
Dina masih menunggu jawaban dari sang putri, namun dengan tangan yang masih terlihat sibuk mengetik sesuatu dari layar ponselnya, sepertinya wanita itu sedang mencoba mengirim pesan pada Roby.
" Selama aku bersahabat dengan Naura aku jarang ketemu dengan papa nya mah, karna om Roby selalu pulang larut malam, lagi pula aku juga jarang kan nginap disana, setau aku sih om Roby orangnya tidak terlalu banyak omong, alias irit bicara, emangnya kenapa sih?" tanya Amel sedikit penasaran karna tumben ibu nya itu bertanya tentang papa nya Naura, pikir Amel
" Ada apa mah? tumben mama tanya, memangnya mama kenal ya sama papa nya Naura?" tanya Amel kembali sambil menyelidik
" Hah? I-itu mama belum pernah melihat papa nya Naura kan sebelumnya, mama hanya penasaran aja." kilah Dina, sedangkan Amel hanya mengangguk- anggukan kepala nya saja tanda mengerti.
( Aneh banget mama, tumben-tumbenan tanya tentang papa nya Naura, biasanya juga gak perduli )
Batin Amel
Tepat tiga puluh menit setelah kepulangan Sarah, terlihat mobil Roby memasuki gerbang, setelah memarkirkan mobil, pria matang itu langsung melangkah menuju pintu utama, rasanya ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya dan menjelaskan semuanya, memang setelah Sarah pulang, Naura langsung mengirim pesan pada Roby, agar segera pulang kerumah dan memberitahukan jika Sarah sudah berada dirumah dalam keadaan baik-baik saja.
Ceklek
Terdengar suara pintu terbuka, membuat seseorang yang sedang berbaring diatas ranjang langsung mengalihkan atensinya keasal sumber suara, Roby melihat Sarah yang saat itu juga sedang menatap kearahnya membuat pandangan keduanya seketika bertemu, namun hanya sebentar, setelah itu Sarah langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Roby menutup pintu kamar lalu berjalan menghampiri sang istri yang saat itu terlihat sibuk dengan ponsel miliknya.
" Sayang kamu dari mana saja? Mas cariin kemana-mana gak ketemu, mas cemas karna handphone kamu juga gak aktif." ucap pria tersebut, Roby menjatuhkan bobot tubuhnya disisi tempat tidur, tepatnya disamping Sarah. Sepertinya wanita itu memilih untuk mengabaikan suaminya, ia masih merasa muak untuk melihat wajah itu, entah kenapa Sarah merasa jika sejak awal Roby sudah memiliki rencana untuk menduakannya.
Roby menghela nafas saat ucapan nya sama sekali tak ditanggapi oleh istrinya, lelaki itu pun akhirnya membiarkan saja dulu untuk sementara istrinya itu bersikap cuek, sebab ia akan membersihkan terlebih dahulu tubuh nya yang terasa lengket, setelah mandi ia akan kembali mencoba untuk bicara lagi dengan sang istri. Sarah melirik suaminya yang melangkah menuju kamar mandi, setelah memastikan suaminya menghilang dari balik pintu, Sarah pun langsung bangkit dari tempat tidur dan melangkah keluar dari kamar tersebut. Lima belas menit kemudian terlihat roby yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggang nya, lelaki itu mengedarkan pandangannya saat tak melihat sang istri dikamar tersebut. Roby menghela nafas, ia tau jika saat ini istrinya sedang menghindarinya.
__ADS_1
Sementara itu dikamar Naura terlihat Sarah sudah berbaring diatas tempat tidur anak gadis nya, ia mengatakan pada Naura jika malam ini dirinya akan tidur bersama dengan sang putri dengan alasan kangen, untung tempat tidur Naura besar, jadi tidak masalah. Naura melihat mama nya yang sedang melamun, dan menatap kosong kearah lain, Naura yang tadinya sedang duduk dimeja belajar akhirnya mendekati Sarah, lalu duduk disisi tempat tidur." Mah apa mama dan papa masih bertengkar?" ucap Naura, sejujurnya ia juga tidak tahan melihat ibu dan ayahnya saling menjaga jarak, Naura ingin keduanya kembali akur.
" Naura apa dulu kamu sewaktu kerumahnya Amel sering bertemu dengan papa kamu?" entah kenapa kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Sarah, padahal tadinya ia berpikir akan menyembunyikan masalahnya pada anak gadis nya tersebut, namun entahlah, rasa penasaran yang sangat banyak bersarang dikepalanya saat ini membuat wanita itu tidak bisa untuk tidak bertanya, dan mengabaikannya, berhubung Naura juga pernah dekat dengan ibunya Amel. Dan tentu nya pertanyaan itu membuat Naura bingung.
" Papa? Gak pernah tuh mah, lagian ngapain papa kerumah nya Amel? aneh banget deh mama." ucap nya dengan perasaan yang sedikit penasaran
" Masa gak pernah? Yakin kamu?" Sarah masih belum percaya jika Naura sama sekali tak pernah melihat Roby disana
" Tentu yakin dong mah, mama aneh deh, memangnya ada apa sih? apa hubungannya dengan Amel." ucap Naura
" Bukan Amel tapi---,," Sarah melipat bibirnya merasa bingung, haruskah ia ceritakan saja pada putrinya itu kalau ibunya Amel adalah mantan kekasih papa nya.
" Mah sebenar nya ada apa sih? tolong katakan." Naura menatap serius pada Sarah, dan berharap jika ibu nya itu akan mengatakan semuanya. Saat Sarah ingin menjawab tiba- tiba pintu kamar Naura diketuk dari luar, membuat Sarah mengurungkan niatnya untuk bicara.
" Naura apa mama kamu ada didalam sayang?" tanya orang tersebut setelah pintu kamar itu terbuka dan orang itu tak lain adalah Roby
" Oh, iya pah ada, masuk aja." ucap Naura sambil memberikan jalan agar papa nya bisa masuk kedalam kamar.
" Sarah mas ingin bicara denganmu, mas harap kamu jangan menghindar, mas ingin menjelaskan semuanya sayang, kamu hanya salah paham saja." ucap Roby
" Salah faham mas bilang, ok aku anggap semua itu memang salah faham, tapi kenapa kamu gak pernah bilang kalau Dina itu adalah mantan kekasih mas dulu." Sarah mengatakan semua itu dengan perasaan yang menggebu, ia lupa jika saat ini mereka sedang berada dikamar Naura, dan gadis itu juga masih berada dikamar tersebut, sedangkan Naura sendiri tentu saja merasa sangat terkejut saat mendengar ucapan ibu nya itu.
__ADS_1
" Apa mah, jadi Tante Dina itu mantan kekasih papa?" tanya Naura membuat keduanya menoleh kearah sang putri, sedangkan Sarah merutuki kebodohannya sendiri karna sampai keceplosan.
***
Keesokan harinya sepulang sekolah Naura berniat untuk datang kerumah Amel, gadis itu merasa penasaran dan juga ingin tau apakah yang dikatakan oleh mama nya itu benar, kebetulan hari ini Amel juga tidak masuk sekolah, entah apa sebabnya Naura juga tidak tau dan tak mau tau. Dari kejauhan Rama melihat Naura yang tergesa menaiki taksi online membuat pemuda itu merasa penasaran.
Saat ini Naura sudah berada didepan rumah Amel, sudah lama gadis itu tidak pernah lagi datang kerumah tersebut, tepatnya saat Amel lebih memilih merebut Rama dari pada mempertahankan persahabatan mereka.
" Naura kamu disini?" Amel yang membuka pintu terkejut saat melihat Naura datang kerumahnya, dalam hati ia bertanya-tanya kenapa tiba-tiba mantan sahabatnya itu datang kerumah nya, ada sedikit rasa bangga karna gadis itu berpikir jika Naura pasti merasa khawatir karna tidak melihat nya disekolah hari ini, makanya dia datang untuk bertemu dengannya, begitulah yang ada dalam pikiran gadis itu.
" Gue mau ketemu sama nyokap loe, apa dia ada?" hanya Naura dengan wajah datar.
" Kamu mau ketemu sama mama aku, ada apa?" ucap Amel penasaran, karna pikir gadis itu jika kedatangan Naura kerumahnya ingin bertemu dengannya.
" Ada yang mau gue tanyain sama dia, bisa loe panggil dia sebentar?"
" Oh, baiklah tunggu sebentar!" walaupun sangat penasaran Amel tetap melangkah menuju kamar Dina untuk memanggil ibunya tersebut.
Sedangkan Naura sendiri masih berada didepan rumah, gadis itu terlihat meremas jari-jarinya pertanda jika gadis itu sedang diliputi rasa cemas, berbagai pikiran negatif pun terus bersarang dikepalanya.
Next
__ADS_1