Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 37 . Janjian di cafe


__ADS_3

Adit berdiri didepan pintu kamar Rama, saat pemuda itu hendak mengetuk pintu kamar adiknya itu, tiba- tiba terlihat pintu sudah terbuka dan menampilkan Rama yang sudah berdiri diambang pintu.


" Mau ngapain loe bang? bukannya tadi lagi dirumah Naura ya? Cepat amat pulangnya, apa kalian gak jadi jalan?" cerocos Rama, memberondong Adit dengan kalimat- kalimat pertanyaannya.


" Loe kenapa, seperti orang cemburu gitu, apa jangan- jangan loe memang cemburu sama gue?" tebak Adit, pemuda itu mengulum senyum saat melihat wajah kesal Rama.


" Gue, cemburu sama loe bang? yang benar aja." ucapnya yang langsung kembali masuk kedalam kamar nya, disusul oleh Adit yang juga ikut masuk kedalam kamar tersebut.


" Oh gue pikir tadi loe cemburu sama gue, habisnya loe cabut gitu aja sih tadi." ucap Adit pria melipat tangannya diatas dada sambil menyender kan tubuhnya di daun pintu.


" Gue kebelet, maka nya langsung pulang." jawab Rama, pria itu duduk disofa single yang ada dikamarnya." Oya ada apa loe kekamar gue bang?" tanya Rama, menatap Adit sebentar, lalu pandangannya beralih ke layar ponsel miliknya. Sebenar nya Rama ingin sekali bertanya tentang status hubungan Adit dengan Naura, hanya saja ia merasa gengsi, Rama yakin jika dirinya bertanya abangnya itu pasti akan kembali meledeknya.


" Gue cuma mau bilang kalau gue dan Naura sudah jadian." ucap Adit sambil melihat reaksi Rama. Rama yang tadinya terlihat sibuk dengan ponsel miliknya seketika menghentikan aktivitasnya. Rama diam beberapa saat, entah kenapa dada nya mendadak terasa sesak, Rama berpikir mungkin ada gangguan dengan pernafasannya hingga tanpa sadar pemuda itu memegangi dadanya sendiri.


" Kenapa dada loe? sakit?" ucapan Adit langsung mengalihkan perhatiannya. Rama sempat lupa jika diruangan itu masih ada abangnya.


" Gak, tadi loe bilang kalau kalian sudah jadian?" tanya Rama mengalihkan pembicaraan, dan Adit mengangguk sebagai jawaban


" Baguslah, jadi gadis kecil itu gak akan lagi ngintilin gue." ucap Rama, entah kenapa ia merasa sedikit sedih mendengar ucapannya sendiri.


" Yakin loe gak masalah kalau gue jadian sama Naura?" ucap Adit


" Kenapa loe tanya seperti itu bang? Lagian kan kalian udah jadian, yang buat gue gak yakin itu adalah perasaan Naura sama loe, bukankah loe sendiri tau kalau dia cinta mati sama gue? Apa loe gak masalah kalau perasaannya masih tertuju sama gue? Bukan apa-apa yang bang, gue itu yakin aja kalau naura itu masih sangat mencintai gue." jelas Rama dengan percaya dirinya. Jangan lupakan muka tengil Rama, membuat siapa saja pasti akan menjadi kesal melihat nya, namun tidak dengan Adit, pria itu hanya tersenyum mendengar ucapan Rama, dia sama sekali tidak cemburu atau pun merasa kesal mendengar itu semua

__ADS_1


Meskipun Adit menyukai Naura, namun jika pada akhirnya Rama juga menyukai gadis itu maka Adit akan mundur, namun jika sebaliknya, dan Rama tidak ingin bersama Naura, Adit lah yang akan maju, masalah perasaan Naura yang masih menyukai adiknya itu, Adit tidak akan mempermasalahkannya, sedikit demi sedikit Adit akan mencoba untuk menumbuhkan cinta gadis itu untuk nya.


" Masalah cinta Naura itu ke elo, gue yakin lama kelamaan juga akan sirna, jika gue terus memberikan sejuta cinta yang gue miliki untuknya." ucap Adit yang terdengar sangat menyebalkan ditelinga Rama.


" Terserah loe lah bang, gue juga gak masalah jika kalian sama- sama." ucapnya lagi setelah itu kembali menyibukkan diri dengan ponsel miliknya, pemuda itu sedang bermain game online. Sedangkan Adit langsung keluar dari dari kamar adiknya


***


" Mah, mama mau kemana?" tanya Naura saat melihat Sarah sudah rapi dengan pakaiannya.


" Mama ada janji sayang sama teman- teman mama, kebetulan Tante Monic baru datang dari luar negri dan mama sama teman mama, mau reunian dulu, kamu gak apa- apa kan kalau mama tinggal? kalau sepi nanti main aja kerumah bunda." jelas Sarah, sementara Naura hanya mengangguk mengiyakan. Tadinya Sarah berniat ingin mengikuti suaminya, namun tiba- tiba teman- temannya semasa kuliah dulu pada memintanya untuk datang karna ingin reunian, karna sudah lama juga mereka tidak berkumpul bersama.


Sementara itu ditempat lain terlihat Roby baru saja turun dari mobilnya, pria matang itu tersenyum saat melihat seseorang yang ia kenal." Maaf menuggu lama." ucapnya


" Tidak masalah, aku juga baru datang." ucap seorang wanita, lalu mereka pun masuk kedalam satu cafe dimana tempat mereka sebelumnya berjanji untuk bertemu.


" Samain saja dengan punya kamu, aku mau ke toilet sebentar." ucapnya yang langsung melangkah menuju toilet yang ada didalam cafe tersebut


Sedangkan diparkiran terlihat Sarah dan dua orang temannya baru saja keluar dari dalam mobil masing- masing." Hai Sarah." sapa salah satu wanita cantik yang seumuran dengan nya, wanita itu langsung memeluk Sarah dengan erat


" Monic, kangen banget sama kamu, udah lama gak pulang ke indonesia, gimana kabarnya sehat kan semua?" ucap wanita itu


" Sehat semua, anak dan suamiku sehat wal' afiat" jawabnya setelah pelukan mereka terlepas

__ADS_1


" Monic aja nih yang ditanyain, aku sama Rina gak?" sambung satu wanita lagi yang ada dibelakang Monic, wajahnya cemberut membuat Sarah dan Monic tertawa melihat tingkah teman mereka itu.


" Iya- iya sini kalau mau ikutan dipeluk juga." ucap Sarah sambil merentangkan tangannya menyambut tubuh ke dua temannya itu." Sudah berumur jangan manja, kamu kira kita ini masih anak ABG?" sindir Sarah membuat wanita- wanita itu hanya tertawa menanggapinya.


" Yasudah yuk kita ngobrolnya didalam aja." ajak Monic yang langsung diangguki oleh ketiga wanita cantik itu


Saat masuk kedalam cafe Sarah sempat terkejut karna tak sengaja melihat keberadaan Dina dicafe itu, karna tempat duduk nya yang berada disudut ruangan, membuat Sarah enggan menyapanya, lagi pula wanita itu juga tidak melihat kearahnya.


DITEMPAT LAIN


Karna merasa bosan akhirnya Naura memilih untuk main kerumah Rama sepupunya, karna rumah mereka yang hanya bersebelahan membuat Naura tak pala mengganti pakaiannya yang memang sedikit seksi, sebab saat ini gadis itu hanya menggunakan hotpants dengan atasan kaos putih pas body dengan kerah yang berbentuk huruf V. Naura masuk kedalam rumah tersebut setelah mengucapkan salam.


" Eh non Naura." ucap bik Surti sambil tersenyum


" Hai bik, bunda ada kan dirumah?" ucap Naura ramah


" Ada lagi dikamar, apa mau bibi panggilkan?"


" Tidak perlu bik, biar saya kekamar bang Adit aja, dia ada dikamarnya kan?"


" Seperti nya ada non, coba non Naura naik saja keatas, bibik mau kedapur dulu masih ada kerjaan soalnya." ucap bik Surti, yang diangguki oleh Naura. Gadis itu pun memutuskan langsung menuju kamar Adit yang ada dilantai dua, saat menaiki anak tangga Naura terlihat sibuk dengan ponsel miliknya sebab kebetulan ada pesan yang masuk, dan Naura ingin membalas pesan tersebut, namun saat ia hendak memijak anak tangga tak sengaja kakinya terpeleset hingga membuat kakinya keseleo.


"Aaaww,," Naura memekik saat kakinya terpeleset, untung gadis itu masih sempat berpegangan ditangga, jika tidak sudah dipastikan jika ia akan jatuh dari tangga tersebut. Naura meringis saat merasakan sakit dipergelangan kakinya, namun gadis itu tetap berusaha bangkit, disaat yang bersamaan terlihat seorang pemuda yang hendak menuruni anak tangga, namun seketika ia kaget saat melihat Naura yang hampir saja menangis sambil memegangi kaki nya

__ADS_1


" Naura kamu kenapa??


Next


__ADS_2