Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 53 . Undangan ulang tahun


__ADS_3

Rama..!!!


Rama..!!


Irma memanggil-manggil putra bungsunya dari lantai dasar, sedangkan Rama yang saat itu kebetulan berada didepan pintu kamarnya, langsung menuruni anak tangga.Irma melihat putranya yang baru turun dari lantai atas, begitu putranya sudah berada didepannya Irma langsung memberondong pemuda itu dengan berbagai pertanyaan beruntun.


" Sayang kamu apakan Naura sampai dia nangis kayak gitu? Bunda tau pasti ini karna ulah kamu kan? Pasti putri kesayangan bunda nangis karna kamu tolak lagi, iya kan?" cerocos Irma, wanita paruh baya itu menatap sangar pada putranya membuat Rama hanya bisa meringis, ia tau jika bundanya itu sangat sayang pada Naura, jadi ia tidak heran lagi jika merasa bundanya itu bersikap berlebihan pada gadis itu.


" Nanti Rama akan bicara padanya Bun." hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Rama, pemuda itu tidak berniat menjawab pertanyaan bundanya karna Rama tau jika bundanya tidak akan mendengar alasan apapun darinya jika menyangkut Naura, lagi pula Rama juga merasa bingung harus menjawab apa pada ibunya itu, biarkan saja bunda nya dengan pikirannya sendiri, pikir Rama


Irma menghela nafas panjang, selalu begitu setiap dirinya membicarakan tentang Naura pada putra bungsunya tersebut, pikir Irma mungkin putranya itu memang tidak memiliki perasaan apapun pada gadis itu.


( Kasihan Naura, menyukai Rama yang sama sekali tidak bisa membalas perasaannya )


Batin Irma


***


Tepat jam sembilan malam Sarah baru pulang dari luar, sedangkan Roby sudah sejak satu jam lalu sudah berada dirumah. Roby memperhatikan istrinya yang baru saja masuk kedalam rumah, wanita itu melirik sekilas kearah suaminya, namun hanya sebentar, setelah itu ia langsung melangkah menuju kamar. Roby yang merasa tak diperdulikan langsung mengikuti Sarah menuju kamar mereka.


" Sarah kamu habis dari mana saja jam segini baru pulang?" Roby duduk di sisi ranjang sambil memperhatikan istrinya yang saat itu sedang membersihkan make' up nya.


Sarah yang duduk didepan kaca hias menatap suaminya dari pantulan cermin." Mas juga baru pulang kan? Aku tadi kumpul bersama teman-temanku, sedangkan mas Roby kemana? Kumpul sama Dina?" ucap Sarah, dengan nada mengejek, setelah itu kembali melakukan kegiatannya. Roby merasa sekarang istrinya sangat berbeda, dulu sarah sangat lembut dan perhatian dengannya, namun sekarang Roby merasa sikap istrinya itu sangat dingin dan seakan tak perduli dengannya. Setelah kegiatannya selesai Sarah pun bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar mandi, namun belum lagi wanita itu masuk kedalamnya Roby sudah lebih dulu menarik tangannya dan langsung memeluk tubuh istrinya itu.


" Sarah tolong jangan bersikap seperti ini sama mas, mas gak bisa kalau kamu tidak perduli seperti ini, mas minta maaf Sarah, mas mohon." ucap Roby dengan suara lirih


Sarah mencoba melepaskan diri dari pelukan suaminya, setelah terlepas wanita itu menatap wajah pria yang sangat dicintainya itu. Setelah diperhatikan ada yang berbeda pada diri suaminya, beberapa hari tidak memperhatikan Roby Sarah bisa melihat perubahan yang kontras pada diri suaminya itu, yang saat ini tampak sedikit kurus, wajahnya yang tampak lelah dengan kantung mata yang hitam, sungguh membuat Sarah tidak tega. Namun saat wanita itu kembali teringat suaminya yang menemui wanita lain dibelakangnya membuat Sarah kembali geram.

__ADS_1


" Maaf mas aku ingin kekamar mandi sekarang, kita bisa bicara nanti." setelah mengatakan itu Sarah kembali melangkah menuju kamar mandi.


Sarah menyandarkan tubuhnya didepan pintu kamar mandi, dalam hati ia berpikir apakah harus dirinya memaafkan suaminya, bukan kah Roby sudah minta maaf dan lelaki itu juga mengatakan jika dirinya sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan Dina, sejujurnya Sarah sangat merindukan suaminya itu, rindu ingin bermanja-manja seperti biasanya, hanya saja karna kebodohan Roby, membuat keduanya berjarak.


*


*


*


Keesokan harinya terlihat Naura dan murid-murid lainnya berhamburan keluar dari kelas, karna memang jam sudah menunjukan pukul dua siang, waktunya mereka untuk pulang kerumah masing-masing.


" Naura..!! Panggil seseorang pada Naura yang sedang berjalan menuju gerbang sekolah, mendengar ada suara yang memanggilnya gadis itu pun langsung menghentikan langkahnya.


" Eh kak Bayu ada apa kak?" tanya gadis itu


" Wah kayaknya sebentar lagi Bayu bakalan bisa menaklukan sepupu loe Ram." ucap yoga sambil menunjuk Bayu dan Naura yang ada dihadapan mereka dengan dagu nya. Rama mengikuti arah pandang sahabatnya itu, belakangan ini Bayu memang terlihat lebih sering memilih mendekati Naura dari pada nongkrong bareng keduanya saat disekolah , Rama mengepalkan tangannya, hatinya tiba- tiba merasa panas, Rama tak suka melihat kedekatan keduanya.


( Ini gak bisa dibiarin, aku harus kesana )


Batin Rama, yang hendak melangkah kan kakinya, namun belum lagi pemuda itu melangkah tiba- tiba Amel langsung memeluk lengannya.


" Kak Rama, mau pulang ya? Aku ikut ya?" pinta gadis itu, membuat Rama dan Yoga saling pandang.


" Maksudnya loe mau ikut pulang kerumahnya Rama Mel?" kali ini bukan Rama yang menjawab, tetapi yoga


" Hehe,, bukan sih kak yoga, maksud aku, aku mau minta anterin kak Rama soalnya aku gak bawa kendaraan, kak Rama mau kan anterin aku pulang?"

__ADS_1


" Tapi kan kamu tau aku gak bawa kendaraan Mel, rumah aku juga diseberang jalan." jelas Rama sambil menunjuk kearah rumahnya yang terlihat dari kejauhan


" Ya gak apa, kita bisa kerumah kak Rama dulu, terus baru kak Rama antar aku balik, gimana? Kak Rama mau ya plis." Amel memohon, lebih tepatnya merengek pada Rama , membuat yoga yang melihat merasa sedikit jengah.


" Tapi-----,''


" Kak ayolah pliss..." lagi-lagi Amel mencoba untuk membujuk Rama membuat pemuda itu hanya bisa pasrah, lalu menganggukan kepalanya.


" Baiklah ayo." ucap Rama


" Eh tunggu, bukannya nanti malam kita mau keacara ulang tahun Mona, loe gak jadi datang?" yoga kembali mengingatkan.


" Oh iya aku sampai lupa, kita datang kan kak?" sambung Amel


" Entahlah, rasanya aku malas." jawab Rama


" Yah kok males sih kak? Ayolah mau ya? ya..ya...ya..??" Amel sedikit memaksa Rama agar lelaki itu mau datang bersamanya diacara ulang tahun teman sekelas mereka, ia juga ingin memperlihatkan pada teman- temannya kalau dirinya adalah kekasih Rama Prayoga, pemuda paling tampan disekolah.


Sedangkan dari kejauhan tak sengaja Naura melihat interaksi keduanya, gadis itu tersenyum miris melihat kedekatan sepasang kekasih itu, apa lagi Amel yang terus menempel ditubuh Rama, dan itu membuat Naura merasa muak.


" Naura gimana kamu mau kan pergi bareng aku?" suara Bayu membuyarkan lamunan Naura.


" Baiklah, nanti kakak datang aja kerumah." jawab Naura sambil tersenyum manis.


" Benarkah, terimakasih Naura, yasudah yuk aku antar kamu pulang." ucap Bayu yang langsung diangguki oleh Naura, dan keduanya pun langsung melangkah bersama.


Next

__ADS_1


__ADS_2