
Rama berdiri didepan motor sahabatnya dengan pandangan mata yang tajam kearah Naura, gadis yang saat ini berada di atas motor sahabatnya. Sedangkan Naura yang berada dibelakang Bayu hanya menatap Rama dengan datar, sebab ia juga melihat Amel yang saat itu berada dibelakang pemuda tersebut
" Kalian mau kemana? Naura kamu ngapain ikut Bayu? Memangnya kamu lupa kalau kemarin malam dia ninggalin kamu dipesta Mona gitu aja." ucap Rama yang masih kelihatan sangat marah dengan Bayu, bahkan kemarin Rama sempat menonjok wajah lelaki itu sangkin emosinya, karna Bayu yang tak becus jagain Naura, gadis itu hampir saja celaka. Sedangkan Bayu sama sekali belum tau apa yang terjadi pada Naura, karna Rama tidak bicara apapun padanya, sempat Bayu ingin menjelaskan semuanya kenapa dia pergi begitu saja dari pesta tersebut, namun Rama sama sekali tak memberikannya kesempatan. Rama juga memang belum tau jika papa nya Bayu masuk rumah sakit, Bayu belum mengatakan nya pada Rama karna sahabatnya itu tak memberikannya kesempatan untuk menjelaskan, namun Bayu sudah mengatakannya pada yoga.
" Aku dan kak Bayu mau kerumah sakit." jawab Naura
" Rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Rama dengan kening berkerut.
" Papa gue Ram, papa masuk rumah sakit kemarin karna kecelakaan, jadi gue dan Naura rencananya akan kerumah sakit." jelas Bayu
" Gue ikut." ucap Rama sambil menatap Bayu." Gue juga mau lihat keadaan om Andi." sambung Rama, walau bagai mana pun papanya Bayu sudah Rama anggap sebagai keluarga sendiri, mereka juga dekat setiap kali Rama dan Yoga main kerumah Bayu, maka Andi terkadang selalu ikut bersenda gurau dengan mereka, jadi wajar saja jika Rama juga ingin tau kondisi papa dari sahabatnya tersebut. Sementara Bayu hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Saat ini mereka berempat sedang menuju perjalanan kerumah sakit, Naura dengan Bayu berada didepan, sedangkan Rama dengan Amel yang berada dibelakangnya dengan mengendari motor miliknya. Rama trus memperhatikan Naura dan Bayu yang ada didepan nya sambil terus mengendarai motornya, Rama terlihat sangat kesal saat melihat Naura yang beberapa kali tertawa bahkan gadis itu menyentuh bahu pemuda itu.
( Apa sih yang mereka bicarakan, kenapa Naura terlihat terus tertawa seperti itu? )
__ADS_1
Bisik hati Rama yang merasa penasaran dengan pembicaraan keduanya. Sedangkan Amel acuh tak acuh, sebenarnya gadis itu sangat malas ikutan kerumah sakit, tapi ia juga tak ingin memberikan kesempatan pada Naura untuk berdekatan dengan kekasihnya.
( Ngapain sih kak Rama pakai acara ikutan segala, gue paling malas datang kerumah sakit, bau nya itu gak enak banget )
Batin Amel menggerutu, namun ingin komplain ia jga tak berani, bisa-bisa Rama langsung menurunkannya ditengah jalan.
DITEMPAT LAIN
Saat ini Sarah dan Roby sedang dalam perjalanan pulang, walaupun pulang bersama, namun Sarah sama sekali masih belum mau bicara dengan suaminya itu, walaupun terpaksa, Sarah hanya bicara seperlunya saja. Sepertinya wanita itu masih belum bisa memaafkan suaminya karna telah membohonginya. Roby yang saat itu masih fokus dengan kemudinya sesekali melirik kearah istrinya, yang saat itu terlihat sedang menoleh kearah luar jendela.
" Apa diluar lebih indah pemandangannya dari pada lelaki yang duduk disebelahmu?" ucap Roby yang sebenarnya sudah tidak tahan dengan sikap istrinya. Jujur pria itu tidak bisa dengan sikap Sarah yang terus mendiami nya, bahkan semenjak kejadian itu sikap sang istri sangat dingin dan juga seolah tak perduli lagi dengannya.
" Loh kok berhenti mas? Kita kan belum sampai rumah." protes Sarah, wanita itu menatap suaminya yang saat itu melepas seatbelt miliknya.
" Mas gak akan jalan sebelum kita bicara! Sarah dengarkan mas baik-baik, mas tau mas sudah salah sama kamu, dan mas minta maaf akan hal itu, tapi jujur mas gak pernah selingkuh dengan Dina, waktu itu kami yang memang kebetulan sudah lama gak ketemu makanya janjian makan bersama, cuma makan kok gak lebih." jelas Roby meyakinkan istrinya
__ADS_1
" Sudah berapa kali kamu dan wanita itu bertemu mas?" tanya Sarah
" Dua kali." jawab Roby sedikit ragu lalu menatap wajah istrinya yang terlihat menatap tajam kearahnya
" Dua kali? Yakin kamu?"
" Kamu kenapa bertanya seperti itu? Kamu gak percaya sama suami kamu sendiri?" ucap Roby yang terdengar kesal
Sarah tersenyum sinis mendengar jawaban suaminya yang terdengar kesal itu." Ya mana aku tau, hanya kamu dan Tuhan lah yang tau, sekarang aku tanya sama kamu mas, kalau memang kalian berdua tidak memiliki hubungan khusus, lalu kenapa kamu gak ngajak aku saat bertemu dengan Dina, kenapa hanya berdua?" tanya Sarah dengan menekankan kalimat disetiap kata-katanya, unek-unek dalam hati yang selama ini Sarah pendam, sekarang ia ucapkan didepan suaminya tersebut.
" I- itu, karna waktu itu..." terlihat Roby yang bingung harus menjawab.
" Kenapa kamu sulit sekali menjawabnya mas? Oh biar ku tebak, kamu sengaja gak ngajak aku ketemu sama dia, itu karna kamu dan dia mau nostalgia kan? mengenang indahnya kisah cinta kalian dulu, makanya kamu gak mau ngajak aku, benar kan ucapan ku?" Sarah menatap geram pada suaminya, padahal dia yang bicara dengan mengeluarkan isi pikirannya sendiri, tapi dia juga tidak terima dengan semua itu, karna Sarah yakin jika yang ia katakan barusan adalah sebuah kebenaran.
" Bu- bukan begitu sayang, kamu jangan berpikiran negatif, semua yang kamu pikirkan itu tidak benar, kamu tau suami mu ini seperti apa kan? Apa selama ini aku pernah berselingkuh dari mu? tidak kan? Lalu kenapa kamu berpikir aku dan dia ada hubungan? Atau jangan-jangan kamu yang ada hubungan dengan pak Raka, teman mas Imron? Makanya kamu mencari kesalahanku untuk menutupi kelakuan mu diluaran sana, begitu kan?" Roby malah menuduh Sarah yang berselingkuh, tentu saja wanita itu tidak terima. Sakit rasanya nya saat mendengar suaminya malah menuduhnya yang bukan-bukan, Sarah sungguh tak habis pikir kenapa suaminya itu bisa punya pikiran picik seperti itu pada nya.
__ADS_1
" Aku gak nyangka sama kamu mas, kamu yang berbuat tapi kenapa harus aku yang disalahkan? selama kita menikah aku gak pernah dekat dengan lelaki mana pun, tapi kenapa kamu bilang aku berselingkuh dengan pria lain mas? kamu benar- benar sudah berubah semenjak bertemu dengan mantan mu itu, aku sangat kecewa sama kamu, kamu bukan mas Roby suami aku yang selalu lembut dengan istrinya, kamu sudah berubah mas." ucap Sarah sambil menahan sesak di dadanya.
Next