Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 27. Teman makan teman


__ADS_3

Rama masih menunggu jawaban Naura, ia tak membiarkan gadis itu masuk ke kelas sebelum menjawab pertanyaan nya.'' Kak menyingkir lah, aku mau masuk kelas.'' pinta gadis itu, namun Rama masih tak ingin menurutinya.


'' Jawab aku dulu! apa kamu menyukai Bayu?'' ulangnya sambil menatap lekat kearah Naura


Naura tersenyum miring, sebelum akhirnya gadis itu menjawab ucapan Rama, yang membuat pemuda itu mengepalkan tangannya kala mendengar jawaban yang keluar dari bibir mungil gadis itu.


'' Apa tadi kamu bilang? ingin menjadi playgirl?'' ulang Rama seolah tak percaya.


'' Aku gak bilang gitu kok, aku hanya bilang seandainya.'' ralat Naura, mana mungkin dirinya seperti itu, gadis itu tadi hanya asal bicara karna kesal dengan perlakuan Rama yang seolah perduli dengan perasaannya.


'' Jadi maksud kamu apa bicara seperti itu?'' ucap Rama lagi


'' Kak Rama kenapa sih? aku mau suka sama siapa saja emang salah ya? lagian sepertinya kak Bayu suka sama aku, apa salahnya jika aku terima dia jadi pacar aku, kalau misalkan dia nembak aku.'' ucap Naura


'' Naura kamu jangan seperti ini, aku gak suka.'' ucap Rama


'' Gak suka? jadi yang kak Rama suka aku yang kayak gimana kak?'' tanya gadis itu menatap Rama dengan pandangan sedih


'' Jangan dekati banyak laki-laki, dan jangan berikan harapan pada mereka.''


( Maksud kak Rama apa sih bicara seperti ini.)


Batin Naura

__ADS_1


'' Kak Rama kenapa bicara seperti itu? apa kakak cemburu karna aku dekat dengan kak Bayu?'' ucapnya sambil melihat reaksi pemuda itu


'' Kita ini sepupu, aku hanya mengingatkan aja sama kamu agar tidak terlalu dekat dengan seorang pria, kalau membuat mereka nantinya hanya kecewa.'' ucap Rama, entah apa maksud dari ucapan pemuda itu, namun Naura hanya diam, tak lagi ingin menjawabnya.


Gadis itu mengangguk kan kepala, ia tak ingin berdebat dengan Rama, capek rasanya jika ia terus melakukannya." Baiklah aku akan mempertimbangkannya." setelah mengatakan itu Naura langsung mendorong dada Rama agar pemuda itu sedikit menjauh darinya, setelahnya ia langsung melangkah meninggalkan Rama yang masih menatap nya


" Ada apa dengan ku? kenapa aku bisa berkata seperti itu padanya." gumamnya sambil mengusap kasar wajahnya.


Bel istirahat telah berbunyi, terlihat semua anak-anak SMA tersebut mulai berhamburan keluar dari kelas masing-masing, terlihat ada yang ke kantin, ada juga yang menuju taman yang ada disekolah tersebut dan lainnya. Sedangkan Naura terlihat sedang menuju kantin bersama dengan temannya yang bernama Vina.


'' Na kok sekarang loe sama Amel udah gak pernah bareng lagi sih? apa karna kak Rama ya?'' tanya gadis itu kepo, sudah banyak yang tau jika saat ini Amel dan Naura saling bermusuhan karna menyukai cowok yang sama,, namun mereka tak ingin terlalu berkomentar.


'' Kok bisa ya teman makan teman, gak tau malu banget tuh orang.'' sambungnya lagi, membuat Naura yang mendengar hanya bisa menghela nafas panjang.


'' Aduh Vin, bisa sih loe gak bahas tentang ini, gue malas tau gak.'' ucap Naura


'' Gue udah gak laper, loe makan aja, gue mau ke perpustakaan sebentar, ada buku yang mau gue ambil.'' ucapnya yang langsung melangkah pergi tanpa menunggu jawaban Vina.


Setelah sampai di perpustakaan Naura langsung menuju rak untuk mengambil buku yang ingin ia baca." Itu dia bukunya, tapi tinggi banget aku gak sampai, gimana nih." monolognya. Naura melihat sisi kiri dan kanannya terlihat tidak ada orang, ada pun seseorang pria terlihat sedang sibuk dan Naura tidak ingin mengganggunya.


" Kayaknya harus usaha sendiri nih." gumamnya lagi, Naura berjinjit agar sedikit lebih tinggi, namun meskipun begitu tetap saja tangannya tidak sampai meraih buku tersebut, hingga akhirnya ada sebuah tangan yang meraih buku tersebut, dan memberikan nya pada Naura


" Ini ambil lah!" ucap orang tersebut, yang tenyata adalah Rama, dan pemuda itu ternyata tidak sendiri, namun dia bersama Amel, mantan sahabat Naura yang terlihat berdiri dibelakang pemuda itu. Naura sama sekali tidak berminat untuk menyapa gadis itu, ia lebih memilih untuk keluar dari perpustakaan tersebut tanpa mengambil buku yang diberikan oleh Rama.

__ADS_1


" Sepertinya Naura masih marah dan belum bisa memaafkan aku kak." ucap Amel dengan nada sedih


" Sudah lah, kamu jangan sedih seperti itu, aku yakin marah nya itu hanya sebentar." ucap Rama, sambil memperhatikan punggung Naura yang kian menjauh, ada perasaan sedih dihatinya karna Naura tak lagi seceria dulu, bahkan ia merasa merindukan Naura yang selalu menggodanya.


" Maaf ya kak, karna aku hubungan kalian semangkin renggang." ucap Amel, gadis itu meraih tangan Rama dan menggenggamnya erat


" Tidak masalah, aku tau ini akan terjadi." jawabnya, Rama menarik tangannya yang ada dalam genggaman Amel." Ayo kita kekantin, kamu sudah dapatkan buku yang kamu cari kan?" tanya pemuda itu.


" Sudah kak ayo!" ajak nya, Amel sempat melirik buku yang ada ditangan Rama, buku yang tadinya hendak diambil oleh Naura.


***


Bel pulang sekolah telah berbunyi, satu persatu terlihat murid kelas dari kelas masing- masing, begitu pula dengan Naura dan Amel, setelah membereskan peralatan sekolahnya Naura langsung melangkah menuju luar kelas, namun sebelum benar- benar keluar tiba- tiba Amel memanggil nya, membuat gadis itu langsung menoleh keasal sumber suara


" Ada apa?" tanya gadis itu malas


" Boleh aku main kerumah kamu Na?" ucap gadis itu tanpa malu


Naura tersenyum miring, dengan tatapan sinis pada gadis yang tak tau malu itu." Buat apa loe main kerumah gue? Mau main dibalkon? terus mesra- mesraan sama kak Rama depan mata gue, iya?" ucap Naura


" Bukan gitu Na, Naura aku minta maaf sama kamu karna aku yang udah gak jujur sama kamu tentang perasaan aku yang juga menyukai kak Rama, aku hanya gak ingin kamu merasa tersaingi saat itu, ak----,"


" Stop Mel...! Gue gak mau dengar apapun dari mulut loe, gue juga gak masalah jika sekarang loe jadian dengan kak Rama." Naura menjeda ucapannya sebelum akhirnya gadis itu kembali bicara " Karna gue yakin jika kak Rama gak benar- benar cinta sama loe, cepat atau lambat dia akan jadi milik gue, tanpa gue harus repot-repot merebutnya dari loe." ucap Naura yakin. Mendengar itu Amel mengepalkan tangannya, sepertinya gadis itu mulai terpancing dengan ucapan Naura, sangat terlihat dari wajahnya yang kesal

__ADS_1


" Na, kok kamu yakin banget sih? kamu masih ingat kan kalau kak Rama itu pernah bilang yang disukainya itu aku, bukan kamu, lalu sekarang kamu dengan yakinnya kalah kak Rama akan berpaling dari aku? Sadar Naura, kak Rama itu milik aku,dan dia hanya cinta sama aku, meski dalam mimpi sekali pun rasanya kak Rama tidak akan jadi milik kamu, itu tidak akan mungkin Naura, karna aku yakin banget kalau kak Rama itu cinta mati sama aku, dan aku adalah wanita idamannya, bukan kamu." ucap Amel dengan pedasnya. Naura hanya tersenyum mendengar ucapan gadis itu, tanpa ingin membalas perkataan nya, buat apa buang- buang tenaga, gak akan ada gunanya Naura akan mencoba untuk mengikuti cara yang diberikan oleh seseorang, jika ia ingin tau perasaan Rama yang sebenarnya.


Next


__ADS_2