Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Bahtera Digoncang Ombak


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu sikap istrinya, Rissa. Mulai terasa berbeda terhadap Frans, selama mereka berumahtangga hingga memasuki bulan kesembilan mereka menikah. Rissa seakan menyimpan sesuatu didalam hati, dan merahasiakan sesuatu dari suaminya, meski Frans sudah berulang kali memohon maaf dari istrinya.


Rissa hanya bersikap acuh seolah mengatakan tidak ada yang pernah terjadi, namun sikapnya mulai terasa dingin. Bahkan saat mereka berhubungan badan, Rissa seakan sekedar hanya melayani keinginan suaminya. Walau terkadang dia sempat menikmati teknik permainan suaminya, yang Frans pelajari di internet via mbah google.


Namun tetap saja setelah mereka selesai bertukar peluh, Rissa langsung tertidur sambil membelakangi suaminya dengan alasan sudah lelah dan mengantuk.


Sikap Rissa seperti ini membuat Frans bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, masa hanya karena dia sempat kelepasan berkata keras kepada istrinya harus sampai marah selama ini.


Hal ini juga yang membuat Frans harus curhat dengan sahabat istrinya, Happy hanya sekedar mengetahui apakan ada yang pernah Rissa sampaikan kepada sahabatnya tentang rumah tangga mereka.


Namun menurut Happy sendiri tidak pernah bercerita apapun tentang kondisi rumah tangga mereka, bahkan menurut calon suami dari Happy yang satu kantor dengan Rissa. Sikap istrinya, Rissa tidak ada yang berubah nampak seperti biasa saja. Hanya memang saat jam makan siang Rissa sering menerima panggilan masuk di HPnya entah dari siapa, karena setiap Rissa menerima telpon dia langsung menghindari rekan-rekan kantornya yang lain.


Namun jika yang menelpon suaminya Rissa biasa langsung mengangkat panggilan masuk didepan rekan yang lain. Karena memang semua rekan kantor Rissa sudah mengenali Frans sejak dari mereka masih pacaran dulu. Frans memang sering mengantar jemput Rissa setiap hari sabtu kekantornya dan sering mengobrol dengan rekan dari kantor Rissa, dan karena setiap hari sabtu memang Frans sedang libur bekerja sedangkan Rissa hanya masuk setengah hari. Tak jarang Frans menunggu Rissa pulang kerja ditaman depan kantor Rissa berkerja, sehingga Frans dan rekan kantor kekasihnya menjadi akrab.


Mengetahui Rissa sering menerima panggilan telepon dari seseorang, membuat hati Frans bertanya-tanya. Siapa yang sebenarnya menelpon istrinya, meskipun begitu Frans masih berpikir positif mungkin dari temannya yang lain atau hanya saudar Rissa. Memang belakangan ini sms dari Frans jarang langsung dibalas oleh istrinya, bahkan saat ditelpon pun terdengar nada sibuk.


Demi menghilangkan rasa curiga dan cemburu buta kepada istrinya yang belum tentu bersalah Frans memutuskan untuk menanykan langsung dengan istrinya Rissa malam nanti.


Selapas makan malam disalah satu warung nasi langganan mereka berdua tidak jauh dari tempat tinggal mereka diperjalanan menuju rumah mereka, seperti belakangan ini tak sekalipun Rissa memeluk suaminya saat diatas motor, tak seperti saat mereka masih berpacaran maupun awal mereka menikah Rissa selalu memeluk suaminya saat dibonceng.


"Kamu knapa sa, tadi diwarung diem aja. Makan biasa nyuruh aku yang bayar tadi kamu langsung bayar sendiri. Ini juga belakangan kalo dibonceng kamu gak pernah meluk aku" ucap Frans mengawali pembicaraan selama perjalanan pulang


"Gak ada apa koq yang, perasaan kamu aja kali" jawab Rissa sambil memeluk suaminya namun Frans merasa itu hanya seperti keterpaksaan saja


"Kalo kamu terpaksa jangan ya, aku gak tau semarah itukah kamu sama aku? Maaf kalau aku belum menjadi suami yang baik buat kamu" ucap Frans sambil mengeluarkan nafas yang udara malam itu terasa begitu berat dari paru-parunya.


Sedangkan Rissa langsung melepaskan pelukan kemudian memegang pinggang suaminya meski tak lama kemudian kembali memeluk dengan erat tubuh suaminya dengan erat sambil menetekan air mata seakan menangisi sesesuatu.

__ADS_1


Frans memutuskan tidak bertanya lebih lanjut karena merasa istrinya pasti sedang menangis meski tak terdengar suara tangisan ditelinganya.


Sesampai mereka dirumah, saat Rissa sedang membersihkan badan dikamar mandi untuk melaksanakan kewajibannya sebagai istri setiap malam hari. Karena suaminya memang memiliki nafsu yang tinggi hampir setiap malam sebelum tidur mereka selalu berhubungan badan kecuali jika Rissa sedang berhalangan. Frans mencoba memberanikan diri mengecek BB milik istrinya yang sudah diganti dengan type terbaru, saat mencoba dia mamasukan pin BB istrinya yang merupakan tanggal pernikahan mereka namun ternyata tidak bisa karena sudah diganti.


Setelah mencoba beberapa kali akhirnya BB istrinya bisa terbuka karena pin pelindung BB istrinya ternyata diganti menjadi tanggal ulang tahun Rissa istrinya. Melihat riwayat panggilan masuk, dan BBM di HP istrinya Frans seakan tak percaya ada ratusan panggilan masuk baik yang tersambung maupun tidak terangkat dari 1 nomor yang sama. Begitu juga diaplikasi perpesanan BBM istrinya ada percakapan antara Rissa dengan sesorang yang bernama "Ko F", saat membaca pesan mereka berdua ada perasan cemburu didalam hati Frans.


Suami mana yang tidak akan cemburu melihat percakapan dalam chat BBM tersebut terlihat mengombali dan merayu istrinya bahkan meminta istrinya mengirimkan foto yang cukup vulgar, meski Rissa tidak pernah menuruti kemauan lelaki ini namun tetap saja seakan istrinya terlihat sangat dekat hubungannya dengan 'Ko F" ini. Bahkan dibandingkan dengan Happy sahabat dekat Rissa lelaki ini lebih mengetahui apa yang terjadi antara mereka berdua dengan Donna ipar dari Frans.


Saat Rissa keluar dari kamar mandi hanya mengunakan lingiere motif sapi yang Frans beli dari online shop sebagai seragam tempur mereka berdua. namun tak bisa mengalihkan rasa cemburu Frans setelah melihat isi pesan di BB istrinya namun Frans mencoba menahan emosi dan amarahnya karena tidak ingin Rissa istri yang begitu dicintainya lebih terluka lagi.


"Maksud kamu apa ini sa? apa maksud chat ini, Siapa Ko F? jawab aku dengan jujur" tanya Frans kepada istrinya dengan suara parau seakan menaham amarah yang begitu hebat


"Kamu ngecek HP aku? koq beraninya kamu ngecek HP aku tampa permisi yang?" jawab Rissa yang kaget melihat BB terbarunya ada ditangan suaminya


"Kamu jangan mengalihin pertanyaan aku, siapa laki-laki ini? Aku ini suami kamu sa, kamu mau nutupin apa? Dari awal kita pacaran kita udah komitmen untuk gak menutupi sesuatu dibelakang kita masing-masing, kamu tau sendiri dari dulu hp aku aja gak pernah aku kasih password"


"Knapa juga gak pernah bilang kalo pin BB kamu udah diganti, untung aja itu ulang tahun kamu. Jadi aku bisa tau apa yang kamu lakuin dibelakang aku, suami kamu"


"Temen deket mana yang bahasan chatnya mesum begitu, bahkan berani minta kamu ngirim foto cuma pake bh dan ****** *****?" tanya Frans lebih lagi pada istrinya


"Dia emang begitu orangnya suka becanda, lagiankan aku gak ngeladenin maunya dia" jawab Rissa meredakan emosi suaminya


Frans yang tak puas dengan jawaban istrinya memutuskan untuk menelpon nomor yang mencoba menggangu bahtera rumah tangga mereka.


"Tuuut tut..tut" "Halo sayang, tumben kamu yang nelpon aku duluan. Biasa gak pernah, knapa kangen ya, apa lagi kesepian gara-gara laki kamu lembur hahaha" jawab lelaki yang ditelpon Frans mengunakan nomor milik istrinya.


"Denger ya, gw gak perduli lu siapanya Rissa, asal lu tau Rissa itu istri gw. Lu jangan pernah lagi menganggu rumah tangga gw, kalo emang lu laki-laki mau mencoba merebut Rissa dari gw. Ayo ketemuan dimana kita selesaikan secara jantan, kalo emang lu masih punya k***"l" jawab Frans dengan emosi lalu mematikan panggilan keluarnya

__ADS_1


"Seumur hidup aku gak akan pernah melarang kamu untuk dekat atau berhubungan dengan siapapun, mau cowo ataupun cewe sa. Tapi tolong kamu masih istri aku, kamu harusnya sadar apa batasannya mana yang seharusnya boleh mana yang tidak. Kamu udah dewasa bukan anak kecik lagi yang gak tau mana yang baik mana yang buruk" ucap Frans sambil menyerahkan BB milik istrinya lalu masuk kekamar untuk beristirahat


Sementara Rissa hanya duduk termenung dikursi meja makan dan mulai menangisi kesalahannya karena telah berbuat kesalahan fatal dan mengkhianati kepercayaan suaminya. Lama sesudah Rissa menangisi kesalahannya dia kemudian masuk kekamar dan mulai memeluk Frans suaminya yang sudah tertidur lelap meski nampak raut kesedihan diwajah suaminya yang sedang tertidur


Pagi harinya ketika Rissa terbangun karena tersadar matahari mulai tinggi dan suaminya sudah tidak ada diatas ranjang, ketika dia keluar untuk mandi karena harus segera berangkat kerja. Frans sudah tidak berada dirumah sepertinya sudah berangkat kerja lebih dulu tanpa membangunkan Rissa.


Dimeja hanya ada box tempat makan yang biasa Rissa bawa kekantor didalamnya sudah termuat roti selai coklat dan juga keju slice yang disiapkan oleh suaminya sebelum berangkat kerja.


Untung saja motor vario putih miliknya berada dirumah kontrakannya sehingga dia tidak kebinggungan harus kekantor naik apa, mungkin karena ini jugalah Frans berani meninggalkan Rissa untuk berangkat kerja lebih dulu.


Sementara itu siang harinya digudang tempat Frans berkerja, seharian ini Frans hanya duduk melamun memikirkan kejadian semalam, untung saja proyek sudah pada selesai semua karena sudah menjelang akhir tahun. Frans tak percaya apa yang dilakukan istri yang begitu dicintai dia dibelakangannya, meski hanya saling menelpon dan berkirim pesan bukankah secara tidak langsung Rissa sudah menyelingkuhi dia. Pikir Frans dalam hatinya yang terasa begitu sesak hari ini.


Semua panggilan masuk dan pesan dari istrinya tak satupun ditanggapi oleh Frans.


Sambil menikmati segelas kopi yang mulai dingin tak terhitung berapa batang rokok yang dihisapnya mulai dari masuk kerja sampai siang ini. Frans masih terus diam termenung dibangku yang biasa anak buahnya melepas lelah setelah bongkar muat barang didalam gudang


"Lu gak makan lim? dari pagi ngelamun aja lu? ada masalah apa emang?" tanya wahid yang baru kembali kegudang selepas makan siang dirumahnya gak jauh dari kantor


"Gak apa apa pak. Biasa cuma masalah dirumah aja" jawab Frans yang tak ingin masalah privasinya terdengar kemana-mana


"Gak apa-apa gimana, gw perhatiin hari ini lu ngerokok dah kaya kereta. padahal sehari cuma beberapa batang doang. Klo masalah rumah tangga mah banyak berdoa aja, supaya dikasihin jalan keluarnya , namanya penganten baru baru setahun dua tahun mah pasti ada aja cobaannya" coba wahid menenangkan kegundahan dalam hati bosnya digudang


"Iya pak makasih" jawab Frans yang menyeruput kopi susunya yang sudah dingin itu lalu menyalakan sebatang rokok terakhir miliknya.


Frans tak menyangka masukin bulan kesembilan pernikahannya dengan Rissa gelombang besar menghantam bahtera rumah tangga mereja. Akankah gelombang ini memporak porandakan rumah tangga Frans dan Rissa??


-----------Bersambung-----------

__ADS_1


Terus dukung karya milik author dengan saran dan kritik dikolom komentar


Happy Fun Reading


__ADS_2