Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 39 . Wanita masa lalu


__ADS_3

Merasa diabaikan oleh suaminya membuat hati Sarah kian tak karuan, Sarah semangkin penasaran dengan sosok wanita yang bersama suaminya tersebut. Sarah memutuskan akan menemui suaminya, namun sebelum itu ia memasuki toilet terlebih dahulu untuk memastikan wajahnya sudah dalam mode yang sangat layak untuk menghempaskan para pelakor diluaran sana yang berniat untuk menggoda suaminya.


Setelah keluar dari toilet Sarah langsung melangkah menuju meja dimana suaminya berada, dari kejauhan Sarah sudah bisa melihat meja tersebut, dadanya mendadak sesak saat melihat orang yang dicintainya sedang tertawa dengan wanita lain, sayangnya Sarah tidak dapat melihat wajah wanita itu, karna memang saat itu posisi wanita tersebut membelakanginya. Sarah memicingkan matanya saat ia sudah hampir sampai dimeja yang dimana suaminya sekarang berada. Namun setelah berjarak lima meter dari meja tersebut matanya seketika membelalak kaget.


" Dina, aku gak salah lihat kan?" gumam Sarah sambil terus memperhatikan kedua nya, yang memang belum menyadari keberadaannya. Dada Sarah seketika bergemuruh dengan hebat, banyak pertanyaan- pertanyaan yang bersarang dikepalanya, tangan nya terkepal ingin sekali Sarah memaki keduanya, namun ia tak mau gegabah, walaupun dalam hati ada api yang membara, sebisa mungkin Sarah mencoba bertahan, ia ingin tau apakah Dina itu memang benar adalah klien yang suaminya maksud dan hanya kebetulan juga jika itu Dina orang yang ia kenal? Atau malah memang suaminya sedang bermain api dibelakangnya.


Walaupun hatinya berkecamuk namun Sarah tetap mencoba untuk menahan semua rasa itu demi penjelasan apa yang suaminya nanti akan katakan padanya, ataukah pria itu akan membohonginya lagi, dan kali ini akan ia lihat bagai mana reaksi suaminya itu jika tiba- tiba dirinya ada disana, namun sebelum itu Sarah sudah memberitahu teman- temannya jika dirinya bertemu dengan suaminya.


" Mas Roby." panggil Sarah seolah terkejut saat melihat suaminya ada dicafe tersebut. Roby yang merasa namanya dipanggil langsung mengalihkan perhatiannya begitu pula Dina, wanita itu sedikit terkejut saat melihat Sarah ada disana dan mengenal Roby.


" Sarah kamu kok bisa ada disini?" ucap Roby yang langsung bangkit dari duduknya karna terkejut melihat sang istri.


" Iya tadi aku kumpul bareng teman, kebetulan Monic baru balik dari luar negri." ucap Sarah sambil melirik kearah Dina yang tadi masih diam." Loh Dina kamu disini?" sambungnya pura- pura terkejut, ah sepertinya ibu dari Naura itu sangat pandai berakting.


" Kalian saling kenal?" belum hilang keterkejutan Roby, pria tampan itu kembali terkejut saat mengetahui fakta jika istri dan mantan pacarnya itu saling mengenal


" Mas jadi Dina ini klien yang kamu maksud?" ucap Sarah membuat dina menatap wajah Roby seperti meminta penjelasan.

__ADS_1


" Emm,, Dina,, Sarah ini adalah istri ku, dan mah Dina ini adalah teman lama papa, kebetulan ketemu disini setelah papa selesai meeting dengan klien tadi." ucap Roby sedikit gugup, apa menurut kalian Sarah percaya begitu saja? tentu tidak, dari awal Sarah yakin jika keduanya memiliki hubungan spesial, namun Sarah tidak pernah mengira jika wanita tersebut adalah Dina, ibu dari sahabat putrinya sendiri.


" Boleh kan aku duduk disini mas? Kaki ku pegal, masa mas tega lihat aku berdiri sejak tadi." ucapnya dengan nada yang mendayu-dayu, Sarah sengaja ingin melihat reaksi Dina kala dirinya menunjukan sikap manjanya terhadap suaminya.


" Ah, iya duduk saja, kebetulan aku juga sudah mau pergi." bukan Roby, tapi Dina yang menjawabnya." Mas kalau gitu aku duluan ya? Sarah aku pergi dulu." ucapnya yang langsung melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari Sarah mau pun Roby.


Saat ini sepasang suami istri tersebut sedang dalam perjalanan menuju rumah, sepanjang perjalanan Roby terlihat tidak bicara sedikit pun. Membuat sang istri menjadi geram, bahkan wajahnya terlihat tidak bersahabat, bukannya seharusnya Sarah yang bersikap seperti itu karna suaminya lah yang terciduk oleh nya.


" Sejak kapan mas mengenal Dina?" tanya Sarah yang tak tahan terus berdiam diri, sudah sejak tadi ia ingin menanyakan hal tersebut, bahkan Sarah juga ingin mendengar dari mulut suaminya dan berharap pria itu mengatakan jika dirinya dan Dina tak memiliki hubungan apapun, walaupun itu tak membuat nya langsung percaya begitu saja, setidaknya suaminya itu mencoba untuk meluruskan semuanya dan membuat istrinya tidak salah faham, namun kenyataannya tidak sesuai yang Sarah harapkan, apa itu artinya suaminya memang sudah mulai memperlihatkan perselingkuhannya secara terang-terangan, entahlah memikirkan semua itu membuat kepalanya pusing.


" Dina itu teman lama nya mas dulu, bahkan kami bertemu lama sebelum kita kenal." jawab Roby sambil melirik Sarah sebentar, lalu kembali fokus pada jalan yang ada didepannya.


" Iya cuma teman." jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan raya.


***


Saat ini Naura sedang berada diruang keluarga bersama Adit, dan tentunya juga Rama, jangan ditanya bagai mana caranya gadis itu menuruni anak tangga, karna Adit dengan sigap langsung menggendongnya, tentunya dengan berbagai drama sebelumnya, untung saat itu rama tidak melihat nya, jika tidak pasti Naura merasa tidak enak dengan pria itu, walaupun tidak ada hubungan kekasih, namun tetap saja Naura merasa harus tetap menjaga perasaan pria yang dicintainya, saat ini terlihat Naura sedang bermain game Playstation bersama Adit. Walaupun kakinya masih terasa sakit, namun gadis itu tetap enjoy sedang kan Rama, pemuda itu terlihat cuek tak perduli dengan permainan game sepasang kekasih pura-pura tersebut. Walaupun begitu enggan rasanya Rama untuk pergi dari sana, seolah tak ingin terjadi sesuatu jika dirinya, meninggalkan keduanya Rama takut jika Adit akan melakukan hal yang macam- macam dengan Naura, aneh memang, padahal kalau hanya masalah ciuman sepertinya wajar saja, toh mereka kan pasangan kekasih, tapi kok malah Rama tak mau menerima kenyataannya.

__ADS_1


" Rama." panggil Adit membuat Rama langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel miliknya


" Ada apa?" tanya pemuda tampan tersebut


" Gimana kalau hari minggu besok kita Doble date?" ucap Adit, membuat Rama langsung terpelongo.


" Hah?" jawabnya bengong


" Kok hah sih? gue mau kita besok nonton dengan pasangan kita, loe sama Amel dan gue sama Naura gimana?" ulang Adit sambil menatap Rama, sedangkan Naura hanya diam, ia tau jika Adit sedang memainkan perannya, dan dirinya cukup diam dan hanya mengikuti saja drama tersebut


" Hm,, nanti gue pikirin dulu." jawab Rama, pemuda itu melirik kearah Naura sebentar, yang terlihat seperti menahan sakit dikakinya.


" Kaki kamu masih sakit?" ucapan Rama sontak membuat Adit langsung mengalihkan perhatiannya pada Naura


" Beneran sayang masih sakit kaki kamu? Astaga Abang sampe lupa kalau kaki mau masih sakit, apa mau abang antar kedokter aja?" tawar Adit.


" Gak perlu bang, aku yakin besok juga pasti sembuh kok, kan udah diobati." ucap Naura, sebenar nya ia merasa kurang nyaman dengan panggilan Adit pada nya, tapi mau bagai mana lagi semua demi akting. Naura berharap semoga saja rencana mereka bisa membuat Rama menyadari perasaannya, karna dilubuk hati gadis itu ia yakin jika Rama juga mencintainya.

__ADS_1


Next


__ADS_2