
Saat Naura sedang melamun memikirkan nasibnya, tiba-tiba terlihat seorang gadis datang mendekatinya.'' Naura ada apa kamu menyuruhku untuk datang ketempat ini malam-malam begini?''' ucap gadis tersebut yang ternyata adalah Amel, Naura yang mendengar suara Amel langsung mengangkat wajahnya yang sejak tadi ia tundukan. Lampu ditaman itu sangat lah terang, jadi wajah keduanya bisa terlihat dengan jelas satu sama lain.
'' Naura kamu kenapa? kok wajah mu kusut banget, apa ada masalah?'' ucap Amel, gadis berambut sebahu itu duduk disamping Naura, sambil menghadap sahabatnya tersebut yang terlihat masih diam. Tanpa berminat menjawab pertanyaan Amel, Naura malah sibuk menatap wajah sahabatnya itu membuat Amel merasa heran.
'' Naura kamu kenapa?''
'' Sejak kapan loe menyukai kak Rama?'' tanya Naura tanpa berminat menjawab semua pertanyaan sahabatnya tersebut. Amel yang mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja terkejut, apa lagi melihat wajah Naura yang sangat intens menatapnya sejak tadi.
'' K-kamu bicara apaan sih, aku gk ngerti deh,'' ucap Amel, gadis itu meremas jari jemarinya untuk menutupi rasa gugupnya, namun Naura sangat bisa melihat itu semua, gadis itu tersenyum sinis melihat kemunafikan sahabatnya tersebut.
'' Pengkhianat, jika sejak awal loe suka sama kak Rama kenapa loe tidak jujur Mel? kenapa harus menjalin hubungan dengan nya secara diam-diam hah?'' ucap Naura sedikit meninggikan suaranya, gadis itu berdiri sambil menatap nyalang kearah sahabatnya, dadanya naik turun menahan emosi yang membuncah di dadanya, Naura merasa selama ini dibodohi oleh gadis yang berkedok sebagai sahabat baginya
Amel ikut berdiri, ia menatap wajah Naura yang terlihat emosi padanya.'' Na, maafkan aku, bukan maksudku berkhianat sama kamu, aku hanya---,''
'' Hanya apa huh? sekarang loe ngomong sama gue Mel! sejak kapan loe dan kak Rama menjalin hubungan? dan sejak kapan juga loe suka sama dia?'' ucap Naura matanya memerah, pandangannya masih tertuju pada Amel, membuat gadis itu mau tak mau harus menjawab pertanyaan Naura.
'' Cepat katakan Mel! jangan jadi orang munafik.'' sentak Naura membuat gadis itu sedikit terkejut, pasalnya selama bersahabat dengan Naura, Amel sama sekali tak pernah mendengar gadis itu berkata sekasar itu padanya, namun sekarang Amel merasa jika Naura bukanlah dirinya, Amel sadar, jika wajar saja Naura sangat marah padanya, jika dia berada diposisi Naura pasti dirinya juga akan sama seperti gadis itu, mungkin bahkan lebih buruk lagi.
'' Aku suka kak Rama sejak pertama aku melihatnya.'' jawab Amel pelan, gadis itu menunduk, tak berani menatap wajah Naura saat itu. Sedangkan Naura sendiri terlihat terduduk pasrah, ia menangkup wajahnya mencoba menetralkan perasaannya yang hancur dengan pengakuan sahabatnya itu. Dan itu artinya sudah dua tahun Amel menyukai Abang sepupunya tersebut, sebab umur persahabatan mereka terjalin dari dua tahun yang lalu semenjak keduanya sama-sama masuk kesekolah yang sama.
'' Selama itu? lalu kenapa loe gk pernah ngomong sama gue Mel? loe anggap gue apa? orang bodoh iya?'' hardiknya. Amel menggeleng kuat.
__ADS_1
'' Bukan seperti itu Na, aku tau kamu suka kak Rama, dan aku gk mau menyakiti kamu, aku gk mau membuat mu sedih karna perasaan ku ini.''
'' Tapi nyatanya loe memang membuat gue sedih Mel, loe nyakiti gue banget tau gk, loe jahat mel, kalau emang loe dan kak Rama saling suka kenapa gk ngomong sejak awal, kenapa kalian mesti menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi begitu? loe tau gimana sakit nya hati gue Mel? gue merasa seperti orang bodoh.'' ucap Naura dengan tangisan yang kembali pecah, Naura tidak bisa lagi menahan sesak didadanya, ini bukan hanya tentang masalah hati, namun ini juga masalah persahabatan mereka yang sekarang sedang dipertaruhkan, Naura merasa dirinya sangat bodoh, karna selama ini tidak bisa melihat perasaan sahabatnya yang ia tunjukan untuk Rama, hari Naura rasanya begitu sakit karna pengkhianatan sahabatnya itu. Bisakah itu dikatakan sebagai sebuah pengkhianatan? ya tentu saja, Naura sudah mengklaim jika Rama itu adalah miliknya, dan sekarang sahabatnya telah merebut pemuda itu, dan pantas saja buka, jika Naura mengatakan Amel adalah seorang pengkhianat.
'' Naura, maafin aku, ak--,''
'' Jika sejak awal loe suka sama kak Rama kenapa loe harus berpura mendukung perasan gue sama dia Mel? itu yang buat gue gk habis pikir sama loe.'' potong Naura sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya.
'' Naura gue--,''
Lagi-lagi Naura langsung memotong ucapan Amel, gadis itu tidak memberikan kesempatan untuk Amel membela diri.'' Asal loe tau Mel, jangan loe pikir setelah loe dan kak Rama menjalin hubungan loe pikir gue akan menyerah gitu? loe salah besar Mel, gue akan tetap memperjuangkan cinta gue sama kak Rama, selama dia tidak memintaku untuk menjauhinya, maka gue akan tetap berjuang.'' ucap Naura, baru beberapa saat yang lalu Naura memikirkan jika dirinya ingin menyerah, namun kini gadis merubah pikirannya, seperti nya gadis itu tidak perduli dengan harga dirinya, sudah sebucin itu dia dengan Rama, dan meskipun ia jelas tau bahwa Rama tidak akan membalas perasaannya. Setelah mengatakan itu semua Naura pun langsung meninggalkan Amel yang terdiam disana, dan hanya mampu menatap punggung Naura yang kian menjauh dari pandangannya.
Tepat pukul sembilan malam, Naura baru pulang dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sarah yang saat itu memang berada diteras rumah langsung menghampiri putrinya, wanita berusia 37 tahun itu memang sedang menunggu kedatangan putrinya tersebut, sebab sejak Irma menceritakan semuanya Sarah sama sekali tidak bisa tenang walaupun Naura sudah mengabarinya, namun tetap saja Sarah mencemaskan nya, ia sangat tau bagai mana cintanya Naura pada Rama, jadi Sarah bisa merasakan bagai mana hancurnya perasaan Naura saat ini, apa lagi yang merebut Rama adalah sahabatnya sendiri, pasti hatinya sangat hancur.
'' Mah aku mau sendiri, bisakah mama tinggalin aku sendiri?'' ucap Naura sambil menatap ibunya
'' Nak kamu---,''
'' Aku baik-baik saja, mama gk perlu khawatir, aku hanya butuh waktu untuk nenangi diri.'' sambungnya lagi
'' Baiklah sayang, tapi kalau butuh sesuatu bilang mama ya?'' ucap Sarah yang sebenarnya merasa khawatir melihat keadaan Naura yang terlihat sedih. Naura hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah kepergian Sarah, Naura langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, tiba-tiba air matanya kembali menetes, saat ucapan Rama terngiang kembali ditelinganya.
__ADS_1
'' Aku akan tetap memperjuangkan cintaku, sampai kak Rama menyuruhku untuk berhenti mencintainya.'' gumamnya dengan suara lirih.
*
*
*
Keesokan harinya terlihat Naura baru saja sampai disekolah, saat gadis itu hendak masuk kedalam kelas tiba-tiba Amel memanggilnya, Naura hanya melirik sekilas, setelah itu gadis tersebut kembali melangkahkan kakinya menuju ruang kelas
'' Naura tunggu, aku mau bicara sama kamu sebentar.'' ucap Amel namun sepertinya Naura sedang tidak ingin bicara dengan sahabatnya itu
'' Na tunggu dulu.'' ucap Amel lagi, gadis itu menarik tangan Naura membuat langkahnya seketika terhenti, ia melirik tangannya yang digenggam Amel, menyadari itu Amel pun langsung melepaskan genggaman tangan nya
'' Na, aku mau bicara denganmu.'' ulangnya membuat Naura menghela nafas berat, sebenar nya gadis itu terlalu malas bertemu dengan Amel, rasa sayangnya kepada sang sahabat, kini sudah berubah menjadi benci. dan sekarang gadis itu mau mengajak nya bicara entah apa lagi yang ingin dibicarakannya, Naura berpikir mungkin saja Amel ingin pamer jika dirinya lah yang bisa menaklukan hati pemuda tersebut pikirnya.
'' Gue gk punya waktu buat ngomong sama loe.'' jawab Naura ketus
'' Na, kamu kenapa sih? aku kan ingin bicara baik-baik sama kamu, tapi kenapa kamu seolah memusuhi aku seperti itu?'' ucap Amel dengan air mata yang sudah berlinang
'' Loe tau jawabannya kenapa gue bersikap seperti ini sama loe Mel, loe itu sahabat yang menikung temannya sendiri, pagar makan tanaman.'' ucap Naura sambil menekankan kata-katanya.
__ADS_1
Next