
Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, saat ini dikamar nya Roby terlihat tidak bisa tidur, sudah dua malam istrinya Sarah memilih untuk tidur bersama dengan Naura. Padahal Naura sendiri sudah menjelaskan semua nya pada mama nya, mengenai papa nya yang tidak memiliki hubungan lebih dengan ibu dari mantan sahabatnya itu.
Karna tidak bisa tidur akhirnya Roby memutuskan untuk keluar dari kamarnya, namun sebelum ia keluar Roby sempat mengecek ponsel miliknya, dan disana banyak sekali panggilan tidak terjawab dari Dina, bahkan pesan yang dikirim wanita itu sudah hampir menggunung di handphone nya sejak semalam, karna memang Roby tidak membalasnya sama sekali. Pria itu pun mulai membuka satu persatu pesan yang dikirimkan oleh Dina, yang dikirim sekitar satu jam yang lalu, yang salah satu isi pesan nya menanyakan tentang Sarah apakah masih marah atau kah sudah bisa menerima semuanya, jika keduanya pernah menjalin hubungan dimasa lalu. Roby hanya membaca tanpa ingin membalasnya, Roby sempat berpikir kenapa Dina mengirim pesan seperti itu, dari banyaknya pesanan Dina yang ia baca, tak satu pun menunjukan penyesalan wanita itu akan masalah yang terjadi waktu itu, ya walau pun Roby sadar jika itu bukanlah kesalahan Dina, namun seharusnya wanita itu sedikit merasa bersalah dengan kesalah pahaman yang terjadi, begitu pikir Roby.
Saat Roby ingin meletakan kembali ponselnya diatas nakas tiba- tiba ponsel itu bergetar tanda ada pesan masuk.
( Mas Dika kamu baik-baik saja kan? Sarah sudah tidak marah lagi kan sama kamu? Maaf kalau aku chat selarut ini, karna lihat kamu online, lagi pula aku khawatir sama kamu karna tidak membalas pesanku dan panggilanku sejak kemarin )
Begitulah pesan yang dikirim kan oleh wanita itu, namun Roby sama sekali tak ingin membalasnya, rasa takut kehilangan istrinya membuat lelaki itu tak berniat untuk kembali dekat dengan Dina, apa lagi selama dua hari ini Sarah terus mengabaikannya, hanya bicara seperlunya saja, itu pun jika dirinya yang memulai berbicara lebih dulu, mengingat semua itu membuat Roby merasa frustasi. Roby melangkah keluar kamar dengan ponsel yang masih berada dalam genggamannya. Sedangkan dikamar Naura terlihat Sarah baru saja terbangun dari tidurnya, wanita itu menghela nafas saat melihat gelas yang ada dinakas tempat tidur kosong, karna merasa haus mau tak mau akhirnya Sarah memutuskan untuk bangkit dan keluar dari kamar untuk mengambil air minum, sebelum membuka pintu Sarah menatap putrinya yang masih tertidur lelap, setelah itu Sarah membuka perlahan pintu kamar dan menutupnya kembali dengan pelan. Sarah menuruni anak tangga satu persatu, beberapa kali wanita itu terlihat menguap karna masih merasa sangat mengantuk, namun saat berada dilantai bawah samar-samar telinganya mendengar suara seseorang yang sedang berbicara, merasa penasaran akhirnya Sarah melangkah mendekati asal suara tersebut.
" Mas Roby, sedang bicara sama siapa dia?" Sarah bermonolog, wanita itu terus melangkah mendekati suaminya yang saat itu sedang berada dimeja makan, terlihat pria matang itu sedang berbicara melalui panggilan telpon miliknya, namun yang membuat Sarah penasaran pria tersebut sedang bicara dengan siapa selarut ini, tidak mungkin dengan teman apa lagi rekan bisnisnya, pikir Sarah.
" Apa itu Dina? Apa dia sedang berbicara dengan wanita itu?" Sarah kembali menerka, dan sepertinya pikirannya tersebut memang benar, sebab Sarah sempat mendengar jika suaminya itu menyebutkan nama perempuan tersebut.
__ADS_1
( Keterlaluan kamu mas, selarut ini kamu malah berhubungan dengan wanita itu, bahkan kamu tidak ada usaha untuk membujukku, sekarang malah asik-asikan berbicara dengan wanita itu, aku semangkin yakin jika kalian memang memiliki hubungan khusus )
Batin Sarah merasa sangat kecewa dengan suaminya.
" Ekhem," Sarah sengaja berdehem membuat Roby langsung menoleh kearahnya, pria itu nampak terkejut dan replek mematikan sambungan ponsel miliknya. Sebenarnya roby terpaksa menerima panggilan Dina karna wanita itu terus menghubunginya.
" Sayang kamu disini?" ucap Roby lalu bangkit dari duduknya, melangkah mendekati Sarah yang kala itu sedang membuka lemari es untuk mengambil air dingin, rasanya tenggorokan nya sangat kering, dan ia membutuhkan air dingin agar hati dan pikirannya terasa dingin.
" Mas lepasin aku!" pinta Sarah sambil berusaha mendorong tubuh suaminya
" Mas tidak akan melepaskan mu sebelum kamu memaafkan mas." jawab Roby yang langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat.
" Lepaskan dulu, setelah itu kita bisa bicara." ucap Sarah dengan dingin. Roby yang mendengar ucapan istrinya seketika langsung melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Sarah duduk dikursi meja makan, begitu juga Roby, namun lelaki itu memilih untuk duduk di sisi istrinya, bagai mana pun cara nya ia harus membuat Sarah kembali percaya padanya, rasa nya pria itu tak sanggup jika terus di jauhi oleh istrinya sendiri, pria itu terlalu mencintai Sarah.
Roby hendak menggenggam tangan Sarah, namun dengan cepat wanita itu menyingkirkan tangannya menjauh dari tangan pria itu, tindakan Sarah itu membuat Roby harus bisa lebih sabar lagi, saat laki-laki paruh baya itu hendak mengatakan sesuatu, Sarah lebih dulu angkat bicara membuat pria itu hanya bisa menatap istrinya tersebut." Katakan mas, siapa yang baru saja bicara denganmu lewat sambungan handphone?" ucap sang istri, walaupun sarah tau siapa orangnya, tetap Sarah ingin Roby sendiri yang mengatakan, ia ingin tau apa kah kali ini suamjhta itu akan jujur padanya atau kah kembali berbohong.
" Dia Dina." jawab Roby yang memilih untuk jujur, lelaki itu tak ingin kembali berbohong, yang takut nantinya akan menjadi bumerang dan membuat hubungan rumah tangganya semangkin runyam, walaupun jujur juga tak ada bedanya, setidaknya Roby tidak ingin membohongi istrinya lagi. Sarah sendiri sedikit terkejut dengan pengakuan suaminya, ternyata dugaannya tidak salah, suaminya sedang berbicara dengan wanita itu, mengetahui semua itu membuat hatinya kembali sakit, setega itu suaminya, bahkan selarut ini mereka masih bisa bicara dengan bebasnya.
" Mas jika memang kamu dan Dina masih saling cinta, tak apa, silah kan saja kembali bersama." ucap Sarah, dan ucapan sang istri sukses membuat Roby terkejut luar biasa, yang Roby tau Sarah sangat mencintainya, dan ia sangat yakin jika istrinya itu sangat takut kehilangannya, lalu bagai mana mungkin Sarah bisa berkata seperti ini, kecuali memang Sarah kini memiliki lelaki idaman lain, begitulah ketakutan hati Roby.
" Sarah kenapa kamu bicara seperti itu, apa kamu sudah tidak cinta sama mas? Atau kamu ada dekat dengan laki-laki lain?" ucap pria itu sambil menatap wajah istrinya yang terlihat datar.
" Mas jangan membalikan fakta, seolah aku yang bersalah, jelas kamu yang memiliki wanita idaman lain, kenapa aku yang kamu tuduh sekarang hah?!" Sarah meradang kala suaminya malah mencurigai dirinya.
Next
__ADS_1