Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Jangan Marahi Istriku


__ADS_3

"Tut..tut..tut.." bunyi sambungan telepon ditelinga dewi sekretaris Direktur Logistik divisi tempat Frans Lim berada di PT. National Mandiri salah satu kontraktor swasta nasional terbesar dikota JB


"Pak Lim, dipanggil pak Surya keruangannya. Tadi bapak menelpon ke gudang katanya bapak gak ada ditempat"


"Oke mba Dewi, saya keatas sekarang" jawab Frans lalu meletakan gagang telepon dimeja kerjanya, lalu bergegas menghadap atasannya Pendi Suryajaya


Entah mengapa dikantornya seperti menjadi kebiasaan tak tertulis untuk memanggil nama sebagian besar karyawan atau pimpinan dengan nama belakang mereka seperti Frans yang biasa dipanggil dengan nama belakangnya Lim mungkin karna nama Frans terasa asing untuk diucapkan dilidah mereka.


Tok..tok..tok "Masuk" jawab Pendi Suryajaya Direktur divisi Logistik PT. National Mandiri atasan langsung divisi Warehouse tempat Frans Lim bernaung


"Permisi pak, Bapak cari saya?" tanya Frans sambil memasuki ruangan Pak Surya


"Laporan bulanan stok matrial dan alat digudang sudah bisa kamu serahkan ke meja saya belum lim? Karena besok lusa ada rapat dengan direksi yang lain"


"Sudah hampir selesai pak tinggal diprint dan difotocopy untuk softcopynya nanti akan saya inbox diemail bapak. Permintaan saya untuk pemasangan akses Internet belum dipenuhi pak"


"Sudah sementara untuk laporan pakai cara manual saja dulu, kamu tau sendiri saat ini bagian IT sedang kosong belum ada pengantinya. Oh ya, Mr. Paul komplain ke saya katanya pengiriman material untuk proyek ada yang terlambat?"


"Iya pak, dikarena kan truck yang dipakai proyek bermasalah jadi harus diservis dl dibengkel jadi pengiriman agak telat.Saya juga sudah koordinasi dengan Kijo kepala bengkel agar secepatnya diperbaiki"


"Memangnya sebelum dikirim ke proyek gak kamu cek dulu? kamu juga bulan ini sudah banyak cuti loh Lim. Saya gak mau kamu ambil cuti ya untuk tahun ini, kata Bu Tanti jatah cuti tahunan kamu juga sudah habis"


"Kita sampai akhir tahun sedang banyak proyek berjalan, jangan sampai terganggu karena alasan cuti dan lain-lain"


"Baik pak, mohon maaf kalau memang gak terpaksa gak mau juga saya cuti pak."


"Ya sudah tolong pengiriman material yang terlambat segera kamu selesaikan, kalau tidak nanti masalah ini bisa dibawa kerapat direksi kamu juga nanti yang kena imbasnya"


"Iya pak, saya permisi dulu" jawab Frans sambil keluar dari ruangan atasannya

__ADS_1


"Heran yang telat cuma beberapa material aja masa iya mau dirapatin segala. Lagian bukan karena masalah gw cuti doang kan. Mobil rusak juga pemakaian dilapangankan gak ada yang tau yang bawakan supir pas bukan supir kantor. Proyek juga bukan cuma 1 yang lain telat gak sampe ngadu-ngadu ke kantor, material belom nyampe kan bisa ngerjain yg lain dulu" keluh Frans kepada anak buahnya digudang


"Sabar aja pak Lim, proyek yang di CK kan si Sulis yang jadi manajer lapangannya. Tau sendiri dia orangnya gimana apa-apa maunya diduluin mentang-mentang udah jadi kepercayaan Pak Paul. Itu juga gara-gara istrinya Pak Paul keponakan dari bibinya Sulis" ujar Wahidin karyawan senior digudang yang telah bekerja lebih dari 30 tahun dibagian gudang


"Iya sih pak, dulu aja pas selasai proyek dikota SB saya minta uang rokok buat anak-anak. Ngomongnya udah di gaji kantorlah, mau minta sama Mr. Paul aja pake ngadu ke Mr. Paul. Ya kalo gak mau ngasih bilang aja gak usah pake ngadu segala"


"Padahal dulu mah sebelum jadi manajer lapangan pas gak diajak ke proyek rokok ngopi digudang dia, sampe rokok saya baru beli sebungkus habis sama dia padahal mah saya baru ngisep baru 2-3 batang"


"Udah biasa itu mah, gak cuma dia yang lain juga sama. Lagi banyak duit mah boro-boro nyapa, udah kaya orang gak kenal ketakutkan diminta, padahal minta berapa banyak sih palin 10-20rb buat beli gorengan yang ikut makan dia-dia juga" celetuk Asrori yang juga karyawan senior digudang


Setelah beberapa hari truck proyek kota CK akhirnya selesai diperbaiki karena harus turun mesin karena oli mesin kurang sehingga beberapa komponen dalam mesin menjadi haus, dan karena hal ini Frans pun harus dipanggil menghadap pada rapat direksi untuk mejelaskan keterlambatan material diproyek kota CK sedangkan 5 proyek dikota lain keterlambat material sudah diselesaikan.


Pada keputusan hasil rapat dewan direksi dikarenakan kinerja Frans Lim dianggap kurang memuaskan selain karena ada keterlambatan pengiriman juga bulan ini kehadiran absensinya dikantor dibawah 80% dari 20 hari kerja perbulan selain mengambil cuti 3 hari ada 2 hari Frans ijin secara lisan kepada Caca anak buah Erna Hartanti kepala divisi HRD dan Personalia saat mertuanya meninggal dulu. Oleh karena keputusan rapat direksi Frans pun diberikan Surat Peringatan Ke 1, yang diberikan langsung oleh Ibu Tanti dihari pengambilan gaji.


"Wih enak nih, amplopnya dapet 2 lu Lim" Canda bu Yani salah satu rekan di divisi logistik


"Iya bu, mau nih ambil aja buat Ibu. Tapi yang tipis aja ya. Hahaha " jawab salim sambil menghitung nominal gajinya bulan ini yang sudah dipastikan tidak utuh karena gaji dan uang makannya dipotong, selain potongan cicilan kasbon, pajak dan bpjs kesehatan serta jamsostek


Sementara Rissa yang sudah kembali dari pulau BL hari ini masih menginap dirumah orang taunya karena kemarin saat dia pulang suaminya Frans sedang lembur jadi memutuskan menginap di mess kantor


Sore itu selepas jam pulang kerja berbunyi Frans bergegas memacu motornya pulang kerumah mertuanya mejemput istrinya yang sudah seminggu tidak bisa ditemuinya karena habis liburan ke pulau BL bersama keluarga iparnya Donna dan mama mertuanya


Dirumah keluarga Wie diruang makan keluarga nampak Rissa sedang menemani suaminya yang belum lama tiba, makan malam sebelum mereka berdua pulang kerumah kontrakan mereka.


" Yang kayanya uang gaji aku gak cukup buat ongkos bulan ini, paling sisa buat beli bensin 2 mingguan. Aku pake uang kamu dulu ya nanti"


"Gaji aku cukup buat beli keperluan bulanan kita sama bayar air listrik, sisanya paling 400 ribu, potongan bulan ini gede. ditambah aku kena SP dari kantor gara-gara bulan ini banyak gak masuk"


"Ya udah besok aku masuk kerja, sekalian ngambil gaji bulan ini. Tapi kayanya banyak potongan juga, bulan ini aku masuk kerja cuma 2 mingguan" jelas Rissa sambil membereskan peralatan makan bekas suaminya

__ADS_1


"Besok siang habis kamu pulang kerja kita mampir ke Indosuper belanja buat sebulan. Sekalian mampir kerumah ai Nita, dah lama kita kesana sekalian ngambil surat-surat aku, buat ngurus KK kita mau numpang alamat rumah mama apa rumah ai Nita aja ya yang"


"Kamu atur aja yang, kalo kata aku mah enak alamat sini aja. Nanti biar mama minta tolong om Alex RT sini yang bantu ngurusin" jawab Rissa


"Apaan lu sa, enak aja main numpang alamat sini. Gak gw gak setuju lu numpang alamat disini buat KK sama KTP lu. Lagian udah malem berisik aja lu, bukan buruan pulang. Ganggu orang istirahat aja" Timpal Donna yang baru keluar dari kamarnya tidak jauh dari ruang makan keluarga mungkin merasa terganggu istirahatnya, Donna dan anak-anaknya sementara menginap dirumah orang tuanya karena Suaminya David Yan harus berangkat keluar kota mengurus pekerjaan dari kantornya meski mereka baru pulang liburan


"Lagian ya, lu kan udah jadi bini dia yang lu ikut alamat dia lah. Gak mau ya gw klo amit-amit laki lu ada masalah pada nyarinya kesini" timpal Donna sembari mengambil segelas air minum lalu duduk dikursi dekat meja makan


"Tapikan Frans belum punya rumah sendiri ci, dia juga menantu papa mama. Gak ada salahnya dia sama aku sementara numpang alamat disini biar gampang ngurus surat kependudukan nanti" jawab Rissa mencoba membela diri dan suaminya


"Pokoknya sekali gak tetep gak boleh ya, lu coba aja ya berani ngurus KTP sama KK lu berdua pake alamat sini tanpa sepengetahuan gw" bentak Donna sambil menunjuk muka Rissa


"Tapi ci..." "Gak ada tapi tapian awas aja lu ya, semakin hari semakin berani ngelawan gw lu ya sa. Lu lupa hah biar rumah ini punya papa mama tapi gw yang tanggung biaya pengeluaran keluarga ini"


"Lu jadi bini jangan bego-bego amat, gimana lu mau punya rumah, laki lu aja ongkos bensin masih mau minta sama lu" bentak Donna kembali namun saat ini sambil mengebrak meja makan


"Cukup ci, jangan pernah berani menghina dan marah sama Rissa didepan muka saya. Saya masih menghargai ci Donna sebagai anak mama, Cici Rissa juga ipar saya"


"Cici boleh menghina saya, marah sama saya. Gak mau menganggap saya sebagai adik ipar ci Donna. Tapi jangan pernah sekali lagi menghina dan memarahi Rissa didepan muka saya" jawab Frans yang tak terima istrinya dihina dan dimarahi depan dirinya


"Ambil jaket sama tas kamu, kita pulang sekarang" perintah Frans kepada Rissa yang mulai terisak menahan sedih karena baru kali ini Donna bersikap seperti itu kepadanya


Sepanjang perjalanan menuju rumah mereka Rissa tak berhenti menanggis diatas motor sambil memeluk suaminya. Entah sedih karena dimarahi oleh Donna atau terharu karna suaminya membela dia saat dimarahi oleh kakaknya sendiri. Hanya isi hati Rissa dan hembusan angin sepanjang perjalanan mereka yang tahu jawabannya.


------ Bersambung------------


Jadwal update akan author usahakan setiap malam hari


jangan lupa saran dan kritiknya dikolom komentar

__ADS_1


Happy Fun Reading


__ADS_2