Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Mengapa Harus Aku


__ADS_3

Sudah sebulan lebih Frans dan istrinya Rissa tinggal diatap yang berbeda, perpisahan bukan atas kemauan dari mereka masing-masing. Namun keadaan dan ancaman dari Donna yang harus memaksa mereka berpisah, bahkan sekarang Frans dan istrinya harus jarang bertemu karena Donna sengaja meminta Jessi ibunya untuk tinggal bersama dirinya dirumah Donna dengan alasan untuk menemani kedua anaknya Tasya dan Jeje, keadaan ini juga memaksa Rissa harus ikut bersama ibunya. Donna juga meminta suaminya setiap hari mengantarkan Rissa ketempatnya bekerja karena memang arah kantor Donna dan Rissa searah perjalanan menuju pintu tol lingkar luar kota TL dan kota JB, jalan tol yang biasa dilewati oleh David Yan yang kantornya berada dikota JB.


Keadaan ini membuat Frans semakin merasa tertekan meski dia dan istrinya Rissa, masih bisa berhubungan melalui pesan dan sambungan selular. Tetap saja bukankah bertemu muka dengan muka lebih terasa dibandingan hanya bertukar pesan atau panggilan suara, andai saja teknologi panggilan video sudah ada saat itu mungkin saat itu rasa kangen Frans kepada istrinya sedikit terobati. Hubungan antara Frans dan Rissa yang berstatus suami istri, saat ini bagaikan sepasang muda mudi yang cintanya terlarang harus bertemu secara sembunyi-sembunyi atau backstreet jika mengunakan bahasa gaul ABG jaman now.


Malam minggu Frans yang seharusnya bertemu dengan istrinya untuk sekedar makan malam bersama di cafe langganan mereka, harus gigit jari karena Rissa yang seharusnya bisa bertemu dengannya malam ini. Terpaksa membatalkan niatnya karena Donna secara tiba-tiba entah sengaja atau tidak, mengajak dia dan Jessi berserta kedua anaknya menginap divilla puncak kota BR. Niat Frans yang ingin menyewa kamar hotel dikota gading malam ini untuk sekedar bermesraan dengan istrinya tanpa ganguan dari siapapun akhirnya kandas.


Saat melamun memikirkan istrinya sambil menikmati alunan musik live band didepan cafe langganannya, seseorang menepuk bahunya. Frans yang kaget langsung terbangun dari lamunannya.


"Woi bro, ngelamun aja lu. Koq sendirian mana si Rissa" ucap sesorang yang menepuk bahu Frans


"Eh, elu Vin. Ngangetin gw aja lu, gimana kabar lu? Nah lu sendiri koq gak bareng anak istri lu" jawab Frans kepada Kevin teman baik semasa SMK dulu


"Ya begitulah lim, panjang ceritanya" jawab Kevin yang memang terbiasa memanggil nama belakang Frans sejak masih sekolah dulu, dengan nada yang tak bersemangat


"Elu sendiri, ngapain ngelamun disini. Gak malam mingguan sama Rissa bini lu?" tanya Kevin


"Harusnya gw ketemu Rissa disini, tapi gak jadi dia pergi ke puncak kota BR nginep bareng saudara-saudaranya" terang Frans


"Lah knapa lu gak ikut kesana bro? emang lu tadi gak bareng janjian kemarinya" tanya Kevin yang penuh heran

__ADS_1


"Gw udah gak serumah bareng Rissa, malahan gw juga dipaksa bercerai sama cicinya Rissa" jawab Frans menjelaskan keadaan dirinya saat ini


"Sorry bro, gw turut prihatin semoga masalah lu cepat selesai" ucap Kevin mencoba menenangkan perasaan teman baiknya


"Iya makasih bro, eh pindah yuk kesana. sekalian kita mesen bir" ucap Frans sambil menunjuk kearah tenant mall yang memang secara khusus menjual minuman beralkohol.


Malam itu Frans dan Kevin menikmati beberapa gelas bir, sambil menceritakan keadaan masing-masing yang ternyata serupa tapi tak sama. Kevin yang hidup serumah dengan kekasihnya tanpa ikatan resmi dipaksa berpisah oleh orangtua kevin karena anaknya yang masih bujangan tidak pantas menikahi pacarnya yang seorang janda beranak dua meski dari hubungannya dengan Kevin telah melahirkan seorang anak, yang akhirnya diambil paksa oleh keluarga Kevin untuk dirawat oleh adik Kevin yang sudah menikah. Sementara Frans yang sudah menikah secara resmi dipaksa bercerai dengan Rissa oleh iparnya Donna hanya karena hasil ramalan yang belum pasti terjadi. Keduanya pun baik Frans dan Kevin sama-sama kesulitan untuk bertemu dengan pasangan masing-masing.


Minggu siang Frans yang semalam bergadang hingga subuh, terbangun oleh panggilan masuk dari Rissa yang sudah mencoba menelponnya puluhan kali sejak dari pagi hari. Frans yang dengan setengah sadar mengangkat Hp miliknya langsung menjawab pertanyaan istrinya yang nampak kesal karena panggilannya tidak diangkat oleh Frans.


Rissa yang mendengar penjelasan dari suaminya bahwa semalam Frans bersama dengan Kevin teman baik saat SMK dulu, langsung memarahi suaminya karena sedari awal Rissa tidak pernah mengijinkan suaminya untuk minum minuman beralkohol meski hanya sekedar segelas bir, selain menghabiskan uang Rissa khawatir Frans sampai tertimpa musibah karena membawa kendaraan dibawah pengaruh alkohol.


Keduanya lalu bercerita tentang kehidupan masing-masing yang terpisah oleh jarak yang sebenarnya tidak jauh hanya memang kesempatan untuk bertemu yang tidak ada, Frans sudah mencoba beberapa kali menghampiri istrinya dirumah mertuanya namun hanya menyebabkan pertengkarannya dengan Donna semakin bertambah, Rissa juga yang memohon suaminya agar tidak usah datang menemuinya dirumah keluarga wie atau rumah milik Donna karena tidak ingin kesehatan Jessi ibunya terganggu kembali. Frans terpaksa menuruti saja kemauan istrinya dengan berat hati, juga demi kesehatan mertuanya yang pasti tertekan mendengar atau melihat langsung pertengkaran antara dirinya dan Donna.


Saat sedang asik bercerita lewat panggilan suara, tiba-tiba Rissa langsung mematikan panggilannya sepertinya kakaknya Donna mendengar percakapan antara mereka berdua langsung berteriak memanggil nama Rissa untuk keluar dari kamar tidurnya.


"Lu pasti lagi telponan sama si Frans, udah deh sa, lu gak usah ada komunikasi lagi sama dia, surat cerai lu udah diurus bentar lagi lu pisah sama dia" ucap Donna sesaat Rissa menghampiri dirinya


"Emang knapa sih ci, dia masih suami aku yang sah, lagian apa salahnya saling nelpon ngasih kabar" jawab Rissa mencoba membantah Donna

__ADS_1


"Lu tuh batu kalo dikasih taunya, udah urus diri masing-masing aja, gak usah peduli lagi sama dia, lu tuh mikir harusnya. Setahun lu nikah sama dia, dia pernah ngasih lu apa? Bulan madu aja gak pernah, boro-boro bisa beliin lu rumah, ulang tahun pernikahan lu aja cuma ngajak makan malam doank direstoran murah lagi" timpal Donna dengan nada mengejek suami Rissa


"Ya setidaknya dia udah berusaha bikin Rissa senang ci, aku juga emang yang gak mau minta macem-macem sama dia" jelas Rissa mencoba membela suaminya


"Udah intinya lu gak usah ada hubungan lagi sama dia, selesai surat cerai jadi lu tanda tangan, ntar salinannya gw kirim ke kantor Frans lu gak usah nelpon atau sms dia lagi"


"Sini BB lu gw pegang, sampe lu cerai baru gw balikin" lanjut Donna meminta BB milik Rissa


Rissa yang tidak bisa melawan sama sekali terpaksa menyerahkan BB miliknya, lalu masuk kembali kekamar, kemudian menangisi keadaannya, baginya jika bukan karena memikirkan nasib Jessi ibunya, ingin rasanya ia pergi meninggalkan keluarga wie untuk bersama dengan suaminya Frans, meski harus hidup susah setidaknya suaminya masih ada untuk melindungi dirinya. Bukankan saat pemberkatan pernikahan mereka dulu, keduanya telah berjanji sehidup semati, selalu bersama dalam susah mapun senang, juga dalam keadaan suka maupun duka.


"Kenapa harus aku dan suamiku yang mengalami hal ini" teriak Rissa dalam kesedihannya menyalahkan para Dewa yang tidak mau menolong mereka berdua.


Sementara Frans yang sedari tadi mencoba mengirim pesan dan berulang kali menelpon istrinya namun tidak ada pesan balasan dan nomor istrinya tidak bisa dihubungi, tiba-tiba merasakan kepedihan dihatinya, sepertinya ia merasakan kesedihan Rissa saat ini, meski dia tidak tahu dan mengerti apa yang sedang dialami oleh istrinya saat ini. Karena malas untuk bepergian sebab tidak memiliki tujuan sama sekali, Frans memutuskan untuk melanjutkan tidurnya, tanpa disadarinya air mata menetes dari kedua matanya entah karena mengantuk atau ikut bersedih dengan keadaannya saat ini. Dia tidak memperdulikannya lagi lalu terlelap dalam tidurnya.


---------------Bersambung---------------


Yuk bantu dukung karya author dengan saran dan kritiknya dikolom komentar


Happy Fun Reading

__ADS_1


__ADS_2