Mencintai Abang Sepupu

Mencintai Abang Sepupu
Bab 24. Sesuatu yang menonjol


__ADS_3

Saat ini Naura sudah berada didepan kamarnya Adit, gadis itu sejak tadi sudah mengetuk pintu namun masih tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut. Naura pun berpikir jika Adit masih tidur dikamarnya.'' Sepertinya memang masih tidur, apa aku harus membangunkannya nih?'' monolognya. Setelah sedikit berpikir akhirnya Naura memutuskan untuk masuk kedalam kamar tersebut, dan tanpa mengetuk pintu Naura langsung memutar handle pintu kamar Adit, ia tau pintu kamar pemuda itu tidak pernah terkunci, begitu juga dengan kamar Rama, sebab Irma pernah memberitahukannya pada Naura, kalau kedua putranya tidak pernah mengunci pintu kamar.


Naura masuk kedalam kamar Adit, walaupun ini bukanlah kali pertama ia masuk kedalam kamar tersebut, namun tetap saja Naura merasa canggung. karna bukan kamar Rama, biasanya kalau kamar Rama ia selalu sesuka hati, berbeda dengan Adit, sebab ia baru beberapa kali masuk kekamar tersebut. Saat Naura memasuki kamar Adit , ternyata bersamaan itu Rama terlihat juga baru saja menaiki anak tangga, dan pemuda itu melihat gadis tersebut masuk kedalam kamar sang Abang.'' Naura.'' gumamnya pelan, entah kenapa ada perasaan sedikit tak suka saat melihat gadis itu masuk kedalam kamar Adit, ia tau jika Adit selalu tidur dengan hanya menggunakan boxer saja, begitu pun dirinya, namun bukan itu alasannya, karna tidak mungkin Adit akan melakukan hal yang kurang ajar pada gadis itu, Rama hanya merasa tidak suka saja saat melihat gadis itu masuk kekamar saudara lelakinya, entah apa alasannya ia pun tak tau. Sedang kan didalam kamar Naura mendengus saat melihat Adit masih bergelung dengan selimut tebalnya.


'' Iiss, nyebelin banget sih bang Adit, katanya mau joging bareng.'' gerutunya sambil memanyunkan bibirnya yang tipis, dengan malas Naura melangkah menuju ranjang sambil membuka selimut tebal tersebut, namun seketika ia menjerit saat melihat Adit yang hanya menggunakan boxer ketat hingga memperlihat kan tonjolan dibagian tengah kedua pahanya.


'' Aaaa....''


Naura berteriak membuat Adit langsung terbangun dari tidurnya, pemuda berusia dua puluh tahun itu sedikit terkejut saat melihat Naura ada dikamarnya. Gadis itu sedang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia juga membelakangi Adit yang saat itu menatap heran kearahnya.Pasalnya Adit sama sekali belum sadar dengan penampilannya saat ini yang hanya memakai boxer yang cukup ketat hingga memperlihatkan sedikit tonjolan miliknya, maklum ya guys itu adalah reaksi alamiah jika dipagi hari.


'' Hei ada apa? kenapa kamu berteriak??'' tanya pemuda itu.


'' Tutup dulu burung bang Adit, gak malu apa ada aku kayak gitu.'' protes Naura kesal, namun gadis itu masih belum melepas tangannya dari wajah. Mendengar ucapan Naura sontak Adit melihat miliknya yang memang sedang on, malu sekali rasanya pemuda itu, dengan cepat ia pun langsung menarik selimut untuk menutupi senjatanya.


'' Kamu ngapain masuk kekamar abang sepagi ini?'' ucap Adit, pria itu masih berada diatas tempat tidur.


'' Bang Adit lupa? kita pagi ini udah janji mau joging bareng.'' ucap Naura, gadis itu sudah berbalik menatap Adit saat mengetahui jika pemuda itu sudah menutupi tubuh bagian bawahnya.

__ADS_1


'' Astaga, aku lupa, tunggu sebentar ya abang kekamar mandi sebentar.'' ucap Adit yang hendak bangkit dari tempat tidur, namun dengan cepat Naura mencegahnya


'' Eh tunggu-tunggu bang, aku keluar dulu baru Abang masuk kamar mandi.'' ucap Naura


'' Loh emangnya kenapa? lagian bukannya dulu kita bertiga sering mandi bareng ya? Abang juga sudah pernah lihat Naura tanpa pakaian.


'' Ih bang Adit apaan sih? itu kan dulu waktu kecil,


ya bedalah sama sekarang.'' jawabnya mencebik, Adit hanya terkekeh mendengar nya.


Saat ini Naura sudah berada diluar kamar Adit, namun masih berada didepan pintu kamar tersebut, gadis itu memegangi dadanya, yang terasa berdegup saat kembali teringat hal memalukan tersebut, membuat wajahnya seketika kembali memerah karna merasa malu.


'' Kak Rama.'' ucapnya sambil melihat penampilan pemuda tersebut yang sudah rapi. Naura berpikir mungkin Rama dan Amel sedang janjian, ini kan hari Minggu, jadi wajar jika pasangan kekasih jalan bersama, membayangkan itu saja membuat hatinya terasa sakit.


'' Kak Rama mau kemana? ini kan masih terlalu pagi untuk berkencan.'' ucapnya asal menebak.


Tadinya sebenar nya Rama hanya ingin bersantai dirumah menikmati hari liburnya, namun pemuda itu berubah pikiran saat dua sahabatnya mengajak ngumpul bareng, rencananya mereka akan menghabiskan waktu bermain game dirumah Yoga, sebenar nya Amel juga menghubunginya dan mengajaknya nonton nanti sore, hanya saja Rama masih belum mengiyakan ajakan gadis itu.

__ADS_1


'' Aku mau kerumah Yoga.'' jelasnya sambil memperhatikan wajah Naura yang memerah.


'' Kamu sakit? kenapa wajahmu merah begitu?'' tanya Rama. Namun saat hendak menjawab tiba-tiba pintu kamar Adit langsung terbuka membuat Naura tak jadi mengeluarkan suaranya.


'' Sudah yuk!" ajak Adit pada gadis itu, lalu melihat kearah Rama yang masih berdiri disamping Naura.'' Loe mau kemana Ram? tumben sudah rapi sepagi ini?'' ucap Adit


'' Mau kerumah Yoga, sekalian dia minta temenin kerumah tantenya.'' jawab Rama, lalu pandangannya kembali menatap kearah Naura


'' Yasudah ayo bang Adit, nanti kalau siang panas loh.'' ucap Naura yang langsung menarik tangan Adit, sedangkan Rama terus menatap keduanya yang mulai menuruni anak tangga, tatapannya terus tertuju kearah tangan Naura yang terus menggenggam tangan Adit.


'' Kamu lagi marahan sama Rama? tumben cuek banget sama dia?'' tanya Adit, saat ini keduanya sudah berada ditaman komplek, banyak muda-mudi yang terlihat berada disana, mungkin mereka juga sedang olah raga, terlihat juga para pedagang kaki lima berjualan disana.


'' Aku kesal karna dia tolak aku dan malah terima Amel jadi pacarnya.'' jawab Naura jujur, saat ini keduanya sedang duduk dibangku taman, istirahat sebentar sambil menyantap beberapa makanan yang sempat mereka beli dari pedagang kaki lima tersebut.


'' Memangnya mereka pacaran?'' tanya Adit, soalnya yang ia tau bunda nya tidak memperbolehkan Rama untuk pacaran dulu


'' Entahlah, aku juga gak tau, yang jelas dia tolak aku demi Amel, tapi aku gak perduli sih, aku akan tetap berjuang untuk cintaku ini, sebelum janur kuning belum terlihat, maka kak Rama masih bisa aku perjuangkan.'' ucapnya sambil kembali memasukan cimol kedalam mulutnya, hatinya sedih, namun tak sesedih kemarin, sudah cukup dia menangis semalaman karna Rama dan Amel, kini Naura akan mencoba untuk menerima kenyataan, namun bukan berarti ia menyerah mendapatkan cinta Rama, meskipun kembali ditolak, Naura tidak akan berhenti begitu saja, tadinya memang dirinya pernah mengatakan jika Rama sendiri yang menolaknya, maka dirinya akan mundur, namun kenyataannya itu hanya omong kosong belaka, buktinya dia punya niat akan kembali memperjuangkan perasaannya, karna ia tau jika Amel tidak pantas untuk Rama.

__ADS_1


Adit hanya tersenyum mendengar ucapan Naura, walaupun Adit menyukainya, namun ia tidak akan menghalangi jika Naura ingin bersama Rama, atau pun sebaliknya. Namun disisi lain, Adit juga berharap Naura bisa mencintainya seperti dia mencintai Rama.


Next


__ADS_2