
Suara dari mobil terdengar dihalaman rumah, Sarah yang masih diruang televisi melirik jam dinding yang menunjukan pukul sebelas malam. Wanita itu pun bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu depan untuk membukakan pintu, karna ia yakin jika itu adalah mobil suaminya.
" Mas kenapa pulangnya larut sekali?" ucap Sarah sambil mengambil tas kerja milik suaminya
" Ya namanya juga kerja mah, terkadang kan ada lemburnya, sudahlah jangan tanya dulu, papa capek sekali hari ini." ucap Roby yang langsung melangkah menuju kamar mereka meninggalkan Sarah yang masih mematung diambang pintu, lembur? Yang benar saja, bukankah kata- kata itu hanya berlaku untuk seorang pegawai saja? Sedangkan dia kan seorang pemimpin, begitulah pikir sarah, namun wanita itu tidak mau terlalu mempermasalahkan nya, sejujurnya ia sedikit sedih karna sebelumnya suaminya itu sangat lembut, dan tidak pernah berkata ketus seperti yang baru saja dikatakannya pada Sarah, bukannya lebay, tapi memang walau selelah apa pun suaminya itu pasti berkata dengan lembut pada sang istri saat memberikan pengertian padanya walau pulang larut malam.
Sarah mengikuti suaminya menuju kamar, begitu ia masuk Sarah tak mendapati suaminya." Kemana mas Roby?" gumamnya sambil memperhatikan sekeliling kamar nya, namun setelah mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi ia yakin jika suaminya itu sedang berada didalam kamar mandi saat ini. Lima belas menit kemudian Roby keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggang nya, hingga menampilkan tubuh kekar sang suami, ya walaupun sudah berusia 40 tahun tubuhnya masih sangat menggoda, apa lagi pria matang itu selalu menyempatkan kan diri untuk berolah raga jika waktu senggang, hingga membuat otot- otot tubuhnya tak kalah dengan pria muda diluaran sana, walau pun sudah berusia hampir kepala empat, namun Roby masih terlihat seperti pria berumur 35 tahun, dan tentunya dengan mudah membuat wanita- wanita diluaran sana terpesona akan kegagahan pria matang itu yang selalu berpenampilan parlente, itulah sebabnya Sarah selalu menjaga suaminya, dan tentunya wanita itu juga selalu memperhatikan penampilan nya agar yang suami tercinta tidak tergoda oleh pelakor diluaran sana.
Roby melirik sekilas kearah istrinya, lalu melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian untuk ia kenakan." Tidurlah ini sudah malam." ucap Roby sambil melangkah menuju tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya. Sedangkan Sarah masih memperhatikan suaminya yang terlihat sedikit berbeda, Sarah merasa jika suaminya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
( Jika memang benar dugaanku, lihat saja, aku gak akan pernah biarkan kalian berdua menzalimi ku, dan akan ku pastikan wanita itu terhempas dari mu mas, tidak akan ku biarkan satu wanita pun mendekati mu, walaupun itu adalah Dina.)
Sarah membatin, sebelum akhirnya wanita itu pun ikut naik keatas tempat tidur, dan memasukan tubuhnya kedalam selimut.
" Mas apa mas gak kangen sama aku?" bisik Sarah tepat didepan telinga suaminya, Sarah memeluk tubuh Roby, ia tau jika Roby tak akan bisa menolak keinginannya, dan benar saja, pria matang itu pun langsung membalikan tubuhnya kearah sang istri.
" Kamu lagi pengen hm?" tanya Roby sambil menatap wajah Istrinya lekat. Sedangkan Sarah langsung menganggukkan kepalanya dengan sedikit malu-malu, Roby yang melihat hanya terkekeh, merasa gemas dengan tingkah istrinya itu, walaupun sudah memiliki seorang yang sudah remaja, namun istrinya itu masih saja malu jika ditanya hal sensitif itu.
***
__ADS_1
Siang ini, rencananya Sarah akan datang kekantor suaminya untuk mengantarkan makan siang, karna kantor Imron abangnya dan Roby suaminya masih dalam satu gedung yang sama, jadi wanita itu pun membawa dua bekal makan siang. Sesampai nya didepan kantor, Sarah langsung melangkah masuk kedalam, kebetulan juga jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, dan itu adalah waktu makan siang untuk para karyawan kantor.
" Selamat siang Bu Sarah." sapa Mala salah satu resepsionis yang memang mengenal Sarah, sebab dulu Roby sering membawa istrinya itu kekantor, hanya saja belakangan ini Sarah sudah jarang berkunjung kekantor suaminya itu.
" Siang juga Mala, apa suami saya ada diruangannya?" tanya Sarah langsung
" Pak Roby baru saja keluar bersama tamunya Bu, sepertinya mereka akan makan siang bersama, sebab saya tadi tidak sengaja mendengar percakapan mereka." jelas Mala, wanita itu memang selalu terbuka pada Sarah, sebab Sarah pernah meminta pada Mala untuk mengawasi suaminya dalam artian jika sedang pergi keluar bersama seseorang, dan tentu saja itu tampa sepengetahuan suaminya.
" Wanita kah?" tebak Sarah
" Pria dan wanita buk." jawab Mala, dan Sarah hanya menganggukan kepala tanda mengerti
" Kalau pak Imron ada?"
" Oh baiklah kalah begitu saya akan ke ruangannya saja " ucap Sarah lagi
" Baik Bu, silahkan!" jawab Mala yang memang tau jika Sarah adalah adik dari pemilik perusahaan tempat nya bekerja selama ini.
Akhirnya Sarah pun melangkah kan kakinya menuju ruangan Imron, karna kebetulan ia juga ingin memberikan makan siang untuk abangnya tersebut. Setelah sampai didepan pintu ruangan tersebut Sarah langsung mengetuk pintu, setelah mendengar jawaban dari dalam wanita itu langsung membuka pintu tersebut.
__ADS_1
" Bang Imron." sapa wanita itu sambil tersenyum kearah abangnya yang ternyata kala itu sedang bersama dengan seorang pria, yang ia taksir seumuran dengan suaminya. Pria itu terus menatap kearah Sarah membuat nya merasa sedikit risih.
" Loh kok kamu bisa ada disini? tumben ada apa?" tanya Imron sambil menatap adiknya
" Tadinya mau antar makan siang buat mas Roby, tapi sepertinya dia sedang berada diluar, jadi yasudah aku ke ruangannya Abang saja buat ngasih ini, abang belum makan siang kan?" ucap Sarah, yang kini sudah duduk disofa ruangan yang ada dikantor tersebut, bersama Imron dan juga pria yang Sarah belum tau siapa.
" Oh jadi karna Roby tidak ada diruangannya makanya kamu kesini gitu?" ucap Imron dengan nada menyindir
"Ya gak lah mas, aku juga buatin untuk kamu kok, dua bekal sih sebenar nya, tapi sayang mas Roby ternyata sudah keluar lebih dulu." ucap nya dengan sedikit kecewa.
" Baik lah kalau gitu gimana kalau bekal suami kamu, saya aja yang makan?" tiba- tiba laki-laki yang ada disebelah Imron menyahut, membuat Sarah menatapnya aneh, bagai mana bisa lelaki itu bisa berkata seperti itu, seolah mereka sudah saling mengenal, padahal menurut Sarah ini pertama kali nya mereka bertemu.
" Sarah kenapa kamu bengong, itu teman mas tanya loh sama kamu." ucap Imron yang melihat adiknya bengong.
" Ah iya memangnya anda juga belum makan siang ya?" ucap Sarah, wanita berusia 37 tahun itu mengusap lehernya entah kenapa ia merasa grogi dengan pria tersebut.
" Kamu lupa dengan saya?" ucap lelaki itu membuat kening Sarah berkerut
" Memangnya anda siapa ya? perasaan ini kali pertama saya melihat anda." ucap Sarah membuat pria itu langsung tersenyum, begitu pula dengan Imron, membuat Sarah semangkin penasaran dengan pria tampan yang ada dihadapannya tersebut.
__ADS_1
Next
Maaf lama gak update, mudah- mudahan masih ada yang baca karya otor ini ya...