Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 19. Keinginan Rama


__ADS_3

Dirumah keluarga Sarah terlihat saat ini mereka sedang makan malam bersama keluarga Imron, disana juga ada Rama, namun tidak dengan Adit, karna pemuda itu belum pulang dari kampusnya karna ada kegiatan kampus yang masih belum selesai.


'' Sarah dimana Naura? kenapa dia tidak ikut makan malam?'' tanya Imron disela-sela makan nya


'' Katanya belum lapar mas.'' jawab Sarah, ia melirik kearah Rama yang saat itu duduk disamping suaminya Roby


'' Tumben sekali anak itu, memangnya dia gk tau apa kalau ada calon suaminya disini?'' sambung Roby membuat semua yang ada disana tersenyum menanggapinya kecuali Rama yang saat itu langsung terbatuk karna ucapan Roby, pemuda itu tidak menyangka kalau papa dari sepupunya itu bisa bergurau juga, padahal selama ini yang Rama tau Roby sangat jarang bicara, apa lagi bergurau seperti itu.


Setelah selesai makan malam, Rama memberanikan meminta ijin untuk masuk kekamar Naura, awalnya Sarah tidak memberikan respon apapun, karna jujur saja, wanita itu masih sangat kesal dengan keponakannya tersebut, bagai mana tidak? gara-gara dirinya, putri kesayangannya sedih, walaupun memang bukan salah Rama, karna Naura lah yang terlalu mencintai pemuda itu, namun tetap saja ia merasa kesal. Belum lagi Sarah menjawab tiba-tiba Roby sudah mengijinkannya membuat Sarah menatap kearah suaminya, Roby memang tidak tau tentang permasalahan Naura dan Rama, karena memang Sarah tidak memberitahunya, maka itu Roby terlibat biasa, kalau tau mungkin pria matang itu tidak akan membiarkan Rama untuk menemui putri kesayangan nya.


'' Terimakasih om, kalau begitu saya keatas dulu.'' ucap Rama yang langsung bangkit dari duduknya, setelah mereka menyelesaikan makan malamnya.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Rama mengetuk pintu kamar Naura, setelah mendengar jawaban dari dalam Rama pun langsung masuk kedalam kamar gadis itu. Naura masih belum menyadari kalau yang masuk kedalam kamarnya adalah Rama, namun begitu ia menoleh matanya langsung berbinar, gadis itu pun langsung tersenyum senang, ia sampai melupakan jika pemuda itu adalah pokok sumber kesedihannya.


'' Kak Rama.'' ucapnya sambil melangkah kearah pemuda tersebut.


Rama tersenyum, matanya menyusuri ruangan tersebut, tak ada yang berbeda dari terakhir pemuda itu masuk kekamar nya, ya ini bukan lah kali pertama Rama masuk kedala kamar gadis itu, jadi wajar saja Rama tak merasa canggung berada disana.


'' Aku ingin bicara sesuatu dengan mu Na, apa kamu punya waktu?''


'' Seperti nya serius sekali, apa ini sangat penting?'' ucap Naura.

__ADS_1


Rama mengangguk sebagai jawaban.'' Kita bicara dibalkon aja.'' ucap pemuda tersebut, lalu melangkah kan kakinya menuju balkon yang ada dikamar Naura, diikuti oleh gadis itu.


'' Kak Rama mau bicara apa? apa ini ada hubungannya dengan Amel?'' tanya Naura langsung, gadis itu sudah tidak sabar ingin tau apa ya g akan dibicarakan oleh Rama, makanya ia langsung menebaknya, dan sepertinya tebakan Naura tidak meleset, karna setelahnya terlihat anggukan kepala dari pemuda itu. Naura menghela nafas berat sebelum akhirnya sebuah kalimat kembali ia lontarkan.


'' Kak Rama tolong jangan kamu suruh aku untuk melupakanmu atau pun menjauh dari mu kak, karna aku tidak akan mampu hidup tanpamu, bukankah tadi siang kak Rama juga mengatakan itu pada Amel .'' ungkap Naura.


'' Aku masih ingat, tapi tetap saja, kamu tidak bisa terus berharap padaku, karna tidak mu gkin bagiku untuk membalasnya, jadilah wanita yang memiliki harga diri Na, kamu cantik dan masih sangat muda, banyak pemuda yang menginginkanmu diluaran sana.'' ucap Rama, entah apa maksud dari ucapan Rama, tapi Naura bisa menyimpulkan kalau pemuda itu ingin dirinya segera menjauh dari hidup Naura


Sejujurnya hati Naura sangat sakit mendengar nya, ia menyentuh dadanya yang terasa sesak.'' Apa ini artinya kak Rama ingin aku segera melepaskan mu? begitu kah?'' tanya Naura dan Rama mengangguk mengiyakan


'' Apa Amel yang menyuruh mu kak? apa sebegitu cintanya kak Rama dengannya sampai-sampai kak Rama tega menyakiti perasaanku?'' ucap Naura dengan air mata yang sudah menetes membasahi wajah cantiknya.


'' Bukan begitu Na, aku hanya tidak ingin kamu terus berharap sama aku, sementara aku---,,''

__ADS_1


'' Sudah ada Amel? itu kan yang ingin kak Rama katakan padaku? kamu jahat kak, sangat jahat.'' ucap Naura dengan tangisan yang sudah pecah, bahkan Naura tak memberi kesempatan Rama untuk menyelesaikan kalimatnya, ia tak ingin mendengar Rama terus menyebut nama Amel dengan bibirnya, karna itu membuat Naura sangat sakit.


Next


__ADS_2