Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 21. Bolos


__ADS_3

Kedua gadis itu menoleh kearah sumber suara, dimana ternyata sudah ada Rama berdiri didepan pintu ruang kelas kedua gadis itu.


'' Naura apa yang kamu katakan barusan? kenapa kamu berkata seperti itu pada Amel?'' ucap Rama dengan nada setengah membentak, jujur saja Naura sakit hati melihat Rama membela gadis lain, apa lagi membentaknya demi gadis itu, namun ia tetap mencoba tegar dan bersikap biasa, walaupun hati dan dadanya terasa sesak.


'' Memangnya yang Kaka Rama dengar tadi apa?'' ucap Naura, ia merasa kesal dengan Rama yang seolah menyalahkannya, coba saja kalau pemuda itu tau alasan sampai ia mengatakan hal itu pada Amel, pasti Rama tidak akan membela gadis itu, bahkan mungkin Rama akan jijik padanya.


'' Apa alasan kamu mengatakan seperti itu? bukankah kalian bersahabat? kenapa sekarang kamu jadi gadis yang kasar sih Na? aku gk nyangka kamu bisa berubah seperti ini.'' ucap Rama.


( Aku seperti ini karna kamu kak, karna kamu lebih memilih dia, padahal aku yang lebih dulu menyukai mu, menyayangimu kak)


Batin Naura dengan lirih, hatinya sangat sedih, ia tak sanggup menerima kenyataan ini


'' Naura kenapa diam? bisa kamu jelaskan kenapa kamu sampai bicara seperti itu?'' ulang Rama


'' Rasanya percuma juga aku bicara, pasti kamu tidak akan mempercayainya.'' ucap Naura, setelah itu ia langsung keluar dari kelas meninggalkan Rama bersama Amel yang masih terlihat seperti orang yang teraniaya, dan itu sangat memuakan. Naura melangkah menuju kantin, rasanya tenggorokannya sangat kering ia ingin minum sesuatu yang dingin untuk mendinginkan hati dan kepalanya yang terasa panas.


'' Mba jus jeruknya satu, yang banyak es nya ya mba!" ucap Naura kepala pelayan kantin tersebut. lalu gadis itu pun langsung duduk disalah satu kursi, lalu meletakan tas miliknya diatas meja, rasanya hari ini Naura malas sekali kembali masuk kedalam kelas, apa lagi harus melihat Amel yang pasti bersama Rama yang pastinya akan membuat hatinya semangkin panas.


Naura menyeruput jus jeruk miliknya, berharap rasa panas yang bersarang di kepala dan hatinya segera sirna, namun sepertinya sia-sia saja, sebab sudah hampir habis jus tersebut rasa nya hatinya masih saja panas.

__ADS_1


( Keterlaluan banget mereka, kak Rama juga tega banget dia mojokin aku seperti itu )


Batin Naura sedih. Gadis itu mengaduk minuman miliknya dengan tatapan kosong kearah depan, bahkan gadis itu tak menyadari jika didepannya saat ini ada seorang pemuda tampan.


'' Anak perawan jangan suka melamun, gak baik.'' mendengar ucapan tersebut, Naura sontak menoleh kearah suara tersebut.


'' Kak Bayu,'' ucap Naura pelan, gadis itu memperhatikan Bayu yang sedang duduk didepannya. Entah sejak kapan pemuda tampan tersebut duduk didepannya, Naura sama sekali tak menyadarinya


'' Kok cuma diaduk minumannya? ada masalah?'' sambungnya dan Naura hanya tersenyum kecut menanggapinya, sepertinya gadis itu tak perlu menjelaskan apapun, sebab ia bukanlah tipe wanita yang suka mengadu, ia memang seperti itu, namun walaupun Naura tak pernah mengatakan setiap masalahnya pada orang lain, bukan berarti orang yang ada disekelilingnya tidak tau jika gadis itu tidak memiliki masalah, sebab jika Naura sedang senang atau pun sedih maka sangat terlihat jelas diwajahnya, sangat bisa ditebak melalui ekspresi, gadis itu tidak bisa menyembunyikan apapun dari mereka.


'' Kak Bayu bolos yuk?'' ajak Naura tiba-tiba, membuat pemuda itu sedikit terkejut. Pasalnya yang ia tau Naura tidak pernah bolos saat sekolah, gadis itu bukan lah gadis Badung walaupun tidak juara kelas, namun ia cukup pintar dan selalu mengikuti pelajaran disekolah, begitulah yang Bayu tau selama ini. Bayu mengangguk saja, tanpa ingin tau alasan yang sebenarnya, namun sedikit banyaknya ia bisa menebak jika semua ini pasti ada hubungannya dengan sahabatnya Rama. Bayu memang belum tau jika Amel dan Naura tadi sempat berselisih, sebab ia tak ada bersama Rama saat itu, hanya yoga yang sempat melihat nya.


" Bay loe mau kemana? mau bolos?" tanya Yoga saat melihat Bayu yang baru keluar dari kelas, saat ia dan Rama baru saja ingin masuk kekelas mereka.


'' Gue ada urusan mendadak, udah ya gue cabut dulu.'' ucap nya terburu-buru.


'' Ada apa dengan anak itu? gak kayak biasanya.'' ucap Yoga, sedangkan Rama hanya menatap saja kepergian sahabat nya tersebut, saat ini pikirannya sedang tidak kondusif, merasa tidak direspon oleh Rama, yoga hanya menggelengkan kepala, kenapa dengan kedua sahabatnya ini, yang satu sibuk dengan urusannya sendiri, dan yang satu sedang galau karna dua wanita, pikir nya


'' Gimana dengan Naura Ram?'' tanya Yoga begitu keduanya duduk didalam kelas

__ADS_1


'' Gimana apanya?''


'' Loe bener mau pilih Amel dan mencampakan Naura?' tanya Yoga, Rama memukul lengan pemuda itu membuat sang empu mengaduh kesakitan.


'' Apaan sih loe? kenapa pukul gua?'' protesnya kesal


'' Kata-kata loe itu, memangnya kapan gue mencampakan Naura?'' ucap Rama tak suka


'' Loe lebih milih Amel dari pada Naura, padahal Naura itu sepuluh kali lebih cantik tau gak dari sahabatnya itu, emangnya mata loe itu buta ya? sejujurnya nih ya, gue itu lebih suka liat loe sama Naura dari pada sahabatnya.'' ucap Yoga.'' Atau gimana kalau gue ngincar dia juga? gak apa-apa deh saingan sama Bayu, mana tau dia ngelirik gue, dan bisa gantiin posisi loe dihati nya dia.'' ucap Yoga, entah apa maksud pemuda itu, yang jelas Rama sama sekali tidak suka mendengar nya.


'' Eh loe mau kemana?'' tanya Yoga saat melihat Rama hendak keluar dari kelas, waktu belajar masih sekitar lima belas menit lagi.


'' Mau ketoilet, kenapa mau ikut loe?'' ucap nya sinis, Rama pikir sahabatnya yang satu ini banyak tanya sekali pagi ini


'' Ngapain juga gue ikut loe ketoilet, udah sana!" usir Yoga, dengan mengibaskan tangannya kearah Rama, pemuda itu hanya mendengus lalu kembali melangkahkan kakinya keluar kelas. Rama menyusuri koridor sekolah, pemuda itu memang hendak ketoilet untuk mencuci wajahnya, namun saat ia hendak berbelok kearah toilet ia mendengar suara dari balik tembok yang ada dibelakang sekolah. Rama yang penasaran memutuskan untuk menuju kearah sumber suara tersebut, seketika matanya membulat saat melihat Naura yang naik keatas pagar tembok yang ada dibelakang sekolah, ia juga melihat Bayu yang ternyata sudah berada dibalik tembok tersebut, yang sedang membantu Naura untuk turun, namun ia tak memanggil mereka, atau pun mencegahnya, Rama hanya bisa menatap tajam dari kejauhan dengan tangan yang terkepal kuat.


next


Maaf ya beberapa hari ini otor gak update, soalnya sibuk banget didunia nyata, maklum lah emak-emak berdaster 🤭 jangan lupa dukung selalu karya otor ya, dengan cara like, komen and pavorit biar otor lebih semangat lagi nulisnya.😘

__ADS_1


__ADS_2