
Saat ini Rama dan Amel sedang berada diatas motor, keduanya sedang dalam perjalan menuju rumah gadis tersebut. Tadinya Rama ingin memesan taksi online untuk Amel sebab ia terlalu malas untuk keluar dari rumah, apa lagi setelah mendengar jawaban Naura tentang pertanyaannya tadi. Namun karna Amel terus merengek maka dengan terpaksa Rama mengantarkan gadis itu pulang, sebenar nya sih bukan merengek, hanya saja gadis itu mengarang cerita tentang bahaya nya jika seorang wanita pulang sendirian di jam malam seperti ini, Rama yang tak ingin terjadi sesuatu dengan Amel terpaksa akhirnya mengantarkan gadis itu pulang. Sepanjang perjalanan Rama tak bicara apapun, pikirannya masih tertuju pada ucapan Naura beberapa saat yang lalu.
" Kak Rama kenapa sejak tadi diam saja, apa ada sesuatu yang menggangu pikiran kakak?" ucap Amel, saat ini mereka sudah berada didepan teras rumah Amel, ini adalah kali pertama Rama datang kerumah gadis itu, karna biasanya mereka selalu ketemu diluar rumah.
" Tidak ada, Oya Amel waktu itu Naura pernah bilang katanya kamu tinggal bersama ibu kamu ya?" ucap Rama, mengalihkan pembicaraan, Amel menyadari itu, namun ia juga tak ingin membuat Rama kesal dengannya karna terus menanyakan sesuatu yang Rama sendiri tak ingin membahasnya.
" Memangnya kapan Naura bilang kak?" tanya balik gadis itu.
" Sudah lama," jawabnya singkat
" Iya sih kak, aku hanya tinggal berdua dengan mama, mungkin sekarang mama belum pulang, karna mama aku itu sibuk kerja." jelas Amel
" Benar kah? jadi sekarang kamu sendiri dirumah?" tanya Rama lagi, namun saat Amel hendak menjawab iya, tiba-tiba pintu rumah terbuka dan terlihat lah seorang wanita cantik, yang Rama tebak seumuran dengan tantenya Sarah, yaitu mamanya Naura.
" Apa dia ibumu?" tebak Rama langsung,
" Eh iya kak, tumben mama jam segini udah balik." ucapnya pelan.
Rama terus memperhatikan Wanita itu yang melangkah menuju kearah nya dan Amel. Wanita tersebut masih menggunakan setelah kerja, Rama menebak jika mama nya Amel ini baru pulang dari tempat kerjanya, sebab masih memakai pakaian formal
" Dia siapa Mel, apa pacar kamu yang sering kamu ceritakan itu ya?" ucap wanita itu langsung
__ADS_1
" Ah mama, kenapa bicara seperti itu?" ucap Amel merasa malu karna mama nya berkata sejujur itu didepan Rama, ia merasa sangat malu. Namun Rama seperti nya tidak terlalu menanggapinya, sebab ia masih fokus pada wajah ibu dari kekasihnya tersebut.
" Ada apa nak? Kenapa kamu melihat saya seperti itu?" ucap wanita tersebut, yang masih belum Rama tau namanya.
" Maaf tante, saya hanya merasa pernah melihat anda, tapi saya lupa dimana." jawabnya jujur, Rama sepertinya memang pernah melihat ibu dari kekasihnya tersebut, hanya saja ia lupa dimana.
" Benar kah? wah sepertinya setelah ini kita bakalan lebih sering ketemu nih " sambungnya sambil melirik kearah Amel dengan tatapan menggoda sang putri
***
" Bang Adit tadi cuma becanda kan?" tanya Naura, ini sudah yang kesekian kalinya gadis itu menanyakan hal tersebut pada Adit. sejak tadi saat Adit mengatakan perasaannya Naura benar- benar merasa bingung.
" Menurut kamu?" pemuda itu balik bertanya
" Kamu lupa kita kan sedang berakting?" sambung pemuda tersebut
" Jadi semua hanya akting? Duuh aku kira tadinya bang Adit serius sama ucapan nya." ucap Naura lega
Adit yang mendengar itu hanya tersenyum kecut. Sebenar nya yang ia katakan tadi adalah murni dari hatinya, ya lelaki itu memang menyukai Naura adik sepupunya, hanya saja selama ini ia tak pernah menyatakannya secara sungguh-sungguh, sebab pasti Naura akan langsung menolaknya, lagi pula Adit sangat tau bagai mana cintanya Naura dengan adiknya Rama, dan Adit tak ingin Naura menjauh karna perasaan tersebut.
" Memangnya kalau pun benar kenapa? Apa kamu gak mau jika menjadi kekasih ku?" tanya Adit serius. Sebenar nya Adit dan naura sedang melakukan sebuah misi, mereka ingin melihat sampai dimana rasa perduli Rama pada Naura, kedua nya ingin melihat reaksi Rama jika keduanya saling dekat satu sama lain, Adit juga menyarankan agar Naura jangan terlalu perduli untuk sementara dengan Rama, agar mereka tau bagai mana reaksi pemuda itu jika Naura mengabaikannya, karna selama ini Naura yang selalu lebih dulu bersikap perduli dan perhatian dengan Rama, namun lelaki itu tak pernah sekali pun memperdulikan perasaan gadis itu, sampai Adit yang terkadang melihat nya sangat kasihan pada Naura, seharusnya Rama sedikit perduli pada gadis itu dan menghargai perasaannya, namun Adit juga tau jika Rama bukanlah seperti dirinya yang bisa menjaga perasaan orang lain, jika Rama tidak suka dan tidak mau maka ia akan mengatakannya langsung, berbeda dengan Adit yang tidak bisa menolak secara langsung jika dia tidak menyukai sesuatu.
__ADS_1
" Bang Adit maaf, Abang kan tau kalau aku suka sama kak Rama, dan aku tidak mungkin berpaling darinya." ucap Naura, walau kenyataannya pria itu sudah memiliki kekasih namun tetap saja Naura menyukainya, seperti tidak ada lelaki lain saja, namun itulah Naura tak akan menyerah sampai janur kuning berdiri dipagar rumah. Sedangkan Adit hanya bisa mengangguk pasrah dan tak lagi membahas perasaannya.
" Baiklah Abang tidak akan membicarakan malah kita, tapi masalah kamu dengan Rama, terus gimana selanjutnya apa kita masih akan tetap melanjutkan rencana?" ucap Adit dan Naura langsung terlihat murung.
" Hei ada apa? Kenapa tiba- tiba murung begitu? bukankah kamu ingin tau perasaan Rama yang sebenar nya sama kamu, walaupun sudah jelas tau sih." ucap Adit berusaha menggoda Naura. Naura yang tadinya menundukkan kepala langsung menatap kearah Adit, dengan tatapan kesal karna ucapan lelaki itu.
" Bang Adit kok bicara nya seperti itu sih? Katanya mau bantuin aku." ucap Naura sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Adit gemas, dan langsung mencubit pipi gadis itu, hingga membuat nya meringis
" Aaww, sakit bang, iih kok ngeselin banget sih." Naura memegangi pipinya yang sudah terlihat memerah, bukan karna merona, melainkan karna cubitan gemas yang dilakukan oleh Adit sepupunya.
" Habisnya Abang gemas kalah lihat bibir kamu seperti itu, masih mending gak Abang cium kamu." ucap Adit, mendengar itu Naura reflek menutup mulutnya karna takut dengan ucapan pemuda tersebut, sedangkan Adit yang melihat tingkah Naura langsung tertawa renyah.
Tiba- tiba saja Adit menatap lekat kearah Naura, membuta gadis itu salah tingkah." Naura Abang ingin kamu jadi kekasih nya bang Adit, apa kamu bersedia?" ucap Adit yang tiba- tiba serius, pria itu juga mengatakannya dengan suara yang agar keras, sedangkan Naura yang mendengar langsung mengerutkan dahi, kenapa lagi Abang sepupunya itu, pikirnya. Bukankah mereka baru saja membahas masalah ini.
" Mm,, bang Adit ak---,,
" Eekkhem..."
Terdengar suara seseorang membuat keduanya langsung menoleh kearah sumber suara, dan ternyata itu adalah Rama, pemuda itu baru saja pulang setelah sempat mengantarkan Amel pulang kerumah nya
" Eh loe udah pulang." ucap Adit basa- basi, padahal ia sudah tau sejak tadi, makanya Adit langsung bicara seperti itu pada Naura, untuk melihat reaksi Rama.
__ADS_1
Next