ternyata sudah pernah menikah dan memiliki anak saat dirinya bekerja dipulau BL dulu meski akhirnya bercerai karena pernikahnya tak direstui oleh kedua orang tua Happy, Frans dan Kevin yang menghantarkan Happy kebandara dulu bersama keluarga Happy saat dirinya berangkat ke pulau BL tak percaya begitu saja ucapan dari Happy sampai Rissa yang membenarkan ucapan dari Happy barulah dirinya percaya.
__ADS_1
Frans yang ingin menikmati libur kerjanya saat itu lalu mengajak Rissa dan Happy menonton film dibioskop 23 yang letaknya berada dimall yang sama mereka bertemu, ini pertama kalinya Frans mengajak orang lain untuk menonton bioskop bersama setelah selama ini dirinya hanya libur dihari saat orang lain masuk kerja hanya bisa menonton film dibioskop sendiri tak jarang dirinya sampai menonton 2-3 film sekaligus hanya untuk mengisi waktu liburnya. Frans yang merasa sangat senang karena Rissa dan Happy menyetujui ajakan darinya, lalu bergegas mengajak keduanya menuju kelantai atas tempat bioskop berada.
Setelah memesan tiket dan membeli minuman dan makanan ringan untuk teman menonton film ketiganya lalu menuju teather film yang mereka pilih. Karena masih hari kerja tak banyak penonton yang hadir hari itu, sehingga Frans bisa memilih posisi yang nyaman untuk menonton deretan bangku ketiga dari atas adalah posisi favoritnya selama ini. Frans yang ingin menjaga image dirinya didepan Rissa mempersilahkan keduanya untuk duduk lebih dahulu barulah dirinya akan memilih tempat duduk disebelah Happy, namun ternyata Happy yang mengetahui niat Frans ini sengaja membuat Frans dan Rissa duduk berselahan.
Bau harum dari tubuh Rissa yang masuk kedalam hidungnya membuat Frans tidak bisa konsentrasi untuk menonton film yang berjudul garam yang dibintangi oleh tante Angelina Jolie, sepanjang pertunjukan film itu dirinya hanya terus mencuri padang memandangi wajah Rissa yang berada disampingnya, Rissa yang sadar dipandangi terus menerus mencoba menatap wajah Frans, namun Frans yang malu lalu langsung berpura-pura melihat kearah layar film.
"Knapa?" tanya Rissa kepada Frans yang kembali memperhatikan wajahnya sambil tersenyum
"Gak apa-apa" jawab Frans lalu kembali berpura-pura melihat kearah layar, senyuman Rissa yang begitu manis lseakan-akan menusuk jantungnya membuatnya kembali jatuh cinta pada Rissa saat pandangan pertama, tak jarang tangan keduanya yang tak sengaja bersentuhan membuat jantung Frans bedetak begitu kencang.
Happy yang menyadari tingkah kedua sahabatnya hanya tertawa kecil sambil sesekali pura-pura berdehem, sekedar meledek Rissa dan Frans, keduanya yang sadar bahwa ada Happy bersama mereka merasa canggung lalu kembali melihat pertunjukan film meski Frans sesekali mencuri pandang kearah wajah Rissa tak jarang keduanya kembali saling memandangi satu sama lain.
Setelah pertunjukan film selesai Frans menawarkan diri untuk mengantarkan Rissa pulang kerumahnya karena hari memang sudah malam Frans tak ingin membiarkan Rissa pulang sendirian, setelah mengantarkan Happy pulang kerumah yang tak jauh letaknya dari mall matahari Frans dan Rissa langsung menaiki angkutan kota menuju kota gading tempat tinggal Rissa berada, dirinya yang belum mempunyai kendaraan pribadi saat itu hanya bisa mengantarkan dengan kendaraan umum. Sesampainya didepan gerbang untuk masuk kekota gading, Rissa meminta Frans mengantarnya sampai disitu saja karena memang kendaraan umun yang menuju rumahnya sudah tidak beroperasi saat malam hari, Rissa pun melanjutkan perjalanan pulangnya mengunakan ojek pangkalan setelah berpamitan dan berterima kasih kepada Frans yang sudah menemaninya pulang.
Frans yang masih menunggu Rissa sampai ojek yang membawanya tak terlihat lagi, lalu langsung menuju pulang dengan perasaan bahagia, karena bisa merasakan apa itu jatuh cinta lagi. Kepergian Rin yang tanpa kabar belum lama ini bisa ditutupi oleh kehadiran Rissa dalam hidupnya yang memang sudah sangat mendambakan kehadiran kekasih setelah lama menyandang status jomblo, meski sebelumnya dirinya sangat dekat dengan Rin seakan keduanya sedang berpacaran.
------------+Bersambung+------------
Happy Fun Reading
__ADS_1