
Jam sudah menunjukan pukul enam sore, Naura yang sejak tadi tidak melihat ibunya merasa sedikit khawatir, Naura memang tau Sarah pergi keluar karna memang tadi siang Sarah pamit ingin mengunjungi kantor papanya, namun saat melihat Roby pulang sendiri gadis itu merasa heran." Loh pah kok pulang sendirian, mama mana?" tanya Naura membuat tubuh Roby seketika menegang.
" Maksud kamu mama belum pulang sayang?" ulang nya memastikan
" Papa gimana sih, kan tadi mama itu pamit sama aku mau kekantor nya papa, aku pikir mama pulangnya bareng papa, di telpon handphone nya juga gak aktif." jelas Naura, yang kini sedikit khawatir karna mama nya tidak pulang bersama papa nya." Apa papa dan mama bertengkar lagi?" selidik Naura yang melihat Roby tampak khawatir
" Tidak sayang, kamu jangan khawatir, yasudah kalau gitu papa cari mama kamu dulu." ucapnya sambil melangkah kembali keluar rumah, ia sengaja menghindari pertanyaan putrinya, karna bingung harus berkata apa, Roby yakin jika dia tetap berada dirumah pasti Naura akan bertanya terus, lagi pula Roby juga merasa khawatir dengan istrinya. Dan yang terpenting sekarang ia harus segera menemukan Sarah , Roby tau jika Sarah saat ini pasti dalam keadaan kacau.
Naura hanya bisa menghela nafas berat, saat melihat papa nya yang terlihat panik, ia berharap apapun masalah diantara kedua orangtuanya tersebut bisa secepatnya selesai. Naura tidak ingin mama dan papanya saling berselisih. Sedangkan didalam mobil yang melaju terlihat Roby terus mencoba menghubungi ponsel milik istrinya yang sejak tadi susah dihubungi.
" Ayo angkat sayang, kamu hanya salah faham, aku dan Dina sudah tidak ada hubungan apapun lagi, kami hanya berteman." monolog nya seolah istrinya ada disana, Roby terus berpikir kemana saat ini istrinya pergi, beberapa kali ia mengumpat, saat menyadari jika dirinya tak memiliki satu pun nomor kontak teman- teman dari istrinya tersebut." Kemana lagi aku mencari mu sayang." gumamnya semangkin frustasi. Sementara itu ditempat lain terlihat Sarah sedang duduk termenung disebuah danau buatan, danau itu terletak tak dari taman kota, sudah lama sekali rasanya dirinya tidak ketempat itu, sangkin lamanya Sarah sampai lupa kapan terakhir kali ia dan suaminya datang kesana, ya dulu Sarah dan Roby memang sering mengunjungi danau tersebut jika ada waktu senggang, namun setelah beberapa tahun terakhir dia sudah tidak pernah lagi datang ketempat tersebut.
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, dikediaman rumah Naura terlihat gadis itu duduk diruang tamu rumahnya, sesekali gadis itu membuka gorden jendela depan, berharap mama atau papa nya segera pulang, namun sampai saat ini keduanya masih belum memunculkan batang hidungnya, sebenar nya Roby sudah berulangkali menghubungi Naura menanyakan apakah Sarah sudah pulang atau belum, karna sampai saat ini papa nya itu masih belum bisa menemukan mama nya, namun meskipun begitu Naura berharap papa nya bisa secepatnya menemukan mama nya dan membawa pulang bersama sang papa. Sebenar nya Naura sudah sejak tadi ingin mengadu pada Imron atau pun Irma, hanya saja Roby mewanti-wanti pada sang putrinya agar jangan dulu mengatakan apapun pada mereka, takut mereka cemas, begitulah alasan Roby pada Naura, padahal sebenar nya Roby hanya tidak mau masalahnya akan bertambah runyam jika pasangan suami istri itu sampai mengetahuinya, apa lagi dengan alasan seperti ini, Roby sangat tidak mau siapa pun tau tentang masalah rumah tangga mereka.
Bruumm
__ADS_1
Terdengar suara mobil dari arah luar, membuat Naura langsung bergegas melihat dari balik gorden, gadis itu tersenyum saat melihat mobil tersebut adalah mobil Sarah ibunya, dengan cepat Naura langsung melangkah menuju pintu utama dan langsung membuka nya." Mah, mama kemana saja sejak tadi siang gak ada kabar? Aku dan papa khawatir mah, mama tidak apa-apa kan." ucap Naura yang langsung memeluk tubuh Sarah dengan erat untuk menumpahkan rasa rindunya, tidak bertemu dengan ibunya beberapa jam saja membuat gadis itu sangat merindukan pelukan nya, apa lagi saat ini ia tau kedua orangtuanya sedang dalam masalah yang ia juga tidak tau apa masalahnya, namun Naura berharap masalah diantara keduanya cepat selesai.
" Maafin mama karna telah membuatmu khawatir sayang, tadi mama ada urusan sebentar, yasudah yuk masuk, rasanya tubuh mama lelah sekali ingin cepat- cepat istirahat." ucap Sarah sambil mengajak Naura masuk kedalam rumah, Sarah tidak ingin membuat Naura semangkin khawatir, sebisa mungkin Sarah akan menyembunyikan masalahnya dari sang putri.
" Mama sudah makan?" tanya Naura, gadis itu memperhatikan wajah ibunya, mata yang terlihat sembab, serta wajah yang lelah, bukan hanya itu Naura juga melihat Sarah dengan tatapan kosong, Naura yakin jika saat ini ibu nya sedang dalam keadaan yang sangat tidak baik, namun Naura juga tidak ingin bertanya.
Sarah tersenyum lalu mengangguk, walaupun sebenarnya ia sama sekali belum memakan apapun dari siang, bagai mana mau makan, selera makan saja tidak ada, nasi yang tadi ia bawa kekantor suaminya hanya ia letakan dimeja sekertaris suaminya dikantor setelah masalah tersebut." Sudah sayang tadi diluar." ucapnya berbohong." Kamu sendiri sudah makan?"
" Aku juga sudah kok mah."
" Mah apa mama dan papa sedang bertengkar?" tanya Naura, pada akhirnya gadis itu tidak tahan untuk tidak bertanya, tadi nya gadis itu ingin mencoba pura-pura tidak tau, tapi rasanya ia tidak bisa hanya berdiam diri apa lagi setelah melihat kondisi ibunya seperti itu.
Sarah membalikan tubuhnya, menatap wajah putrinya yang tergambar kesedihan disana, Sarah melihat ada kecemasan pada putri nya itu, dan Sarah tidak tega melihat nya, Sarah pun kembali melangkah mendekati sang putri lalu memeluknya." Kamu jangan cemas sayang, ini bukan masalah besar, lagi pula dalam rumah tangga itu tidak mungkin tidak ada perselisihan didalamnya, tapi kamu jangan pikirkan itu ok? Mama dan papa akan menyelesaikan semua itu secepatnya." ucap Sarah mencoba tersenyum, wanita itu mengecup pucuk kepala Naura." Sudah istirahatlah dan jangan lagi dipikirkan ya?" ucap Sarah yang diangguki oleh Naura.
***
__ADS_1
" Mas angkat dong telponnya." gumam seorang wanita sambil terus mencoba menghubungi seseorang, sejak beberapa jam yang lalu wanita itu terus menghubungi seorang lelaki yang sejak beberapa jam yang lalu telah mengabaikannya.
" Mah, mama lagi nelpon siapa sih kok kelihatan cemas gitu?" tanya sang putri yang tak lain adalah Amel, dan kalian pasti bisa menebak kan siapa wanita itu? yap siapa lagi kalau bukan Dina, sejak tadi wanita itu terus mencoba menghubungi Roby melalui panggilan telpon? karna sejak kejadian dikantor itu sampai sekarang Dina belum mendapat kabar apapun dari pria itu.
" Oh, ini teman mama sayang, sejak tadi susah dihubungi." jawabnya sambil terus mencoba menghubungi Roby, namun selalu panggilannya sibuk, pikir Dina mungkinkah lelaki itu sedang menghubungi seseorang, tapi kenapa sejak tadi siang terus seperti ini pikirnya.
" Om Dika?" tebak Amel membuat Dina langsung mengalihkan pandangannya kearah sang putri
" Mama bertengkar sama om Dika?" sambung Amel yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Dina.
" Oya sayang apa sebelumnya kamu sering ngobrol dengan papanya dari Naura?" tanya Dina, yang tiba- tiba membuat Amel mengerutkan keningnya.
" Maksud mama gimana? Aku kurang ngerti."
" Eemm,, gini maksud mama, kamu kan sama Naura sudah sahabatan lama, otomatis kamu udah sering dong ketemu kedua orangtuanya, nah yang mau mama tanya itu apa kamu sering ngobrol dengan papa nya?" jelas Dina, wanita itu menatap putrinya, sambil menunggu jawaban dari gadis itu
__ADS_1
Next