
Dengan hanya memakai hotpants dan juga kaos over size yang kedodoran hingga sampai kepahanya bahkan celana pendek yang ia gunakan hampir tidak kelihatan. Naura keluar dari kamarnya dan sepertinya gadis itu berencana akan kerumah Rama. Baru saja gadis itu hendak membuka pintu kamarnya, tiba-tiba ia memiliki ide dikepalanya." Sebaiknya aku lewat kamar nya saja kali ya? Lagian aku yakin dia belum bangun dari tidurnya, ini kan hari Minggu, pintu depan rumahnya juga pasti masih dikunci, ya sebaiknya aku lewat balkon aja, kalau itu aku yakin kak Rama gak pernah menguncinya." Naura bermonolog, gadis itu pun mulai melangkah menuju balkon kamarnya dan berencana akan langsung menyelinap kekamar Rama lewat balkon kamar pemuda itu
HAP....
Naura melompat dan berpegangan dibalkon kamar milik Rama. Gue udah berada kayak maling aja." gumam nya sambil tersenyum geli, setelah itu Naura pun langsung naik diatas balkon tersebut, setelahnya melangkah menuju jendela kaca yang ada dikamar Rama.
Sreekkk..!!!
Perlahan Naura menggeser pintu kaca tersebut sambil tersenyum, ia tau jika Rama tak pernah menguncinya, sebenarnya sih cukup bahaya dan bisa mengundang orang jahat untuk masuk jika tau salah satu rumah tidak terkunci, tapi untungnya komplek perumahan tempat tinggal mereka cukup aman, karna ada satpam yang menjaganya hampir dua puluh empat jam. Naura melihat jika Rama masih bergelut dengan selimutnya, gadis itu menggelengkan kepala sambil menghampiri pemuda tersebut diatas tempat tidurnya.
" Dasar kak Rama, udah siang masih aja molor." gumamnya, gadis itu duduk disisi tempat tidur Rama, sambil memperhatikan wajah tampak pujaan hatinya itu." Tidur aja tampan, gimana kalau bangun, gimana aku gak jatuh cinta sama kamu kak, kalau kamunya setampan ini." gumamnya dengan suara lirih. Naura tidak tau saja kalau sebenar nya Rama sudah bangun sejak gadis itu membuka jendela kamarnya, awalnya Rama merasa terkejut saat mendengar suara jendela balkon kamarnya ada yang membuka, namun setelah tau jika itu adalah perbuatan Naura, Rama kembali memejamkan mata berpura tidur.
Naura masih memandang wajah tampan lelaki itu, gadis itu sama sekali tak berniat untuk membangunkan Rama. Tanpa sadar Naura mendekatkan wajahnya kearah Rama hingga bibirnya menempel di pipi lembut Rama. Sedangkan Rama yang berpura-pura tidur sedikit terkejut saat merasakan benda kenyal dan dingin menyentuh kulit wajahnya. Seketika jantung Rama berdegup kencang, ia tigak menyangka jika adik sepupunya ini begitu berani dan juga sangat agresif, Rama jadi berpikir apa Naura dan abangnya Adit juga seperti ini? Setau Rama mereka berdua kan pacaran.
Saat Rama masih bergelut dengan pikirannya tiba-tiba lelaki itu kembali merasakan benda kenyal dan basah tersebut, namun kali ini bukan dipipi melainkan dibibir pemuda itu, hingga secara replek Rama langsung membuka matanya, Rama menatap wajah Naura yang sangat dekat dengan nya, gadis itu tak sadar jika saat ini rama sedang memperhatikannya, karna Naura saat ini sedang menikmati bibir tebal nan seksi milik Rama dengan mata terpejam, jadi Naura tidak tau jika saat ini Rama sudah membuka matanya, namun seketika suara Rama membuat Naura yang masih menempelkan bibirnya diatas bibir Rama seketika membuka matanya, Naura melotot dan replek mengangkat wajahnya menjauh dari Rama.
__ADS_1
" K-kak Rama sudah bangun?" Naura menjadi salah tingkah, wajahnya seketika terlihat memerah bak tomat yang siap dipanen, rasanya Naura sangat malu dengan apa yang dia lakukan barusan, ia merasa seperti pencuri yang tertangkap basah oleh orang rumah tersebut.
Melihat Naura yang merasa malu Rama tersenyum, apa lagi saat melihat rona merah di wajah gadis itu membuat nya semangkin gemas." Ngapain kamu sepagi ini sudah ada dikamar aku? bahkan berani mencuri ciuman dariku, apa kamu sangat terobsesi dengan bibir ini hem?" tanya Rama dengan nada menggoda, pemuda itu membenarkan posisi duduknya dan menatap wajah Naura yang saat itu masih tertunduk dan sepertinya sangat malu untuk hanya sekedar menatap kearahnya.
" I-itu sebenarnya tadi aku hanya ingin membangunkan kak Rama aja."
( Duuh, ngomong apa sih gue, mana ada orang bangunkan seseorang dengan cara dicium gitu, Naura- Naura dasar bego )
Naura membatin merutuki kebodohan sendiri
" Ya gak lah kak, cuma kak Rama aja yang seperti itu, bang Adit juga gak pernah." jawabnya jujur
Rama tersenyum mendengar kan ucapan Naura, itu artinya hanya dia lah satu-satunya laki-laki yang menyentuh bibir tersebut." Baiklah, sekarang katakan ada apa kamu datang ke kamarku sepagi ini? lewat jendela lagi, gak sopan banget, kamu itu cewek loh Na, harus kalem, jangan kayak anak cowok." ucap Rama membuat Naura terdiam.
" Maksud kak Rama apa aku harus seperti Amel?" ucap gadis itu terlihat serius
__ADS_1
" Maksud kamu?" Rama kurang faham maksud gadis itu
" Iya, pacar kamu Amel kan kalem, anggun gak kayak aku bar-bar, makanya kamu gak suka, apa aku harus jadi Amel dulu baru kak Rama akan menyukaiku?" tanya Naura, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Rama yang melihat Naura bersedih, entah kenapa membuat hatinya juga merasa sesak. Secara replek lelaki itu pun langsung membawa Naura kedalam pelukannya dengan maksud agar gadis itu merasa lebih baik dan tidak sedih lagi. Sedangkan Naura yang berada dalam dekapan Rama bukannya malah diam, justru gadis itu semangkin terisak membuat rama sedikit panik, lekas pemuda itu mengurai pelukan nya untuk melihat kondisi Naura.
" Kenapa malah semangkin nangis hem?" Rama menghapus air mata gadis itu dengan jempolnya." Udah dong jangan sedih lagi, lagian kamu sama sekali gak perlu menjadi Amel untuk mencari perhatianku, tanpa menjadi orang lain pun kamu sudah berhasil mencuri perhatianku." ucap Rama tanpa sadar, tadinya lelaki itu tidak mau mengakui perasaannya, namun entah kenapa ia mengatakannya begitu saja, namun seketika ia meringis saat menyadari kesalahannya.
" Maksud kak Rama apa dengan mencuri perhatian? Apa kamu sudah mulai menyukai ku kak?" tanya Naura dengan mata berbinar, tentu saja dia senang jika memang Rama mulai menyukainya lebih dari saudara, karna memang dari dulu itu yang Naura harapkan, dan sepertinya gadis itu sudah tidak lagi bersedih.
Rama masih diam, mungkin pemuda itu sedang berpikir kata-kata apa yang akan ia ucapkan selanjutnya pada gadis itu, terlebih saat melihat wajah bahagia Naura, Rama merasa tak tega jika membohonginya lagi tentang perasaan dirinya yang sebenar nya pada gadis itu, ya perasaan Rama yang mulai ia sadari pada Naura.
" Kak kok bengong sih? Jawab dong kak! apa benar kak Rama sudah ada rasa cinta sama aku?" ucap Naura lagi sedikit mendesak karna Rama tak kunjung menjawabnya, gadis itu butuh pengakuan dari mulut Rama langsung.
Next
__ADS_1