Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 55 . Masih di pesta yang sama


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, semangkin larut acara terlihat semangkin ramai, jam untuk para remaja hanya sampai pukul sepuluh malam, sedangkan di jam selanjutnya adalah untuk kalangan orang dewasa.


" Naura apa kamu sudah mau pulang? Atau sebentar lagi?" tanya Bayu, pemuda itu melihat jam yang ada dipergelangan tangannya, ia hanya tigak ingin pulang terlalu malam, karna sudah berjanji pada ibunya Naura jika mereka tidak akan pulang larut.


" Naura kita pulang sekarang yuk, ini sudah jam sembilan lewat loh." bisik Bayu, saat ini mereka sedang bersama teman- teman yang lainnya, terlihat Naura sedang asik bercerita dengan teman sekelasnya, sebelum Bayu kembali mendekatinya, setau gadis itu tadi Bayu sedang bersama yoga dan temannya yang lain, tapi pria itu kini sudah berada disampingnya.


" Iya kak sebentar lagi, tanggung nih, mumpung lagi seru." ucap gadis itu yang kembali bergabung obrolan bersama teman-temannya, entah apa yang para gadis itu bahas hingga mereka terlihat tertawa cekikikan.


" Yasudah kalau gitu aku kembali kesana ya?" tunjuk Bayu kearah yoga dan kawan-kawannya." Kalau sudah mau pulang kabari aku!" sambung nya lagi yang diangguki oleh Naura.


***


Sedangkan Rama terlihat sudah tidak betah berlama-lama dipesta itu, apa lagi pikirannya trus tertuju pada Naura yang terlihat tengah asik bicara dengan Bima teman satu kelasnya, sebenar nya bukan hanya mereka berdua, disana juga ada Mona, Rama sempat melihat Bima memberikan suatu minuman kepada Naura. Rama sempat berpikir jika yang diberikan oleh bima itu minuman yang beralkohol karna warna nya merah, namun cepat-cepat lelaki itu menggelengkan kepalanya menghalau pikiran buruknya, tidak mungkin Bima melakukan hal tersebut pada sepupunya itu, pikir Rama, lagi pula Bayu juga sudah berada diantara mereka, dan dia hanya bisa menatap nya dari kejauhan.


" Kak Rama kita pulang yuk? Ini sudah larut loh, takut dicariin mama." Amel sengaja mengajak Rama pulang karna sejak tadi perhatian pemuda itu terus tertuju kearah Naura, ingin protes namun Amel takut Rama marah, tapi kalau dibiarin saja gadis itu merasa muak melihat kekasihnya lebih perhatian pada gadis lain, padahal dirinya sudah tampil semaksimal mungkin, namun tetap saja Rama seolah tak perduli dengannya. Saat pandangannya menatap kearah lain tiba- tiba tak sengaja matanya melihat sosok yang sangat ia kenal, seorang pemuda yang terlihat tengah menatap kearahnya sambil tersenyum, lalu melambaikan tangan setelah sadar kalau Amel juga menatap kearahnya.


( Loh Vano dia disini juga? )


Batin Amel


Tak lama terdengar notif dari ponsel miliknya, dan tenyata sebuah pesan, dan itu dari Vano. Pemuda itu menyuruhnya untuk segera menghampiri dirinya.


" Emm, kak Rama kita belum mau pulang kan? Kalau belum aku kesana dulu ya?" ucap Amel

__ADS_1


" Kesana mana?" ulang Rama dengan kening yang berkerut karna memang Amel tidak menjelaskannya


" Oh itu, aku mau ketoilet dulu kak, iya toilet, dan sepertinya agak lama, karna perut aku mules banget." sambung gadis itu memberi alasan.


" Hem, baiklah." hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Rama.


Setelah kepergian Amel, Rama pun melangkah mendekati teman-temannya, sebenar nya ingin sejak tadi pemuda itu ingin bersama teman-temannya, hanya saja Amel melarang dengan alasan hanya dia yang perempuan sendiri disana, dan dia mengatakan sedikit risih, walaupun enggan namun Rama tetap menurutinya, padahal itu hanya modus Amel saja ingin berduaan dengan pemuda itu.


Diruangan yang lain terlihat Amel sedang bersama dengan Vano, pria yang selama ini dekat dengannya tanpa sepengetahuan Rama, sebelum jadian bahkan Vano dan Amel sudah dekat.


" Ah Vano." Amel mendesah saat lelaki yang ditaksir seumuran dengan Adit itu mengecup basah leher nya.


" Sayang aku kangen banget sama kamu, kamu cantik sekali malam ini sayang." ucap nya sambil menatap dalam mata gadis itu, lelaki itu hendak kembali melayangkan kecupannya, namun dengan cepat Amel menghindar.


" Aku juga sayang, tapi kok kamu bisa ada disini sih?" tanya Amel, tangannya mengusap lembut jas yang digunakan oleh lelaki tersebut, lumayan tampan sih namun masih kalah jauh dari Rama." Oh iya aku diajak papa tadi, dan kebetulan aku lihat kamu mdkanya aku samperin." jawabnya lalu kembali mendekatkan wajahnya dileher gadis itu


" Naura kamu cari siapa?" Bima mendekati gadis itu


" Bayu kak, aku mau pulang, kepalaku pusing banget." jawabnya sambil memegangi kepala nya


" Sepertinya dia sudah pulang, bagai mana jika aku saja yang antar kamu pulang?" tawar lelaki itu lagi, namun Naura menggelengkan kepala sebagai jawaban.


" Gak perlu kak, biar aku coba hubungi kak Bayu dulu." ucap Naura yang hendak mengambil ponselnya dari dompet miliknya yang cukup besar, hingga muat menampung ponsel miliknya tersebut. Namun belum lagi Naura membuka dompet tersebut dengan cepat bima langsung menghalanginya.

__ADS_1


" Ada apa kak?" tanya Naura dengan kening berkerut, gadis itu merasa heran karna bima menghalangi kegiatannya untuk mengambil ponsel tersebut.


" Biar aku aja yang anterin kamu, gak apa kan?" ucap Bima setengah memaksa


" Eemm,, gimana ya kak, aku cuma gak mau ngerepotin kak Bima, lagi pula ini kan acara ulang tahunnya adiknya kakak." ucap Naura


" Gak masalah kok, aku lihat kamu juga sepertinya kurang enak badan." tebak Bima


" Kelihatan banget ya kak?" tanya Naura yang diangguki oleh Bima." Iya sih aku merasa kepalaku sedikit pusing." sambung gadis itu lagi


" Yasudah makanya biar aku aja yang antar, lagian kalau kamu pulang sendiri berbahaya, nanti terjadi apa-apa gimana? sudah biar aku aja yang antar." ucap Bima kembali membujuk Naura


" Em, yasudah deh." Naura pasrah, lagi pula sepertinya dia memang sedang butuh istirahat secepatnya.


Dari kejauhan Rama tak sengaja melihat keduanya yang sedang melangkah keluar dari acara tersebut." Mau kemana mereka?" gumam Rama, entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak, takut terjadi sesuatu pada sepupunya Rama pun memilih untuk mengikuti keduanya.


" Kemana mereka?" Rama kehilangan jejak, namun pemuda itu tak menyerah, dan tetap mencari keberadaan Naura dan Bima.


" Akh....!!!


Terdengar suara teriakan seseorang, dan Rama yakin jika itu adalah suara Naura, Rama kenal betul suara gadis itu.


" NAURA DIMANA KAMU?"

__ADS_1


Rama berteriak memanggil nama gadis itu, namun tidak ada jawaban. Rama panik, dengan tergesa pemuda itu menyusuri lorong dan seketika itu matanya menangkap bayangan seorang pria dan wanita masuk kesebuah ruangan, dan Rama yakin jika itu adalah Naura dan juga Bima.


Next


__ADS_2