
Masih didalam kelas, dan Naura masih berdiri dihadapan Rama menunggu jawaban apa yang akan lelaki itu berikan padanya, namun saat Rama hendak menjawab tiba-tiba Amel muncul dan langsung memeluknya dari belakang, mungkin ingin menunjukan jika Rama itu adalah kekasihnya dan hanya akan menjadi miliknya, melihat itu Naura hanya bisa mengepalkan tangan. Rama melepaskan dengan paksa tangan Amel yang melingkar ditubuh lelaki itu, membuat Amel cemberut, namun gadis itu mencoba bersikap biasa seolah tidak mempermasalahkannya, ia tak mau Naura sampai mengira jika Rama tidak mencintainya, Amel juga tak ingin Naura mengira jika hubungan mereka saat ini tidak harmonis, walau Amel sadar jika beberapa hari terakhir Rama sudah jarang menghubunginya, dan terkesan menghindar, namun Amel berpikir jika saat ini kekasihnya itu sedang sibuk mempersiapkan ujian akhir nya.
" Sayang kamu kekelas aku pasti lagi cariin aku kan? Aku tau kamu kangen sama aku, aku juga kangen kok sama kamu." ucap Amel sambil bergelayut manja ditubuh Rama dari samping, sedangkan Naura langsung melangkah menuju mejanya, ia tak ingin menonton pasangan sok romantis itu, muak sekali melihat nya, seolah dibuat-buat, ia melirik Rama yang terlihat diam saja dipeluk oleh Amel, tentu saja dia kan kekasihnya, memangnya Naura mengharapkan apa?
( Apa benar Amel mencintai kak Rama? Kalau iya lalu siapa laki-laki yang pernah ku lihat waktu itu? Mereka sangat akrab saat itu, dan aku yakin kalau cowok itu adalah seseorang yang spesial buat Amel, dari cara Amel memperlakukan nya )
Batin Naura, gadis itu memang pernah melihat amel bersama dengan laki-laki lain disebuah cafe, dan keduanya saat itu sangat dekat dan mesra seperti pasangan kekasih, apa lagi lelaki itu sempat memberikan kecupan singkat di pipi sahabatnya itu, membuat Naura sempat terkejut kala melihat nya saat itu, sedangkan posisinya saat itu Amel sudah bersama Rama, namun ia bertemu lelaki lain dibelakang Rama, lelaki yang Naura taksir lebih dewasa dari mereka, mungkin anak kuliahan, begitulah pikir Naura. Dari situlah Naura berpikir jika Amel tidak serius dengan Rama, karna bukan hanya sekali ia melihat Amel bersama lelaki itu, pernah sewaktu Naura belanja di supermarket dekat rumahnya dan tak sengaja lagi-lagi ia melihat Amel bersama lelaki itu, saling merangkul satu sama lain, ingin sekali Naura mendamprat keduanya, namun Naura merasa malu jika membuat kegaduhan ditempat itu, karna memang saat itu tempat perbelanjaan tersebut cukup ramai.
__ADS_1
Rama melirik kearah Naura yang terlihat santai dan biasa saja saat Amel berlaku mesra dihadapan nya, pemuda itu menduga-duga apa gadis itu tidak merasa cemburu dengan nya, kalau cemburu kenapa bisa bersikap sesantai itu, atau jangan-jangan Naura sudah mulai ilfil padanya? Begitulah yang Rama lihat dari gelagat gadis itu, Rama tidak tau saja kalau sebenar nya Naura sangat sedih dan merasa sakit hati dengan apa yang dilihat nya, apa lagi beberapa hari yang lalu Rama seolah menunjukan perasaan nya pada Naura, apa mungkin itu hanya perasaan Naura saja? Ia pikir saat Rama bersikap perduli padanya waktu itu, Rama sudah mulai menaruh hati padanya, namun ternyata itu hanya khayalan Naura saja, buktinya sampai sekarang Rama masih tetap memperlakukan Amel dengan baik dan selayaknya seorang kekasih, mungkin Naura yang terlalu berharap, memikirkan itu semua membuat Naura semangkin merasa sedih, gadis itu seolah merasa dipermainkan oleh Rama.
Sore hari nya seperti biasa sepulang sekolah Naura langsung bersantai dibalkon kamarnya, dirumahnya tidak ada orang, mama dan papa nya sedang pergi, namun bukan pergi bersama karna sarah mengatakan jika dirinya sedang bersama teman-temannya, sedangkan Roby ada urusan mendadak, begitulah pesan yang ia terima dari layar ponsel miliknya setengah jam yang lalu.
" Ku harap papa dan mama sudah baikan." gumam Naura sambil menghela nafas panjang. Gadis itu duduk diatas sofa yang ada dibalkon tersebut, lalu mengambil Snack dan memakannya, karna cuacanya sedang panas maka Naura hanya menggunakan tank top dan hotpants yang sangat pendek dan ketat membuat miliknya tercetak jelas di bawah sana. Dengan santai gadis itu mulai berselancar di dunia maya melihat-lihat akun sosmed miliknya, tak lupa juga ia mengintip akun milik Abang sepupunya Rama, Naura cukup merasa heran karna tak ada satu pun Poto Amel kekasihnya didalam akun milik pemuda itu, padahal mereka adalah pasangan kekasih, ya walau pun Rama memang tidak suka mengumbar urusan pribadinya didepan orang banyak, namun tetap saja hubungan itu harus dipublikasikan agar tidak ada lagi yang baper, namun sayangnya Rama bukanlah tipe cowok seperti itu, dan anehnya Amel juga tidak protes sama sekali, bahkan diakun pribadi milik mantan sahabatnya itu juga tidak ada Poto mereka, ada pun Poto waktu bertiga saat bersama Naura beberapa bulan yang lalu. Naura juga melihat akun sosmed milik Radit, gadis itu tersenyum saat melihat ada Poto mereka bertiga saat berada dipuncak waktu liburan bersama disana ada Poto Rama, Adit dan dirinya yang saat itu tertawa dengan lebar. Saat asik dengan kegiatannya tiba-tiba Naura dikejutkan dengan kedatangan Rama yang entah kapan sudah ada dihadapannya.
" Kak." pekik gadis itu melonjak kaget, sedangkan Rama hanya nyengir tanpa dosa, setelah itu ia pun langsung mendaratkan bobot tubuhnya disamping gadis itu.
__ADS_1
" Sejak tadi, Oya kamu kenapa senyum begitu, memang apa yang kamu lihat di situ, coba aku juga mau lihat." ucap Rama yang langsung merampas ponsel milik gadis itu.
" Kak Rama ih gak sopan banget sih, balikin gak ponsel aku!" Naura berusaha mengambil ponsel miliknya dari tangan pemuda itu, namun dengan sigap Rama langsung menyembunyikannya dibalik tubuhnya Rama semangkin penasaran dengan apa yang Naura lihat dilayar tersebut, sedangkan Naura masih berusaha merebut nya dari Rama.
" Kak Rama balikin dong ponsel aku!" Naura mendekati tubuh Rama yang saat itu condong kebelakang, namun karna tubuh yang tidak seimbang membuat tubuh kekar itu terjatuh diatas sofa, membuat Naura yang saat itu berada didepan Rama juga ikut jatuh diatas tubuh pria itu, namun sialnya dada empuk nan kenyal itu jatuh tepat diatas wajah Rama, hingga peria tampan itu sesak nafas, matanya melotot saat tak sengaja melihat gumpalan daging bulat didepan matanya, karna memang pakaian yang Naura kenakan saat itu cukup terbuka dan saat posisi seperti itu tentu saja aset depan miliknya terlihat jelas oleh Rama, bahkan pemuda itu menelan ludahnya berkali-kali, tubuhnya menegang ada sesuatu yang bergejolak dalam dirinya, dan sialnya ia juga tidak bisa mengalihkan pandangannya kearah lain sebab dada gadis itu yang terlalu menekan wajahnya, Rama pasrah dan hanya satu yang bisa pemuda itu lakukan yaitu memejamkan mata, ya hanya itu yang mampu ia lakukan saat ini. Sedangkan Naura sendiri, entah sadar atau tidak perduli semua itu, yang ia tau saat ini ia hanya ingin mendapatkan ponsel miliknya kembali, hingga akhirnya ponselnya kini sudah kembali ia dapatkan.
" Naura cepat bangkit, aku sesak nafas!" ucap Rama sambil menggeram, Rama merasa jantungnya berdetak dengan sangat kencang, perasaannya campur aduk.
__ADS_1
Mendengar ucapan Rama, dengan cepat Naura menjauh dari tubuh pemuda itu, gadis itu memperhatikan wajah Rama yang terlihat memerah, bahkan sampai ke telinga pemuda itu, membuat Naura sedikit khawatir, ia pikir jika Rama seperti itu karna sesak nafas karna tertimpa tubuhnya.
Next