
Rama yang mendengar ucapan Naura seketika membulatkan matanya, bagai mana mungkin ia akan melakukannya pada adik sepupunya tersebut.'' Jangan yang aneh-aneh deh kamu, sudah ayo turun kita sudah sampai.'' ucap Rama yang hendak membuka pintu mobil, namun segera ditahan oleh Naura
'' Kak plis, sekali saja.'' pinta Naura, membuat Rama merasa serba salah, bagai mana mungkin ia akan mencium adik sepupunya itu, karna yang ada dalam benak nya mereka itu adalah saudara. Saat Rama sedang melamun memikirkannya tiba-tiba Naura langsung menyambar bibir pemuda tersebut
Cup
Naura menempelkan bibir tebal nan mungil milik nya diatas bibir tipis milik Rama, kenyal, lembut dan basah, itulah yang ia rasakan, Naura mengecup nya perlahan, atas dan bawah secara bergantian, ini adalah ciuman pertama Naura, jadi wajar saja jika ciumannya terlihat kaku, Naura masih melancarkan ciumannya, namun ia merasa jika Rama masih diam tanpa menggerakkan bibirnya. Pemuda itu terlalu syok dengan apa yang dilakukan oleh adik sepupunya tersebut, namun Rama tidak mencoba untuk melepaskan ciuman mereka, pemuda itu memejamkan matanya saat merasakan desiran aneh yang melanda tubuhnya. Sedangkan Naura sendiri jangan ditanya, jantungnya saat ini serasa mau melompat dari tempatnya, perasaan senang bercampur sedih terus mendominasi nya, senang karna ciuman pertamanya bisa ia berikan pada Rama, pemuda yang sangat ia cintai, disisi lain sedih karna ciumannya tidak dibalas oleh Rama, karna sejak tadi pemuda itu hanya diam tanpa melakukan apapun. Sudah hampir dua menit Naura melakukannya, namun tak ada reaksi apapun dari pemuda itu, akhirnya Naura pun melepaskan ciuman mereka.
'' Sudah puas? sekarang apa yang kamu rasakan?'' ucap Rama, matanya kini menatap lekat wajah gadis yang ada didepannya, pandangannya tertuju pada bibir yang ternyata juga baru saja mengambil ciuman pertama nya.
'' Yang aku rasakan bahagia, karna aku telah memberikan ciuman pertamaku untuk kak Rama, dan aku yakin jika itu juga adalah ciuman pertama kamu kak, benar kan? kak Rama tau apa yang aku rasakan saat aku mencium kakak? jantungku seakan mau melompat dari tempatnya kak, dan aku merasa jika hati dan perasaanku semangkin kuat dengan kak Rama.'' ungkap gadis itu
'' Bagai mana dengan kak Rama sendiri? apa yang kak Rama rasakan?'' sambung Naura
'' Maaf Naura, aku tidak merasakan apapun.'' jawabnya, dan jawaban pemuda itu adalah suatu kebohongan, sebab saat Naura menciumnya tadi, Rama merasakan suatu desiran aneh dihatinya, namun ia berpikiran itu karna reaksi alamiah atas ciuman yang dilakukan oleh Naura. Mendengar jawaban Rama tentu saja membuat gadis itu merasa sedih, namun ia tetap menutupinya dan mencoba tersenyum didepan pemuda tersebut.
Maafkan aku Naura, tapi diantara kita memang tidak boleh ada suatu hubungan apapun, kau adalah adikku dan selamanya akan tetap seperti itu
Batin Rama
__ADS_1
" Sebaiknya kita turun, ini sudah malam.'' sambung pemuda tersebut, sedangkan Naura hanya mengangguk, dan ikut turun dari dalam mobil tersebut
Gadis itu melangkah gontai menuju teras rumahnya, membuat Rama yang melihat menghela nafas panjang, ia sangat tau jika adik sepupunya tersebut sedang bersedih, namun mau bagai mana lagi, Rama juga tak mungkin memberikan harapan pada gadis itu,sementara perasaannya sendiri ada pada sahabat gadis itu. Entahlah, memikirkan itu semua membuat kepalanya berdenyut.
...----------------...
'' Mah aku pulang.'' ucap seorang gadis, ia melihat rumahnya sepi dan juga gelap, membuat Naura merasa bingung karna tak biasanya rumah dalam keadaan gelap seperti itu.'' Pada kemana semua orang? kenapa gelap sekali?'' monolognya, gadis itu, ia pun langsung menuju tembok sambil sedikit meraba, untuk mencari sakelar lampu.
Ceklek
Lampu sudah menyala membuat Naura seketika menatap heran karna melihat sang mama Sarah berada tak jauh dari nya, wanita paruh baya tersebut sedang duduk disalah satu sofa diruang tamu, itu artinya sejak tadi wanita itu duduk dalam kegelapan.
'' Mama gk apa-apa sayang, tadi mama ketiduran hingga sore, terus lupa nyalain lampu.'' jawabnya, sebenar nya Naura kurang percaya dengan penjelasan Sarah ibunya, karna tidak pernah Sarah ketiduran disofa tanpa menyalakan lampu, hanya saja tidak ada alasan juga baginya untuk tidak mempercayai sang ibu, mungkin saja ibunya itu kelelahan, begitulah pikirnya mencoba berpikir positif
***
Ditempat lain terlihat Amel baru saja selesai membersihkan diri, samar-samar diluar ia mendengar suara orang tertawa, merasa penasaran, Amel pun langsung keluar untuk melihat siapa orang tersebut.
'' Mama, bersama siapa ya?'' gumam nya, saat pulang beberapa saat yang lalu, Amel memang tau jika ibunya sedang tidak berada dirumah, namun ia juga tidak tau jika sang ibu akan pulang bersama seorang teman.
__ADS_1
Amel keluar dari kamarnya lalu melangkah menuju ruang tamu. Rumah Amel hanya memiliki satu lantai, namun cukup luas untuk ditinggali oleh mereka berdua, karna memang mereka hanya tinggal berdua, ibu Amel yang bernama Dina adalah seorang janda cantik berusia 39 tahun, yang selalu berpenampilan modis jika berada ditempat umum, hingga terkadang membuat sebagian kaum adam terpesona melihat nya.
'' Mah,'' panggil Amel, membuat Dina yang saat itu berdiri didepan pintu mengalihkan pandangannya kearah sang putri.'' Itu tadi siapa mah?'' sambungnya, saat Amel menuju ruang depan, ternyata pria tersebut sudah tidak ada
'' Oh itu tadi teman mama sayang, namanya om Dika.'' jelas nya.
'' Yakin hanya teman?'' tanya Amel penuh curiga, membuat Dina langsung tertawa menanggapinya
'' Ya sebenarnya dia itu mantan pacar mama sih, kami berpisah karna dulu om Dika kuliah diluar negri, sedang kan mama yang gk bisa LDR Yaudah memilih putus, dan kami baru ketemu lagi baru beberapa bulan yang lalu sayang.'' jelasnya, sedangkan Amel hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
Sedangkan dirumah kediaman Naura terlihat Sarah dan putrinya sedang makan malam.'' Papa belum pulang mah?'' tanya Naura disela-sela makannya.
'' Belum sayang, sepertinya papa kamu sangat sibuk. belakangan ini, jadi tidak sempat makan bareng kita.'' jawab Sarah
'' Siapa bilang gk sempat? buktinya ini papa sudah pulang.'' sambung Roby yang baru saja melangkah menuju ruang makan, lelaki berusia 42 tahun itu sepertinya baru saja pulang, terbukti dari tas kerja yang masih berada ditangannya.
'' Papa, akhirnya papa pulang juga, tadinya aku pikir aku dan mama akan makan malam berdua lagi seperti kemarin.'' ucap gadis itu.
'' Maafkan papa sayang, akhir-akhur ini papa sangat sibuk dikantor, jadi gk sempat makan bareng kamu dan mama, karna pulang larut.'' jelas Roby, lelaki tersebut mengecup pucuk kepala sang putri, lalu beralih pada Sarah yang sejak tadi hanya diam.
__ADS_1
Next