Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 56 . Mabuk


__ADS_3

Rama melangkah dengan cepat menuju ruangan yang baru saja keduanya masuki itu, entah itu ruangan apa, Rama pun tak tau. Kini Rama sudah berada didepan pintu tersebut, tanpa ragu pemuda itu langsung masuk kedalam ruangan tersebut, alangkah terkejutnya Rama saat melihat Naura yang hendak mencium bibir bima, saat itu posisi keduanya saling berhadapan Melihat itu pun dengan cepat Rama langsung berteriak memanggil nama gadis itu, hingga keduanya langsung menoleh kearah sumber suara.


" Kak Rama." ucap Naura dengan suara pelan, gadis itu kembali menatap wajah lelaki yang ada didepannya, lalu kembali menatap Rama yang berdiri tak juga dari mereka.


" Kalau dia kak Rama jadi kamu siapa?" Naura menatap wajah lelaki didepannya dengan mata sayu, pandangan gadis itu sedikit buram hingga tak terlalu jelas saat melihat siapa yang ada didepannya saat ini, setau gadis itu jika pria didepannya adalah Rama, makanya Naura ingin menciumnya. Naura mengucek matanya berulang kali, namun saat gadis itu hendak kembali berbicara tiba-tiba tubuhnya langsung ditarik menjauh dari pria yang ada dihadapannya.


" Ada apa dengan kamu Na? kamu mabuk ya?" tanya Rama sambil memperhatikan gerak tubuh wanita itu. Lalu pandangan Rama beralih kearah teman satu kelasnya tersebut." Bima apa yang terjadi? Kau memberikannya minuman keras ya padanya?" selidik Rama, mata nya tajam menatap penuh intimidasi pada pemuda itu.


" Loe nuduh gue Ram?" ucap Bima seolah tak terima


" Gue gak akan nuduh loe kalau gue gak yakin, loe pikir gue gak lihat tadi saat loe kasih Naura minuman yang berwarna merah, tadinya gue pikir gak mungkin loe kasih dia minuman seperti itu, karna gue percaya sama loe Bim, tapi setelah gue melihat keadaan Naura sekarang, sepertinya dugaan gue gak meleset." ucap Rama, pemuda itu mengepalkan tangannya, mencoba menahan amarah, sedangkan bima sendiri tak bisa mengelak lagi.


" I-itu,, maaf Rama aku tidak tau jika sebenarnya minuman yang sempat kuberikan pada Naura tadi adalah minuman beralkohol, sungguh aku tidak sengaja." ucap Bima, tatapannya memelas, bukan karna takut, hanya saja bima tak ingin membuat masalah dengan Rama, sejujurnya Bima memang sengaja memberikan minuman tersebut bukan karna dia tidak tau jika itu adalah alkohol, jelas dia tau, tadinya bima pikir dia bisa bermain-main dengan Naura, jujur dia menyukai gadis itu, apa lagi malam ini dia melihat betapa cantiknya sepupu dari teman satu kelasnya tersebut, tapi sayangnya belum juga melakukan apa-apa rencananya sudah gagal.


Sedangkan Rama sendiri tentu saja tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Bima, ia yakin jika teman satu kelasnya itu sengaja melakukannya, untung saja dirinya cepat mengambil langkah hingga tak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

__ADS_1


" Bima gue harap ini yang terakhir loe membuat kesalahan ini dengan gue, lain kali jika gue lihat loe ingin mencelakai Naura maka gue gak segan-segan untuk melukai loe, cam kan itu!" ucap Rama dengan intonasi yang sangat tegas dan penuh penekanan. Rama juga marah dengan Bayu yang menurutnya entah dimana saat Naura akan celaka, awas saja Rama pasti akan memberikan pelajaran untuk sahabatnya itu yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.


***


Saat ini Rama dan Naura sedang dalam perjalanan pulang, sambil nyetir sesekali pria itu melihat kearah samping, saat itu Naura susah tertidur disampingnya. Sangkin paniknya dengan keadaan Naura, Rama sampai lupa dengan Amel, kekasihnya yang masih tertinggal diacara tersebut.


" Bagai mana cara ku menjelaskan semuanya pada Tante Sarah? huh dasar anak ini, bikin susah saja." gerutu nya, namun tiba-tiba Rama menghentikan mobilnya secara mendadak, kala ia teringat pada Amel.


" Astaga aku masih meninggalkan Amel disana, bagai mana ini? sebaiknya aku hubungi saja." ucap Rama sambil merogoh ponsel miliknya dari dalam saku celananya. Rama menghubungi nomor Amel, namun sepertinya panggilannya tidak akan dijawab, sebab yang bersangkutan sibuk dengan kekasih gelapnya. Karna tidak dijawab akhirnya Rama memilih mengirim pesan pada Amel, dan meminta gadis itu agar pulang sendiri karna dirinya ada urusan mendadak. Saat Rama hendak kembali melanjutkan perjalanannya tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi, dan ternyata itu adalah panggilan dari Sarah, mamanya Naura.


" Ya Tante ada apa?"


" Rama Naura sama kamu kan? Tante hubungi ponselnya kenapa gak aktif? tadi dia pergi sama Bayu, dan Tante gak tau nomor nya, makanya Tante hubungi kamu."


" Iya Tan, Naura sama aku, ini kami lagi dalam perjalanan pulang."

__ADS_1


" Oh kebetulan, tolong kamu bilang sama dia ya Ram, kalau Tante sama bunda kamu dan juga Adit saat ini sedang dalam perjalanan kerumah kakek, soalnya beliau sakit, sedangkan ayah kamu dan om kan sedang diluar kota, makanya bunda kamu ajak Adit buat nyopir, sedangkan ayah dan om Roby mungkin nanti mereka akan nyusul kesana kalau sudah kelar kerjaannya, Tante titip Naura ya Rama? Soalnya dia sendirian dirumah, mungkin kami besok baru pulang, setidaknya setelah kondisi kakek membaik."


" Oh gitu ya Tan? baiklah bilang bang Adit hati-hati nyetirnya, kalau ada apa-apa hubungi Rama ya Tan?"


" Iya, sekali lagi Tante titip Naura, yasudah Tante tutup dulu."


Klik


Telpon berakhir


Rama melirik kearah Naura yang terlihat masih tertidur di kursi sampingnya, terlihat sesekali gadis itu berbicara, namun tak jelas apa yang dikatakan oleh gadis itu, karna lebih mirip sebuah gumaman. Rama pun kembali melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang terlihat cukup ramai malam ini, karna memang jalanan ibukota tak pernah sepi. Tak lama akhirnya mereka pun sampai dikediaman Naura, Rama sengaja membawa mobilnya kedalam garasi rumah gadis itu, karna tidak mungkin dia membawa gadis itu untuk pulang kerumahnya, apa lagi saat ini gadis itu sedang mabuk, untung Rama tau dimana tantenya Sarah sering menyimpan kunci rumah nya, jadi lelaki itu tidak perlu lagi bersusah payah untuk bertanya lagi pada ibu dari Naura tersebut.


" Uuh, berat banget sih gadis ini, makan apaan sih dia bisa seberat ini, perasaan dulu waktu aku sering gendong gak seberat ini." Rama menggerutu mempermasalahkan berat badan Naura, untung gadis itu sedang tidur, coba kalau bangun habis sudah pemuda itu karna menyinggung masalah berat badan dengannya.


Rama meletakan tubuh Naura diatas tempat tidurnya, pemuda itu sempat memandangi wajah cantik Naura." Cantik banget sih kamu kalau tidur gini." gumamnya, tanpa sadar Rama mendekatkan wajahnya pada wajah Naura hingga bibir nya kini menempel dibibir gadis itu. Rama memejamkan matanya, sambil mencium lembut bibir tipis gadis itu, namun saat Rama ingin mengangkat kembali wajahnya tiba-tiba tengkuknya ditahan oleh seseorang, Rama sempat terkejut saat melihat Naura yang kini menatap sayu kearah nya, tanpa mengatakan apapun Naura langsung kembali menyatukan bibir mereka.

__ADS_1


Next


__ADS_2