Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 47 . Penjelasan Dina


__ADS_3

Saat Naura asik ngelamun tiba- tiba ia dikejutkan dengan tepukan di bahunya, membuat gadis itu langsung membalikan tubuhnya.


" Tante." ucapnya pelan, ya itu adalah Dina ibu dari mantan sahabatnya. Naura menatap wajah Dina, gadis itu terus memperhatikan penampilan ibu dari mantan sahabatnya itu.


( Aku baru sadar kalau Tante Dina memang lumayan cantik )


Batin Naura sambil terus memperhatikan ibu dari Amel.


" Kamu kenapa lihatin mama sampai kayak gitu Na?" tanya Amel membuat naura langsung mengalihkan pandangannya kearah gadis itu, sedangkan Dina berpikir pasti Sarah sudah menceritakan semuanya pada Naura, makanya gadis itu ingin menemuinya, bahkan Dina sempat berpikir jika kedatangan Naura kerumahnya atas permintaan Sarah.


" Sayang Amel bilang kamu mau ketemu sama Tante? Ada apa?" ucap wanita itu basa-basi


" Iya tante, apa bisa kita bicara sebentar? ada yang ingin aku tanya kan pada Tante, dan ini penting." ucap Naura, sambil melirik Amel sekilas, sebab gadis itu masih berada diantara mereka " tapi berdua saja, bisa Tan?" sambung nya


" Memangnya apa yang mau kamu bicarakan dengan mama aku Na? kenapa aku gak boleh tau?" tanya Amel yang langsung protes, gadis itu pun langsung merasa curiga, Amel berpikir mungkin Naura akan mengatakan jika selama ini dirinya telah merebut Rama dari sahabatnya itu, ya Amel berpikir kedatangan Naura kerumahnya karna ingin membahas masalah Rama dengan ibunya, gadis itu juga berpikir jika Naura datang untuk membujuk Dina agar Amel mau memutuskan hubungan nya dengan Rama, jika benar begitu tentu Amel tidak akan membiarkannya begitu saja, susah payah mendapatkan Rama, dirinya tidak akan membiarkan siapa pun membuat hubungannya dengan Rama hancur.


" Tante bisa kan kita bicara berdua?" Naura mengulang pertanyaannya pada Dina, tanpa memperdulikan Amel yang sedang bertanya dan menatap pada dirinya, mendengar ucapan Naura membuat gadis itu terlihat kesal.


" Boleh, ayo sebaiknya kita bicara didalam saja ." ucap Dina yang diangguki oleh Naura. Setelah masuk Dina langsung mempersilahkan Naura duduk, sedangkan Amel sendiri langsung kembali kekamar nya, atas permintaan sang ibu.

__ADS_1


Didalam kamar, terlihat Amel berpikir sambil menerka-nerka tujuan Naura datang kerumahnya." Sebenar nya apa yang mau dia bicarakan sama mama? Sepertinya serius sekali, apa mungkin tentang hubunganku dengan kak Rama?" gumam gadis itu menebak.


Sedangkan diruang tamu terlihat Naura duduk saling berhadapan dengan Dina. Naura meremas jari- jemarinya menandakan jika saat ini gadis itu sedang dilanda keresahan, jujur Naura tidak tau harus mulai dari mana, hanya saja rasa penasarannya yang besar mengharuskan gadis itu untuk tetap bertanya masalah perihal kedua orangtuanya pada ibu dari mantan sahabatnya itu.


" Naura sebenar nya ada apa? Apa yang ingin kamu bicarakan dengan Tante?" tanya Dina, walaupun sebenar nya wanita itu bisa menebaknya, namun ia tetap menunggu jawaban dari gadis yang ada didepannya saat ini.


" Tante sebelumnya aku minta maaf kalau Tante merasa aku kurang sopan, tapi aku harus menanyakan semua ini sama Tante agar aku tidak lagi berpikiran buruk tentang semua ini kalau memang semua dugaanku ini salah." ucap Naura sambil menarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya, sedangkan Dina masih menyimak tanpa berniat menyela ucapan gadis yang ada didepannya saat ini." Tante Dina, apa benar Tante ini mantannya papa aku?" ucap Naura kemudian, gadis itu menatap wajah cantik wanita berusia 37 tahun itu dengan lekat, walaupun sudah matang namun pesona wanita itu masih sangat kuat, jika hanya untuk mendapatkan pria mapan diluaran sana jelas Dina masih sangat mampu, bahkan penampilannya sebelas dua belas dari mamanya, karna memang usia keduanya sama


Terdengar helaan nafas dari wanita tersebut, sebelum akhirnya Dina menjawab ucapan yang Naura lontarkan padanya. " Iya dugaan kamu itu memang benar, Tante adalah mantan papa kamu, sebenar nya Tante juga tidak tau kalau ternyata beliau adalah papa kamu Naura, maaf karna telah membuat mama kamu salah paham, Naura apa mereka masih bertengkar?" tanya Dina ragu-ragu." Maksud Tante apa papa dan mama kamu sudah baikan?" sambungnya lagi.


" Apa Tante masih memiliki perasaan sama papa aku?" Naura balik bertanya tanpa ingin menjawab pertanyaan Dina


" Maaf tante, aku hanya ingin tau apa Tante Dina masih memiliki perasaan sama papa aku? Dan berencana ingin kembali merebut papa dari mama?" tanya Naura sekali lagi, gadis belia itu sangat takut jika Dina akan merebut papa nya dari ibunya, sama seperti yang dilakukan Amel pada dirinya, walau pun Naura dan Rama pada dasarnya tidak memiliki hubungan apapun, namun tetap saja sebagai sahabatnya Amel tau pasti jika dirinya sangat mencintai Rama, namun dengan teganya sahabatnya itu menikungnya dari belakang. Memang kalau perasaan itu tidak bisa dipaksakan jika tidak cinta, atau pun tidak bisa dicegah kemana dia akan berlabuh, namun sebagai seorang sahabat bukankah Amel bisa menjaga perasaan sahabatnya sendiri, dengan tidak menjadi seseorang yang egois, mengingat itu semua Naura merasa kesal.


Dina kembali menatap wajah Naura, ia bisa melihat raut wajah kegelisahan dari mata bulat tersebut, bahkan sangat jelas terlihat jika gadis itu sedang menahan sesuatu." Naura, kamu jangan berpikiran yang macam- macam, tante dan papa kamu sudah tidak memiliki hubungan lagi, kisah kami telah usai sebelum kami memutuskan sama- sama membina keluarga bersama pasangan kami, jadi kamu jangan khawatir, karna Tante tidak akan pernah merusak hungan papa dan mama kamu " jelas Dina, wanita itu tersenyum pada Naura


" Benar kah Tante?"


" Iya sayang, Tante dan papa kamu hanya berteman saja, dan Tante tidak mungkin merusak rumah tangga kedua orangtua mu, dan tolong juga sampaikan permintaan maaf tante sama mama kamu ya? Sebenar nya Tante ingin sekali bertemu dengannya, hanya saja Tante takut mama kamu salah paham lagi, jadi sekali lagi Tante minta tolong sampaikan permintaan maaf dari tante sama mama kamu ya, dan sekali lagi Tante katakan jika diantara Tante sama papa kamu sudah tidak ada lagi hubungan." ucap Dina meyakinkan, Naura yang mendengar tersenyum tipis, dan akhirnya bisa bernafas lega, dalam hati gadis itu berharap semoga apa yang dikatakan Dina benar dan tidak hanya ucapan semata.

__ADS_1


" Baiklah Tante terimakasih banyak, aku harap yang semua Tante ucapkan benar, kalau gitu aku pulang dulu." ucap Naura sambil bangkit dari duduknya


" Eh kamu gak temui Amel dulu? Tante perhatiin kamu udah lama gak main kesini." ucap Dina mencoba mencairkan suasana yang tadi sangat menegangkan


" Lain kali aja Tante, kalau gitu aku permisi dulu." ucapnya yang langsung melangkah menuju pintu keluar.


Tak lama setelah Naura pergi, Amel pun keluar dari kamarnya." Sudah pulang dia?"


" Siapa nak?" tanya Dina dengan kening berkerut


" Naura, siapa lagi." jawabnya lalu menghempaskan bokongnya disamping sang ibu.


" Kalian bertengkar?"


" Biasa aja." jawab Amel singkat." Oya mah ngapain tuh anak datang? Tumben bicara sama mama, ada pelu apa dia?" selidik Amel


" I-itu bukan apa-apa, sudahlah gak usah dibahas, mama harap apapun masalah kalian dibicarakan baik- baik, mama gak mau kalian bertengkar sayang, mama sudah anggap Naura seperti anak mama sendiri soalnya, kamu mengerti kan maksud mama? sudah sebaiknya mama kekamar dulu." ucap Dina yang langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar. Sedangkan Amel hanya bisa menatap punggung ibunya yang kian menjauh dan menghilang dibalik tembok.


" Sebenar nya apa yang baru mereka bicarakan?

__ADS_1


Next


__ADS_2