
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, terlihat Irma dan suaminya Imron sedang bersiap untuk pergi keacara pesta pernikahan anak dari rekan bisnis mereka, bukan hanya mereka saja yang pergi, kedua orangtua Naura juga ikut serta, sebab perusahaan mereka memang saling terikat satu sama lain, jadi wajar saja jika mereka pergi keacara itu bersama.
" Jadi beneran nih kalian gak mau ikut sayang? Naura beneran gak ikut?" ucap Irma, gadis itu saat ini memang berada dirumah mereka.
" Gak Bun, pasti acara membosankan, mendingan aku dirumah aja sama bang Adit." ucapnya. Irma terkekeh mendengar nya, sebelum wanita paruh baya itu kembali bicara." Yasudah kalau gitu, kalian hati- hati ya dirumah?" ucap Irma gang diangguki oleh Naura dan Adit
" Dit Tante titip Naura ya? Kami gak akan lama kok, Oya mana Rama, dari tadi gak kelihatan?" sambung Sarah, sedangkan suami dan Abang angkatnya Imron sudah berada diteras rumah.
" Seperti nya dikamarnya." jawab Adit
" Oh gitu, yasudah kami berangkat ya? Kalian hati- hati dirumah." ucap Sarah lagi
" Iya mah, kalian juga hati- hati." ucap Naura yang diangguki oleh kedua wanita paruh baya tersebut.
Setelah mereka pergi, tak lama Rama turun dari kamarnya, pemuda itu belum makan malam, dan Rama merasa lapar makanya ia turun dari lantai atas. Rama memang belum sempat makan malam karna mengerjakan tugas sekolah terlebih dahulu. Rama menoleh kearah ruang tv, dimana saat ini Adit dan Naura berada, pemuda itu melihat semangkin hari hubungan keduanya semangkin dekat saja.
" Ekhem, seru amat serasa dua milik berdua." ucap Rama, entah apa maksud pemuda tersebut, namun Adit tak terlalu menanggapinya
" Ada apa? Kamu butuh sesuatu?" ucap Adit sambil tersenyum, ia sama sekali tak menghiraukan ucapan adiknya itu, sebab ia tau jika Rama hanya bercanda, berbeda halnya dengan Naura yang langsung menanggapi ucapan pemuda tersebut, membuat Rama semangkin kesal melihatnya.
__ADS_1
" Memangnya kelihatan banget ya kak kalau dunia ini cuma milik aku dan bang Adit?" ucap gadis itu sengaja mengatakannya, sepertinya Naura ingin melihat sampai dimana perasaan Rama padanya, apa hanya menganggapnya sebagai adik atau lebih dari itu. Walaupun sudah berulang kali Rama mengatakan jika ia tidak memiliki perasaan pada Naura, namun tetap Naura tidak percaya, dan masih ingin membuktikan nya. Rama tak menaggapi ucapan Naura, namun tanpa diduga pemuda tersebut malah duduk diantara Adit dan Naura, membuat keduanya langsung menggeser tubuh mereka.
" Kamu kenapa Ram? tumben banget mau duduk berdempetan seperti ini." ucap Adit heran
" Gue laper mau makan, dan gue mau kalian nemenin gue makan." ucap Rama, sambil menatap satu persatu wajah yang ada disampingnya.
" Abang udah makan, sama Naura aja, dia kayaknya belum." jawab Adit
" Yasudah ayo!" ajak Rama tanpa berucap lagi ia langsung menarik tangan Naura menuju ruang makan, Naura menoleh kearah Adit yang saat itu mengacungkan jempolnya kearah gadis itu. Entah apa yang mereka rencanakan.
Saat ini keduanya sudah duduk dimeja makan dan saling berhadapan." Kak Rama mau makan pakai apa biar aku ambilkan." ucap Naura sambil melihat menu yang ada diatas meja, lalu ia pun segera menyendok nasi kedalam piring untuk Rama
"Amel, kok bisa?" ucap Naura sambil memperhatikan gadis itu yang melangkah menuju kearah mereka, tak lama terlihat Adit yang mengikuti langkah gadis itu.
" Hai, maaf mengganggu, kak Rama kebetulan tadi aku lewat sini, terus mampir deh, sekalian bawain kamu makanan ini, tadi kamu bilang belum makan kan? makanya aku bawain ini." ucap Amel sambil meletakan bungkusan yang ia bawa diatas meja. Rama dan Amel tadi memang sempat berbalas pesan, Rama juga mengatakan jika dirinya belum makan malam
" Loe gak liat ya didepan kak Rama itu udah ada nasi dan lauk nya? Dia baru saja mau makan kalau loe gak ganggu." ucap Naura ketus.
" Benar gitu ya kak? sayang banget, padahal aku udah belikan makanan kesukaan kamu, nasi goreng seafood, sayang banget kalau gak dimakan." ucap Amel dengan wajah penuh kecewa. Naura memutar bola matanya malas, jelas ini adalah trik gadis itu, begitulah yang ada dalam pikiran Naura.
__ADS_1
Rama melirik kearah Naura yang juga menatap kearahnya, terlihat pemuda itu merasa bingung." Kalau mau makan nasi goreng yang dibelikan oleh Amel makan saja kak, jangan merasa tidak enak sama aku." ucap Naura yang terlihat biasa, padahal dalam hatinya ia merasa deg-degan, takut kalau akhirnya dirinya lah yang merasa kecewa, karna sudah pasti jika Rama akan memakan nasi goreng pemberian kekasihnya itu, Merasa tak ingin sakit hati Naura pun memilih kembali menikmati makan malamnya dengan pandangan menunduk.
" Amel maaf, sepertinya aku tidak bisa makan nasi goreng yang kamu belikan." ucap Rama. Naura yang tadinya menunduk dan menikmati makanannya sontak mengangkat kepalanya, gadis itu menatap wajah Rama. Sekilas pemuda itu menatap kearahnya lalu pandangannya beralih kearah Amel
" Loh kenapa kak? Aku udah belikan ini untuk kamu loh, masa kamu gak mau makannya." ucap gadis itu semangkin kecewa
" Sekali lagi aku minta maaf, lagi pula kenapa kamu beli tanpa bilang sama aku dulu? lagian pula sekarang dihadapan aku sudah tersaji makanan, apa menurut kamu aku harus membuangnya demi makan makanan yang kamu beli, begitu mau kamu?" ucap Rama, yang terdengar malah menyudutkan Amel. Mendengar itu tentu saja Naura tersenyum senang, bukan karna Rama menyalahkan Amel, tapi karna Rama lebih memilih untuk makan makanan yang sudah lebih dulu disiapkan olehnya ketimbang makan nasi goreng milik Amel.
" Dari pada gak ada yang makan sini biar Abang saja yang makan nasi gorengnya." ucap Adit yang langsung bersuara, sebab sejak tadi pemuda itu hanya diam mendengar pembicaraan ketiganya.
" Yasudah ini buat bang Adit saja." ucap Amel sambil memaksakan senyum nya, ia tak ingin memperlihatkan sisi jeleknya didepan kedua pria tampan itu.
" Boleh aku duduk?" ucap Amel, sambil menatap kearah Rama.
" Duduk lah!" bukan Rama yang menjawab, melainkan Adit, sebab Rama sedang mengunyah makanannya, dan tidak sempat untuk menjawab ucapan gadis itu.
Setelah selesai makan malam mereka duduk diruang keluarga. Bunda sama papa nya kak Rama mana, kok gak kelihatan?" ucap Amel berbasa- basi
" Lagi pergi, ada acara diluar." jawab Rama, dengan pandangan lurus kedepan, melihat Naura yang saat itu sedang sibuk bersama abangnya, entah apa yang mereka lihat dari layar ponsel Adit, yang jelas mereka terlihat tertawa bersama, dan entah kenapa membuat Rama tidak suka.
__ADS_1
Next