
Naura duduk didepan meja rias miliknya, gadis itu menatap wajah dan matanya yang sembab, terlihat air mata kembali menetes dari pelupuk matanya. Rama sudah pergi dari kamarnya sejak lima belas menit yang lalu. Naura menghapus air matanya, lalu menghela nafas panjang.'' Aku tidak tau apakah aku akan bisa tanpamu kak, tapi jika kamu ingin aku menjauhimu baiklah aku akan mencobanya.
Flashback
'' Naura aku mau mulai sekarang kamu tidak usah lagi menungguku, karna perasaanku tetap sama, kita saudara, dan aku tidak mungkin membalas perasaanmu, jadi ku mohon mengertilah.'' ucap nya
'' Apa semua ini karna Amel kak? apa Amel yang memintamu untuk mengatakan semua ini?'' tanya Naura dengan pandangan yang masih tertuju kearah pemuda itu.
Rama memalingkan wajahnya, merasa tak tega melihat gadis itu menangis, entah kenapa melihat itu ada rasa sesal dihatinya
( Maafkan aku Naura, tapi aku harus melakukan, aku tidak ingin kau terus berharap padaku, karna aku tak mungkin bisa membalas perasaanmu, lagi pula sekarang aku sudah memilih Amel, jadi aku tidak ingin kamu semangkin sakit nantinya )
Batin Rama
'' Maafkan aku Naura, tapi ini adalah keputusanku, aku ingin mulai sekarang kamu melupakan aku, dan sebaiknya kita bersikap seperti selayaknya kakak dan adik '' ucap Rama. Pemuda itu tidak ingin membuat Naura terus berharap padanya tanpa kepastian yang jelas.
__ADS_1
Flashback and
'' Aku gk tau apakah aku mampu menjalani semua hari-hariku tanpa dirimu kak, karna bagiku kaulah semangat disetiap hariku.'' gumam Naura, gadis itu melipat tangannya diatas meja, lalu menenggelamkan kepalanya disana, berharap semua ini hanya mimpi buruknya saja.
Keesokan harinya seperti biasa Naura sampai disekolah bersamaan dengan Amel yang juga terlihat baru sampai, gadis itu tersenyum manis pada Naura seperti tidak memiliki salah apapun pada sahabatnya, tanpa memperdulikan gadis itu Naura langsung melenggang pergi menuju kelasnya, yang sialnya masih di kelas yang sama dengan Amel, bahkan mereka juga duduk dalam satu meja, namun itu dulu, sekarang tidak lagi, karna Naura memilih untuk bertukar tempat duduk dengan siswi lainnya, karna tak ingin duduk sebangku dengan Amel
'' Na, kenapa kamu selalu menghindariku? apa sebegitu bencinya ya kamu sama aku?'' tanya gadis berambut pendek tersebut. Naura hanya melirik sekilas pada Amel, lalu ia menyibukkan dirinya dengan mengulang pelajaran yang mungkin akan dibahas Dimata pelajaran hari ini.
Amel menghela nafasnya dalam, lalu menghembuskan nya kasar.'' Naura udah dong, mau sampai kapan kamu akan terus memusuhiku?'' sambung nya membuat Naura yang tadinya terlihat sibuk dengan buku pelajarannya langsung menoleh kearah gadis itu.
Namun sepertinya Amel masih ingin mengganggu gadis berlesung pipi tersebut.'' Kamu gk terima ya, kalau akhirnya kak Rama lebih memilih aku dari pada kamu Na?'' ucap Amel membuat Naura mengepalkan tangannya. Gadis itu berdiri dari duduknya lalu melangkah mendekati sahabatnya itu, uuppss,, mungkin mantan sahabat sekarang, karna Naura sepertinya sudah enggan bersahabat dengan pengkhianat seperti Amel.
'' Terserah loe mau bilang apa, gue gk perduli.'' ucap Naura setelah itu ia memasukan kembali buku miliknya kedalam tas, lalu melangkah keluar dari kelas, namun sebelum Naura benar-bdnat keluar dari pintu kelas tiba-tiba Amel kembali bicara membuat langkah Naura seketika terhenti.
'' Aku dan kak Rama sudah jadian.'' ucap Amel, sambil menatap kearah punggung Naura, gadis itu masih berdiri ditempatnya sambil memunggungi Amel, namun tak lama gadis itu pun langsung membalikan tubuhnya
__ADS_1
Naura tak langsung percaya dengan ucapan Amel, walaupun ia tau jika Rama menyukai mantan sahabatnya tersebut, namun ia tau jika bunda Irma tidak memperbolehkan Rama berpacaran.'' Benarkah? kalau mau ngarang cerita yang berbobot, loe pikir gue percaya? lagian kak Rama itu gk diijinkan oleh bunda pacaran, dan sekarang loe bilang kalau kalian sudah jadian, kalau mu bohong cari kalimat yang masuk akal.'' ucap Naura, gadis itu mencoba untuk tegar, meski tak bisa dipungkiri hatinya kembali sakit mendengar itu semua, gadis itu hanya mencoba menghibur dirinya sendiri, dengan kenyataan pahit tersebut, mungkin benar yang dikatakan Amel jika mereka sudah berpacaran, hanya saja Naura mencoba untuk tidak mau menerimanya.
'' Aku gk bohong Na, kamu bisa tanyakan langsung dengan kak Rama.'' ucap Amel gadis itu melirik keluar kelas setelahnya ia melangkah mendekat kearah Naura yang saat itu terlihat menatapnya dengan tatapan marah dan kesal.
'' Apa kau puas setelah mendapatkan kak Rama? kau puas karna sudah berhasil merebutnya dariku?'' ucap Naura dengan nada penuh penekanan, gadis itu masih mengepalkan tangannya, bahkan terlihat telapak tangan yang sedikit memerah disana.
'' Aku hanya berharap kamu bisa menerima hubungan kami Na.'' ucap Amel dengan nada lembut, membuat Naura yang mendengar berasa ingin muntah. Entah kenapa setelah tau jika Amel menjalin hubungan dengan Rama, Naura jadi tidak respek lagi dengan gadis itu.
'' Tapi maaf sampai mati pun gue gk akan pernah ikhlasin kak Rama buat loe perempuan murahan.'' maki Naura, bukan tanpa alasan gadis itu mengatakan semua nya, namun ada alasan dibalik itu semua yang tak ingin ia katakan
'' Naura kamu tega sekali mengatakan hal itu? itu sangat menyakitkan Na, aku gk nyangka hanya karna kak Rama lebih memilih ku, kamu jadi jahat seperti ini sama aku.'' ucap Amel dengan nada sedih
'' Gk usah kasih tampang melas sama gue, itu gk berlaku sama sekali gue, dan bukankah yang gue katakan memang benar? loe itu cewek murahan, dan murahan kayak loe gk pantas bersanding dengan kak Rama.''
'' Naura jaga bicaramu!!!..
__ADS_1
Next