
Saat ini terlihat seorang pemuda tengah berada dibalkon kamarnya, pandangannya sejak tadi terus tertuju pada kamar yang ada dihadapannya.
'' Mana mungkin aku menyukainya, dia adalah adik ku, dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menjadikannya kekasihku.'' gumam pemuda tersebut yang tak lain adalah Rama, sebenarnya ia terus memikirkan perasaannya, entah kenapa ada rasa tidak suka setiap sahabatnya Bayu selalu membicarakan kedekatannya dengan Naura, bukankah seharusnya ia bahagia, karna ia tau jika Bayu adalah pemuda yang baik, jadi ia tak perlu lagi merasa khawatir, karna Rama sangat tau sifat Bayu seperti apa, namun kenyataannya hatinya merasa panas saat sahabat nya itu terus membicarakan tentang Naura. Saat Rama terlihat masih asik melamun, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seorang gadis yang sejak tadi ia pikirkan.
'' Kak Rama.'' panggil Naura membuat pemuda itu terjangkit kaget karna mendengar suara cempreng gadis itu.
'' Kebiasaan.'' gerutu Rama membuat Naura hanya menanggapinya dengan cengiran
'' Habisnya kak Rama melamun sih, emangnya melamunkan apaan sih? kok seperti nya serius amat.''
'' Mau tau aja,'' ucap Rama yang langsung membalikan tubuhnya dan melangkah masuk kedalam kamar
'' Eh kak, kok masuk sih, pertanyaan ku belum juga dijawab , atau jangan-jangan kak Rama baru saja memikirkan aku ya?'' tebak Naura membuat langkah Rama langsung terhenti, dan ia pun langsung membalikan tubuhnya menghadap Naura
'' Jangan sok tau kamu, buat apa aku memikirkan kamu.''
'' Terus kalau bukan aku, berarti Amel dong.'' sambung Naura lagi
'' Amel?'' ulang Rama
'' Iya, aku lihat belakangan ini kak Rama dekat dengan nya, apa kakak menyukainya?'' ucap Naura
'' Kamu itu bicara apa sih? jadi orang jangan sok tau, sudahlah aku mau masuk.'' ucap nya yang langsung melangkah meninggalkan balkon tersebut, dimana masih ada Naura yang masih setia menatap punggung pemuda itu hingga menghilang dibalik jendela balkon.
'' Jika memang benar kamu dan Amel memiliki suatu hubungan, maka aku akan tetap berjuang, aku akan tetap berusaha sampai aku merasa benar-benar lelah, dan sampai kamu benar-benar menyuruhku untuk berhenti
Setelah Rama menghilang dibalik pintu, Naura pun langsung kembali kekamar nya, membating kan tubuhnya diatas tempat tidur miliknya.
....
'' Naura...naura bangun sayang!'' terdengar samar-samar suara seseorang memanggilnya naura, gadis yang saat ini sedang tidur itu pun tak lama terbangun sebab suara yang sejak tadi terus tadi manggil nya.
'' Uuhh,,'' terdengar suara lenguhan gadis itu, tak lama terlihat Naura membuka mata.'' Mama ada apa mah?'' ucapnya, Naura mengucek matanya lalu menatap kearah sarah sangat ibu.
__ADS_1
'' Itu dibawah ada Adit.''
'' Kak Adit maksud mama?''
'' Iya, memang siapa lagi?''
'' Ngapain mah? tumben dia cariin aku?''
'' Ya mana mama tau, udah gih kamu turun, jangan lupa cuci mukanya dulu biar segar.'' ucap Sarah, yang diangguki oleh Naura.
Tak
Tak
Tak
Terdengar suara sandal yang digunakan oleh Naura, gadis itu sedang menuruni anak tangga.'' Kak Adit.'' sapa nya pada pemuda tampan yang saat itu terlihat sedang mengobrol dengan Sarah.
'' Hai calon istri.'' ucap Adit membuat Naura langsung memanyun kan wajahnya.'' Loh kok manyun sih? memang nya gk mau ya jadi calon istrinya aku?'' sambung Adit, membuat Sarah sangat ibu hanya bisa tersenyum menanggapi candaan sang keponakannya tersebut.
'' Ck, jadi udah mentok nih sama Rama? dan gk mau pindah kelain hati?'' sambung Adit lagi
'' Gk lah, akun itu udah cinta matikan sama kak Rama.'' ucap Naura, lalu gadis itu duduk disamping Adit, setelah nya mereka terlihat mengobrol.
'' Kalian lanjutin ngobrolnya ya, mama mau kekamar dulu.'' ucap sarah yang diangguki oleh keduanya.
Dua jam sudah berlalu, namun terlihat keduanya masih asik mengobrol satu sama lain, entah apa yang mereka bahas hingga tak menyadari kedatangan Rama yang ternyata sejak tadi menatap kearah mereka
'' Rama sejak kapan kamu berdiri disana?'' ucap Adit, yang tak sengaja melihat adiknya berdiri tak jauh dari mereka. Naura yang mendengar nama Rama disebut langsung mengalihkan pandang nya pada sosok yang dimaksud.
'' Loh kak Rama kok gk tiba-tiba sudah ada disana?'' sambung Naura, gadis itu pun langsung berdiri dan melangkah mendekati sangat pujaan hati.'' Ayo kak duduk. '' ajak Naura sambil menarik tangan pemuda tersebut menuju sofa
'' Duuh,, ayang nya datang aku terus dicuekin.'' sindir Adit membuat Naura langsung tergelak mendengarnya.
__ADS_1
'' Ada apa kamu nyusulin abang Ram?'' tanya Adit pada Rama
'' Itu dirumah ada yang cariin kamu bang.'' jawab Rama
'' Cewek??'' kali ini Naura yang menjawab, membuat Rama mengerutkan dahulu
'' Kepo banget sih kamu.'' ucap Rama
'' Cuma tanya doang kok kak, gitu aja gk boleh.'' rajuk Naura, membuat Adit langsung menjawab ucapan gadis cantik tersebut.
'' Bukan cewek kok Na, mungkin Iqbal teman kuliah ku.'' ucap Adit yang hanya dijawab dengan ber oh ria, setelah kepergian Adit, Rama pun langsung berdiri membuat Naura menatap kearah nya
'' Kakak mau kemana?''
'' Pulang lah, memang nya mau kemana lagi?''
'' Ck, nyebelin banget sih kak Rama, untung sayang. '' gumamnya pelan namun masih terdengar oleh Rama, membuat pemuda itu hanya tersenyum tipis, sangat tipis hingga Naura sendiri tak dapat melihat nya.
Seminggu kemudian terlihat Naura sedang berasa bersama dengan Adit, sore itu Adit datang dan minta ditemani oleh Naura untuk membeli sebuah buku dalam satu toko yang ada disalah satu kota tersebut.'' Na kamu gk mau pilih?'' tanya Adit pada Naura
'' Emang boleh?''
'' Tentu saja, kamu kan sudah temani abang jadi silahkan dipilih yang kamu mau.'' sambung Adit
'' Baiklah kalau kakak memaksa, kebetulan aku lagi pingin baca novel, kalau gitu aku akan pilih dulu. '' setelah mengatakan itu Naura pun langsung melangkah menuju rak dimana buku yang ia inginkan berada. Saat gadis itu asik memilih judul novel yang ia inginkan tiba-tiba matanya melihat sepasang remaja tak jauh dari tempatnya berada.
'' Amel dia disini bersama kak Rama? bukankah tadi waktu aku chat dia bilang sedang tidak enak badan?'' gumam Naura.'' Mereka terlihat sangat dekat, bahkan kak Rama terlihat begitu senang saat bersama Amel, beda saat dia jalan bersamaku.'' sambung gadis itu.
'' Naura kamu sudah selesai? sudah dapat bukunya yang mau kamu baca?'' ucap Adit membuat Naura langsung menoleh kearah pemuda tersebut.
'' Sudah kak, aku pilih yang ini.'' ucap nya sambil menunjukan buku yang ia pegang.
Namun tiba-tiba Adit menunjuk kearah Rama dan Amel, ternyata pemuda itu juga melihat mereka '' Na bukanlah itu Rama ? sama siap dia? biar abang panggil ya?'' ucap Adit yang langsung memanggil adiknya tersebut, membuat keduanya langsung mengalihkan pandangannya pada Naura dan Adit.
__ADS_1
Next