Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 49 . Pria egois


__ADS_3

Didalam kamar Roby merutuki kebodohannya sendiri, bagai mana mungkin ia bisa berkata seperti itu pada Sarah, hanya karna saat itu ia merasa Sarah tidak cemburu dengannya, maka ia berkesimpulan jika istrinya itu sudah memiliki lelaki lain, ya Roby berprasangka buruk pada Sarah, ia ingat jika ada lelaki yang sedang menunggu Sarah, ya dia Raka sahabat Imron Abang iparnya, dulu Imron sempat cerita kalau lelaki itu pernah menyukai istrinya, maka itu Roby langsung berpikir jika Sarah dan Raka memiliki hubungan, jahat sekali memang pikiran nya.


" Tidak, aku tidak akan biarkan siapa pun merebut Sarah, dia istriku, hanya milikku." gumamnya sambil meremas ponsel yang ada di genggaman nya.


Sedangkan dikamar Naura terlihat Sarah kembali meneteskan air mata, wanita 37 tahun itu tidak menyangka jika suaminya bisa berpikir seperti itu, bukannya minta maaf dan memperbaiki semuanya, ini malah menuduhnya memiliki pria idaman lain, sungguh Sarah habis pikir, apa mungkin semua ini hanya akal-akalan Roby saja supaya mereka berpisah? Memikirkan itu semua kepala Sarah berdenyut dengan hebatnya.


 Keesokan harinya pagi-pagi sekali Naura sudah berangkat kesekolah, ia ingin memberikan waktu untuk kedua orangtuanya lebih banyak. Sedangkan dikamarnya terlihat sarah masih terlelap diatas kasur empuk milik sang putri, wanita itu tidak bisa tidur hingga pukul empat pagi baru bisa terlelap, jadi wajar saja jika dirinya masih terlelap, sedangkan Roby sendiri baru saja keluar dari kamarnya, sudah mandi dan sudah wangi juga, hanya saja pria itu terlihat memakai pakaian santai bukan setelan kantor seperti hari-hari biasa. Roby sengaja karna hari ini ia memutuskan tidak kekantor dan Roby sudah bilang pada sekretarisnya agar menghandle semua urusan kantor, hari ini Roby cuti karena ingin menyelesaikan masalah dengan istrinya, Roby tidak ingin masalah mereka berlarut-larut hingga membuat kesempatan orang ketiga untuk masuk diantara rumah tangga mereka. Roby sadar jika tadi malam dia salah bicara, Roby mengatakan semua itu karna merasa kesal, saat dengan mudahnya Sarah menyuruhnya untuk melanjutkan hubungan nya dengan Dina, padahal kan itu hanya masa lalu saja, Roby akui belakangan terakhir dirinya memang kerap bertemu dengan wanita itu, namun tidak ada pembahasan lebih dari yang dituduhkan Sarah padanya, hanya nostalgia karna sudah lama tidak bertemu, itu saja. Namun Roby tidak sadar jika tidak ada satu orang istri pun yang mau jika suami mereka bertemu dengan mantan nya diluaran sana, apa lagi tanpa sepengetahuan pasangan mereka, andai saja Roby berada diposisi Sarah pasti lelaki itu sudah mencak-mencak.


Roby melangkah menuju lantai atas dimana kamar Naura berada, ia yakin jika istrinya itu masih berada dikamar putri mereka, dan benar saja begitu pria matang itu masuk langsung matanya melihat pemandangan sang istri yang sedang bergelut dengan selimut bergambar princes milik sang putri. Roby tersenyum lalu melangkah menuju tempat tidur dan langsung saja ikut bergabung dengan sang istri, lelaki itu merebahkan tubuhnya disamping Sarah yang masih tertidur dengan lelapnya, lalu dipeluknya tubuh tersebut dengan sangat erat, membuat sang empu langsung menggeliat karna merasa terganggu.


" Mas." Sarah berucap dengan suara parau khas orang yang baru bangun tidur, ia menoleh kebelakang dan menatap suaminya yang kala itu juga sedang menatap kearah nya dengan menampilkan senyumannya, sejenak Sarah merasa terpesona dengan senyuman itu, namun setelah ia kembali mengingat jika saat ini dirinya dalam mode marah wanita itu langsung merubah raut wajahnya kembali datar, tak lupa nada bicara wanita itu juga terkesan cuek bila suaminya itu kembali bicara padanya, biarin saja tetap begitu, itu sebagai hukuman untuk suaminya yang sudah berani membohonginya.

__ADS_1


DITEMPAT LAIN


Naura melangkah dengan gontai menuju kelas nya, entah karna melamun atau apa tiba-tiba gadis itu terkejut saat tubuhnya menabrak sesuatu yang ada didepannya." kak Bayu, loh kok aku malah ke kelasnya kak Bayu sih?" ucap Naura yang masih keheranan, gadis itu memperhatikan kelas yang memang bukan kelas miliknya, itu kelas 3 dan bukan ruangannya.


" Kamu melamun? Ada masalah apa cerita saja sama aku, siapa tau aku bisa bantu kamu." ucap Bayu yang tak menjawab ucapan gadis itu, pemuda itu lebih fokus pada raut wajah Naura yang seakan terlihat banyak masalah disana, dan Bayu berharap gadis pujaannya itu mau cerita dengannya.


" Maaf kak aku gak bisa cerita, ini masalah keluarga soalnya." jawab Naura


" Sedang apa dia didepan kelas, apa dia sengaja nyamperin Bayu saat aku tidak ada." gumam Rama menebak-nebak.


" Naura sedang apa kamu disini?" suara bass seseorang membuat Naura dan Bayu sontak mengalihkan pandangan mereka kearah orang tersebut.

__ADS_1


" Kak Rama." ucapnya pelan, Naura menatap Rama sebentar, lalu pandangannya kembali ia alihkan pada Bayu, membuat pemuda itu seolah tak dihiraukan


" Kak Bayu kalau gitu aku kekelas dulu ya? bye." setelah mengatakan itu Naura langsung meninggalkan Bayu, namun sebelum nya langkah dan pandangannya sempat terhenti kearah Rama sebentar setelah itu kembali melanjutkan langkahnya, sedangkan Rama langsung mengikuti gadis itu walau tanpa diminta, membuat Bayu yang melihat hanya bisa menghela nafas berat, entah kenapa Bayu merasa jika saat ini Rama suatu ancaman baginya, hatinya seolah merasa jika Rama ingin merebut Naura dari nya.


" Naura kenapa kamu bersama Bayu? Bukankah sebelumnya aku sudah bilang kalau kamu gak boleh lagi dekat dengan dia?" Rama langsung memberondong pertanyaan pada Naura saat keduanya berada didalam kelas, untung saat itu didalam hanya ada mereka berdua.


Sejujurnya Naura merasa muak dengan permintaan Rama yang tak berdasar." Atas dasar apa kak Rama melarang aku untuk dekat dengan kak Bayu? Dia baik dan aku nyaman bersama nya, maksudku saat berbicara dengannya." ralat Naura, toh mereka hanya bicara saja pikir gadis itu


" Tapi aku gak suka kamu dekat dengan Bayu, kamu ngerti gak sih?!" Rama, pria egois itu berdecak kesal karna Naura tak mengindahkan ucapannya


Naura tersenyum miring, gadis itu sama sekali tidak menyangka jika pemuda yang sangat dicintainya itu begitu egois." Kak Rama melarang aku dekat dengan kak Bayu?" tanya Naura memastikan, dan Rama langsung menganggukan kepalanya." Atas dasar apa?" sambung gadis itu lagi, ia ingin memastikan dan mendengar ucapan dari bibir Rama, jika memang dirinya sangat berarti dihidup lelaki itu, sedangkan Rama yang mendengar ucapan Naura seketika bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2