Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 32 . Bertemu dicafe


__ADS_3

Sarah masih menunggu jawaban suaminya, yang terlihat masih diam. " Mas ada apa? Kok diam? Dan gak jawab pertanyaan ku?" ucap Sarah


Roby menatap istrinya yang masih terlihat sangat cantik, bahkan keriput di wajah wanita berusia 37 tahun itu tidak kelihatan sangkin rutinnya ia merawat tubuh dan wajahnya.


" Iya itu memang bon milik nya mas." ucap Roby sambil menjeda ucapannya, sedangkan Sarah yang mendengar langsung mengepalkan tangannya, namun wanita itu masih tetap diam sebelum suaminya kembali meneruskan ucapannya." Sebenar nya perhiasan itu memang mas yang beli, tapi itu untuk hadiah ulang tahun istri dari partner kerja nya mas, dan kata pak Bram suaminya, istrinya itu sangat suka perhiasan, makanya mas dan sekertaris mas beli itu untuk dia." jelas Roby dengan senyuman diakhir ucapannya


" Yakin?" ucap Sarah lagi, wanita itu masih kurang puas dengan penjelasan suaminya


" Buat apa mas bohong mah, emangnya mama mau juga ya? kalau mau, nanti biar mas belikan untuk mama." sambung nya


" Gak perlu mas, tadi nya aku hanya ingin memastikan saja, kalau perhiasan itu bukan untuk wanita idaman lain." ucap Sarah sarkas


" Kenapa kamu tiba- tiba berkata seperti itu ? Kamu kan tau kalau mas itu cinta mati sama kamu, mana mungkin mas berselingkuh dari mu." ucap Roby tak terima istrinya berkata seperti itu, padahal Sarah hanya ingin melihat reaksi suaminya saja, dan ia tidak menyangka jika reaksinya akan seperti itu


" Aku gak bilang kamu selingkuh mas, aku hanya bilang wanita idaman lain." ralat sang istri


" Tetap saja itu mengarah kesana, kamu mencurigai suamimu ini?" entah kenapa Roby tiba- tiba emosi saat Sarah berkata seperti itu, padahal jika memang tidak melakukan nya, seharusnya Roby santai saja dong." begitulah yang ada dalam benak Sarah saat ini. Wanita itu pun semangkin menaruh curiga pada suaminya, namun ia tetap tidak boleh memfitnah sembarangan, kalau salah maka dirinya akan berdosa, meski pun begitu Sarah akan tetap mengawasi suaminya.


" Mas marah sama aku?" ucap Sarah setenang mungkin." Maaf tadi aku hanya bercanda, aku tidak maksud berkata seperti itu." sambungnya lagi


" Mas gak marah, hanya saja mas kesal sama kamu yang gak percaya sama suami sendiri." jawabnya


*


*

__ADS_1


*


Siang hari nya Sarah mengajak Naura untuk makan siang di restoran pavorit mereka , bukan karna tidak ada makanan dirumah, hanya saja sudah lama rasanya ia tidak mengajak putrinya itu makan bersama diluar, sedangkan Roby sendiri sudah pergi dari dua jam yang lalu karna ada urusan, Sarah tidak tau urusan apa dihati libur seperti ini, namun saat ia bertanya pada suaminya, Roby mengatakan jika itu urusan kantor, Sarah bisa saja protes, namun ia tak ingin mereka kembali berselisih, dan Sarah menghindari itu.


Saat ini keduanya sudah berada di dalam restoran, siang ini restoran tersebut cukup ramai, karna bertepatan jam makan siang. " Mah sepertinya akhir- akhir ini papa jarang banget ya berada dirumah? bahkan pulang kerja juga selalu larut, padahal aku ingin sekali ngobrol sama papa mah." ucap Naura yang ternyata juga menyadari perubahan suaminya.


" Mungkin banyak pekerjaan sayang." hanya itu yang keluar dari bibir Sarah. Tak jauh dari meja mereka terlihat seorang wanita cantik yang terlihat sedang makan siang bersama dengan seorang pria, wanita tak lain adalah Dina, ibu dari Amel sahabat Naura.


" Makan yang banyak, biar cepat besar." ucap pria tersebut sambil tersenyum.


" Ih mas Dika, udah sebesar ini juga, apa nya lagi yang mau di buat besar." ucap Dina sambil terkekeh diakhir kalimat nya. Pria itu pun ikut tertawa mendengar nya.


" Oya Din, apa setelah kematian suami mu, kamu tidak berniat untuk menikah lagi?" tanya pria tersebut


" Mau, tapi kalau kamu yang jadi suami aku." canda nya diiringi dengan tawanya


" Mau kalau kamu serius, dan asalkan istrimu juga mengijinkannya." jawab Dina yang terlihat serius saat menjawab ucapan pria tersebut. Bagai mana pun lelaki yang bernama Dika itu pernah mengisi hatinya beberapa tahun yang lalu, sebelum pria itu memilih untuk meninggalkannya dan fokus dengan kuliahnya diluar negri.


" Haha,, Dina,, Dina, ada-ada saja, mana mungkin istri ku akan mau jika suaminya ijin menikah lagi." ucap pria tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


" Ya kali aja dia mau kan, berbagi suami dengan ku" sambung Dina lagi, yang dijawab hanya dengan gelengan kepala oleh pria yang biasa dipanggil Dika oleh Dina.


" Aku ketoilet sebentar ya?" ucap Dina yang bangkit dari duduknya, lalu melangkah menuju toilet yang kebetulan jalannya harus melewati meja milik Sarah dan putrinya Naura


" Loh Naura makan disini juga?" ucap Dina saat melihat Naura direstoran yang sama, ia melirik kearah Sarah lalu tersenyum." Hai Sarah apa kabar?" sambungnya pada mama dari sahabat putrinya tersebut. Sebelum nya Dina memang tidak mengetahui jika hubungan putrinya dan Naura saat ini sudah merenggang, sebab Amel memang tidak menceritakannya pada Dina.

__ADS_1


" Kebetulan sekali ketemu disini, kamu sama siapa Din?" ucap Sarah, sedangkan Naura masih diam, namun tetap tersenyum menatap kearah Dina.


" Oh saya kebetulan tadi sama sama teman." jawab Dina


" Kirain sama Amel, dia apa kabarnya sudah lama gak main kerumah." ucap Sarah


" Amel ada dirumah, aku juga heran sama anak itu, minggu- minggu ini memang dia lebih banyak dirumah, setiap aku ajak keluar juga gak pernah mau, untungnya ada temannya yang selalu menemaninya." ucap Dina, membuat Naura langsung penasaran dengan teman hang dimaksud oleh Dina


" Teman baru ya tante?" sambung Naura tiba- tiba


" Sepertinya pacar Amel, kalau gak salah namanya Ram, Rama, iya itu namanya." jelas Dina yang sedikit lupa nama kekasih putrinya.


" Rama." gumam Naura, tanpa suara, sedangkan Sarah langsung menatap kearah putrinya, Sarah merasa iba melihat Naura, namun dirinya bisa apa, tidak mungkin juga Sarah mengatakan pada Dina jika Rama adalah pemuda yang disukai oleh putrinya, namun kini direbut oleh Amel sahabat nya sendiri. Sedangkan Dina juga tidak tau jika Rama itu adalah keponakan Sarah, sekaligus pemuda yang juga disukai oleh Naura. Sebab Amel tidak mengatakan apapun padanya.


" Eh sampai lupa tadi saya mau ketoilet, kalau gitu saya permisi dulu ya? Naura main dong kerumah, sudah lama loh gak main kerumah lagi." ucap Dina sebelum wanita itu melangkah kan kakinya menuju toilet


" Iya Tante, nanti kalau ada waktu. " jawab Naura sambil memaksakan senyumnya. Setelah kepergian Dina Sarah langsung menggenggam tangan putrinya


" Kamu gak apa kan sayang?"


" Gak apa kok mah, tenang saja, lagian aku yakin kok kalau kak Rama itu jodohnya aku, jadi mama tenang saja." ucap Naura seperti biasa yang selalu percaya diri dengan ucapannya, Sarah yang mendengar hanya tersenyum tipis.


( Kasihan kamu nak, semoga saja Rama terbuka mata hatinya dan sadar jika kamu lah wanita yang tepat untuk mendampinginya )


Batin Sarah

__ADS_1


Next


__ADS_2