Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 57 . Setitik harapan


__ADS_3

Suara kecupan bibir keduanya memenuhi seisi kamar, ciuman yang tadinya lembut, kini kian menuntut, dengan posisi Rama yang berada diatas tubuh Naura, pemuda itu terus mencium bibir Naura dan seperti tak ada niat untuk melepaskan tautan bibir keduanya, hingga Naura menepuk-nepuk dada Rama, barulah pemuda itu melepas kan ciuman nya, meskipun ada rasa tidak ikhlas. Keduanya saling pandang tanpa ada yang bicara, kedua iris mata coklat milik Naura menatap lekat netra hitam nan tajam milik Rama, seakan terhipnotis Naura langsung mengangkat kepalanya dari atas bantal dan kembali meraup bibir tebal nan seksi milik pemuda itu, Rama juga tak menolak pemuda tampan tersebut dengan senang hati membalas pangutan tersebut, seakan sudah candu dengan rasa manis dari bibir Naura. Seakan tak ingin lepas Rama langsung meraih tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman mereka.


" Aah....."


Terdengar suara des*ahan lolos dari bibir tipis Naura, saat Rama menciumi area leher nya, Rama merasa tidak puas dengan hanya mengecup bibir gadis itu, makanya pemuda itu juga menciumi leher putih dan mulus milik Naura. Sedangkan Naura sendiri merasakan ada yang menggelitik diarea perutnya, ada perasaan aneh sekaligus nikmat yang gadis itu rasakan, bahkan tanpa sadar Naura mendekap tubuh Rama dengan erat seakan tak ingin semuanya cepat berakhir.


" Kak.." panggil Naura dengan suara lirih, Rama menatap mata gadis itu yang terlihat sayu dan juga terlihat sedang menahan hasrat. Rama menelan ludahnya berulang kali, beberapa kali pemuda itu mengumpulkan akal sehatnya agar tak melakukan hal yang nantinya akan ia sesali, Rama sangat sadar jika saat ini Naura sedang mabuk, dan disini dia lah yang sedang dalam keadaan sadar, seharusnya Rama mencoba untuk menjauh dan menghindar dari keadaan ini, namun pesona Naura rasanya tidak bisa ditolak oleh nya, Rama seakan terhipnotis dengan semua yang ada pada diri gadis itu. Sepertinya Rama memang benar-benar yakin sekarang kalau dirinya menyukai gadis yang saat ini sedang berada dihadapannya.


Rama membelai wajah Naura hingga turun ke area leher dan bahu gadis itu, membuat Naura memejamkan mata, saat merasakan geli diarea tersebut, apa lagi saat tiba-tiba Rama mengecup pundaknya, yang seketika membuat bulu kuduknya meremang.


Namun sepertinya kewarasan Rama masih tersisa, dengan cepat lelaki itu turun dari tempat tidur dan melangkah sedikit menjauh, membuat Naura menatapnya dengan tatapan kecewa." Astaga apa yang aku lakukan, ini tidak boleh terjadi, bagai mana pun Nura adalah adikku." monolognya, Rama meraup wajahnya frustasi. Pemuda itu tidak sadar kalau saat ini Naura sedang berada dibelakangnya dan tiba-tiba memeluknya.

__ADS_1


" Kak." Naura memeluk erat punggung Rama hingga pemuda itu dapat merasakan daging kenyal milik gadis cantik itu. Rama memejamkan mata untuk menetralkan degup jantungnya yang semangkin menggila saat bersentuhan dengan Naura.


Rama melepaskan tangan kecil Naura yang melingkar diperutnya, lalu segera membalikan tubuhnya." Istirahatlah, aku akan menjagamu." ucap Rama mencoba bersikap biasa, padahal jantungnya saat ini masih berdegup kencang. Tak ingin kembali terjadi hal-hal yang tak diinginkan Rama pun memilih untuk menjaga jarak dengan Naura, pria itu melangkah menuju sofa kecil yang ada dikamar gadis itu lalu duduk dan memejamkan matanya, mencoba untuk menghindar dari tatapan Naura. Sedangkan Naura sendiri entah kenapa merasa sangat kecewa karna Rama menjauh darinya, gadis itu berpikir mungkin Rama tidak ingin mengkhianati kekasihnya Amel, memikirkan itu semua membuat Naura menjadi kesal, gadis itu pun langsung beranjak menuju toilet dengan langkah yang sedikit sempoyongan karna masih merasakan pusing dikepalanya namun ia tetap melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Naura tidak bisa tidur dalam keadaan seperti itu.


Lima belas menit kemudian Naura keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya, sepertinya gadis itu tidak perduli dengan keberadaan Rama disana, Naura tidak merasa malu atau pun risih meskipun tubuhnya terekspos didepan Rama, lagi pula Naura pikir jika saat ini Rama juga sudah tidur.


***


" Shiit, mikir apa sih gue, Naura itu kan adik gue, dan perasaan ini gak boleh ada." gumam nya, sambil menatap Naura yang masih tertidur dengan nyenyak nya diatas ranjang. Walaupun Rama sendiri sudah mulai menyadari perasaannya pada Naura, namun dalam pikirannya masih belum sepenuhnya menerima itu, sebab Rama sendiri dari awal sudah menganggap gadis itu sebagai adiknya sendiri, bagai mana mungkin perasaannya sekarang berubah seperti ini pikirnya.


Satu jam kemudian..

__ADS_1


" Hoaam..." Naura terbangun dari tidurnya, gadis itu mengucek matanya dan melihat sekeliling kamarnya untuk mencari sosok Rama yang tidak terlihat batang hidungnya. Seketika sekelebat ingatan menghampiri gadis itu, walaupun sedikit mabuk, namun Naura masih ingat dengan apa yang sempat mereka lakukan tadi malam, Naura menyentuh bibirnya sambil tersenyum.


( Sepertinya kak Rama mulai tertarik deh sama aku )


Batin gadis itu, lalu pandangannya kembali menyapu seluruh ruangan kamar.


" Kemana dia? Apa dia sudah pulang?" gumam Naura, gadis itu pun bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan juga menggosok gigi, rencananya gadis itu akan kerumah Rama untuk melihat lelaki tersebut, Naura sudah melihat handphone miliknya yang sebelumnya ia charger karna kehabisan daya, banyak panggilan dan pesan yang masuk disana, ada dari mama nya Sarah dan juga Bayu, Naura sengaja tidak membuat pesan dari pemuda itu, rasanya ia masih kesal karna Bayu menghilang begitu saja tadi malam tanpa mengabarinya, Naura lebih memilih untuk membuka pesan dari mama nya, disana Sarah mengatakan jika mereka sedang pergi menjenguk kakeknya yang sakit, dan wanita itu juga mengatakan sudah menitipkan Naura pada Rama.


" Mama nitip kan aku sama kak Rama? Emangnya aku barang apa pakai acara dititipkan segala." monolog gadis itu. Walaupun sedikit protes namun sebenar nya dalam hati Naura merasa senang, itu artinya dia punya alasan untuk bersama dengan lelaki itu.


Next

__ADS_1


__ADS_2