
Ditempat berbeda terlihat seorang lelaki paruh baya sedang duduk disalah satu cafe, sepertinya lelaki itu sedang menunggu seseorang, sebab terlihat sejak tadi lelaki tersebut seperti menatap kearah pintu masuk cafe." Katanya sudah dijalan, tapi kenapa sampai sekarang belum datang?" gumam pria tersebut, saat dirinya hendak menghubungi orang itu tiba-tiba ada suara seorang wanita yang memanggil namanya.
" Mas Dika..!!" panggilnya sedikit berteriak, ya pria itu adalah Dika alias Roby, sedangkan wanita yang memanggil itu adalah Dina. Wanita cantik itu melambaikan tangannya pada Roby sambil melangkah kan kakinya menuju meja dimana saat ini Roby duduki, dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya. Dina ingin memberikan kesan yang baik saat bertemu mantan kekasihnya itu.
" Dina kamu sudah datang?" ucap Roby ucap Roby sedikit kaget, lalu melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.
" Iya mas, aku kangen banget sama kamu, makanya aku datang lebih awal, dan ternyata kamu juga sama, sehati banget deh." ucapnya dengan tak tau malu, dan juga dengan kepercayaan diri yang tinggi, Dina yakin jika lelaki itu pasti juga sangat lah merindukannya. Sedangkan Roby yang mendengar hanya tersenyum tipis
Wanita itu duduk dihadapan Roby." Mas Dika sudah pesan makanan?" tanya Dina sambil melihat daftar menu yang ada diatas meja mereka
" Belum, nanti saja." jawabnya sambil terus melihat kearah pintu masuk cafe dengan gelisah
" Mas kok kayak gak nyaman gitu? gelisah banget kayaknya, ada apa sih?" tanya Dina yang akhirnya menyadari sesuatu. Saat Roby hendak menjawab tiba-tiba terlihat seorang wanita yang baru saja memasuki cafe tersebut, Roby melambaikan tangannya kearah wanita itu sambil tersenyum, membuat Dina yang melihat tindakan Roby langsung melihat kearah pri itu memandang.
Deg
__ADS_1
Jantung Dina seketika berdebar, bukan karna jatuh cinta, sebab orang yang ia cinta berada dalam satu meja dengannya. Ya Dina mencintai Roby, cinta lama itu ternyata tumbuh kembali seiring mereka bertemu, dan yang Dina takutkan jika kedatangan wanita itu kesini untuk mengambil hati pria yang ia cintai tersebut, itu yang membuat jantung dan perasaannya tidak karuan.
" Sayang duduk lah disamping mas!" ucap Roby sambil menarik tangan wanita itu yang tak lain adalah Sarah istrinya, sebelum Roby datang ke cafe tersebut dirinya memang mengajak Sarah, dan mengatakan yang sejujurnya. Awalnya Roby hanya menceritakan jika Dina ingin bertemu dengannya tanpa berniat ingin menemuinya, namun ternyata Sarah yang meminta Roby untuk tetap datang ketempat dimana Dina mengajaknya ketemuan, dan dirinya akan ikut seperti permintaan suaminya, namun setelah urusan nya selesai. Dan disinilah sekarang Sarah duduk disamping suaminya sambil menatap wajah Dina sang pelakor, dengan raut wajah yang terlihat tidak senang dengan kehadirannya, walaupun Sarah melihat Dina tersenyum kepadanya, namun Sarah tau jika senyum itu adalah senyum penuh kepalsuan.
" Hai Sarah kamu apa kabar? gimana Naura dia sehat kan?" tanya wanita itu, yang Sarah nilai cuma basa-basi saja
" Baik, Naura juga baik." jawab Sarah dengan nada datar, sedangkan Roby terlihat sedikit khawatir takut jika Sarah tidak bisa menahan emosinya, sebab Roby bisa terlihat kemarahan yang tertahan. Sebenar nya Sarah sangat malas datang dan melihat Dina saat ini, wanita yang terlihat seolah tak merasa berdosa, entah apa yang mau dikatakan oleh wanita itu pada suaminya, sejujurnya membuat Sarah merasa sedikit penasaran.
Dina terlihat canggung karna ada Sarah disana, ia tidak tau harus memulai pembicaraan seperti apa, sedangkan sejujurnya dirinya hanya ingin bertemu dengan Roby, namun karna saat itu Roby tak ingin bertemu dengannya, maka Dina harus memutar otaknya dan terpaksa meminta pria itu untuk mengajak istrinya, Dina mengatakan itu sama sekali tak masalah baginya, karna ia pikir tidak mungkin juga Roby akan membawa istrinya itu saat mereka bertemu. Namun siapa sangka jika Roby ternyata benar- benar mengajak Sarah bersamanya.
Sarah menatap Dina datar, Sarah bisa melihat kegelisahan diwajah wanita dari mantan kekasih suaminya tersebut. " Dina, mas Roby bilang kamu mau bertemu dengannya, apakah itu benar?" tanya Sarah berbasa-basi
" Oh jadi menurutmu mas Dika mu ini tidak salah begitu? benar begitu mas Dika " ucap Sarah dengan nada mengejek, ia menatap kearah suaminya yang ada disebelahnya dengan tatapan mengejek dan disertai senyum sinis, bahkan Sarah menyebut Roby dengan panggilan Dika seperti yang diucapkan Dina sangkin geramnya wanita itu pada Dina.
" Sayang kamu bicara apa? kenapa kamu memanggil ku dengan panggilan itu?" Roby jelas tidak suka dengan ucapan Sarah, ia yakin jika istrinya itu sedang menyindir dirinya. Namun Sarah sama sekali tidak menanggapi ucapan suaminya, mata Sarah masih fokus kearah wanita yang ada dihadapannya saat ini
__ADS_1
" Apa hanya itu yang ingin kamu sampaikan pada kami? Atau masih ada lagi hal yang lain yang ingin kamu sampaikan, dengan suamiku mungkin." ucap Sarah lagi sambil melirik sekilas kearah Roby
Dina meremas tangannya, sebenarnya masih sangat banyak yang ingin dia katakan pada Roby, namun tidak mungkin juga ia menceritakan masalah hati jika ada sosok Sarah disana.
Dina menatap kearah Roby, berharap lelaki itu akan mengerti dengan tatapan matanya,, sedangkan Sarah tak melewatkan sedikitpun interaksi keduanya. " Apa kau ingin bicara hanya berdua dengan suamiku Dina?" pertanyaan Sarah tentu saja membuat Roby dan Dina langsung menatap kearah Sarah secara bersamaan.
" Maksud kamu apa Sarah?" tanya Roby sambil menatap kearah istrinya, sambil menatap kearah istrinya." Dan kenapa kamu berpikir jika Dina ingin bicara hanya berdua denganku?" tanya Roby lagi
" Aku kan hanya menebak mas, bagai mana Din, apa benar yang ku katakan? Apa kau ingin bicara berdua dengan suamiku? Katakan saja jangan malu." ucap Sarah
" Ah Sarah i-itu tidak mungkin, lagi pula aku juga tidak ada lagi kok yang ingin kukatakan pada mas Dika." ucap wanita itu sambil tersenyum tipis, sekilas Sarah melihat Dina sempat melirik kearah suaminya.
( Awas saja kamu mas, jika ku tau kamu dan Dina masih bermain dibelakang ku, habis kau )
Batin Sarah
__ADS_1
Ditempat lain, tepatnya disebuah cafe terlihat seorang gadis yang sedang duduk bersama dengan seorang pria, terlihat keduanya sangat akrab, entah apa yang mereka bicarakan sampai tak mrnyadari dari meja lain ada seseorang yang sedang memperhatikannya.
Next