Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 8. Kenapa kamu berpakaian seperti itu Na???


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, terlihat dikamar Sarah sedang duduk didepan meja rias untuk membersihkan wajahnya, tak lama terlihat Roby sang suami keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk dipinggangnya, walaupun sudah berumur, namun pria matang itu terlihat semangkin mempesona, hingga membuat Sarah tak berkedip melihat nya, namun ia pun langsung mengalihkan pandangannya dan melanjutkan kegiatannya yang belum selesai, yaitu memakai cream malam, wanita yang masih tetap cantik walau usianya sudah menginjak 38 tahun itu selalu merawat wajah dan tubuhnya, agar suaminya tersebut tetap berada disisinya. Sebab Sarah sangat tau jika diluaran sana banyak sekali wanita yang mengincar suaminya, karna selain tampan, Roby juga kaya karna memang suaminya tersebut adalah pengusaha yang sukses, maka dari itu Sarah harus tetap bisa menyenangkan hati suaminya tersebut agar tidak berpaling darinya.


'' Sayang apa kamu sudah selesai?'' tanya Roby, saat ini pria matang tersebut sudah berada diatas tempat tidur sambil menatap istrinya yang masih terlihat sibuk dengan aktivitasnya.


'' Sudah.'' jawab Sarah yang langsung bangkit dari duduknya, dan melangkah kearah sang suami yang terlihat sudah menunggu nya diatas tempat tidur.


'' Apa belakangan ini mas Roby terlalu sibuk, hingga tak menyempatkan diri untuk mengajak ku makan diluar seperti biasanya?'' tanya Sarah, kini wanita tersebut sudah berad diatas tempat tidur, tepat disamping suaminya


'' Ya kamu benar beberapa hari ini aku memang sangat sibuk, maaf karna belum bisa menemani mu.'' ucap Roby, pria matang itu mendekatkan tubuhnya pada sang istri lalu mengecup singkat pucuk kepala wanita yang dicintainya tersebut.


Sedang kan dikediaman Rama terlihat Irma dan Imron sedang berada disofa ruang tamu, keduanya sedang menonton acara berita sambil diselingi obrolan ringan.


'' Gimana kerjaan kamu pah? apa lancar?'' ucap Irma sambil menyandarkan kepalanya dibahu sang suami


'' Lancar sayang,' jawabnya sambil mengecup kening sang istri.


'' Astaga papa, lain kali kalau mau cium bunda jangan ditempat umum dong, dikamar kan bisa kalau mau mesra-mesraan.'' ucap suara seseorang yang ternyata salah Adit putra sulung mereka


'' Iri saja kamu itu, lagian ini rumah papa bukan nya tempat umum.'' jawab Imron langsung, sedangkan Irma hanya menggeleng kan kepalanya saat mendengar berdebatan kecil antara suami dan anaknya itu, begitulah keluarga mereka, selalu memperdebatkan masalah kecil, meskipun begitu ia tau jika anak dan bapak itu saling menyayangi


'' Rama mana Dit?'' sambung nya agar keduanya berhenti berdebat

__ADS_1


'' Lagi ngendok kali Bun dikamarnya.'' jawab Adit asal membuat keduanya hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala


'' Mama serius tau,'' sambung Irma


'' Ya aku juga serius bun, lagi pula sejak tadi aku gk lihat anak kesayangan bunda.'' jawab Adit, namun seketika suara seseorang langsung mengalihkan pandangan semuanya


'' Ada apa cari Rama bun?'' ucap nya yang ternyata adalah Rama sang putra bungsu dikeluarga tersebut.


'' Eh sayang, tidak ada apa-apa kok, bunda pikir kamu kemana, soalnya bunda gk ada lihat kamu semenjak pulang tadi sore.'' jawab Irma


'' Memangnya kalian kemana?'' sambung Adit sambil menatap adiknya yang sudah duduk disamping Imron sang papa


'' Taman hiburan bang.'' jawabnya singkat


'' Hah, gebetan baru? Kamu punya pacar sayang? siapa? kok bunda gk tau, terus Naura bagai mana? kamu kok tega sih sama Naura.'' ucap Irma yang sudah berbicara tanpa rem, membuat semua pria yang ada disana hanya bisa menggelengkan kepala mereka


'' Gk ada kok bun, bang Adit hanya bicara asal, tadi aku perginya bareng Naura dan yang lainnya kok.'' jelas Rama membuat Irma langsung bernafas lega. Sejujurnya Irma sangat ingin putra bungsunya tersebut menjalin hubungan sungguhan dengan keponakan kesayangannya itu, toh tidak ada salahnya kan? lagi pula ia sudah telanjur sayang dengan gadis itu.


'' Syukurlah kalau gitu, bunda gk mau ya Ram, kalau kamu pacaran disaat masih sekolah seperti ini, ingat sebentar lagi kamu akan ujian jadi belajar aja yang rajin, dan jangan mikirin soal pacaran.'' ucap Irma tegas, membuat semua orang saling menatap satu sama lain, sebenar nya mereka tau isi pikiran wanita kesayangan mereka itu, namun ketiganya memilih tak membahasnya.


Sedangkan dikamarnya Naura memilih untuk bersantai dibalkon, walaupun sudah malam, gadis itu sama sekali belum bisa tidur, ia masih memikirkan ciuman nya tadi bersama Rama.'' Apa kak Rama sama sekali tak memiliki perasaan padaku kak, setelah ciuman kita tadi? apakah kamu tidak merasakan suatu getaran dalam hatimu, sama seperti ku saat melakukannya?'' monolognya Naura menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil menatap kearah jendela kamar Rama yang memang berada tepat dihadapannya.

__ADS_1


'' Huuff,, sepertinya memang hanya aku yang harus berjuang, sampai kapan aku juga tidak tau.'' sambungnya lagi, Naura melangkah menuju sisi lain, ia menatap langit yang dihiasi oleh bintang yang sangat banyak malam ini, cerah, namun tak secerah hatiku.'' Naura terus bermonolog, sepertinya perasaan gadis itu sedang galau.


'' Hei sedang apa kamu disana, selarut ini?'' suara bass seseorang langsung mengalihkan pandangan Naura, dan seketika wajah murung gadis itu tiba-tiba hilang saat melihat wajah pria yang sejak tadi ada dalam pikiran nya


'' Kak Rama, kamu belum tidur?'' ucap gadis tersebut, ia melangkah menuju kearah balkon kamar Rama, kamar yang saling berdekatan, yang hanya berjarak satu meter.


'' Kenapa kamu berpakaian seperti itu Na? ini sudah malam, nanti kamu masuk angin loh kalau pakai pakaian kurang bahan seperti itu.'' ucap Rama, pemuda itu bukannya menjawab perkataan Naura, ia malah sibuk memprotes pakaian gadis itu, yang memang sedikit terbuka, gaun tidur tipis berbahan satin, dengan leher terbuka hingga memperlihatkan sebagian bahunya yang putih mulus bahkan Rama dapat melihat pakaian dalam gadis itu, karna gaun tidur itu memang cukup menerawang, membuat Rama berkali-kali harus mengalihkan pandangannya dari gadis itu.


'' Masuk Na, ini sudah larut malam.'' Rama kembali bersuara, namun tak berani menatap kearah gadis cantik tersebut membuat Naura menjadi kesal


'' Kak Rama gk sopan banget sih, kalau lagi ngomong itu sebaiknya lihat wajah lawan bicaranya, aku dihadapan kakak loh, bukan disamping sana.'' ucap Naura karna sejak tadi setiap bicara Rama selalu menatap kesamping. Rama menghela nafas, setelahnya pemuda itu pun langsung menoleh kearah Naura, yang seketika disambut oleh senyuman yang paling manis oleh gadis tersebut.


Deg


Deg


Deg


Terdengar suara bunyi jantung, namun entah siapa memiliki nya.'' Apakah itu suara jantungku kak? atau jantung mu?'' ucap Naura membuat Rama langsung mengalihkan pandangannya


'' Ngaco kamu, sudah sana masuk, lagian memangnya kamu gk malu apa dihadapan ku pakai pakaian menerawang seperti itu?'' ucap Ra sambil mendengus

__ADS_1


Naura memperhatikan pakaiannya sendiri.'' Malu kenapa kak? aku kan setiap harinya memang memakai pakaian seperti ini kalau mau tidur, bahkan terkadang aku hanya memakai br*a dan ****** ***** saja, karna itu sudah jadi kebiasaan ku, bukan kah kak Rama sudah tau??


Next


__ADS_2