Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 67 . Rekaman Video


__ADS_3

Orang itu terus memerhatikan keduanya dengan rasa penasaran yang tinggi, hingga saat seseorang datang sambil menepuk bahunya, membuat orang tersebut langsung mengalihkan perhatiannya.


" Hai bro serius amat lagi liatin siapa sih?" tanya seorang pemuda, yang ternyata adalah yoga, dan pria yang sedang duduk sendiri itu ternyata adalah Rama.


" Loe liat disana? apa loe kenal laki-laki yang duduk dihadapan gadis itu Yo?" tanya Rama sambil menunjuk sepasang muda- mudi itu dengan dagunya, yang ternyata adalah pacarnya Amel, gadis itu sedang bersama Vano laki-laki yang selama ini dekat dengannya, namun anehnya Rama sama sekali tak merasa cemburu, dia hanya penasaran karna tak pernah melihat pemuda yang saat ini sedang duduk bersama kekasih nya itu. Yoga pun langsung mengikuti arah pandang sahabatnya lalu menghela napas kasar, membuat Rama langsung menatap kearah yoga dengan kening berkerut.


" Ada apa, loe tau dia?" Rama bertanya kembali pada sahabatnya, ia yakin jika yoga memang mengenal pria tersebut.


" Gak gue gak mengenalnya, tapi sepertinya gue memang pernah sekali melihat dia, kenapa Rama, apa loe merasa cemburu sama dia?" tanya Yoga balik


" Entahlah, gue hanya penasaran." jawab Rama yang belum mengatakan jika dirinya memang tidak merasakan cemburu, padahal Rama bisa melihat keduanya yang sangat dekat dan mesra, bahkan Rama melihat lelaki itu sampai membelai wajah Amel, dan Amel sama sekali tidak menolaknya bahkan Amel malah menempelkan tangannya diatas tangan pemuda itu yang masih menempel dipipinya.


" Ram, apa yang loe pikirkan setelah melihat itu?" yoga merasa panas melihat interaksi kekasih sahabatnya itu, bukan karna yoga menyukai Amel, namun karna dirinya merasa jika Amel sudah mengkhianati sahabatnya Rama.


" Gue rasa itu kekasih nya, benar gak menurut loe?" Rama meminta pendapat yoga.


" Hem, sepertinya memang begitu." jawab yoga sambil merogoh ponselnya yang ada dalam saku celananya lalu membuka kunci layar tersebut, sepertinya ada yang dicari pemuda itu didalam isi ponselnya. Tadinya kedatangan keduanya dicafe berniat hanya ingin nongkrong, dan mencoba menu baru didalam cafe tersebut, cafe yang memang selalu ramai oleh pengunjung, khususnya muda-mudi seperti mereka, itu memang tempat favorit bagi anak-anak muda karna tempatnya berada dipusat kota.


Yoga melihat sahabatnya yang masih menatap kearah pasangan tersebut, dan yoga juga bisa melihat tatapan yang datar dari Rama, namun anehnya yoga tidak melihat raut wajah kemarahan disana, dan Yoga semangkin yakin jika sahabatnya itu sama sekali tidak merasa cemburu. Jika memang cemburu sudah dari tadi Rama melabrak keduanya, namun yang yoga lihat sepertinya reaksi Rama biasa saja.


" Ram, loe gak cemburu melihat kekasih loe itu bersama cowok lain?" yoga kembali bertanya untuk memastikannya, sebab ia ingin menunjukan sesuatu pada sahabatnya itu, yang mungkin akan membuat hubungan keduanya merenggang.

__ADS_1


" Gue juga gak tau, kenapa gue merasa gak cemburu saat melihat Amel bersama cowok lain ya, gue hanya kesal karna merasa dibohongi oleh gadis itu, kalau memang dia ingin bersama cowok lain kenapa dia gak minta putus dulu sama gue." ucap Rama yang terdengar kesal


" Apa loe gak berniat untuk melabrak mereka?"


" Gue rasa gak perlu, gue males membuat keributan disini, mungkin setelah ini gue harus bicara dengan Amel." ucap Rama dan Yoga mengangguk faham.


" Rama sebenarnya ada yang mau gue perlihatkan sama loe." ucap yoga sedikit ragu


" Apa? Loe mau memperlihatkan apa sama gue?"


" Emm,, ini.. Gue mau lihatin sesuatu yang ada didalam ponsel gue." ucap yoga, lalu memberikan ponselnya kepada Rama, dan Rama langsung mengambil ponsel sahabat nya tersebut.


Rama mengepalkan tangannya, setelah melihat isi dari ponsel yoga." Dari mana loe dapatkan rekaman ini Yo?" tanya Rama, sambil meletakan ponsel tersebut diatas meja.


" Maksud loe, loe sendiri yang mergoki mereka berciuman disana?" tanya Rama dan Yoga langsung mengangguk." Kenapa loe gak langsung kasih tau gue Yo?" ucap Rama yang terlihat sedikit kesal pada sahabatnya itu. Rama tau jika tempat tersebut adalah hotel dimana Mona merayakan ulang tahunnya waktu itu, dan itu artinya Rama sudah dibohongi Amel selama ini.


*


*


*

__ADS_1


Keesokan harinya disekolah, dijam istirahat terlihat Rama dan Amel sedang berjalan beriringan menuju aula, tempat itu sedang sepi karna tak ada kegiatan apapun disana. Dari kejauhan Naura yang hendak melangkah kekantin tak sengaja melihat keduanya. Naura sempat menghentikan langkahnya sambil terus memandang kearah kedua." Sedang apa mereka disana ya?" gumam Naura penasaran


" Duuh kayaknya ada yang kepanasan nih?" terdengar suara seseorang yang sudah Naura kenal, yang ia tau sangat tidak menyukainya, siapa lagi kalau bukan Pipit, entah dari mana datangnya gadis itu, tiba-tiba sudah berada disampingnya, gadis yang saat ini sedang dekat dengan Amel mantan sahabatnya tersebut. Naura yang malas meladeni ucapan Pipit langsung saja pergi meninggalkan gadis berambut ikal itu. Melihat Naura pergi begitu saja tanpa meladeni ucapannya membuat Pipit semangkin geram.


( Sialan, gue dicuekin )


Batinnya kesal


Sedangkan di aula terlihat Amel melihat tatapan berbeda dari Rama, tak seperti biasanya, tatapan ini tatapan tajam yang membuat Amel sedikit takut pada pemuda tersebut.


" Ada apa kak, kenapa kak Rama menatapku seperti itu?" tanya Amel sambil mencoba bersikap biasa, padahal dalam hatinya merasa deg-degan, apa lagi saat melihat ekspresi wajah Rama yang sangat datar itu, namun tatapan sangat tajam, entah bagai mana Amel menggambarkannya, yang jelas Amel yakin jika ada sesuatu yang tidak aman untuk dirinya.


Ting


Terdengar suara notifikasi dari ponsel Amel, keningnya berkerut saat melihat siapa pengirimnya." Loh kak, ini maksudnya apa? Kok kakak kirim pesan sama aku?" tanya Amel bingung


" Kamu lihat saja, dan barikan komentarmu setelah melihatnya." jawab Rama sambil melihat Amel yang mulai membuka layar ponsel miliknya. Seketika tubuhnya menegang dengan mata melotot saat melihat isi dari pesan yang Rama kirim, gadis itu melirik Rama melalui ekor matanya, tak berani menatap wajah lelaki tampan itu. Amel sangat takut akan menerima kemarahan dari lelaki itu, apa lagi dalam rekaman tersebut Amel lah yang lebih mendominasi permainan, karna pesan yang dikirim Rama adalah sebuah rekaman video yang dikirim yoga padanya, untuk Rama kirim kembali tentunya pada Amel, dalam hati gadis itu merutuki kebodohannya sendiri.


(Aduuh...bagai mana ini, kok bisa sih ada video seperti ini, siapa coba yang mengirimnya keponsel kak Rama, bisa-bisa hubungan ku dan kak Rama hancur setelah ini )


Batin Amel

__ADS_1


" Sudah puas menonton itu? Bisa kah sekarang kamu jelaskan sama saya tentang video tersebut?


Next


__ADS_2