Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 13. Curiga


__ADS_3

Terlihat Rama masih menatap adit, ia masih menunggu jawaban dari mulut abangnya tersebut, tentang pertanyaan yang masih belum terjawab.


'' Bang, apa Abang menyukai Naura?'' Rama kembali bertanya.


'' Menurut kamu?'' Adit balik bertanya dan Rama bisa menyimpulkan jika abangnya itu memang tertarik pada adik sepupu mereka itu.


'' Tadinya ku pikir abang hanya bermaksud ingin menggoda nya, ternyata Abang juga menyukainya.'' ucap Rama yang sedikit terkejut, dalam hati ia merasa bodoh karena tak menyadari perasaan abang nya tersebut kepada Naura.


'' Tadinya ku pikir juga begitu, tapi sepertinya perasaan ku lebih dari itu, jika kamu memang tidak menyukai Naura aku minta kamu segera melepaskannya.'' ucap Adit lagi


'' Terus Abang mau aku bagai mana? bukannya bang Adit tau sendiri jika gadis itu sangat keras kepala, berulang kali aku menolaknya, namun Naura tetap ingin berjuang.''


'' Dan kamu memang menginginkan itu kan?'' potong cepat Adit


'' Apa maksud abang?''


'' lupakan saja, yang pasti mulai sekarang Abang akan berjuang, apa kau masalah jika Abang mendekati Naura?'' tanya Adit, pria itu menatap wajah Rama yang terlihat memasang wajah datar.


'' Terserah abang, itu hak abang.'' jawabnya


Adit menganggukan kepalanya.'' Baiklah, mulai besok Abang akan mendekati gadis cantik itu, dan Abang harap kamu tidak akan menyesal dengan keputusanmu yang menolak perasaan gadis itu.'' ucap Adit yang langsung bangkit dari duduknya, setelah itu ia pun langsung melangkah keluar dari kamar Rama sang adik. Setelah kepergian Adit, Rama terlihat meraup wajahnya kasar, wajahnya terlihat sedikit kusut, entah apa yang ada dalam pikiran pemuda itu, yang jelas sangat terlihat kegelisahan dari wajahnya.

__ADS_1


***


'' Bun,,bunda....'' Naura berteriak, membuat Rama yang baru turun dari lantai dua kamarnya langsung mengomel pelan,


'' Gk bisa ya kalau manggil itu gk usah teriak-teriak? berisik tau gk.'' ucap Rama yang baru turun dari anak tangga. Sedangkan Naura yang melihat langsung melangkah kearah pemuda itu.


'' Hai kak Rama, Duuh makin cakep aja deh calon suami idaman aku.'' ucap Naura membuat Rama hanya bisa memutar bola matanya malas. Sebenar nya Naura sedih dengan ekspresi Rama yang selalu menolak dirinya, meskipun Naura tetap tak peduli, selama perasaan cinta itu masih ada ia akan tetap memperjuangkannya.


'' Sayang bunda disini, maaf ya tadi bunda lagi dikamar mandi.'' ucap Irma yang tiba-tiba datang sambil membawa sesuatu ditangannya


'' Gk apa bun, bunda bawa apa?'' Naura melangkah mendekati Irma yang terlihat sudah duduk diatas sofa


'' Sini duduk, ini bunda baru coba resep baru, dan hasilnya enak kok, ayo cicipi.'' ucapnya yang langsung diangguki oleh Naura.'' Rama kamu juga cicipi ya nak, ini enak loh.'' sambung Irma lagi, dan tanpa menjawab Rama pun langsung duduk disofa yang tak jauh dari kedua wanita itu.


'' Terimakasih bun, hem ini enak banget ,, bunda dan mama benar-benar jago kalau soal makanan '' puji Naura sambil menikmati kue buatan Irma


'' Harus dong.'' sambung wanita paruh baya tersebut. Sedangkan Rama terlihat hanya menyimak tanpa ingin berkomentar


'' Bang Adit mana bun? belum pulang kuliah ya?'' tanya Naura


'' Belum sayang, tumben kamu tanya Adit? biasanya kalau sudah ada Rama lupa sama Adit?' goda Irma sambil melirik kearah putra bungsunya yang terlihat seolah tak mendengar ucapannya.

__ADS_1


'' Hehe,, kangen aja bun, kak Rama gk apa kan kalau aku kangen bang Adit?'' tanya Naura, pertanyaan yang konyol memang, namun begitulah Naura, sedangkan Irma yang mendengar hanya tersenyum menanggapinya


'' Kenapa bertanya sama aku? itu kan perasaanmu, kalau kamu kangen yasudah, kalau perlu pindah kelain hati juga gk masalah.'' jawab Rama ketus


'' Ih kak Rama kok gitu sih? ya kalau kak Rama gk suka aku kangenin bang Adit yasudah, tapi jangan suruh aku buat pindah kelain hati dong, karna cinta dan hati ini masih tertuju sama kamu.'' ungkap Naura tanpa malu, meskipun ada Irma disana namun gadis itu tidak sungkan untuk mengungkap kan perasaannya pada Rama, berbeda dengan Rama yang merasa risih dan juga malu dengan sang ibu karna ungkapan perasaan hati Naura padanya. Rama melirik kearah Irma yang terlihat menaik-turunkan alisnya sambil tersenyum kearahnya, wanita paruh baya itu sedang menggoda putra bungsunya nya, itulah yang Rama tidak inginkan, pemuda itu hanya bisa mendengus kesal.


Keesokan harinya terlihat Naura sedang melangkah menuju ruang kelasnya, pagi ini ia sedikit kesiangan karena bergadang melihat drakor kesukaannya.'' Duuh, hampir saja telat, tapi untunglah masih ada waktu lima belas menit lagi.'' gumamnya sambil melangkah kan kakinya menuju kelas' Namun seketika langkahnya terhenti saat matanya tak sengaja melihat sepasang remaja yang terlihat sedang duduk berdua, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu, dan yang menarik perhatian Naura adalah kedua remaja tersebut tak lain adalah Amel sahabatnya dan Rama sepupu sekaligus pemuda yang dicintainya. Naura memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak, cemburu? tentu saja, gadis itu sangat cemburu melihat kedekatan keduanya, apa lagi melihat Rama yang tersenyum kearah gadis itu, dan sialnya gadis tersebut adalah sahabatnya sendiri.


'' Sedang apa kalian disini?'' suara seseorang mengalihkan pandangan keduanya pada seorang gadis yang berdiri tak jauh dari mereka.


'' Naura?'' Amel kaget dengan keberadaan sahabatnya yang tiba-tiba sudah ada dihadapan mereka, ia tak tau apakah Naura mendengar pembicaraan mereka tadi, Amel pun langsung berdiri dan melangkah kearah Naura.


'' Na kamu kok disini?'' ucapnya sambil tersenyum


'' Bisa katakan padaku sedang apa kalian disini? sebentar lagi bel masuk, tapi kenapa dengan santainya kalian malah ngobrol berdua disini?'' tanya Naura ia menatap kearah Amel dan Rama secara bergantian, gadis itu menatap penuh curiga pada keduanya.


Amel bingung harus menjawab apa, gadis itu memutar otaknya untuk mencari alasan untuk ia ucapkan pada sahabatnya.'' Oh, tadi itu aku dan kak Rama lagi membahas masalah---,,


'' Apa kalian sedang berselingkuh dibelakangku?'' potong Naura lagi, membuat Amel dan Rama saling pandang


'' Selingkuh? siapa yang berselingkuh? dan siapa yang telah diselingkuhin?'' kali ini Rama yang bertanya, tanpa ingin menjawab ucapan Naura.

__ADS_1


Naura merasa Rama sedang menyindirnya, dan secara tidak langsung mengatakan jika mereka tak punya hubungan apapun, jadi siapa yang diselingkuhi oleh nya, begitulah kira-kira yang ia tangkap dari arti perkataan pemuda itu. Namun Naura seolah tak perduli, walaupun hatinya merasa tercubit, namun Ia tak perduli, bahkan dengan harga dirinya sekalipun, karna rasa cinta yang ia miliki terhadap Rama, hingga tak bisa lagi menjunjung tinggi harga diri yang ia miliki, bahkan Naura rela mati untuk pemuda yang sama sekali tak menghargai perasaan ya tersebut.


Next


__ADS_2