
Amel yang sejak tadi bicara, namun merasa tidak mendapat tanggapan dari Rama, langsung menatap kearah pemuda itu, dahinya berkerut saat melihat pandangan kekasihnya yang melihat kearah lain, merasa penasaran Amel pun menoleh kearah pandangan Rama, sibuk bertanya pada pria tersebut.
" Kak Rama lihatin siapa sih?" tanya gadis itu sambil memutar kepalanya melihat objek tersebut, yang membuat Rama mengalihkan pandangannya kearah lain.
( Naura, jadi Karana dia kak Rama mengacuhkan ku )
Batin Amel, gadis itu memang tak mendengar suara Naura tadi, entah apa yang ia pikirkan sampai suara pekikan Naura pun tidak ia dengar tadi
" Kak." panggil gadis itu sambil menyentuh tangan Rama, membuat pemuda itu mau tak mau langsung mengalihkan pandangannya kearah Amel.
" Ada apa?" tanya pemuda itu dengan pandangan datar, membuat Amel yang melihat hanya bisa menghela nafas, selalu begitu, namun meskipun begitu Amel tidak ingin memprotesnya, sebab ia tau jika Rama tak suka jika memiliki kekasih yang manja, sebab pemuda tampan itu pernah mengatakannya pada Amel. Rama suka pada wanita yang anggun, dewasa, dan pengertian, dan Amel percaya jika semua itu ada pada dirinya, makanya Rama memilih nya sebagai kekasih dari pada Naura yang sifatnya kebalikan dari sifat Amel.
" Tidak ada kak," jawabnya setelah melihat raut wajah Rama yang terlihat masam, padahal tadinya gadis itu ingin protes , namun ia urungkan setelah melihat perubahan raut wajah Rama. Rama kembali melirik kearah Naura, bertepatan itu ternyata Naura juga melihat kearahnya. Naura tersenyum pada Rama, namun Rama sama sekali tak membalas senyum gadis itu, membuat Naura hanya bisa tersenyum kecut, sejak dulu memang seperti itu kakak sepupunya yang satu itu, sangat jauh berbeda dari Adit yang selalu perhatian dan baik padanya. Meski pun begitu Naura tetap saja menyukai pria datar dan dingin tersebut.
Bayu yang melihat tatapan Naura tertuju kearah lain sontak mengikuti arah pandang gadis itu." Gimana kalau kita samperin mereka?" ucap Bayu tiba- tiba membuat Naura langsung menatap kearah pria tersebut
" Gak kak, aku gak mau mendengar omongan Amel yang pastinya nanti buat aku cemburu." jawab Naura jujur, sampai saat hatinya masih milik Rama, meskipun sikapnya sudah tidak seperti dulu yang secara terang- terangan mengatakan nya, karna setelah Rama dan Amel jadian, Naura mulai sedikit menjaga jarak, lagi pula dirinya dan Adit sedang melakukan misi saat ini, dan Naura sangat berharap apa yang dia harapkan bisa terwujud.
__ADS_1
" Naura bisakah kamu coba untuk menerima laki- laki lain?" ucap Bayu sambil menjeda ucapannya." Aku sangat berharap kamu mau membuka hatimu untuk aku, jujur aku sayang kamu Na." ucap Bayu serius, pria itu memberanikan diri untuk menggenggam tangan Naura, dan gadis itu biarkan saja saat tak sengaja matanya melihat Rama yang juga sedang memperhatikan mereka, namun pria itu tiba- tiba bangkit dan pergi dari kantin meninggalkan Amel yang saat itu terus memanggilnya, namun tak dipedulikan oleh Rama. Setelah Rama pergi Naura langsung menarik tangannya dari genggaman Bayu, membuat pemuda itu sedikit kecewa.
" Maaf kak, aku gak bisa." ucap gadis itu, lalu Naura pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Bayu yang masih menatapnya sendu.
Naura melangkah menuju kelasnya, saat melewati lorong yang sepi tiba- tiba tangannya langsung ditarik oleh seseorang, membuat gadis itu terkejut bukan main, hampir saja Naura berteriak kalau saja tidak melihat siapa yang ada didepannya saat ini.
" Kak Rama." ucapnya sambil menatap wajah Rama yang sangat dekat dengannya, mata pemuda itu terlihat memerah, tatapan mata nya juga sangat tajam kearah Naura, membuat gadis itu sedikit takut.
" Kak ada apa?" ucap Naura, ia kaget saat tiba- tiba Rama mengukung tubuhnya diantara tembok dilorong tersebut.
" Apa segitunya kamu sekarang? Kenapa harus Bayu dan bang Adit?" tanya Rama
" Bukannya kamu jadian sama bang Adit? Lalu kenapa sekarang kamu malah menaruh harapan pada Bayu hah? mau kamu apa sih?" ucap Rama dengan posisi yang masih mengukung gadis itu.
Mendengar ucapan Rama, Naura tersenyum miring." Memangnya kenapa? Lagian aku gak beri harapan kok sama kak Bayu, dia yang suka sama aku, masa iya aku harus memaksanya untuk melupakan aku, itu kan perasaan dia kak, bukankah kamu bilang jika perasaan itu gak bisa dipaksakan? mau sama siapa dia memilih untuk melabuhkan cintanya, seperti kamu sama Amel contohnya." ucap Naura, membuat Rama merasa tersindir. Naura mendorong dada Rama agar sedikit menjauh darinya, karna jujur saja sejak tadi gadis itu mati- matian menahan debaran jantungnya, Naura gak sanggup berada sedekat itu dengan sang pujaan hati, gadis itu merasa lemah, ingin sekali Naura memeluk pemuda yang ada dihadapannya saat ini, hanya saja rasanya itu sangat tidak mungkin.
" Dengar Naura! aku gak mau kamu seperti ini, jika kamu dan bang Adit memang sudah bersama, maka sebaiknya kamu jangan dekat dengan Bayu. Tolong jaga perasaan bang Adit, kamu mengerti kan maksud aku?"
__ADS_1
" Perasaan bang Adit apa perasaan kakak yang harus aku jaga? jika bang Adit aku rasa dia tidak akan ada masalah jika aku dekat dengan seseorang, selagi aku dan orang tersebut tidak memiliki hubungan yang lebih, aku rasa tidak akan masalah." ucap Naura mencoba santai, ia juga tak berniat menjelaskan hubungannya dengan Adit, biar kan saja Rama salah sangka dengan hubungan mereka, pikir Naura. Namun meski pun begitu tetap saja gadis itu merasa khawatir, dalam hatinya ketar- ketir merasa sangat takut jika Rama akan memarahinya, apa lagi melihat Rama yang saat ini seperti sangat kesal padanya.
" Walau pun bang Adit tidak marah, tapi aku gak suka kamu seolah mempermainkan dia, kamu sadar kalau yang kamu lakukan ini sangat menyebalkan Naura?" ucap Rama.
" Maaf kak Rama, sepertinya aku gak bisa menuruti keinginan kamu, bukankah aku sudah bilang kalau bang Adit tidak masalah aku dekat dengan teman laki- laki, toh dia juga kenal kak Bayu." ucap Naura. Rama meraup kasar wajahnya, susah memang kalah bicara dengan Naura, sepertinya gadis itu memang sengaja membuat Rama merasa kesal dan marah
" Tetap saja aku gak suka melihat nya Naura, kamu ini sekarang kenapa seperti ini sih? Kamu berubah, gak seperti Naura yang aku kenal." ucap Rama
" Aku tetap Naura yang dulu, Naura sepupu kamu." ucap gadis itu dengan tatapan yang masih tertuju kearah Rama.
" Benar, tapi apakah hati mu masih tetap sama?" ucap Rama, membuat dahi Naura berkerut
" Maksud kakak?"
" Tanyakan pada hatimu, jika memang perasaanmu masih sama seperti yang dulu, sebaiknya tidak usah mencari pelampiasan untuk masalah hati mu." ucap Rama lagi. Mendengar ucapan Rama yang seolah berputar- putar membuat Naura menjadi bingung sendiri, kenapa tidak langsung pada intinya saja, pikir gadis itu, agar dia mengerti maksud nya.
Next
__ADS_1
Maaf guys update nya gk teratur, tapi otor usahakan deh agar setiap hari bisa up, apa lagi kalau kalian selalu memberikan semangat buat otor 😊 jangan lupa selalu tinggalkan jejak setelah membaca 🤗😘