Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 15. Kenyataan pahit


__ADS_3

Masih dikamar yang sama, Rama terlihat masih menunggu jawaban dari sang bunda untuk menjawab pertanyaannya." sebenarnya ada yang ingin bunda tanyakan sama kamu nak.'' ucap Irma.


'' Bunda mau tanya apa bun? sepertinya serius sekali?'' ucap Rama, karna tak biasanya ibunya itu seserius ini


'' Tadi siang waktu bunda dan bude Sarah pulang dari rumah sakit dijalan gk sengaja bunda lihat kamu sama seorang gadis, siapa dia nak? apa dia kekasih kamu?'' tanya Irma langsung, karna Irma tau putranya itu tidak akan sembarangan membonceng seorang gadis, bahkan dengan Naura sekalipun ia harus berulang kali memaksa putra bungsunya itu membujuk nya agar mau mengajak Naura jalan-jalan dengan motor miliknya, baru lah Rama mau, maka dari itu Irma sangat penasaran dengan status hubungan Rama bersama gadis itu, apa lagi Sarah mengatakan jika gadis tersebut adalah sahabat Naura.


'' Bukan bunda.'' jawab Rama membuat Irma bernafas lega, walaupun ia tidak yakin namun Irma tau jika Rama tidak akan berbohong dengannya. Namun belum lagi ia benar-benar bernafas dengan baik, tiba-tiba Rama kembali mengatakan suatu hal yang membuat perasaan nya kesal.


'' Bun, namanya Amel, aku dan dia memang tidak pacaran, tapi aku menyukai nya.'' jelas Rama dan itu membuat Irma tak suka, ia kesal dengan pengakuan putra bungsunya tersebut, Irma mau Naura lah yang menjadi kekasih Rama bukan gadis lain. Irma menyorot tajam kearah Rama, membuat pemuda tersebut langsung mendekatkan duduknya pada wanita yang sudah melahirkannya itu.


" Rama bukankah bunda sudah pernah katakan padamu, jika bunda tidak ingin melihat kamu berhubungan dengan seorang gadis? maksud bunda kamu tidak boleh pacaran karna kamu itu masih sekolah." jelas Irma mengingatkan sang putra


" Aku tau bun, maka itu aku tidak menjadikan Amel kekasihku Bun, tapi ku akui kalau aku suka dia." ucap Rama terus terang, dan tanpa mereka sadari ada Naura yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka, hati gadis itu rasanya hancur berkeping- keping saat mendengar pengakuan Rama secara langsung, dan tanpa bisa dicegah, air mata kini sudah bercucuran, ia tak ingin lebih banyak lagi mendengar pengakuan Rama yang akan membuat hatinya hancur, Naura pun langsung meningalkan tempat tersebut. Tadinya Naura berniat ingin mengajak Irma untuk kerumahnya karna Sarah menyuruhnya untuk menjemput istri dari pakde nya itu kerumah, namun art dirumah tersebut mengatakan jika Irma ada dilantai dikamarnya Rama, maka dari itu Naura langsung menuju kekamar Rama yang berada dilantai dua rumah tersebut. Namun siapa sangka jika dirinya akan mendengar pengakuan Rama yang sangat menyakitkan hatinya itu.


" Lalu bagai mana dengan Naura Rama? kamu tau kan dia sangat mencintai kamu, bagai mana kalau sampai dia tau kalau orang yang dia sayang tenyata lebih memilih sahabatnya sendiri? pasti Naura sangat sedih, apa kamu tau itu nak? sejujurnya bunda sangat berharap kamu dan Naura bisa......,,"


" Bunda tolong lah, jangan lagi menyuruhku untuk menerima Naura, aku memang sayang sama dia, tapi tidak lebih dari sekedar rasa sayang pada adik sendiri bun, gadis yang aku suka Amel, jadi kumohon bunda jangan memaksaku lagi." ucap Rama memohon dan mencoba memberikan pengertian pada Irma

__ADS_1


" Baiklah bunda tidak akan memaksa kamu nak, tapi kamu juga jangan memaksa bunda untuk menerima gadis itu jadi pasanganmu kelak." ucap Irma, setelah mengatakan itu wanita itu langsung keluar dari kamar putranya.


" Huuf dasar anak itu susah sekali dibilangin." gumam Irma sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


" Buk Irma ini teh nya." ucap art tersebut yang bernama Nining.'' Non Nauranya mana buk? kok gk kelihatan?' sambung Nining, membuat Irma langsung mengalihkan pandangannya pada sang art dengan dahi berkerut


'' Naura?'' beo Irma


'' Iya non Naura tadi kesini, dan tanyain ibu, terus saya bilang kalau ibu sedang berada dikamarnya den Rama, terus non Naura nya langsung naik keatas buk, memangnya ibu gk ketemu ya?'' jelas Nining


'' Yah ...,, tehnya gk diminum, kalau gitu biar saya saja deh yang minum, dari pada mubajir.'' monolog Nining sambil menyeruput teh Irma yang tidak tersentuh oleh sang majikan.


Sesampainya dirumah sang adik ipar Irma langsung masuk setelah mengucapkan salam. Matanya menyapu seluruh ruangan dan mendapati Sarah yang saat itu terlihat sedang membaca majalah


'' Loh mba, ada apa? kok kelihatan cemas begitu?'' tanya Sarah saat melihat wajah Irma yang gelisah


'' Naura mana Sar? mba mau ketemu dia.'' jawabnya

__ADS_1


'' Naura? loh bukannya dia berada dirumah mba Irma ya, soalnya tadi dia aku suruh untuk memberitahukan mba Irma kalau pesanan kita udah sampai, tadi aku hubungi lewat ponsel mba gk jawab, makanya aku suruh Naura buat nyamperin mba dirumah.'' jelas Sarah


'' Apa? jadi Naura tidak ada dirumah?'' ucap Irma dengan nada cemas.


'' Gk ada mba, memang ada pap sih? kok mba kelihatan sangat cemas sekali?'' tanya Sarah penasaran. Akhirnya Irma pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ia tutupi pada Sarah, bahkan Irma juga bilang tentang Rama yang menyukai sahabat dari Naura, mendengar penjelasan tersebut Sarah menghela nafas panjang.


'' Ya mau bagai mana lagi mba, sejak awal Rama memang tak menyukai Naura, jadi wajar saja jika dia memiliki orang yang ia sayang.'' ucap Sarah, yang akhirnya hanya bisa pasrah, yang ia cemaskan sekarang adalah putri nya Naura, sebenarnya Sarah cemas tentang keadaan Naura sekarang, namun setelah mendapatkan pesan dari gadis itu dan mengatakan jika dirinya ingin jalan-jalan sebentar akhirnya Sarah bernafas lega, walaupun tetap saja rasa khawatir menghingapi benaknya


'' Loh gk bisa begitu dong, walau bagai mana pun mba maunya Naura yang jadi menantu nya mba, jadi bagai mana pun caranya Naura harus jadian dengan Rama.'' ucap Irma ngotot


Sarah menggelengkan kepalanya mendengar ucapan kakak iparnya tersebut, bagai mana mungkin mereka memaksa kan kehendak pada anak-anak mereka, walau pun Sarah sedih mengetahui kenyataannya, namun tetap saja ia tidak akan memaksa Rama untuk menerima putrinya, bagai mana pun ini adalah masalah perasaan, dan perasan tidak bisa dipaksakan bukan?


Sedangkan ditempat lain terlihat seorang gadis sedang duduk disebuah bangku taman, gadis itu meremas ujung kaos yang ia gunakan, dengan wajah yang terlihat seperti baru saja menangis, matanya sembab, bahkan disudut mata gadis cantik itu masih terlihat sisa butir air mata, sepertinya ia baru saja menangis, bagai mana tidak, hatinya hancur saat mengetahui jika pemuda yang selama ini ia sayangi ternyata menyukai gadis lain, dan sialnya gadis itu adalah sahabatnya sendiri, walaupun ia sempat menaruh curiga sebelumnya, namun Naura tak pernah menyangka akan mendengarnya secara langsung dari mulut Rama, walaupun saat itu Rama tidak mengatakan pada nya secara langsung, tetap saja kata-kata itu keluar dari bibir pemuda tersebut, dan itu sangat menyakitkan bagi nya.


'' Naura ada apa kamu memintaku untuk datang kesini??''


Next

__ADS_1


__ADS_2