Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 12. Apa bang Adit menyukai Naura?


__ADS_3

Adit melangkah menuju kearah Naura yang terlihat masih sibuk memperhatikan Rama dan Amel.'' Na sudah selesai ambil bukunya?'' ucap Adit


'' Iya kak ini dia.'' ucapnya sambil menunjukan buku yang ada ditangannya.


'' Yasudah kalau gitu kita kekasir sekarang.'' ucap Adit yang diangguki oleh Naura


'' Eh tunggu! Na, bukanlah itu Rama? bersama siapa dia?'' ucap Adit sambil menunjuk pada sepasang remaja yang berdiri tak jauh dari mereka, sayangnya mereka tak melihat keberadaan Naura dan Adit, yang memang posisinya berada dibelakang keduanya, hingga suara Adit membuat pasangan tersebut memalingkan wajahnya kearah mereka.


'' Rama ternyata kamu disini juga,'' ucap Adit, kini keduanya sudah berada dihadapan Rama dan juga Amel. Naura menatap datar pada sahabatnya tersebut yang terlihat merasa tidak enak hati karna ketahuan berbohong.


'' Tadi bukannya loe bilang lagi gk enak badan ya Mel? tapi kenapa sekarang loe bisa ada disini ? bersama kak Rama lagi. '' ucap Naura


'' Eemm,, tadinya sih iya, tapi sudah sembuh kok , dan kenapa aku bisa bersama kak Rama itu karna tidak sengaja bertemu dengannya tadi, benar kan kak?'' ucap Amel mencari pembelaan


'' Hem,'' hanya itu yang keluar dari bibir Rama , dan itu membuat Adit menaikan alisnya sebelah , ia tau jika saat ini adiknya itu sedang menutupi kebohongan Amel


( Sebenarnya apa yang terjadi ? apa Rama sedang menjalin sebuah hubungan dengan sahabat naura? )


Batin Adit, sebab ia tau jika Rama sudah menjawab demikian pastilah ada sesuatu dibalik kata tersebut , dan ia susah faham itu.


'' Memangnya buku apa yang loe cari Mel?''


'' Em, ini buku ini. '' jawabnya sambil mengambil sembarang buku yang ada di atas rak yang berada didepannya. Naura sempat melirik judul buku yang diambil oleh Amel dan itu tentang cerita horor, Naura sangat tau jika sahabatnya itu sangat tidak menyukai semua yang berbau horor


'' Bukanlah itu buku cerita tentang horor? bukanlah loe sangat tidak menyukai semua yang berbau horor ?'' ucap Naura membuat Amel langsung gelagapan


'' Itu milikku, tadi aku minta Amel buat ambilkan buku horor itu, Amel bisa kah kamu memberikan buku itu padaku ?'' tanya Rama sambil menengadahkan tangannya?


'' Ah,,iya tentu saja, ini kak.'' Amel pun langsung menyerahkan buku tersebut kepada Rama


( Apa yang kulihat ini? kenapa rasanya hatiku sangat sakit melihat kak Rama membela Amel , jelas sekali kalau buku itu bukanlah milik kamu kak, tapi kenapa kamu harus berkata demikian? tidakkah kamu tau hatiku sangat sedih melihat semua ini?


Batin Naura yang mulai terlihat sedih


'' Sayang ayo kita pulang, bukanlah sudah selesai?'' ucap Adit, membuat semua orang yang ada disana menatap kearah pria tampan tersebut, bukan karna ia mengajak Naura pulang , namun karna kata sayang yang ia sematkan dalam kalimat nya tersebut.'' Na, kok bengong ? ayo pulang! " ajak Adit lagi


'' Ta-tapi kak...,,

__ADS_1


'' Udah gk ada tapi-tapian ayo! " Adit kembali mengajak Naura, kalo ini pemuda berusia 20 tahun tersebut langsung menggenggam tangan Naura dan langsung menarik tangan gadis itu


'' Abang duluan ya Ram.'' ucapnya yang langsung meniggalkan keduanya tanpa menunggu jawaban Rama


*


*


*


Saat ini Naura dan Adit sedang dalam perjalanan menuju pulang, Adit melirik kearah Naura yang sejak tadi terlihat hanya diam membisu.


'' Masih mikirin Rama ?'' ucap Adit dengan pandangan yang masih tertuju kearah jalan yang ada didepannya


'' Kak apa menurut kak Adit mereka berdua mempunyai suatu hubungan?''


'' Panggil abang sayang, aku gk mau kamu memanggilku dengan sebutan kakak! karna aku lebih suka kamu panggil dengan sebutan abang.'' ucap Adit


'' Iya-iya bang Adit, padahal kan artinya sama aja. '' gerutu gadis itu, sedangkan Rama hanya menaggapinya dengan senyuman


'' Yang mana?'' tanya Adit sambil menoleh sekilas kearah Naura, setelah itu pandangannya kembali menatap kearah depan.


'' Bang iih,, kok lama-lama nyebelin kayak kak Rama. '' ucap Naura dengan nada kesal


'' Udah tau dia nyebelin tapi kok kamunya masih aja mengharap cintanya.'' sambung Adit


'' Ya mau bagai mana lagi kak, namanya juga cinta. '' ucapnya dengan suara lirih


'' Cinta? buat apa mencintai kalau akhirnya kamu terluka seperti ini.''


'' Bang Adit sih gk pernah jatuh cinta , jadi mana tau rasanya seperti apa.''


'' Siapa yang bilang? asal kamu tau ya, saat ini aku tuh sedang menyukai seorang wanita .''


'' Benar kah? bagus dong.''


'' Tapi sayang nya wanita itu gk suka sama aku, gimana dong ?''

__ADS_1


'' Astaga benarkah itu? tapi bang Adit kan tampan, masa iya sih cewek itu gk suka sama abang?


'' Sayang nya seperti itu, bahkan aku sering ditolak oleh nya.'' sambung Adit, saat ini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dipekarangan rumah.


'' Oya?, kasiahan banget sih bang Adit, bodoh banget cewek itu karna sudah menolak cowok setampan abang.'' sambung Naura


'' Aku juga sempat sih berpikiran seperti itu, cewek itu benar-benar bodoh, ada yang pasti tapi dia malah lebih memilih cowok yang gk pasti. '' ucap adit, saat ini mobil sudah terparkir dihalaman rumah


'' Seperti aku ya bang, tapi kok bisa kebetulan ?''


'' Ya karna cewek yang aku maksud itu adalah kamu sayang. '' ucap Adit dan tentu dan ucapan itu hanya ia katakan didalam hati, ia tidak ingin mengatakan isi hatinya pada Naura, sebab Adit takut nantinya Naura menjauh darinya, walaupun Adit sering menggoda Naura, namun gadis itu selalu menganggap jika godaan itu hanya sebuah candaan belaka, dan Naura tidak pernah menanggapi serius ucapnya Adit setiap kali pemuda tampan itu mengatakan ingin mengantikan posisi Rama dihatinya.


Malam harinya setelah selesai makan malam, Adit langsung menuju kekamar Rama berada disebelah kamarnya


Tok


Tok


Tok


'' Ram, boleh abang masuk?'' ucap nya dari balik pintu


'' Masuk aja bang, gk dikunci kok. ' jawabnya dari dalam, setelah mendengar jawaban Adit pun langsung membuka pintu kamar tersebut.


'' Kamu sedang apa Rama? apakah abang menggangu mu?'' tanya Adit, pemuda itu melangkah mereka dekati Rama yang saat itu terlihat sedang bermain game di ponsel nya.


'' Tidak bang, santai aja, memangnya ada apa bang?'' ucap Rama sambil meletakan ponsel nya disamping nakas tempat tidur


'' Boleh abang tanya sesuatu sama kamu?''


'' Bang Adit mau tanya apa? apa ini ada hubungannya dengan Naura ?'' tebak Rama


'' Iya kamu benar, dan yang ingin abang tanya kan sama kamu, adalah apa kamu sedang menjalin suatu hubungan dengan sahabat Naura? jika ia abang ingin kamu segera melepaskan Naura! " ucap Adit, pemuda itu terlihat serius dengan ucapannya


'' Apa bang Adit menyukai Naura?''


Next

__ADS_1


__ADS_2