Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 25. Apa kakak cemburu?


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul enam sore, terlihat Rama baru saja pulang. Setelah memarkirkan kendaraannya pemuda itu pun langsung masuk kedalam rumah. Samar-samar Rama mendengar suara orang tertawa, merasa penasaran ia pun melangkah kearah sumber suara, hingga matanya melihat sosok gadis cantik yang sedang duduk sambil melihat acara televisi. Rama memutuskan untuk menuju dapur, rasanya tenggorokannya kering sekali, Rama membuka lemari es, dan mengambil air mineral yang ada didalam botol lalu meneguknya.


Glek


Glek


Glek


Terlihat jakun pemuda itu naik-turun, saat meneguk minuman tersebut.


'' Astaga Naura.'' pekik nya saat matanya melihat Naura yang tiba-tiba sudah berada didepannya, bukannya gadis itu tadi berada diruang tv, lalu kenapa sekarang bisa ada didapur, pikir nya.


'' Bukannya tadi kamu sedang berada diruang tv?'' tanya Rama


'' Iya, tapi tiba-tiba aku haus.'' ucap Naura, lalu tanpa diduga gadis itu mengambil botol yang ada ditangan Rama lalu meneguk minuman tersebut, itu bekas bibir Rama, dan pemuda hanya bisa melongo dan tidak bisa berkata-kata lagi, saat melihat kelakukan gadis itu, karna Naura minum dengan botol yang sama, dan itu bekas bibirnya, apa itu artinya mereka sedang berciuman secara tidak langsung?


'' Aaahh,, seger banget rasanya.'' ucap Naura, ia melihat reaksi Rama, rasanya lucu sekali, dalam hati Naura tersenyum.


'' Ini kak, terimakasih ya? rasanya manis, aku suka.'' setelah mengatakan itu Naura langsung meninggalkan ruangan tersebut, dan kembali menuju ruang keluarga, atau ruang tv dimana tadi ia berada.


Sementara Rama hanya bisa memandangi botol air mineral yang tinggal setengah itu, pemuda itu terlihat menggelengkan kepalanya, lalu kembali meneguk air tersebut. Sambil memikirkan kembali sikap konyol yang Naura lakukan barusan. Setelah menaruh botol diatas meja, Rama kembali keruang tv, untuk memastikan keberadaan gadis itu, dan tenyata kini sudah ada Adit disana, mereka terlihat sangat romantis di mata Rama, sebab ia melihat saat itu Adit menyelipkan anak rambut Naura ketelinga saat rambut tersebut menutupi wajahnya.

__ADS_1


'' Apa-apaan sih mereka mesra-mesraan disini.'' gerutunya, sambil melangkahkan kakinya, namun bukan menuju anak tangga, justru Rama melangkah mendekati Naura dan Adit yang saat itu duduk disofa ruang tv tersebut.


" Ekhem," Rama berdehem membuat Naura dan Adit langsung mengalihkan pandangan mereka.


" Rama sudah pulang loe." ucap Adit, terlalu basa- basi sekali menurut Rama.


'' Hem,' jawabnya sambil mengambil posisi duduk dihadapan keduanya.'' Bunda dan papa kemana?'' tanya pemuda itu, tatapannya tak lepas dari wajah Naura yang saat itu terlihat sibuk memainkan ponsel miliknya


'' Pergi, katanya ada acara diluar, dan mereka juga pergi bersama Tante Sarah, makanya Naura disini, Abang disuruh buat jagain gadis manja ini.'' jelasnya sambil tersenyum menatap kearah Naura, sedangkan Rama hanya menganggukan kepala saja, tanda mengerti


'' Naura bisa kita bicara sebentar?'' ucap Rama tiba-tiba, dengan tatapan tertuju pada kearah gadis itu


'' Tentang apa kak?''


'' Sebentar ya bang, aku nyusulin kak Rama dulu.'' ucap Naura, sementara Adit hanya mengangguk saja tanpa ingin mencegah nya.


Setelah sampai dilantai dua, Naura melihat pintu kamar Rama yang sedikit terbuka, ia berpikir jika pemuda itu berada didalam kamarnya, akhirnya Naura pun melangkah masuk kedalam kamar tersebut.'' Ada apa kak? apa yang ingin kakak bicarakan sama aku?'' tanya gadis itu begitu melihat Rama berada dikamarnya, pemuda itu berdiri di jendela kamar yang menghadap kearah balkon.


'' Ada hubungan apa kamu sama bang Adit?'' ucap Rama, pemuda itu meringis dengan pertanyaannya sendiri, merasa bodoh, hingga akhirnya mempermalukan dirinya dihadapan gadis itu.


'' Maksud kak Rama apa?'' tanya Naura, gadis itu melangkah mendekati Rama, yang juga melihat kearahnya

__ADS_1


'' Kamu suka bang Adit?'' pertanyaan bodoh kembali Rama lontarkan, ia juga tidak tau kenapa dirinya ingin sekali tau jawaban gadis itu tentang perasaannya terhadap Adit


'' Kak Rama tanya aku, suka kak Adit atau tidak?'' ulang Naura dan Rama menganggukan kepalanya dengan cepat


Sedetik kemudian Naura tertawa, membuat Rama menjadi kesal, hanya dia tetap diam tanpa bertanya lagi.'' Tentu saja iya, bang Adit baik, dia juga kayaknya sayang sama aku.'' jawab Naura, sambil memperhatikan reaksi Rama saat ia mengatakan hal tersebut.


'' Oh ya? dia sayang kamu? emang kapan dia bilang sayang?'' tanya Rama lagi mengorek semangkin dalam


( Ada apa dengan kak Rama? ke apa dia bertanya kayak gitu? aneh sekali )


Batin Naura


Naura menatap wajah Rama serius.'' Kak, apa kakak cemburu?'' tanya Naura ragu-ragu, ah tidak sepertinya Naura terlalu percaya diri mengatakan hal itu, bagai mana mungkin Rama merasa cemburu pada abangnya sendiri, bukan kah ia sendiri juga tau jika Adit dan Naura memang dekat.


'' Cemburu? aku?'' ucap Rama sambil menunjuk dirinya sendiri, dan Naura mengangguk ragu


'' Menurut mu?'' tanya Rama ambigu, pemuda itu melipat tangannya diatas dada, tatapannya masih belum beralih dari gadis itu


'' Iya, aku merasa kak Rama cemburu karna aku dekat dengan bang Adit, benar kan?'' ucapnya dengan nada yang terdengar percaya diri, tadinya Naura sempat ragu, namun kini ia kembali percaya diri,, ya begitulah gadis itu, yang tingkat kepercayaan diri nya selalu tinggi, ia yakin akan bisa menaklukan Abang sepupunya tersebut, namun kenyataannya semua hanya angan-angannya saja, setelah kembali sadar jika Amel lah sekarang yang ada dihati pria pujaan hatinya tersebut. Mengingat semua itu membuat Naura kembali sedih.


'' Aku hanya bertanya, jika memang benar, ku rasa bagus.'' ucap Rama, namun dengan pandangan yang menoleh kearah lain.

__ADS_1


'' Apa sebegitu inginnya kak Rama memintaku untuk melupakanmu?'' ucap Naura, pandangan nya masih tertuju kearah Rama, lalu gadis itu menarik pergelangan tangan Rama, agar pemuda itu melihat kearahnya. Membuat Rama mau tak mau menatap kearahnya, Rama bisa melihat raut wajah sedih dan kecewa yang ditunjukan oleh gadis cantik tersebut, namun ia tak boleh lemah, sebab ia sudah memilih Amel menjadi wanita yang disukainya, ia juga tidak tau kenapa bisa memilih gadis itu dari pada sepupunya Naura, yang sudah sejak dulu menyukainya, bahkan Naura jauh lebih cantik dari pada sahabatnya Amel. Mungkin karna Naura adalah sepupunya, dan mungkin karna sifat Amel yang dewasa dan lembut makanya Rama menyukai gadis itu, tidak seperti Naura yang bar-bar dan juga sangat agresif pada nya, itu semua membuat Rama merasa sedikit risih. Tapi sekarang entah kenapa saat dia melihat Naura dekat dengan Adit ia merasa tidak begitu menyukainya, sepertinya pemuda itu ingin Naura hanya melihat padanya, sangat egois sekali jika itu benar, sedang kan dirinya sendiri sudah memilih Amel sebagai kekasihnya tanpa memikirkan perasaan Naura sedikit pun.


Next


__ADS_2