Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 14. Ketahuan


__ADS_3

Naura masih setia berdiri didepan sepasang muda mudi tersebut, dan masih belum menjawab kata-kata sindiran yang Rama ucapkan untuknya.'' Katakan Naura! siapa yang berselingkuh? bukankah kita tidak memiliki hubungan apapun? jangan bilang kamu sedang cemburu dengan sahabatmu sendiri.'' sambung Rama entah kenapa Rama bisa mengatakan hal seperti itu, dan tentu saja itu membuat dirinya seolah penting sama sekali bagi Rama, menyadari itu membuat hatinya terasa sesak, namun sebisa mungkin ia mencoba bersikap biasa dan menyembunyikan kegelisahan hatinya


'' Jadi apakah kalian tidak memiliki hubungan apapun?'' tanya Naura


Rama menghela nafas panjang, ingin sekali ia mengatakan jika dirinya menyukai sahabat dari sepupunya tersebut, namun Rama tak tega, ia tau pasti sepupunya itu akan sedih dan hancur jika tau kebenarannya.'' Kami tak memiliki hubungan apapun.'' ucap Rama membuat Amel hanya bisa tersenyum kecut, ia tau Rama tak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada Naura, dan ia harus menerima semua itu demi hubungan mereka. Sedangkan Naura sendiri tentu saja tersenyum mendengar nya, meskipun begitu tak dipungkiri ada masih ada perasaan yang mengganjal dihatinya, Naura masih sangat penasaran dan juga yakin jika Rama dan Amel menyembunyikan sesuatu darinya. Saat Naura ingin kembali melayangkan kata-katanya tiba-tiba bel masuk kelas berbunyi, membuat ketiganya langsung memilih untuk masuk kedalam kelas.


Setelah orang sekolah Naura langsung pulang karna Sarah sangat ibu menyuruhnya untuk langsung pulang kerumah. Sedangkan Amel sendiri setelah memastikan Naura sahabatnya itu pulang, gadis itu langsung menghubungi Rama yang saat itu masih berada diruang kelasnya bersama Bayu dan juga Yoga, entah apa yang mereka bahas tapi sepertinya mereka serius sekali. Ponsel Rama menerima notif pesan dan pemuda itu langsung membukanya.


''Guys maaf sepertinya gue harus cabut duluan ada urusan.'' jelasnya ambil memasukan ponsel nya kedalam saku celananya


'' Kok mendadak?'' tanya Yoga


'' Iya mendesak soalnya, yasudah ya klu gitu gue cabut sekarang.'' ucapnya yang langsung melangkah meninggalkan teman-temannya tersebut.


Di parkiran terlihat Amel sedang berdiri disamping sebuah motor sport. Gadis tersebut melambaikan tangan saat melihat seseorang yang sejak tadi ia tunggu.'' Maaf menunggu lama.'' ucap orang tersebut yang ternyata adalah Rama, kini pemuda tampan itu sudah berada dihadapan Amel


'' Gk apa kok kak, aku akan selalu setia menunggu kamu.'' jawabnya sok imut sambil tersenyum lebar

__ADS_1


'' Yasudah ayo naik.'' ajaknya sambil menyerahkan helm pada Amel, lalu menaiki motor sport yang ada disamping Amel, ternyata itu adalah motor milik Rama, motor berwarna merah menyala sangat keren bila dipandang mata. Rama dan Adit memang memiliki motor masing-masing, dan itu adalah hadiah pemberian Imron sang papa saat keduanya ulang tahun, awalnya Imron membelikannya untuk Adit sang putra sulung, namun karna tak ingin dikatakan tidak adil, jadi tahun berikutnya disaat Rama berulang tahun Imron juga membelikan motor yang sama untuk nya, hanya warna nya saja yang beda, sebentar nya Rama sama sekali tak meminta nya, namun sebagai orangtua ia merasa harus adil pada kedua putranya.


Saat ini keduanya sedang berada dijalan raya, sepanjang perjalanan Amel terus tersenyum senang, ia sama sekali tak pernah menyangka akan berboncengan dengan pemuda idaman hatinya. Dengan sedikit ragu, tangan Amel yang tadinya berada ditengah-tengah antara tubuh keduanya kini mulai menyentuh pinggang Rama, membuat pemuda itu sedikit tersentak atas perlakukan gadis itu, namun ia hanya diam, tak memberikan reaksi apapun walaupun sebenarnya sedikit risih, sedangkan Amel sendiri jangan ditanya, gadis berambut sebahu itu sangat senang, karna Rama sama sekali tak menolak saat tangannya berada di pinggang nya, Amel semangkin yakin jika Rama sangat menyukainya, kalau tidak mana mungkin ia membiarkan tubuhnya disentuh oleh seorang gadis, sedangkan yang ia tau dengan Naura saja yang notabenya adalah sepupu Rama, pemuda itu sedikit menjaga jarak dengannya dan itu berarti bukankah Rama sama sekali tak memiliki perasaan pada gadis itu? pikirnya. Sementara itu didalam sebuah taksi terlihat Irma dan Sarah, kedua kakak beradik itu baru saja pulang dari rumah sakit untuk menjenguk kerabat yang sedang sakit, saat berada dilampu merah tak sengaja mata Sarah melihat sosok Rama yang sedang berboncengan bersama seorang gadis, diatas motor miliknya, dan gadis itu tak lain adalah sahabat dari putrinya sendiri.


( Rama bersama Amel, kok bisa? mereka juga kelihatan begitu dekat, apa mereka sedang menjalin sebuah hubungan? lalu apa Naura tau jika sahabatnya sedang jalan bersama Rama? )


Batin Sarah, berbagai pertanyaan seketika muncul dikepalanya. Sedangkan Irma yang sejak tadi tidak dihiraukan saat bicara, seketika mengikuti arah pandang adiknya yang saat itu masih fokus menatap kearah luar jendela


'' Loh itukan Rama, sedang bersama siapa dia?'' ucap Irma langsung.


Irma menghela nafas panjang, ia yakin kalau Naura tidak tau semua ini, sama seperti Sarah, Irma juga merasa telah terhianati, bagai mana mungkin putranya melakukan hal seperti ini? sungguh Irma sangat kecewa melihat nya, yang lebih parah kenapa harus dengan sahabatnya Naura? pasti gadis itu akan sedih jika sampai mengetahuinya, Irma yakin jika Rama dan Amel memiliki hubungan, ia bukanlah orang bodoh yang tak tau apa-apa, sama seperti Sarah yang juga menduga hal yang sama.


***


Malam harinya setelah makan malam Irma berniat kekamar Rama, wanita paruh baya itu tidak sabar ingin segera mengetahui tentang hubungan putranya bersama gadis yang bernama Amel tersebut.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


'' Masuk!" setelah terdengar suara jawaban dari dalam Irma pun langsung masuk kedalam kamar tersebut.


'' Rama kamu sedang apa sayang?'' ucap Irma, wanita itu mengayunkan kakinya melangkah menuju ranjang dimana saat ini putranya berada.


'' Gk ada bun, tadi lagi balas pesan dari teman saja.'' jawabnya sambil meletakan ponselnya diatas meja nakas


Irma duduk ditepi ranjang, sambil menelisik wajah putranya.'' Ada apa bun? kenapa melihat ku seperti itu?''tanya Rama sambil menatap wajah Irma


Wanita tersebut tersenyum tipis, lalu membelai rambut putranya yang sudah sedikit memanjang itu.'' Ternyata anak bunda sangat tampan, pantas Naura sangat terpesona dengan mu sayang.'' ucap Irma dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya


'' Bunda, sebenarnya apa yang ingin bunda katakan? aku yakin bunda datang kekamarku hanya karna ingin mengatakan jika aku tampan.'' ucapnya membuat Irma langsung terkekeh mendengarnya.


Next

__ADS_1


__ADS_2