Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 35 . Panggil aku Abang seperti kamu memanggil Adit dengan sebutan itu!


__ADS_3

" Lepasin gue! loe apa-apaan sih? ngapain sih loe bawa gue kesini?" Naura menarik tangannya yang berada dalam genggaman orang tersebut.


" Kamu yang apa-apaan, dengar ya Na! kak Rama itu sekarang sudah jadi milik aku, jadi aku mau kamu jangan lagi mencoba tebar pesona dengan kak Rama." ucap nya, siapa lagi kalau bukan Amel, mantan sahabat Naura.


Beberapa saat yang lalu, Amel menuju kelasnya Rama, untuk melihat keadaan lelaki tersebut, sebab meninggalkannya begitu saja saat dikantin tanpa berkata apapun, saat Amel memanggil pria itu tiba-tiba saja Rama menyebut nama Naura dihadapan Amel, membuat gadis itu mengepalkan tangannya, namun Amel masih mencoba bersikap biasa, agar Rama melihat jika dirinya tidak masalah jika kekasih nya itu menyangka jika dirinya adalah Naura, dan Amel yakin pasti saat itu Rama sedang memikirkan gadis itu. Sedangkan Amel sendiri tidak mau marah didepan pria itu, karna Amel takut jika Rama akan menjadi ilfil dengannya. Aneh memang, kenapa juga Amel harus takut, jika memang Rama mencintainya seharusnya tidak akan masalah bukan? sebab itu adalah bentuk sebuah perasaan yang sedang dilanda cemburu.


Naura tersenyum sinis, dulu Naura memang pernah secara terang- terangan mengatakan jika dirinya memang ingin berebut Rama dari gadis itu, namun itu hanya ucapan semata, buktinya sampai sekarang Naura masih belum mengganggu hubungan mereka. Naura tidak akan melakukan itu, ia tidak ingin teman- temannya memandang buruk dirinya karna merusak hubungan seseorang, karna ia juga tidak serendah itu.


" Gue gak pernah gangguin dia, kenapa? Apa sekarang loe merasa jika kak Rama sudah mulai bosan sama loe? Atau sudah sadar jika sebenar nya yang disukai kak Rama bukan loe, tapi gue? asal loe tau ya Mel, kak Rama itu gak cinta sama loe, dia hanya merasa kagum aja." ucap Naura, mendengar itu Amel sangat emosi, namun gadis itu masih berusaha menahan diri, ia tak mau teman- temannya melihat dirinya berbuat jahat pada Naura, karna itu akan membuat citranya buruk nantinya didepan Rama.


" Omong kosong, jangan asal bicara kamu, kak Rama itu cinta sama aku, dan aku gak akan pernah biarkan kamu untuk merebutnya dari ku." setelah mengatakan itu Amel langsung meninggalkan Naura. Amel sudah tidak perduli lagi bagai mana persahabatannya dulu dengan Naura, karna rasa cintanya pada Rama membuat gadis itu secara terang terangan memusuhi naura. Sedangkan Naura hanya bisa menatap kepergian sahabatnya dengan senyum getir nya, dalam lubuk hatinya sebenar nya Naura sangat menyayangi Amel, sangkin kecewanya pada sang sahabat Naura masih belum bisa memaafkan gadis itu


***


Didalam kamar nya Rama terlihat sedang duduk sambil memainkan ponsel miliknya, sejenak ia menghentikan aktivitasnya saat mendengar suara dari arah balkon kamarnya. Merasa penasaran Rama pun langsung bangkit dan melangkah kearah balkon tersebut, disana pemuda itu dapat melihat Naura yang sedang duduk sambil menikmati cemilan ditangan nya


Sreekk....


Terdengar suara jendela terbuka, membuat Naura langsung mengalihkan pandangannya, didepannya gadis itu dapat melihat Rama yang juga sedang berdiri dibalkon kamarnya.


" Hai kak," sapa Naura, gadis itu tetap bersikap biasa seolah tidak ada masalah apapun diantara mereka, padahal tadi disekolah Rama sempat membuat gadis itu sedikit merasa takut padanya. Begitu pun sebaliknya, Rama juga tak ingin membahas masalah itu lagi, sebab ia sadar jika itu memang bukan urusannya, Rama sendiri tak tau kenapa ia merasa tidak suka melihat Naura bersama dengan sahabatnya itu.


" Apa itu?" tanya balik Rama, tanpa ingin menyapa balik Naura

__ADS_1


" Ini maksud kakak?" tanya nya sambil menunjuk cemilan yang ada ditangannya


" Iya, itu isinya apa?" sambungnya lagi


" Keripik kentang, kakak mau?" tawarnya


" Aku mau keripik singkong, kamu punya gak?" tanya Rama, dan Naura mengangguk cepat


" Ada dikamar, sebentar aku akan ambilkan buat kamu." ucapnya yang langsung masuk menuju kamar miliknya untuk mengambil cemilan yang dimaksud. Naura memang selalu menyimpan beberapa bungkus cemilan didalam kamarnya, karna memang gadis itu sangat hoby ngemil, meski pun begitu tubuh nya tetap tidak berubah, alias tetap langsing, padahal Naura sangat jarang olah raga, sesekali saja jika hari libur, barulah ia sempatkan untuk berolah raga.


Naura mengambil dua bungkus Snack lalu hendak membawanya kebalkon kamar, namun seketika ia kaget saat melihat Rama yang sudah duduk dikasur empuk miliknya, sebenar nya sebelum- sebelumnya Rama memang sering melakukan hal tersebut, dan Naura sama sekali tak keberatan, bahkan gadis itu merasa sangat senang, namun setelah Rama menjalin hubungan dengan Amel sahabatnya entah kenapa Naura perlu menjaga perasaan gadis itu, walau pun disini bukan lah kesalahan Naura, namun tetap saja ada rasa tidak nyaman dihatinya.


" Emm, kak ini keripiknya." ucap Naura sedikit merasa canggung berada dalam situasi seperti itu.


Tanpa bicara Rama langsung mengambil Snack tersebut dari tangan Naura, lalu mengupasnya, setelah itu langsung memasukan isinya kedalam mulut.


" Bang, eh maksudnya kak Rama memangnya ter--,,"


" Panggil aku Abang seperti kamu panggil Adit dengan panggilan itu!" ucap Rama, pemuda itu menatap wajah Naura serius, membuat gadis itu menjadi grogi


" K-kenapa kak Rama meminta aku untuk memanggil mu dengan sebutan Abang? Kayaknya gak cocok deh, aku gak mau ah, aku lebih suka panggil kakak, jadi gak apa ya kalau aku tetap panggil kakak?" ucapnya merasa aneh jika merubah panggilannya terhadap Rama, toh artinya juga sama aja pikirnya.


" Terserah kamu lah." setelah mengatakan itu Rama langsung bangkit dan melangkah menuju balkon

__ADS_1


( Kenapa dia, apa dia marah karna aku gak mau nuruti permintaannya? )


Batin Naura, lalu ikut melangkah menuju balkon kamarnya.


" Kamu belum jawab pertanyaan ku tadi?" Rama masih penasaran dan ingin tau kebenarannya


" Sebenar nya aku dan bang Adit---,," belum sempat Naura menjawab tiba- tiba ada yang mengetuk pintu kamar gadis itu.


" Sebentar ya kak aku mau bukain pintu dulu." setelah mengatakan itu Naura langsung melangkah menuju kamar untuk melihat siapa yang datang.


" Loh bang Adit." ucap Naura, mendengar Naura menyebut nama abangnya sontak Rama langsung menoleh kearah pintu kamar tersebut, dimana Naura saat ini masih berdiri. Rama pun langsung kembali melangkah kan kakinya menuju kamar gadis itu.


" Rama kamu kok bisa ada disini?" tanya Adit saat melihat Rama ada didalam kamar Naura, sebab yang ia tau tadi saat dirumah mereka Adit melihat Rama yang masuk kedalam kamarnya, namun sekarang tiba-tiba sudah berada dikamar Naura, kapan pemuda itu turun dari kamarnya, sedangkan sejak tadi Adit berada disofa ruang tamu, jika pun Rama keluar rumah pasti dirinya akan tau, kecuali memang adiknya itu datang kekamar naura melalui balkon kamar gadis itu, pikirnya.


" Oya bang Adit ada apa kesini, mau ngajakin aku jalan ya?" ucap Naura mencoba mengalihkan pembicaraan, ia mencoba mencairkan suasana, namun berbeda dengan Rama yang langsung menatap Naura tak suka saat gadis itu bertanya seperti itu pada abangnya. Seolah- olah gadis itu ingin mengusir nya secara tidak langsung.


" Sebenar nya sih Abang cuma mau main aja, tapi kalau kamu mau jalan- jalan juga boleh, mumpung lagi libur." ucap Adit sambil melirik Rama yang memainkan ponselnya seolah tak mendengar kan obrolan mereka, namun telinganya jelas mendengar ucapan Adit yang ingin mengajak Naura pergi


" Em, gimana ya bang, sebenar nya sih aku mau, tapi aku jadi gak enak sama kak Rama, ak--,,"


" Kalau kalian mau pergi, pergilah jangan pedulikan aku." ucapnya dengan pandangan datar." setelah itu Rama langsung melangkah keluar dari kamar gadis itu, menerobos dengan cepat membuat Adit dan Naura sedikit terkejut, pasalnya keduanya masih berdiri didepan pintu, dengan posisi yang berdekatan, namun Rama berjalan dan membelah posisi keduanya hingga dengan terpaksa Adit dan Naura memberi jalan pada pria itu, padahal bisa saja Rama keluar dari sisi yang lain, karna baik Adit mau pun Naura tidak berada ditengah pintu saat itu. Melihat Rama yang keluar dengan wajah ditekuk membuat Adit tersenyum.


" Sepertinya dia gak rela liat kita mau jalan berdua." ucap Adit, sedangkan Naura masih menatap punggung Rama yang kian menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


Next


Mohon dukungannya ya dengan cara like, komen and pavorit, agar otor lebih semangat lagi nulisnya😊


__ADS_2