Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 9. Apa kamu suka kak Rama?


__ADS_3

Masih diatas balkon yang sama, terlihat Rama hanya menggerutu dalam hati karna ucapan adik sepupunya tersebut. Meskipun Rama sudah terbiasa melihat gadis itu memakai pakaian mini bahan seperti itu, tetap saja membuat nya merasa tidak tenang.


'' Kak Rama tatap aku dong, aku ingin bertanya sesuatu sama kakak.'' ucap Naura


'' Apa? kamu mau tanya apa?'' jawab Rama, pemuda itu menatap mata gadis tersebut, tanpa ingin mengalihkan pandangannya kearah yang lain


'' Apa ciuman tadi sore memang tidak berarti apapun buat kak Rama? apa kak Rama tidak merasakan suatu getaran dihati kakak?'' ucap Naura, sambil membalas tatapan mata Rama, hingga akhirnya Rama memutuskan tatapan tersebut.


'' Kamu ini bicara apa sih? bukanya sudah kukatakan tadi sore? dengar Na, kamu itu adik sepupu aku, dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah berubah.'' ucap Rama


'' Apa itu artinya kak Rama memintaku untuk melupakan perasaan ku ini sama kakak?''


'' I-itu,, yang namanya perasaan bukankah tidak bisa dipaksakan? lagi pula memangnya mudah bagi mu untuk melupakan ku?'' pertanyaan ambigu Rama membuat Naura merasa bingung.


'' Terus kalau gk boleh sama kak Rama, apa sama kak Adit boleh?'' pertanyaan Naura sontak membuat Rama menatapnya dengan tajam.


'' Maksud kamu apa? kamu mau bermain perasaan, iya?'' ucap Rama membuat Naura semangkin merasa bingung


'' Main perasaan gimana maksud kak Rama? aku gk ngerti.'' jawab Naura


'' Tadi kamu bilang mau dekati bang Adit, sementara perasaan mu masih tertuju sama aku, apa coba namanya kalau bukan mempermainkan perasaan." ucap Rama, sepertinya secara tidak langsung Rama tak terima jika gadis itu berpaling darinya


" Ya bukannya kak Rama bilang kalau kita bersaudara? dan kak Rama juga bilang, kalau kakak gk ada perasaan sama aku, sementara kak Adit bilang kalau dia suka sama aku, dan mau menggantikan posisi kak Rama jadi suamiku.'' jelas Naura dengan polos


Tiba-tiba Rama terkekeh, membuat dahi Naura berkerut.'' Kenapa tertawa kak?''


'' Kamu lucu.''


'' Kalau lucu kenapa gk dipacari saja.'' sambung nya membuat Rama langsung berdehem.


'' Ekhm, dengar ya Na, waktu itu kak Adit cuma bercanda, buat apa kamu tangapi serius, lagipula dia punya pacar.'' jelas Rama

__ADS_1


'' Benar kah? tapi kan hanya pacar, masih bisa putus kok.'' ucap Naura, membuat Rama hanya bisa menggeleng kan kepala


'' Sudah sana masuk, entah masuk angin loh.''


'' Kalau hanya masuk angin sih sudah biasa kak.''


'' Sudah biasa?''


'' Iya, tapi kalau kemasukan yang lain kayaknya bakalan jadi pengalaman pertamaku.'' sambungnya lagi, Naura melangkah menuju kearah Rama yang berdiri menatapnya dari balkon kamarnya, dengan jarak yang hanya kurang dari satu meter membuat Rama bisa kapan saja melompat menuju kamar gadis itu.


'' Dasar gadis gila, apa otakmu sudah tidak waras hah?''


'' Iya, aku memang sudah tidak waras, dan itu semua karna kamu kak, karna rasa cintaku padamu.'' ucap Naura, kedua tangannya menggenggam erat besi balkon rumah, dengan pandangan tertuju kearah pemuda tersebut, Naura terus tersenyum membuat Rama sedikit salah tingkah dan langsung mengalihkan pandangannya karna terus ditatap oleh gadis tersebut.


'' Kak.'' panggil Naura, yang hanya dijawab deheman oleh pemuda tersebut


'' Kak ih kok cuma hem doang jawabnya.''


-


-


-


Siang ini sepulang sekolah rencana Amel dan Naura akan belajar bersama dikediaman Naura, dan saat ini terlihat kedua gadis itu sedang pulang bersama sambil berjalan kaki.'' Huh capek juga ya ternyata.'' keluhnya, saat ini keduanya sudah sampai dikediaman Naura.


'' Nanti gue suruh bik Surti buat bikin minuman yang segar buat loe.'' ucapnya sambil terkekeh pelan saat melihat wajah Amel yang memerah karna kepanasan


'' Kita belajar dibalkon kamar loe aja ya Na, sambil cuci mata.'' ucap Amel


Mendengar ucapan Amel dahi Naura berkerut, ia tau betul cuci mata yang sahabatnya itu maksud, yang berarti melihat cowok-cowok tampan, tapi yang membuat nya sedikit bingung, cuci mata dengan siapa? sedangkan disana tidak ada siapapun yang bisa dilihat, kecuali Rama, itu pun jika pemuda itu kebetulan berada diluar. '' Cuci mata? sama siapa? yang ada di balkon kamar gue adanya Kamara kak Rama, apa maksud loe cuci mata sama dia?'' ucap Naura sambil menatap kearah sahabat nya tersebut

__ADS_1


'' Ya- kan maksud gue kamu Na, biar lebih semangat kan kalau ada kak Rama.'' ralat Amel, sambil tersenyum canggung


'' Oh kirain gue loe juga berniat saingan sama gue.'' ucap Naura, membuat Amel langsung menoleh kearah sahabat nya tersebut


'' Emang boleh kalau aku suka sama kak Rama? maksud ku memangnya kamu gk marah kalau aku bersaing sama kamu? ucap gadis itu, membuat Naura tersenyum tipis, tipis sekali, bahkan Amel tidak bisa melihat nya.


'' Apa kamu suka kak Rama?'' tanya Naura membuat Amel langsung gelagapan


'' Si-siapa yang suka,, maksud ku siapa yang tidak suka, secara kan dia baik., dan semua gadis juga menyukainya, maksudku kak Bayu dan kak Yoga juga.'' ucap Amel, mencoba mencari jawaban yang tidak membuat sahabatnya itu menaruh curiga padanya.


'' Ya loe bener sih, yang suka kak Rama juga banyak bukan hanya gue.'' ucap Naura membenarkan membuat Amel bernafas lega.'' Yasudah yuk kekamar gue, loe duluan gue mau kebelakang dulu buat minta bik Surti untuk buatin minum sama cemilan untuk kita.'' sambung Naura yang diangguki oleh Amel, setelah Naura menuju dapur Amel pun langsung melangkah menuju anak tangga untuk naik kekamar sahabatnya tersebut.


Ceklek


Amel memasuki kamar Naura, gadis itu pun langsung menuju kearah balkon kamar tersebut, saat hendak melangkah mata nya tak sengaja melihat suatu benda yang ada diatas tempat tidur Naura, merasa penasaran ia pun langsung melangkah mendekati benda tersebut.


'' Apa ini? sebuah kotak musik? kok aku gk pernah lihat ya?'' monolog gadis itu, ini bukan kali pertama Amel memasuki kamar sahabatnya tersebut, setiap kali ia berkunjung pasti mereka main dikamar Naura, maka itu Amel sangat hafal isi kamar sahabatnya tersebut, dan benda yang ada dihadapan nya saat ini belum pernah ia lihat sebelumnya.


Amel menekan tombol yang ada dibagian bawah kotak musik tersebut, hingga menimbulkan suara musik dan terlihatlah sosok peri bersayap yang sedang menari secara berputar-putar.


'' Itu pemberian kak Rama saat ulangtahun ku yang ke lima belas.'' terdengar suara Naura membuat Amel langsung mematikan kotak musik tersebut, lalu menaruhnya kembali diatas nakas.


'' Bagus sekali,'' jawabnya setelah meletakan benda itu, Amel tersenyum lalu melangkah mendekati sahabatnya yang saat itu menuju balkon.


'' Huuuffff...''


Terdengar helaan nafas dari mulut Amel membuat Naura langsung menoleh kearah sahabatnya tersebut.'' Ada apa? kenapa loe menghela nafas? bosan?'' tebak Naura


'' Hehe,, iya nih.'' jawabnya sambil melirik kearah balkon kamar Rama yang tertutup rapat.


next

__ADS_1


__ADS_2