Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 43 . Mulai ada rasa


__ADS_3

Didalam sebuah kamar terlihat seorang pemuda sedang menatap layar ponselnya, jarinya mengusap layar ponsel tersebut dengan bibir yang terlihat melengkung membentuk bulan sabit." Ada apa denganku? Apa aku memang mulai mencintai dia? atau perasaanku ini hanya karna sebatas ingin melindunginya saja? tapi jika memang begitu seharusnya aku tidak masalah kalau dia bersama bang Adit, atau pun Bayu, bukan malah sebaliknya, tapi saat aku menciumnya perasaan ku bergetar." monolognya dan ya siapa lagi kalau bukan Rama, pria yang dikatakan Naura yang memiliki sifat egois dan selalu mengaturnya sesuka hati.


 Sejak kejadian itu Rama memang semangkin mengawasi Naura disekolah atau pun dirumah, ia tidak ingin gadis itu berdekatan dengan Adit mau pun Bayu sahabatnya, Rama sudah mengklaim Naura sebagai miliknya, pemuda itu berdecak kesal saat melihat interaksi keduanya, ia merasa tidak suka jika melihat gadis itu tersenyum pada kedua pria itu, seperti sekarang ini Rama tak sengaja melihat Bayu yang sedang menyentuh tangan Naura saat gadis itu memberikan sesuatu pada sang sahabat.


" Ekhem, masih pagi udah mesra- mesraan aja." ucap Rama ketus, ia melirik tajam kearah Naura membuat gadis itu langsung menundukkan pandangannya.


" Gak usah sirik, tadi gue lihat Amel mending loe jemput gih pacar loe, dari pada gangguin kita, benar gak Naura?" ucap Bayu, sedangkan Naura hanya tersenyum canggung.


Rama sebenar nya kesal saat mendengar ucapan Bayu, namun ia mencoba untuk tidak terpancing." Itu apa yang loe pegang Bay?" tanya Rama yang baru menyadari jika ditangan sahabatnya itu ada suatu benda.


" Oh ini kamera" jawab Bayu


" Iya gue tau itu kamera, maksud gue buat apa? Dan bukankah tadi itu ada ditangan kamu ya Na?" kali ini Rama bertanya pada Naura sambil melihat gadis itu.

__ADS_1


" Iya itu punya kak Bayu, yang kemarin aku sempat meminjamnya dan baru aku kembalikan tadi." jawab Naura


" Buat apa kamu pinjam punya dia, aku juga ada kenapa gak minjam sama aku." ucap nya dengan sedikit kesal karna Naura lebih memilih untuk meminjam punya Bayu ketimbang dirinya.


" Loh kok loe jadi sewot gitu sih Ram? Terserah Naura dong kalau dia mau pinjam dengan gue." protes Bayu yang merasa aneh dengan sikap sahabatnya hari ini, karna biasanya Rama tidak pernah perduli masalah seperti ini.


Sedangkan Naura hanya bisa meringis." Maaf kak aku lupa kalau kak Rama juga punya." ucap Naura, berharap Rama tidak lagi mempermasalahkannya. Sedangkan dari kejauhan terlihat Amel yang baru saja keluar dari kelas setelah menaruh tas miliknya, gadis itu melihat interaksi sang kekasih bersama adik sepupunya yang terlihat akrab, walaupun disana masih ada Bayu, namun tetap saja membuat Amel merasa cemburu melihat kedekatan keduanya, ya Amel merasa cemburu dan ia tidak ingin Rama dekat- dekat dengan Naura, Amel takut jika nantinya Rama akan berpaling darinya, dan Amel tak ingin sampai itu terjadi . Dengan cepat gadis itu pun langsung melangkah menuju ketiga remaja tersebut, jangan lupakan senyum manis yang menghiasi wajahnya, ya gadis itu mencoba bersikap biasa seolah tak merasa cemburu buta seperti yang ia rasakan tadi.


" Hai kalian disini, kak Rama ada apa kok sepertinya kesal gitu?" ucap Amel yang kini sudah berada disamping kekasihnya, berada diantara keduanya, membuat Naura mau tak mau memundurkan langkahnya menjauh dari pemuda itu.


" Eh kak tunggu aku dong." Amel mengejar Rama yang pergi begitu saja meninggalkan nya, sedangkan Naura tak mau ambil pusing dengan pasangan tersebut.


" Kamu gak apa- apa kan Na?" ucap Bayu, karna melihat wajah gadis itu tiba-tiba bette

__ADS_1


" Aku gak apa- apa kok kak, yasudah yuk kita kekantin aja, tiba- tiba aku berasa laper." ucap Naura. Bayu tersenyum, lalu menganggukan kepalanya, dan mereka pun segera melangkah kan kaki menuju kantin sekolah, dengan diselingi sedikit obrolan ringan.


Sementara itu ditempat lain, tepatnya disebuah taman sekolah terlihat Amel sedang bicara dengan Rama, gadis itu mencoba menanyakan tentang kejadian tadi yang melihat kekesalan Rama pada Naura membuat Amel meras penasaran.


" Sebenar nya apa yang tadi terjadi antara kakak dan Naura? kenapa kak Rama seperti nya kesal banget sama dia?" tanya gadis itu, saat ini keduanya sedang duduk dibangku taman, sebab bel masuk sekolah masih 30 menit lagi


" Sudah aku bilang tidak ada, sudahlah jangan dibahas lagi! Lagi pula kamu kenapa kamu kok jadi kepo begini sih, biasanya juga tidak perduli mengenai masalah Naura." ucap Rama yang merasa semangkin kesal, karna biasanya Amel tak perduli tentang masalah kecil seperti itu, sebab Rama sama sekali tak suka dengan wanita yang suka ingin tau urusan orang lain, sebenar nya sih sah- sah saja jika Amel ingin tau, sebab bagai mana pun gadis itu adalah kekasihnya, jadi sedikit banyak dia juga ingin mengetahui urusan pribadi kekasihnya, bukankah jika menjalin suatu hubungan kedua belah pihak harus saling terbuka satu sama lain? Namun bagi Rama itu semua tidak berlaku dalam hubungannya dengan Amel, dia suka Amel karna menurutnya gadis itu adalah gadis yang simpel dan tidak terlalu perduli dengan urusan yang tidak penting, berbeda halnya dengan Naura yang selalu membuat nya pusing dengan tingkah gadis itu yang super duper menyebalkan bagi pemuda itu, manja, kepo, cengeng, semua ada pada gadis itu, membuat Rama merasa gemas sendiri, gemas yang artinya kesal bagi dirinya, namun sekarang mungkin kata kesal itu akan berganti jadi rasa keinginan untuk memiliki nya.


 " Maaf kak aku hanya penasaran kenapa kamu sampai kesal seperti itu, yasudah kita gak usah lagi bahas itu, gimana kalau kita makan dikantin, aku belum sarapan , kamu mau kan nemenin aku untuk sarapan?" ucap Amel dengan senyum manisnya, Rama menganggukan kepala membuat senyum gadis itu semangkin lebar.


***


Jam sudah menunjukan pukul sebelas siang, dikediaman Sarah rencananya wanita itu akan kekantor suaminya untuk membawakan makanan, jika kemarin dia tidak bertemu dengan Roby, kali ini Sarah berharap ia bisa bertemu dengan suaminya itu dikantornya, makanya ia memilih untuk pergi sebelum makan siang. Dan kali ini Sarah berharap jika dirinya tidak akan bertemu dengan Raka, teman Imron sewaktu kuliah dulu, jika kalian bertanya siapa Raka, pria itu adalah sahabat dari Abang nya Imron, dia adalah seorang duda tanpa anak, istrinya meninggal karna suatu penyakit dan lelaki itu belum mau untuk menikah lagi, kenapa Sarah sampai tidak mengenali pria itu, sebab dulu penampilan Raka sangat cupu berbeda dengan sekarang yang sangat tampan, lagi pula mereka sudah beberapa tahun tidak bertemu padahal dulu keduanya sangat dekat dan akrab. Sarah yang senang karna bisa kembali bertemu dengan sahabat dari abangnya itu pun terlihat mulai kembali akrab, saat Sarah terlihat berbincang dan tertawa dengan Raka bersamaan itu Roby masuk keruangan Imron, awalnya pria matang itu berniat untuk membicarakan pekerjaan, namun siapa sangka jika dirinya akan melihat adegan dimana istrinya sedang tertawa dan terlihat begitu dekat dengan pria lain, pria yang Roby kenal sebagai rekan bisnis mereka, sekaligus sahabat dari Abang iparnya tersebut. Roby yang melihat kedekatan istrinya dengan pria lain tentu membuatnya emosi, darahnya mendidih menahan cemburu, namun ia mencoba bersikap biasa, hingga pada akhirnya pertengkaran itu terjadi juga setelah keduanya pulang kerumah.

__ADS_1


Next


__ADS_2