Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 10. Penasaran


__ADS_3

Masih dikamar Naura, saat ini terlihat Amel sedang bersantai, disofa single yang ada dibalkon tersebut sambil memainkan ponsel miliknya, tiba- tiba matanya beralih saat melihat suara yang sedikit berisik. Namun seketika senyumnya mengembang saat melihat asal dari suara tersebut


'' Kak Rama.'' ucapnya sambil bangkit dari duduknya, mendekati Rama yang baru saja membuka jendela balkon kamarnya.


'' Amel kamu disini?' ucap Rama, pemuda itu mendekat kearah balkon dimana saat ini Amel berdiri.


'' Iya, aku dan Naura baru saja mengerjakan tugas bersama. Kak sini dong, main bareng kita, aku kangen.'' ucap gadis itu tanpa malu, namun saat Rama hendak menjawab tiba-tiba Naura datang membuat keduanya terkejut, mereka takut jika ucapan Amel tadi terdengar oleh Naura


'' Kalian sedang apa? kak Rama kok tiba-tiba ada disana?'' ucap Naura membuat keduanya bernafas lega, karna merasa Naura tak mendengar ucapan mereka tadi.


'' Iya tadi kak Rama tiba-tiba keluar, jadi Yaudah aku panggil aja.'' jawab Amel


'' Oh gitu, kak Rama mau gabung sama kita?'' ucap Naura


'' Memang boleh?''


'' Tentu kenapa tidak, yakan Na?'' sambung Amel dengan nada yang penuh semangat, sedangkan Naura hanya menaggapi dengan senyum simpul


'' Sepertinya loe semangat banget ya Mel, kalau kak Rama berada disini.''


'' Elo kali Na, maksud gue kan agar loe lebih semangat kalu ada kak Ram disini.'' ucap Amel beralasan, ia melirik kearah Rama yang terlihat masih berdiri ditempat yang sama, namun tiba-tiba..


Hap


Rama berhasil melewati balkon tersebut, dan kini pemuda itu sudah berada dibalkon rumah Naura, membuat gadis itu menatap heran, pasalnya selam ini setiap kali ia menyuruh Rama untuk melompat kebalkon nya pemuda itu selalu menolak, namun sekarang ia melakukannya tanpa banyak kata, dan itu sangat lah membuat Naura merasa heran dan semangkin membuat nya penasaran.


'' Kalian bicaralah dulu, gue akan segera kembali.'' ucap Naura yang langsung melangkah masuk menuju kamar. Sedangkan Amel setelah kepergian sahabatnya langsung memeluk lengan Rama, membuat pemuda itu sedikit kaget karena ulah agresif gadis itu.


'' Amel apa yang kau lakukan?'' ucap Rama mencoba melepaskan pelukan Amel dilengannya.


'' Kenapa sih kak? aku hanya kangen sama kamu.'' ucap Amel yang masih menempel pada Rama


'' Kita dirumah Naura, apa kamu lupa? aku hanya tidak ingin dia melihat nya.'' jawab Rama


'' Baiklah-baiklah, aku gk akan buat kak Rama kesal dengan ku hanya karna ini, yasudah duduk yuk.'' ajak Amel yang langsung diangguki oleh Rama. Tak lama terlihat Naura datang dengan membawa satu gelas jus jeruk ditambah satu cemilan kacang goreng.

__ADS_1


'' Ini kak minumlah.'' ucap Naura sambil meletakan nampan diatas meja yang ada dibalkon tersebut


'' Terimakasih Na, maaf merepotkan kamu.''


'' Kalau demi kak Rama aku gk pernah merasa direpotkan kok, aku ikhlas lahir dan batin.'' ucap Naura membuat Rama tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, sedangkan Amel terlihat hanya memasang wajah datar, namun ketika Naura melirik kearahnya, gadis itu pun langsung menampilkan senyum manisnya.


DITEMPAT LAIN


Saat ini disebuah restoran terlihat Imron dan rekan bisnisnya sedang makan bersama, saat asik berbicara dengan rekannya tersebut tak sengaja matanya melihat sosok yang sangat tidak asing.


( Roby, bersama siapa dia?)


Batin Imron menebak, cukup lama pria tersebut memperhatikan adik iparnya, ia juga melihat kearah wanita yang sedang makan bersama Roby.


( Sepertinya mereka terlihat cukup akrab, apa mereka teman lama, atau rekan bisnis, karna sepertinya wanita itu memakai pakaian formal )


Batin Imron lagi, pria berusia 45 tahun itu terus memperhatikan keduanya yang memang duduk tak jauh dari mereka, hingga suara seseorang membuyarkan lamunan pria paruh baya tersebut.


'' Pak Imron lihat apa? sepertinya serius sekali.'' tegur rekan bisnis nya tersebut.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


'' Ini pah kopi nya.'' Irma meletakan teh milik suaminya diatas meja, setelah itu duduk disamping sang suami.


Sruuupp


'' Aahh,, kopi buatan bunda memang paling enak.'' puji Imron sambil tersenyum, yang ditanggapi dengan senyuman pula oleh sang istri


'' Anak-anak mana bun?'' sambung Imron karna tak melihat satunpun anak-anak mereka


'' Rama tadi pamit katanya mau kerumah Yoga, kalau Adit belum pulang pah.'' jawab Irma, dan Imron mengangguk faham


'' Ada apa pah? sepertinya papa sedang memikirkan sesuatu?'' ucap Irma karna melihat suaminya sedikit melamun


'' Tadi siang papa melihat Roby disebuah restoran.'' jawab nya

__ADS_1


'' Terus?'' sambung Irma


'' Dia bersama seorang wanita bun, mereka terlihat cukup akrab.''


'' Mungkin teman kerjanya kali, papa kenal wanita itu?''


'' Tidak, ya mungkin saja mereka hanya rekan kerja, hanya saja...''


'' Hanya saja apa??'' ucap Irma penasaran karna suaminya menggantung kalimat


'' Entahlah, papa merasa ada sesuatu diantara mereka.'' ucap Imron sedikit ragu


'' Hus, papa ini jangan bicara sembarangan.'' ucap Irma tak suka


'' Mereka terlihat akrab bun, kita kan tau kalau Roby sangat susah akrab dengan orang lain, apa lagi seorang wanita.'' ucap Imron yang mengingat jika adik iparnya tersebut memang tidak mudah akrab dengan orang lain, apa lagi lawan jenis


'' Iya sih, memangnya mereka sangat akrab ya pah? bunda jadi penasaran deh sama wanita nya itu.''


Sedangkan dirumah Yoga, terlihat Rama dan Bayu sedang adu mulut membuat Yoga yang berada diantara mereka merasa pusing dengan kedua sahabatnya tersebut.'' Kalian ini kenapa sih sejak tadi selalu bertengkar? ingat kita ini best friend, tapi kok kalian malah berkelahi sih hanya karna memperebutkan wanita.'' ucap Yoga kesal


'' Makanya bilangin sama sahabat loe ini jangan serakah jadi cowok.'' sambung Bayu membuat Rama memutar bola matanya malas


'' Sudah lah Bay, lagian dia bukan serakah, Rama hanya menyampaikan rasa perduli nya pada adiknya itu saja.'' jawab Yoga


'' Loe gk usah belain dia, loe kan sudah tau kalau Rama suka sama Amel, jadi kenapa juga dia harus melarang gue buat dekati Naura?'' ucap Bayu


'' Gue bukan larang loe Bay, gue hanya bilang kalau Naura gk suka jika ada cowok yang terus-terusan mepetin dia.'' ucap Rama, mendengar ucapan Rama membuat Bayu tersenyum sinis, dan ternyata bukan hanya Bayu, Yoga yang mendengar juga menggelengkan kepalanya


'' Bilang aja loe yang gk suka kalau gue deketin Naura, loe cemburu kan Ram?'' tuduh Bayu, mata nya menyipit sambil terus menatap sahabatnya tersebut


'' Ngaco loe, bagai mana mungkin, dia itu adik gue.''


'' Jangan selalu mengatakan kalau dia itu adik loe Ram, sedangkan kenyataannya kalian bisa menjalin suatu hubungan seperti yang sering dikatakan Naura.'' jelas Bayu


Next

__ADS_1


__ADS_2