Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 33 . Bertemu dijalan


__ADS_3

Saat diparkiran Sarah dan Naura bertemu lagi dengan Dina yang saat itu hendak melangkah menuju parkiran mobil." Hai kalian juga sudah mau pergi?" ucap Dina yang tak sengaja kembali berpapasan dengan keduanya


" Iya ini udah mau pulang, Oya kamu naik apa kesini Din, bareng aja sekalian." tawar Sarah


" Gak usah, terimakasih saya tadi sama teman kok, dia sudah menunggu di mobil soalnya." jelas Dina sambil menunjukan kearah mobil, Sarah tidak tau mobil mana yang ditunjuk oleh Dina, sebab disana banyak mobil yang terparkir.


" Oh baiklah kalah begitu kami duluan." ucap Sarah yang langsung masuk kedalam mobil, disusul oleh Naura.


" Kamu kenapa sayang kok sejak tadi diam aja? kamu gak suka ya sama mama nya Amel?" ucap Sarah membuat Naura langsung menoleh kearah sang mama


" Kenapa mama berkata seperti itu? memangnya kelihatan seperti itu ya?" ucap Naura sambil terus menatap Sarah


" Ya enggak juga sih, habisnya kamu diam saja, mama pikir kamu gak suka lihat Tante Dina." jelas Sarah lagi


" Gak lah mah, mana mungkin seperti itu, hanya karna alasan Amel." jawab nya, dan Sarah hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, saat ini mobil mereka masih diarea parkir restoran, saat Sarah hendak menyalakan mesin mobilnya tak sengaja matanya melihat mobil yang tak asing.


( Itu seperti mobil mas Roby )


Batin Sarah sambil memperhatikan mobil tersebut dari samping, sayang sekali plat mobilnya tidak terlihat oleh Sarah, namun ia cukup yakin jika itu memang betul mobil milik suaminya, sebab dibelakang kaca spion tersebut terdapat stiker kuda poni yang dulu pernah Naura tempel disana, dan Naura tak mengijinkan papa nya untuk membuka stiker tersebut.


" Mah itu mobil nya papa deh kayaknya." ucap Naura yang kebetulan berhenti dipinggir jalan. Saat mereka sudah berada dijalan raya tak sengaja melihat mobil Roby yang terparkir ditepi jalan.


" Kamu benar sayang, mama akan menepikan mobilnya." ucap Sarah sambil menepikan mobil yang mereka tumpangi dipinggir jalan


Namun sebelum Sarah dan Naura turun, terlihat pintu mobil tersebut terbuka dan keluar lah Roby dari dalam mobil itu.'' Itu papa mah, sepertinya mau nyamperin kita deh." ucap Naura sambil memperhatikan Roby yang melangkah menuju kearah mobil mereka.


Tok-tok-tok

__ADS_1


Roby mengetuk kaca mobil tersebut membuat Naura langsung membuka nya." Hai pah," sapa Naura sambil tersenyum.


" Kalian sedang apa disini? Dan kenapa berhenti dipinggir jalan?" ucap Roby sambil menatap istri dan putrinya secara bergantian. Pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah itu masih berdiri disamping pintu mobil sang istri, tanpa berniat ingin masuk atau pun menyuruh istri dan anaknya untuk turun.


" Kami lihat mobil mas, makanya aku berhenti, mas sendiri sedang apa disini?" tanya balik Sarah. Wanita itu menatap suaminya dengan posisi yang masih dibalik kemudi. Roby menoleh kearah mobil miliknya, lalu kembali melihat Sarah " Mobil papa mogok, tapi udah panggil montir kok, sebentar lagi juga datang." jawabnya, sambil sesekali melirik kearah mobil miliknya.


" Papa kenapa sejak tadi liatin mobil sih? memangnya ada orang ya didalam nya?" tanya Naura, sambil memiringkan kepalanya untuk melihat mobil berwarna putih yang terparkir tak jauh dari mobil mereka.


Seketika wajah Roby berubah tegang, namun mencoba tetap bersikap biasa." Gak ada siapa- siapa, sudah sebaiknya kalian pulang, biar papa tunggu montir nya disini, mungkin sebentar lagi dia datang." ucap Roby


" Gak masalah mas, aku dan Naura akan menemani kamu sampai montirnya datang, atau gimana kalau mas pulang bareng kita aja, nanti biar montirnya yang antar mobilnya kerumah kalau sudah selesai." ucap Sarah yang diangguki oleh Naura


" Benar yang dikatakan mama pah, dari pada papa nunggu disini, kan bosan, mendingan papa ikut pulang sama kita " sambung Naura.


" Gak bisa sayang, kunci mobilnya kan sama papa." jawab Roby." Sudah kalian pulang aja, papa gak apa- apa kok disini, pasti sebentar lagi montirnya juga datang." sambung Roby lagi.


" Iya, yasudah kalian pulanglah, sebentar lagi papa juga akan pulang " ucapnya


" Yasudah kalau gitu aku dan Naura pulang dulu, mas hati- hati." ucap Sarah yang diangguki oleh Roby


" Dadah papa." ucap Naura sambil melambaikan tangannya


" Daah sayang, hati-hati kalian!


Setelah kepergian istri dan anaknya, Roby kembali melangkah menuju mobil miliknya. Pria itu membuka pintu mobil nya, dan menutup kembali setelah ia masuk kedalamnya.


" Mobil siapa tadi?" tiba- tiba terdengar suara seorang wanita, membuat Roby langsung menoleh kearah sumber suara.

__ADS_1


" Mereka anak dan istriku." jawab nya


" Benar kah? sayang sekali aku tidak dapat melihat nya, pasti mereka cantik." ucap wanita tersebut, dan Roby hanya tersenyum menanggapi ucapan wanita itu, lalu menyalakan mesin mobilnya yang ternyata memang tidak mogok. Roby terpaksa berbohong pada Naura dan Sarah, karna memang saat itu dirinya bersama seorang wanita didalam mobil tersebut.


***


" Naura!" panggil Bayu saat melihat gadis itu sedang melangkah menuju kantin sekolah.


" Kak Bayu, mau kekantin juga?" ucap gadis cantik tersebut setelah Bayu sudah berada didepannya.


" Iya, ayo bareng." ajak pemuda itu, yang diangguki oleh Naura. Sesampainya dikantin terlihat di sana juga ada Rama dan Amel yang sedang mengisi perut mereka, terlihat keduanya sedang membicarakan sesuatu hingga keduanya tak menyadari kedatangan Naura dan Bayu.


" Kak Bayu kita duduk disana saja." ucap Naura saat Bayu hendak mengajaknya menyapa Rama dan Amel yang berada dihadapan mereka, namun belum mengetahui kedatangan keduanya.


" Gak disapa dulu tuh sepupunya?" goda bayu yang dijawab gelengan kepala oleh Naura


" Lagi males." jawab Naura, lalu melangkah kan kakinya menuju bangku kosong yang hanya berjarak lima meter dari tempat duduk Rama dan Amel


Beberapa saat kemudian


" Kak Bayu itu kan minuman aku kok diminum sih?" pekik Naura saat pemuda itu tiba- tiba menyambar minuman dingin miliknya lalu langsung meminumnya. Naura hanya melongo saat Bayu minum dengan sedotan yang sempat ia gunakan sebelumnya.


" Kak itu kan bekas bibir aku." ucap Naura lagi yang masih menatap pemuda yang ada didepannya.


" Maaf ya Na, habisnya aku gak sengaja makan cabe rawit tadi, sedangkan minuman aku masih panas, makanya aku langsung ambil minuman kamu yang dingin." jelas Bayu, sebab Bayu memang memesan teh manis hangat. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi terus memperhatikan interaksi keduanya, karna suara pekikan Naura tadi yang cukup nyaring, membuat beberapa orang memperhatikan meja mereka, termasuk orang yang saat ini sedang menatap lekat kearah gadis itu, siapa lagi kalau bukan Rama, kebetulan posisi duduk nya menghadap kearah dimana Bayu dan Naura berada, sedangkan Amel sendiri membelakangi keduanya.


" Kak Rama liatin siapa sih?"

__ADS_1


Next


__ADS_2