
Seperti biasa Naura pergi sekolah dengan berjalan kaki, sesampainya disekolah gadis cantik itu langsung disapa oleh Bayu yang ternyata sudah berada dibelakangnya.
'' Pagi cantik.'' ucap pemuda yang tak kalah tampan dari Rama, pemuda itu tersenyum manis kepada Naura, membuat gadis itu pun ikut tersenyum karnanya.
'' Pagi juga kak, mana kak Yoga? biasanya kakak selalu bareng dia.'' ucap Naura
'' Ada dikelas, tadi aku lihat kamu makanya langsung samperin.'' jawabnya .'' Kamu sudah sarapan?'' sambung Bayu yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Naura, gadis itu memang belum sarapan karna ia ingin sarapan dikantin sekolah, makanya Naura datang sepagi ini.
'' Sama dong, kalau gitu kita bareng yuk kekantin?'' ajak nya
'' Yuk." jawab Naura sambil mengangguk kan kepalanya, lalu keduanya pun langsung melangkah menuju kantin sekolah.
'' Kamu mau pesan apa Na? biar aku pesankan sekalian.'' ucap Bayu, saat ini keduanya sudah berada dikantin sekolah.
'' Bubur ayam aja kak, minumnya jus jeruk dingin ya? soalnya aku haus banget .'' ucap Naura
'' Ok, pesanannya segera datang,, ditunggu ya nona, tapi sebelumnya silahkan duduk dulu.'' ucap pemuda itu menggoda, sedangkan Naura hanya tersenyum mendengar ucapan pria tampan tersebut.
Sedangkan dari kejauhan terlihat Rama dan Yoga yang juga sedang melangkah menuju kantin sekolah, tadinya Rama malas kekantin karna ia sudah sarapan dari rumah, hanya saja Yoga memaksa nya sebab tak ingin sendirian makan dikantin, manja amat kayak cewek, pikir Rama, namun ia tetap menemani sahabat nya itu karna Rama pun begitu dengan sahabat-sahabatnya
'' Eh Ram, bukannya itu Bayu dan Naura ya?'' ucap Yoga sambil menunjuk kearah Naura dan Bayu yang sedang menikmati sarapan pagi mereka. Rama yang awalnya asik berbalas pesan dengan Amel sontak mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjuk oleh Yoga.
'' Mereka sepertinya cocok juga, loe merasa gitu gak Ram?' ucap Yoga, namun Rama sama sekali tak ingin menjawab nya, tatapan pemuda itu masih tertuju pada sepasang remaja yang terlihat sedang tertawa bersama, membuat Rama seketika menjadi kesal, kenapa mereka tertawa? apanya yang lucu? pikirnya
__ADS_1
" Hai boleh gabung?" ucap yoga, membuat keduanya langsung mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara
" Kak Yoga, kak Rama, kalian kok tiba- tiba ada disini?" ucap Naura sambil melirik kearah Rama, yang saat itu juga terlihat menatap kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Gak usah, gue mau PDKT dengan Naura." ucapnya sambil menekankan kata- katanya. Membuat Yoga yang mendengar langsung mencibir nya.
" Emang loe aja yang mau PDKT sama Naura?" ucap Yoga membuat bayu dan Naura sontak menatap kearah pemuda itu.
" Maksud nya, loe mau dekati Naura juga kayak gue? gila loe ya mau menyaingi gue loe?" ucap Bayu tak suka
" Bukan gue," ucapnya membuat keduanya sontak menoleh kearah Rama, jika bukan Yoga berarti kan Rama, begitulah yang ada dipikiran mereka. Namun Rama sama sekali tak berniat untuk meluruskan kesalah pahaman tersebut, Rama memilih untuk duduk dimeja yang ada disamping meja Naura dan Bayu. Naura menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin berharap lebih, apa lagi ia melihat wajah Rama yang biasa saja dan terkesan cuek setelah mendengar ucapan yoga tadi.
( Sudahlah Naura kamu jangan terlalu kegeeran, lagi pula yang bilang kan kak Yoga, bisa saja dia hanya bercanda.)
Naura bicara dalam hati
'' Amel.'' gumam nya pelan, ya itu adalah suara Amel sahabatnya, lebih tepatnya mantan sahabat, karna Naura tak ingin lagi berteman dengan pengkhianat seperti Amel, Naura bukan marah karna gadis itu juga menyukai Rama, sebab itu adalah perasaan seseorang yang tidak mungkin bisa dicegah, hanya saja Naura marah dan merasa kecewe karna sejak awal gadis itu tak memberitahukannya, bahkan Amel sangat mendukung saat Naura mengatakan jika dirinya ingin bersama Rama, jika misalkan saat itu Amel mengatakan jika dia juga menyukai Rama, mungkin Naura akan mencoba menerima dan berlapang hati jika mereka harus bersaing untuk itu.
Saat Amel menoleh kearah Naura, gadis itu langsung mengalihkan pandangannya, ia tak ingin bertatap muka dengan mantan sahabatnya tersebut.'' Kak Rama sudah pesan makanan?'' tanya Amel dengan nada mendayu-dayu, sedangkan Naura yang mendengar berasa mau muntah, ia memang tau jika Amel orang yang lembut, namun saat bicara kali ini terlihat sekali ucapan gadis itu dibuat-buat.
'' Sabar.'' ucap Bayu yang tiba-tiba mengelus lembut tangan Naura, membuat gadis itu hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Bayu, sedangkan Yoga sudah tidak berada disana karna dipanggil oleh guru, entah ada apa, ia juga tak tau, sampai-sampai murid lain memanggilnya dan menyuruh pemuda itu agar segera keruang guru.
Rama melirik tangan Bayu yang masih berada diatas lengan Naura, entah kenapa ia merasa tidak menyukai itu semua.'' Kak Rama liatin apa sih?' ucap Amel yang melihat arah pandang pemuda itu.'' Mereka cocok ya kak?'' sambung Amel membuat Rama langsung menatap kearah gadis yang ada disampingnya.
__ADS_1
'' Sebaiknya kita makan, nanti makanannya dingin.'' ucap Rama tanpa berniat untuk menjawab ucapan Amel, sedangkan Amel hanya tersenyum sambil mengangguk, ia tidak masalah jika Rama tak ingin membahas masalah Naura, bukankah itu artinya jika Rama memang benar-benar tidak tertarik dengan nya, begitulah yang ada dalam pikiran gadis itu.
*
*
*
'' Pak permisi saya ingin ketoilet sebentar.'' ucap Naura saat jam pelajaran sedang berlangsung.
'' Ya silahkan.'' ucap guru tersebut. Setelah menganggukan kepalanya Naura langsung melangkah keluar dari kelas dan berjalan menuju toilet.
'' Aah, lega nya.'' gumam Naura setelah menuntaskan hajatnya, sejak tadi gadis itu menahan pipis, dan kini merasa lega karna sudah membuangnya. Setelah mencuci tangan Naura langsung keluar dari toilet, namun saat hendak melangkah menuju kelas, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang, membuatnya hampir saja berteriak jika saja mulutnya tidak langsung ditutup oleh orang tersebut.
'' Kak Rama.'' ucapnya setelah orang tersebut melepas tangannya dari mulut gadis itu, ya dia adalah Rama, tadinya pemuda itu juga dari toilet, namun begitu ia melihat Naura entah kenapa ia langsung ingin menemui gadis itu.
'' Ada apa kak?'' tanya Naura, jarak mereka masih sangat dekat dan saling berhadapan, bahkan gadis itu dapat merasakan hembusan nafas Rama yang menerpa kulit wajahnya.
'' Kak?'' panggil Naura lagi, karna Rama masih belum mau bicara.
'' Kamu suka Bayu?'' pertanyaan yang menurut Naura sangat konyol, bagai mana bisa Rama bertanya seperti itu, sedangkan dia sendiri jelas-jelas tau siapa pemuda yang Naura sukai. Gadis itu hanya tersenyum menanggapi ucapan Rama, senyum yang bermakna kesedihan, sedangkan Rama yang melihat Naura tersenyum merasa kesal, pria itu tak dapat melihat kesedihan Dimata gadis itu saat ini, karna memang senyum yang ditunjukan Naura tak menunjukan senyum kesedihan dimata Rama, jadi wajar jika pemuda itu mengira jika Naura mulai menyukai Bayu
'' Kenapa tersenyum? apakah itu semua benar?''
__ADS_1
Next
Menurut kalian gimana guys? apa Naura sebaiknya sama kak Adit atau sama Bayu saja? komen yang banyak ya...