
Rama melangkah mendekati Naura dan Amel, sedangkan kedua temannya mengikutinya dari belakang. Rama membantu Amel berdiri, lalu menatap kearah Naura
'' Naura apa yang kamu lakukan? kenapa kamu mendorong Amel hingga terjatuh seperti ini? bukankah kalian bersahabat? Aku gk nyangka kamu bisa sekasar ini sama sahabat kamu sendiri.'' ucap Rama, seolah-olah dirinya nya yang paling jahat.
'' Apa yang kak Rama lihat tidak seperti yang kakak pikirkan, aku tidak bermaksud mendorongnya kak.'' ucap Naura membela diri, karna memang ia tidak sengaja, bukan dirinya yang mendorong Amel, tapi Amel lah yang menjatuhkan dirinya sendiri.
'' Jangan bohong kamu Na, jelas-jelas aku lihat kamu mendorong Amel tadi, jelaskan kenapa kamu melakukannya?!" ucap Rama sambil menatap kearah Naura, pemuda itu berdiri disamping Amel, membuat Naura menyimpulkan jika pemuda itu lebih percaya dan membela pada wanita yang ada disampingnya tersebut
'' Kapan aku pernah berbohong sama kamu kak? kamu tau aku bagai mana, tapi kenapa kamu gk percaya saat aku bilang kalau aku gk melakukannya? aku sama sekali gk membohongimu, dia lah yang sudah menjatuhkan dirinya sendiri, bahkan sebelum aku benar-benar menyentuhnya.'' ucap Naura sambil menunjuk kearah Amel, Naura sangat ingat jika dirinya belum menyentuh Amel, ia akui jika saat itu ia hendak mendorong tubuh Amel karna sangkin kesalnya, namun belum sempat ia melakukannya gadis itu sudah menjatuhkan dirinya terlebih dahulu.
Naura menatap mata Rama, ia dapat melihat keraguan dimata pemuda itu, menyadari semua itu membuat hati nya sakit. Naura sebenarnya tidak perduli jika dirinya difitnah oleh Amel, yang penting Rama pemuda yang dicintainya percaya jika dirinya sama sekali tak melakukan itu, dan itu sudah cukup untuknya, namun sepertinya semua itu hanya ada dalam pikirannya saja, nyatanya Rama sama sekali tak mempercayainya, pemuda itu sepertinya lebih percaya dengan apa yang dilihatnya.
'' Na, kamu kok tega bicara seperti itu? buat apa aku melakukan itu? kak Rama coba kakak pikir, untuk apa aku menjatuhkan diriku sendiri? apa untungnya buat aku coba? aku akui aku salah karna memintanya untuk melepaskan kamu, karna---,,''
'' Tunggu-tunggu! maksud kamu apa dengan melepaskan?'' ucap Rama sambil menatap kearah Amel, sebab Rama memang belum tau apa penyebab pertengkaran Naura dan juga Amel
__ADS_1
'' Kak sebenarnya Naura sudah tau jika kita saling menyukai.'' jelas Amel, membuat Rama langsung mengalihkan pandangannya pada sepupunya tersebut, ia bisa melihat tatapan sedih gadis itu setelah mendengar kalimat Amel barusan. Namun Rama juga tidak mungkin menyangkalnya, karna yang diucapkan Amel mengalah suatu kebenaran, dan mungkin inilah saat nya Naura mengetahuinya.
'' Naura yang dikatakan Amel--,''
'' Aku gk perduli, selagi kak Rama tidak menyuruhku untuk berhenti mencintai kakak, maka aku akan tetap maju.'' ucap Naura yang langsung memotong ucapan Rama, sepertinya ia sudah tau apa ya g akan pemuda itu katakan, namun ia tak ingin lagi mendengar lebih lanjut, sebab itu hanya akan membuat hatinya bertambah sakit
'' Naura sebagai wanita seharusnya kamu punya harga diri, kak Rama sudah berulang kali menolaknya, apa kamu gk merasa malu jika masih mengejarnya? padahal jelas-jelas dia sudah menolakmu berulang kali.'' ucap Amel dengan suara lembut, ia tidak ingin Rama merasa jika dirinya kejam karna telah berkata seperti itu, padahal memang seperti itu kenyataannya. Jangan ditanya reaksi Naura, ingin sekali gadis itu merobek mulut sahabatnya tersebut, tunggu-tunggu, sahabat? sepertinya mulai saat ini tidak akan ada lagi persahabatan diantara mereka
'' Amel kenapa kamu bicara seperti itu? perasaan itu milik Naura, kamu tidak bisa begitu saja menyuruhnya untuk berhenti menyukai seseorang.'' ucap Rama, entah kenapa Rama merasa tidak menyukai saran gadis itu, yang meminta Naura untuk melupakan cintanya pada Rama.Sunghuh egois sekali memang, tapi begitulah pria kebanyakan, mereka ingin selalu dicintai tanpa memikirkan perasaan orang yang mencintainya. Sedangkan Naura sendiri yang mendengar ucapan Rama langsung tersenyum, karna merasa jika Rama masih ingin dirinya tetap berada dekat dengannya, walau pun tak dipungkiri jika saat ini perasaannya masih sangat terluka karna kenyataan yang sebenarnya.
( Sebenarnya apa yang terjadi? apa Naura sudah mengetahui jika Amel dan Rama menjalin hubungan? )
Batin Bayu
*
__ADS_1
*
*
Saat jam istirahat Naura diminta wali kelasnya untuk datang kekantor kepala sekolah untuk mengantarkan sesuatu, namun saat ia melewati sebuah taman yang menuju ruangan tersebut, matanya tak sengaja melihat sepasang remaja, dan mereka adalah Amel dan juga Rama pemuda idaman hatinya, terlihat keduanya sedang duduk dibangku taman.
Sepertinya mereka memang pacaran, kenapa rasanya sakit banget melihat kedekatan mereka? Amel benar, seharusnya aku segera menjauh dari kehidupan kak Rama, ku pikir tadinya aku bisa menerima semua ini, tapi kenyataannya hatiku sakit melihat kedekatan kak Rama dengan Amel
batin nya sambil memegangi dadanya yang terasa sesak, setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya dengan gontai.
Sementara itu didalam kelas terlihat Bayu dan Yoga yang terlihat serius membahas sesuatu.'' Kasihan Naura, gua gk nyangka kalau Amel tega menusuk sahabatnya dari belakang.'' ucap Yoga, saat ini kedua pemuda tampan tersebut sedang membahas masalah cinta segi tiga sahabat mereka Rama dan dua gadis yang juga menyukai pria yang sama
'' Lu benar, tapi gua akan secepatnya membuat Naura melupakan Rama, dan sakit hatinya kepada mereka.'' sambung Bayu
'' Gua rasa tidak semudah itu Bay, lu tau bagai mana selama ini Naura mengejar cintanya Rama, tapi dasar Rama nya saja yang bodoh gk bisa melihat ketulusan Naura dan malah memilih Amel si pengkhianat.'' ucap Yoga yang sebenarnya merasa sangat kesal dengan gadis itu, bagai mana mungkin seorang sahabat bisa menusuk sahabatnya sendiri, dan merebut pemuda yang disukai oleh sahabatnya, yang seperti itu sungguh tidak bisa dikatakan seorang sahabat.
__ADS_1
next